ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(165)


__ADS_3

Sebulan memang Ney rajin dan omnya Arnila puas dengan pekerjaannya tapi 2 bulan, 3 bulan mulai menurun kinerjanya ditambah sering mengeluh. Selama sebulan pun hanya seminggu Ney bisa bertahan dengan baik, minggu berikutnya sesuka dia. Datang ke tempat kerja selalu jam 10 alasannya pun beraneka ragam kalau ditanya oleh pegawai lain. Penampilan? Jangan ditanya deh dia kuliah Design Grafis tapi melihat kesehariannya saja yang sering tidak mandi, wajah kurang didempul, jangan tanya seperti apa sewaktu dia bekerja.


Setelah setahun om Arnila menerima laporan dari sekretaris ninjanya ( bekerja sembunyi untuk menilai kinerja pegawainya ) dan juga banyaknya pelanggaran. Termasuk Ney yang berusaha meretas dan mengubah absen kehadirannya. Beberapa kelakuan menyimpang karyawannya selama omnya tidak ada pun tidak luput dari hasil kerja sekretarisnya. Banyak laporan yang tidak mengenakkan dari pegawai lainnya mengenai Ney yang ternyata selama beberapa minggu bekerja, kelakuannya layaknya bos perusahaan. Merasa dirinya menganggap teman akrab dari keponakan omnya Arnila, dia membanggakan dirinya kalau tidak perlu terlalu susah bekerja. Bahkan, Ney menolak mentah - mentah tambahan pekerjaan dari manajernya langsung. Dan sering kali memberikan tugasnya sendiri kepada orang lain.


Saat dia mulai masuk kerja pun, Ney mengendap - endap masuk ke kantor dan berusaha memalsukan daftar absennya tapi tentu saja ketahuan. Karena beberapa pegawai ada juga iseng menghitung absen kehadiran beberapa pegawai. Untung saja omnya Arnila memasang kamera CCTV kecil yang terpasang di tempat tertentu dan benar saja apa yang menjadi kesaksian pegawainya terlihat jelas. Apalagi Ney selalu mencari masalah dan bertengkar dengan beberapa rekan kerjanya sehingga yahhhh... dia tidak disukai oleh siapapun. Bila omnya datang, mereka berpura - pura akrab tapi setelah tidak ada, mereka semua memilih untuk menghindar dari Ney.


Saat omnya melihat semuanya, dia sangat kecewa bukan main dan memutuskan untuk memecatnya sambil memberinya 5% dari gajinya. Itu juga seharusnya tidak perlu tapi omnya masih punya hati nurani.


Om : "Kamu tidak perlu lagi meminta - minta pekerjaan sama keponakan om. Kamu lebih baik mengasah kepribadian dan kinerja kamu di tempat lain. Kalau saya mendengar kamu sudah bagus, saya akan panggil kamu lagi,"


Setelahnya Ney pun pergi tanpa mengatakan apapun, sedih pun tidak makanya omnya sangat aneh melihatnya. Ada juga orang yang seperti itu bahkan tidak ada kalimat penyesalan atau apapun yang keluar dari mulut Ney. Keluar dari kantor, kebanyakan yang bermasalah dengannya menyorakinya dari belakang.


"Bagus deh, tukang masalah sudah keluar dari perusahaan ini. Lama - lama dia disini, bikin pekerjaan semrawut! Rasain lu!" Teriak salah satu pegawai.


Ney yang mendengarnya tidak memperdulikan perkataan mereka, dia pulang ke rumah dengan langkah malas dan menghitung uang yang diberikan oleh bosnya itu. Oh iya kejadian ini tentunya saat Ney berada di rumahnya di Jakarta. Dan akhirnya Ney melamar ke berbagai tempat yah, kelakuannya sama saja seperti itu di semua tempat bekerjanya. Dia pun mengalami pemecatan, bekerja hanya 3 bulan lalu dikeluarkan karena kinerjanya sangat buruk. Dia selalu menargetkan tempat yang gajinya di atas 10 juta tapi bekerjanya sama sekali tidak seimbang. Ya hampir sama dengan yang dia hadapi di perusahaan omnya Arnila.


Arnila : "Aku juga heran om kenapa ya dia seperti itu. Bukan hanya di tempat om saja kok,"


Om : "Begitu? Sayang padahal dia pintar dan nilainya yah lumayan. Bagaimana saat dia kuliah? Om aneh dengan nilai segitu tapi buruk sekali kinerja bekerjanya,"


Arnila : "Jangan tanyalah om. Kuliah saja penuh kegiatan plagiat,"


Om : "Astagfirullah. Jadi itu nilai kuliah tidak murni?? Macam - macam saja. Selama dia bekerja di tempat om, om ditipu mentah - mentah oleh kelakuan teman kamu. Menurut om, sudahi pertemanan kamu sama dia. Arnila, dia bukan teman yang pantas untuk kamu junjung tinggi,"

__ADS_1


Itulah yang omnya pernah katakan pada Arnila. Apalagi setelah tahu kalau Rita pun berhenti mengontak dengannya selama 1 tahun. Dirinya pun mungkin sudah waktunya berjaga jarak dengan Arnila toh selama ini pun, Ney selalu menginjak - injak harga dirinya. 11 bulan Ney bekerja dengan omnya dan omnya memeriksa tentang kinerja semua orang ternyata termasuk Ney ada 10 orang yang bertindak sesukanya. Memang omnya Arnila itu memiliki trik tersendiri untuk mengungkapkan siapa saja pegawainya yang benar - benar bisa bekerja dengan baik. Omnya memiliki Sekretaris yang dia ubah menjadi Ninja, asisten itu ditugaskan untuk mengawasi secara diam - diam tentang tindak tanduk semua pegawainya, dari situlah yang menyebabkan perusahaan omnya menjadi nomor satu.


Ney serta ke 10 orang pun dipecat secara tidak terhormat, mengingat hal itu Ney bukannya menyesal malah bilang pada Arnila kalau omnya itu akan menyesali keputusannya.


"Lihat saja ya om kamu akan menyesali aku sudah dia pecat begitu saja," kata Ney yang saat itu berbicara pada Arnila dengan marah.


"Buat apa om aku menyesal mengeluarkan kamu? Tempatnya sudah paling TOP di Jakarta. Kamu juga aneh ya bukannya koreksi diri malah nyalahin orang," jawab Arnila yang sudah sebal dengan sikapnya.


"Lihat saja. Gue yakin, bakalan dia panggil lagi bekerja disana. Kalau kejadian, aku bakalan menolak!" Kata Ney dengan penuh percaya diri.


"Mana ada. Omku itu kalau sudah pecat orang, tidak akan menerima kembali orang tersebut. Meskipun itu saudaranya sendiri, om akan lebih mencari orang lain yang menurutnya bagus. Sudah deh jangan terlalu banyak bermimpi lebih baik kamu cari pekerjaan lain saja jangan memohon ke aku lagi. Aku saja meski ditawari bekerja disana leboh memilih bekerja dengan orang lain," kata Arnila. Ney terdiam mendengarnya tapi dengan muka yang kesal.


"Ya aku akan mulai cari pekerjaan kok mana mau aku minta pekerjaan sama kamu! Gaji tempat kamu kerja saja kecil banget hanya 1.5 juta! Buat apa?" Tanya Ney yang merasa lebih layak digaji 10 juta!?


Mendengar hal itu, keesokan harinya Ney pun mengirimkan lamaran. Tentu saja Arnila tahu kabar itu tapi bosnya menolak karena dia mendengar kabar soal Ney. Dan mengirimkan kembali lamarannya, Arnila tertawa puas melihatnya. Dengan dibuatnya surat lampiran dari bosnya yang dibuat oleh sekretarisnya, langsung dikirimkan kembali. Besoknya Ney gembira ada balasan tapi juga terkejut karena lamarannya dikembalikan dengan alasan, kantornya Arnila bekerja sudah penuh dan belum ada kemungkinan penambahan pegawai. Bahkan, Ney kemudian mendatangi tempat Arnila bekerja dan memaksa kalau dirinya harus diterima. Sungguh tidak punya rasa malu sama sekali sampai semua pegawai membisikinya.


"Maaf ya mbak, perusahaan kami sudah tidak membuka lowongan lagi. Lebih baik mbak cari saja ke tempat lain," jawab asisten pribadi bosnya Arnila.


Arnila saat itu tidak ada disana karena ditugaskan kerja lapangan dengan beberapa rekan kantor. Makanya Ney berani datang.


"Saya butuh pekerjaan disini, mbak. Pekerjaan disini itu masuk ke kategori yang saya cari, saya bisa bekerja dengan baik kok! Masa tidak ada banget sih yang kosong?" Tanya Ney sambil mencari tempat kerja yang kosong. "Itu ada yang kosong beberapa, mbak ini bohong ya sama saya,"


Asisten itu menghela nafas dan melihat juga. "Oh itu, ada mbak tapi mereka sedang ditugaskan kerja lapangan. Saya yakin mbak akan lebih diterima di tempat lain," jelas asisten itu dan membuat Ney kesal.

__ADS_1


"Mbak, saya punya kenalan di tempat sini dia bilang ada lowongan disini. Dia mau keluar dari tempat ini makanya saya beranikan diri datang," kata Ney berbohong. Jahat ya mengatakan hal yang tidak benar kepada teman sendiri.


"Siapa nama teman mbak yang ada di sini?" Tanya asisten itu merasa aneh. Menurutnya tidak ada informasi mengenai adanya pegawai yang akan keluar.


"Namanya Arnila. Itu teman saja," jawab Ney tanpa ragu - ragu. Dalam hatinya dia berharap asisten itu percaya dan menerima dirinya lalu tentang Arnila? Dia pasti langsung didepak begitu saja dari kantor ini.


"Mbak jangan mengada - ada ya. Arnila teman mbak itu kinerja bekerjanya baik sekali. Apa mbak ini memaksa datang kemari untuk memfitnah dia? Saya rasa dia sama sekali tidak ada niat untuk keluar. Kalau mbak punya niat jelek lebih dari ini, saya akan panggilkan satpam untuk mengusir mbak dari sini. Saya masih bisa santun ya dengan mbak tapi kalau sudah membuat cerita agar salah satu pegawai disini kami keluarkan, mbak salah besar! Silakan pintunya di sebelah sini dan tolong jangan kembali lagi!" Asisten itu lalu membukakan pintunya sambil menahan amarahnya.


Ney lalu mengambil lamarannya dan berjalan dengan penuh marah keluar tidak mempedulikan tatapan semua orang. Asisten itu langsung menutup pintunya dengan suara yang keras membuat Ney membalikkan badannya.


"Dasar perempuan sialan!" Bisik Ney yang berjalan menuju lift.


Beberapa pegawai langsung menuju kantor asisten itu dan melihat asistennya sedang mengatur nafas.


"Tidak apa?" Tanya A.


"Gila tuh orang sudah ditolak lewat pos eh dia malah datang. Mana memaksa aku harus pecat salah satu pegawai sini," kata Asisten itu.


"Siapa tuh?" Tanyanya.


"Arnila katanya. Coba aku tanya dulu apa benar dia mau keluar? Rasanya tidak ada masalah kan?" Tanya Asisten itu. Dia menghubunginya lewat WA lalu ditanyakan dan jawabannya sesuai yang diperkirakan. Akhirnya diceritakan dan Arnila pun kagetnya bukan main bahkan disarankan dia tidak terlalu dekat dengan temannya itu.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2