
Ney lalu kaget sekali membacanya. "Gue mesum? Kok bisa sih kamu mikirnya begitu?" Tanya Ney tidak tahu kalau pikiran Rita tidak bisa dia duga.
"Kamu kan orang Jakarta pergaulan disana kan parahnya sama dengan pergaulan di negara Amerika dan aku juga yakin sekali kalau kamu penyebab selalu datang terlambat kuliah atau pertemuan, karena kamu suka dugem ya?" Tanya Rita yang langsung tepat pada jantung Ney.
Ney hanya menganga dan pikirannya terhenti membaca apa yang Rita tebak. Dia jadi heran sendiri katanya Rita dia tidak bisa membaca isi pikiran orang tapi kenapa kalau menganalisa selalu tepat sasaran ya? Dia jadi mengerti kalau Rita sebenarnya memang tidak lemot dia sengaja membuat dirinya lemot untuk membuat orang sekitarnya lengah alias berpikiran kalau dia lemah.
"Tidak kok aku suka telat karena memang suka begadang dan mengerjakan tugas kuliah," kata Ney beralasan. Dia tidak mau kalau Rita sampai tahu kebiasaannya seperti apa, padahal kalaupun dia jujur juga bukan masalah buat Rita. Sampai haris Rita duluan yang mengemukakan pendapatnya.
"Tiap hari?" Tanya Rita tidak yakin kalau Ney benar - benar anak rajin.
"........ ya sesuai kebutuhan lah," kata Ney mencari alasan.
"Ney, kecuali kalau kamu punya penyakit insomnia parah seperti tetehku ya aku percaya. Tapi kan kamu normal tidak mungkin begadang setiap hari memang nya kuliah selalu ada tugas? Tetehku saja bisa tidur di jam 3 shubuh sampai jam 9 pagi. Kalau kamu memang benar sibuk karena tugas mana mungkin kamu sampai ikut kuliah susulan seperti sekarang. Benar tidak?" Tanya Rita yang membuat Ney kelabakan.
Apa susahnya sih tinggal mengakui daripada terus membuat alasan tidak masuk akal? Tapi Ney memang begitu dipikirnya kalau jujur, antara Rita mengejeknya atau membuatnya malu padahal sih tidak ada pikiran begitu dalam benak Rita. Ternyata Rita hanya menilai karena dia anak Jakarta saja bukan yang lainnya. Ney sudah terlalu jauh pikirannya tapi melewatkan sesuatu yang mudah pada Rita.
"Juga aku lihat kan banyak dari teman - teman chat online juga kebiasaan anak Jakarta ya begitu kecuali ya kalau orang tuanya berasal dari Bandung seperti Arnila ya beda pasti ke anak - anaknya. Tidak mungkin sih kebiasaan kamu di kota sana tidak begitu di sini. Apalagi HAMPIR setiap kita ketemuan, janji jam 10 kamu baru datang jam 12. Waktu aku tanya ibumu, jam 10 belum bangun dan itu bukan hanya 3x saja tapi seterusnya! Mengaku saja deh apa susahnya sih dari tadi banyak alasan mulu!" Tandas Rita yang kesal.
__ADS_1
"Oke oke aku ngaku aku memang sering dugem. Mau ada tugas kuliah mau tidak ada memang suka. Terus mau kamu apa?" Tanya Ney akhirnya mengakui semuanya.
"Ya tidak kenapa - kenapa. Lagian buat apa sih kamu sembunyikan segala kegiatan kamu? Orang aku tidak akan ikut juga kemana kamu pergi, masa aku harus menganalisa dulu baru kamu ngaku sih? Lagian ya meski kamu kuliah juga sejak kita masih terus kontak saat kamu kuliah, memangnya pernah kamu kerjakan tugas? Yang ada juga kamu nyontek terus ke Arnila!" Kata Rita membongkar semuanya. Masa iya si Ney lupa?
Ney menepuk dahinya semuanya ternyata masih Rita ingat sekali bagaimana dirinya yang terlalu santuy bila ada tugas kuliah. Dan panik sendiri saat harus dikumpulkan sampai memang ya melihat jawaban dari Arnila. Yang akhirnya lama - lama ketahuan juga sama dosennya dan dia diberikan tambahan tugas. 😞😞😞payah! Dia juga yang sering banget salin semua jawaban dari Arnila sewaktu mereka janji bertemu yang ternyata Ney ingin mengisi semuanya.
"......." Ney hanya balas begitu atau kita tidak usah mengetikkannya lagi ya karena sama saja mau dia ketik atau tidak, intinya semua yang Rita katakan tepat sasaran!
"Yah sudahlah yang penting sudah terjawabkan ya kenapa kamu selalu datang terlambat dimanapun kapanpun. Dan satu lagi aku cuma mau mengingatkan kamu saja tentang aku yang sampai saat ini aku merasa heran sama kamu, yang tidak bisa membaca apapun soalan aku. Si Alex kampret saja sudah tahu aku seperti apa padahal baru kenal. Aku ini sama sekali tidak tertarik dengan harta dia atau yang dipunyai oleh keluarganya. Beda banget dengan kamu yang melihat lelaki dari fisik dulu baru isi dompet. Kalau kamu tahu dia uangnya tebal, kedua mata kamu berubah jadi dollar tapi kalau sedikit tentu saja jadi ada gambar uang recehan," kata Rita dengan panjang.
Ney yang terduduk di kasurnya melongo juga Rita dengan mudahnya bisa menebak apa yang dia sukai juga dari seorang lelaki. Ternyata Rita itu seorang pemerhati apapun dia akan mengingatnya sebagai pembelajarannya sendiri. Ney banyak tercengang malam itu dia juga memang sedikit banyak berkomentar karena Rita bisa menjawab semua pertanyaan nya sendiri. Sedangkan Ney semuanya salah entah apa yang dia pikirkan mengenai Rita. Soal dirinya yang memutuskan membantu Rita dengan Alex ternyata salah target. Maksud Rita menerjemahkan bahasa inggris Alex yang ternyata dia malah menafsirkan terlalu dalam mengenai keduanya. Bahkan bila Alex mengatakan hal yang bukan Rita sama sekali, Ney malah mengiyakan. Aduh! 🤦🤦🤦
"......."
"Ya aku tidak tahu harus bilang apa lagi kan semuanya sudah kamu ucapkan. Ya memang itu jawabannya aku agak malu sih soal aku suka dugem itu takut kamu menjauh atau mengejek," kata Ney yang akhirnya mengetik normal.
"Kamu punya kekurangan, kebiasaan jelek apa pernah aku menjelekan? Masalahnya itu aku yang punya kebiasaan jelek juga sampai kamu terus bicarakan apalagi kamu rundung aku juga bersama Alex kampret! Menurut kamu siapa sebenarnya yang punya sifat jelek?" Tanya Rita yang menghembuskan udara ke atas dahinya.
__ADS_1
Alex juga ada di sana dia duduk dengan sopan disamping Rita dan menundukkan kepalanya. Dia sadar telah salah bertindak membuat Rita sulit menerimanya kembali. Ternyata hati Rita sudah terluka dengan tindakan mereka berlima sebelumnya dan sangat sulit disembuhkan dengan cara apapun. Hanya membiarkan Rita melangkah tanpa dirinya namun Alex tidak bisa dia terlalu kesepian dan ingin bisa bicara lagi dengan Rita. Ternyata Alex saat itu sedang koma karena suatu kejadian. Dia senang datang ke tempat Rita dan terus memperhatikannya tentu saja saat Rita ganti baju, dia akan keluar ruangan dan menunggunya selesai. Dalam hatinya untuk menebus semuanya dia ingin menjadi pemuda yang baik meski tidak tahu apakah Rita jodohnya atau bukan.
"Iya sih selama kenal kamu, kamu memang tidak pernah sekalipun bicara mengenai uang atau harta orang lain. Tapi kamu serius tidak tertarik soal Alex ini? Dia itu ya super duper tajir bangeeet! Dari info yang aku dapatkan ya, ibunya itu dekat sekali dengan Ratu Malaysia lho! Itu kan totalitas parah banget! Ayahnya itu diberi kekuasaan penuh juga dalam sektor bisnis dan perusahaan di 30 negara. Sumpah! Kamu kalau jadi sama dia, tidak perlu mikirin lagi buat nabung deh! Hidup kamu dunia akhirat pasti enak!" Kata Ney dengan semangat.
Rita hanya memijat kepalanya dia sama sekali tidak mau tahu soal siapa Alex karena belum ada nampak wajahnya. Rita ingin melihat dia siapa, segalanya dengan kedua matanya sendiri bukan dari KATANYA KATANYA. Apalagi Ney sering banget melebih - lebihkan jadi netral saja.
"Nah itu kamu sadar. Kenapa sih mikirnya baru sekarang nyambungnya? Masa harus aku labrak dulu baru kamu sadar sih? Sudah lama banget! Katanya kamu peka tapi yang mudah seperti ini saja kamu baru 'Oh iya ya'," kata Rita yang mengalihkan topik tapi biasanya Ney tidak mau tahu sih.
"Ya kan aku pikir waktu itu kamu jarang kenal lelaki jadi kan tidak tahu," kata Ney.
"Haaaah? Yakin aku jarang kenal lelaki? Ney, kamu lupa atau sengaja lupa sih. Aku banyak kan bertemu lelaki sampai mengobrol banyak, aku kan semester pertama kuliah ikut Chat Cyber. Kan dengan kamu juga paling sering menemani aku bertemu mereka. Ingat tidak? Sampai kamu rebut orang yang suka sama aku," kata Rita.
Yupz memang ada juga kejadian seperti itu saat Rita ada pertemuan lalu datang dengan Ney. Itu juga Ney yang maksa ingin ikut katanya siapa tahu bisa dapat pacar dari sana juga dan memaksa sebagai anggota. Lalu Ney ikut dengan grup lain dan meninggalkan Rita sendiri dengan grup yang lain. Lalu ada lelaki Spike yang menghampiri Rita dan banyak mengobrol seru, tentunya berbeda dengan Ney yang isi grupnya ternyata orang - orang kutu buku. Ney melihat Rita banyak tertawa dengan lelaki itu dan dia kepincut lalu bergabung, setelahnya entah Ney berkata apa lalu lelaki itu meninggalkan Rita begitu saja. Tapi Rita tidak kecewa toh dia lalu diajak bergabung dengan grup lainnya.
Setelahnya beberapa jam lelaki itu datang lagi pada Rita dan mengatakan bahwa dia tertarik padanya, Tadinya. Sampai Ney muncul dan mengatakan sesuatu kalau dia suka padanya lalu berencana akan jadian. Rita tersenyum mengatakan hanya ingin berteman saja dengannya dan tidak masalah bila dia jadi dengan Ney. Setelahnya sore hari Rita akan hendak pulang, ternyata Ney sudah pergi duluan dengan lelaki tadi. Disitu Rita tahu kalau dirinya hanyalah untuk keperluan Ney saja, setelahnya dengan perasaan sedih, teman SMAnya yaitu Putri mengajaknya main. Segera saja dirinya langsung senang.
Semenjak itu juga, Putrilah yang selalu menemaninya bertemu dengan teman - teman chatnya. Dan tentu saja Putri tidak pernah meninggalkannya meski ada beberapa lelaki yang mengajaknya pergi tapi setelah tahu Putri sudah punya pacar, mereka mundur. Ney? Sejak bertemu lelaki Spike itu, entah seperti apa nasibnya karena Rita sempat melihat lelaki itu berjalan memeluk perempuan lain. Meski penasaran tapi tidak dia pikirkan toh bukan urusannya, selama itu juga dia ditinggalkan begitu saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...