ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(102)


__ADS_3

"Hahahaha begitulah. Dia jawab, "Kamu bukan tipe aku," kata dia begitu, aku langsung bengong," kata Rita membuat Alex terdiam juga.


"He said so? ( dia bilang begitu? )" Alex sama sekali tidak percaya dengan apa yang dia baca. Rita yang pure berjilbab dengan segala isinya yang pasti membuat Alex pun sangat menyesali perbuatannya yang dulu.


"Iya. Aku langsung marah banget penasaran tipe dia seperti apa, terus dia bilang bukan yang berjilbab dan seksi. Perempuan berjilbab itu kuno,"


"Kalau aku tahu, aku bisa memukulnya. Perempuan yang berpendirian teguh seperti kamu itu sudah sangat sedikit," kata Alex tidak percaya. Pastinya Alex juga tahu sih dia kan bisa tahu masa dulu seseorang.


"Kamu waktu itu kelas berapa? SMP kan? Yang benar saja! Aku SMA tapi aku membalasnya lebih parah ke dia,"


"I bet you did the most sadistic thing ( aku yakin kamu melakukan sesuatu yang paling sadis ),".Rita tertawa membaca kalimat yang Alex kirimkan.


"Tentu saja! Enak saja dia pergi tidak sopan dan bilang begitu! Aku bilang saja, 'Ternyata dibalik wajah kamu yang tampan ada hati kotor didalamnya. Lagipula kamu itu tipe lelaki gampangan ya. Aku bilang kamu tampan saja kamu langsung melayang padahal tampannya juga lebih tampan Teejay Marquez! Lelaki tampan tuh yang mulus tidak ada gerombolan jerawat di mukanya, kamu kan banyak kanan kiri pula!' aku bilang begitu," kata Rita.


"PUAHAHAHAHA!!! Memangnya kedua pipinya banyak jerawat?" Tanya Alex menurut perasaan Rita dia pasti sedikit melayang juga karena wajahnya mulus tanpa ada jerawat.


"Banyaaakkk aku lihatnya juga meringis banget! Kamu kan bersih pasti suka dirawat lah dia? Semua wajahnya penuh sama topeng jerawat. Ampun deh!" jawab Rita. Alex semakin tertawa keras membuat beberapa orang memandanginya dengan aneh. Oh iya dia kan masih kerja.


"Ehem! Aku lupa masih di kantor dan semua orang memandangiku dengan tatapan aneh sekarang. Tapi aku tidak kuat ingin tertawa haduuuh gara - gara kamu nih," katanya.


"Enak saja! Suruh siapa kamu tidak bisa tahan ketawa," kata Rita yang terkekeh - kekeh membayangkannya. "Selanjutnya ya dia marah - marah terus bertanya aku lagi dimana? Dia mau datang buat bikin perhitungan sama aku,"


"Serius dia datang?" Tanya Alex yang pura - pura kembali bekerja. Semua orang di kantornya berbisik - bisik sampai managernya pun heran apa yang membuat Alex tertawa begitu keras. Karena Alex yang mereka kenal sangatlah sadis tapi setelah Alex tertawa terbahak seperti tadi, perlahan pikiran mereka berubah.


"Mana mungkin. Pengecut dia. Aku tantang datang buat duel saja dia langsung kabur. Aku bilang saja, orang tampan itu banyak tidak hanya dia saja jadi jangan sombong. Boleh kamu sombong kalau muka kamu itu bersih, putih, glowing. Aku pasti akan bertepuk tangan tapi kan nyatanya ya super kebalik. Kamu juga bukan tipe aku, aku hanya ingin tahu kami orangnya seperti apa. Perempuan cantik saja pasti mikir dua kali kalau kamu menyatakan. Rawat dong wajah kamu, biar banyak yang tertarik!" Kata Rita yang teringat dengan kelakuannya dulu itu.


"WOOOH... memang mengerikan ya kamu. Setelah itu tidak ada chat lagi?" Tanya Alex.


"Ada dong,"


"Eh? Apa?" Alex terkejut.


"Temannya sih yang chat tapi wallahu alam. Temannya minta maaf soal sikap temannya yang waktu ketemu aku, dia langsung pergi. Memang orangnya terlalu bangga banget waktu aku bilang dia tampan, padahal temannya sudah bilang jangan terlalu kesenangan. Soal wajahnya itu karena dia suka pakai skincare macam - macam, malu juga dia waktu aku bilang gitu. Dia malu minta maaf,"


"Oh kamu maafkan. Lalu kalian berteman?" Tanya Alex.


"Tidaklah, aku sudah tidak minat. Aku bilang 'Ya aku maafkan' terus temannya ingin ketemuan tapi aku waktu itu kebetulan sibuk sama tugas sekolah, jadi aku tolak," kata Rita.


"Nomornya masih ada?" Tanyanya.


"Sudah aku banned. Ganti yang lain hahaha,"


"Jadi memang begitu ya caramu dengan orang lain juga banned dan blokir," kata Alex.

__ADS_1


"Kalau sudah terganggu atau sering diganggu, obrolan tidak nyambung, bukan orang yang pengertian, suka bicara kotor, blok blok blok!"


"Kamu akan banyak banned dan blokir aku juga," kata Alex sepertinya dia mulai melihat sesuatu.


"Aamiin," jawab Rita.


"Kok begituuuu," Rita dan Alex lalu tertawa bersamaan. Alex diingatkan oleh managernya dengan pura - pura batuk. Alex merasa malu sudah dua kali dia tertawa keras dan akhirnya menutup wajahnya dengan banyak kertas.


"Apa Ney tahu soal kamu yang suka chatting?" Tanya Alex.


"Tahu. Kalau aku bertemu dengan siapapun dia selalu ikut tapi waktu yang sama lumayan tampan itu, kebetulan dia lagi sibuk sama kuliahnya jadi tidak ikut," kata Rita.


"Kamu cerita soal itu?"


"Cerita. Plus dia minta foto orang itu, ya aku kasih," kata Rita teringat Ney meminta fotonya dan dia terkejut tahu karena orangnya super tampan.


"Apa dia marah waktu dirinya tidak bisa datang?"


"Kesal sih katanya kenapa harus hari itu juga kan bisa dibatalkan sampai dia bisa ikut. Ya tidak mungkin juga kalau harus menunggu Ney sampai bisa kan?" Tanya Rita.


"Iya sih. Justru aneh kamu yang ada keperluan kenapa juga dia yang mengatur. Baguslah kamu tidak menuruti permintaan dia," kata Alex memberikan emoji Top.


"Dari dulu aku memang yang paling tidak mau menuruti perkataan dia karena dipikir - pikir, aku yang ada urusan buat apa dengerin kata - kata dia. Aku kan chatting hanya kalau ada waktu saja, selebihnya ya lebih baik selesaikan kuliah dulu,"


Dasar Alex. "Dia minta nomor teleponnya,"


"Kamu beri?" Tanya Alex tidak percaya.


"Ya aku kasih saja lagipula buat apa aku tolak?" Tanya Rita lagi. "Sebelum kamu tanya lagi, Ney lalu mengontak lelaki itu dan jawabannya songong banget kata Ney. Entahlah Ney bilang apa setelahnya, nomor orang itu tidak aktif. Menurut kamu dia bilang apa ya?" Tanya Rita ingin tahu.


"Ada kemungkinan lelaki itu menanyakan akun Pacebuk lalu setelah lihat seperti apa penampakan Ney, ya dia tolak. Bisa juga dia menbandingkan Ney sama kamu. Setelah itu ada cerita kelanjutan yang lain?" Tanya Alex sepertinya dia penasaran banget soal Rita.


"Dari lelaki itu tidak ada, kebetulan aku harus mengerjakan Tugas Akhir. Ney jadi sering bertanya soal ketemuan lagi tapi ya itu aku lakukan kalau ada waktu luang saja sih. Ney kecewa sih bilangnya aku seharusnya tidak blokir orang itu begitu saja, ajak ketemu lagi. Sori ye,"


Alex mengirimkan banyak emoji tertawa lebar. Sepertinya dia senang sekali saat tahu Rita tidak pernah lagi chatting dengan yang lain.


"Besok ada rencana?" Tanyanya.


"Tidak ada. Minggu depan mau bertemu bertiga dengan mereka di mall. Ney ingin diskusikan sesuatu,"


"Oh begitu. Kamu bosankah chat dengan aku?"


"Biasanya suka bosan tapi tidak. Asalkan kamu tidak terus menerus mengulang pernyataan yang sama,"

__ADS_1


"Sama. Aku juga tidak pernah bisa bertahan dengan seseorang. Paling lama 3 hari, singkat ya sehari. Kamu?"


Kok sama ya? "Sama. Aku juga tidak bisa bertahan. Oh ya, kita coba setiap memulai chat pakai salam ya," kata Rita.


"Tidak mau! Kerasa seperti aku yang kembali playboy," Rita tertawa.


"Itu sih masalah kamu berdamailah dengan masa lalu. Kalau aku sih salam itu kan membawa berkah untuk yang mengucapkan dan yang membalas. Kalau kamu tidak mau, tidak apa - apa," kata Rita.


"Thanks," jawab Alex.


"Biar aku saja sendiri yang ucapkan yang rugi yang tidak membalasnya,"


Alex terdiam dan mengirimkan emoji wajah datar, Rita tertawa lagi sambil memegang perutnya karena dia kekenyangan. "Kamu begitunya caranya,"


"Ih, apa sih hahahaha. Oh iya tadi kita membahas soal piknik,"


"Kalian berencana piknik? Ohhh seandainya aku ada di Bandung," kata Alex dengan sedih.


"Memangnya kenapa harus banget?" Tanya Rita sambil tersenyum. Pasti Alex iri sekali dengan Ney dan Arnila yang bisa memakan makanan.


"Aku kan bisa ikut makan makanan buatan kamu," kata Alex.


"Kamu tahu ya?" Tanya Rita tidak mengherankan dia itu. Si bodoh yang selalu membaca hati atau dia melakukan astral projeksi.


"Tahu dong. Aku keluar tubuh dan mendatangi kamarmu dan juga ikut membaca apa yang kalian rencanakan. Kalau aku ke Bandung, piknik yuk hehehe," ajak Alex.


"Kamu cuma mau makan saja kan," kata Rita curiga.


"Aku tahu kamu bisa masak makanan enak. Aku bisa melihatnya jadi aku ingin memakan semua makanan yang kamu bikin sendiri. Aku iri sama mereka berdua, makanan yang kamu buat pasti enak sekali," kata Alex. Rita tampak sangat senang saat Alex memuji makanannya sayangnya dia tidak bisa ikut memakannya.


"Nanti kalau kamu ke Bandung, aku akan buatkan makanan atau cemilan," janji Rita.


"Serius?? Benar ya!" Kata Alex. Rita membayangkan seperti apa wajahnya Alex pasti sangat manis.


"Iya kalau waktunya tiba kan gampang. Yang sederhana saja ya," kata Rita dalam hati pasti menyenangkan kalau benar bisa membuatkan Alex makanan buatannya.


"Whatever you make, I will gladly eat it. Delicious or not, food made with a sincere heart will always be delicious ( apapun yang kamu buat, aku akan dengan senang hati memakannya. Enak atau tidak, makanan yang dibuat dengan hati yang tulus akan selalu lezat,"


Itulah yang dikatakan Alex membuat Rita semakin terbang. Jangan jangan terlalu tinggi nanti jatuhnya tidak enak, kata hatinya.


"Nanti cerita lagi ya. Aku harus kembali bekerja hari ini ada rapat." Berakhirlah chat hari ini. Kita tunggu minggu depan... maksudnya besok ya hehehe...


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2