
Lalu mereka pulang kerumah masing - masing, tentu saja setelah sampai rumah mereka semua mengaktifkan grup lama menjadi aktif. Mereka semua penasaran apakah Ney benar akan meminta maaf atau hanya akan memperpanjang masalah. Di rumah Rita, dia disambut oleh adiknya yang diam - diam menghampirinya. Kedua sahabatnya telah pulang dan Prita ada di rumah karena tidak ada kuliah.
"Rita, tadi aku minta keripik ya sama cemilan yang ada diluar di atas karpet hehehe," katanya sambil masih membawa beberapa bungkus makanan.
"Oke, tekwan masih ada kan?" Tanya Rita memastikannya di atas kompor.
"Ada nih. Cepat makan nanti dihabiskan," kata Bapaknya, mereka lalu makan bersama. Ponsel Rita ada di dalam tasnya, Rita juga membuka katsu yang dia pesan tadi sewaktu makan bareng dengan teman - temannya.
Setelah selesai, Rita lalu masuk ke dalam kamar dan membuka ponselnya. Memeriksa apakah ada chat masuk ke grup lamanya. Dia melihat Ney menyapa di dalamnya dengan emoji yang senang sekali, hahaha tapi itu hanya malam ini saja.
"Hai, makasih ya aku sudah dimasukkan ke grup aku tahu kok sebenarnya kalian baik dan mau menerima aku," kata Ney yang mengetik sambil tiduran dalam mobil Dins.
Tidak ada yang menjawab meski Rita lihat sudah ceklis biru dua.
"Tuh Ney menyapa di grup lama," kata Annisa membalas di grup baru mereka.
"Balaslah!" Kata Rita.
"Ya, yuk!" Kata Komariah.
Terbayang sih mereka semua aktif hanya semalam pun sudah malas banget membaca kepedean nya Ney.
Annisa pindah chat ke grup lama. "Ada apa ya?" Tanyanya dengan santai.
"Aku diberitahu nomor ini dari pacar aku katanya kalian memasukkan aku dalam grup. Aku tahu kalian sebenarnya lebih nyaman kan sama aku daripada sama R," katanya dia senyum - senyum dalam mobilnya.
Adiknya menatap kakaknya dengan heran tapi Dins tidak bereaksi apapun. "Kakak kenapa sih sekarang senyum sendiri,"
Tapi Ney tidak menjawab sama sekali dia puas sekarang semua teman Rita mulai menerima dia, dia berpikir sepertinya mereka semua memikirkan lagi apa yang dia katakan. Dia tersenyum penuh kemenangan sekarang pasti Rita lah yang sedang terpuruk.
"Duh, malas banget dia kepedean ya pasti berpikir kita masukkin dia ke grup karena akhirnya kita sadar kalau dia lebih baik dari Rita!" Kata Annisa mengomel.
"Sudah, balas seperlunya saja deh jangan ikutan respon," kata Tamada menasehati semuanya.
"Dia sepertinya lupa kalau aku ada deh, jangan ada yang sebut nama aku ya. Aku mau lihat dia aslinya seperti apa ke kalian," kata Rita mengingatkan.
"Setuju!" Jawab semuanya.
"Loh, pacar kamu tidak cerita kalau Rita yang beri nomor itu buat kamu? Oh iya ya kamu kan tidak suka Rita pasti apa yang dikatakan sama pacar kamu, kamu putar balikkan," kata Komariah yang bete.
Ney lalu membacanya dan dia membeku sebentar Komariah mengatakan secara terang - terangan di grup, Ney melipat bibirnya lalu mengoreksi perkataannya.
"Oh iya aku baru ingat, iya Rita bilang begitu ke pacar aku," Ney mendelikkan matanya sambil cemberut.
__ADS_1
"Semuanya sudah tahu kok masa iya sih kamu lupa. Sengaja ya?" Tanya Komariah lagi yang pastinya sengaja agar Ney sebal 😂😂.
Memang benar Ney tampak kesal sekali karena yang membalasnya hanya Komariah tidak tampak yang lainnya membela dirinya. Namun Ney tidak memperdulikannya yang penting sekarang dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Oh ya kalian ada rencana keluar kapan lagi? Ada yang mau aku bicarakan dengan kalian semua nih," kata Ney dengan percaya diri.
Mereka semua menghela nafas dan menggaruk leher mereka, benar Ney pasti ingin bertemu lagi untuk meyakinkan mereka kalau dirinya bisa lebih dipercaya daripada Rita. Capek deh!
"Kalau ada yang mau kamu sampaikan, disini saja langsung. Kita semua sudah lelah ya mendengar semua omongan kamu yang tidak bermanfaat apalagi soal menjelekkan salah satu teman kita," kata Linda dengan sengaja menurutnya Ney terlalu sering memperpanjang basa basinya.
Ney yang tadinya rebahan lalu bangkit dan duduk, dia tidak yakin membaca yang dia baca dari komentarnya Linda. Orang yang cantiknya luar biasa melebihi Rita. Ney menggigiti kuku jempolnya lagi ternyata taktiknya yang memperpanjang topik sama sekali gagal.
"Kalau ada yang mau diomongin langsung saja deh tidak perlu harus bertemu lagi. Kita ini sibuk banget orangnya," tegas Tamada. Pikirnya lama bener mau minta maaf saja ya langsung buat apa bertemu lagi?
"Ya biar mudah aku juga mau bicara pada Diana," kata Ney.
Diana yang membacanya mengomel tidak tentu, sampai adiknya penasaran kenapa kakaknya mengoceh tidak jelas menggunakan bahasa Palembang.
"Ya sudah kita off sajalah! Banyak alasan nih orang!" Kata Diana yang sudah kesal duluan.
"Yang kita tunggu malah dianya terus bicara lain," kata Siti.
"Eh tunggu tunggu, iya iya deh aku bicara disini saja," kata Ney yang buru - buru membalas. Tidak ada kesempatan baginya untuk menjelaskan sesuatu.
"Cepat dong!" Kata Annisa yang tidak sabaran. Mau bicara apa sih? Sampai selama ini?
10 menit ....
"TIDAK MAUUUUUU!!!" Jawab mereka semua bersamaan dalam kamar mereka masing - masing. Hahahahaha....!
Rita hanya tertawa keras membacanya sampai sakit perut. Jadi selama ini itulah cara Ney mencari dan mendapatkan teman tertentu dengan menyerang orang lain lalu merendahkannya dan membuat semuanya pergi, lalu membuat mereka melihat kalau dirinya lebih baik. Tapi tentu saja semuanya gagal dia sudah mencobanya beberapa puluhan kali, berakhir ya sendirian lagi, dengan Arnila lagi.
"Aku sekarang menuju ke rumahku di Jakarta dan aku perlu teman yang bisa menyemangati ku. Aku ini sedang dalam kesulitan," kata Ney dengan senang. Menyangka mereka akan mensupport memberikan dukungan.
Mereka semua membaca lalu tertawa dan menggelengkan kepala. "Oh, jadi dia sedang punya musibah lalu ingin kita yang membela dia mungkin ya. Wah! Nanti kalau dia sudah melewati musibah, kita dibuang?" Tanya Siti.
"Iya. Apalagi dia kan cuma tertarik sama Diana," kata Rita sambil masih tertawa.
"Sudah deh kita hentikan saja. Malah mual aku bacanya," kata Linda.
"Dins pasti bilang sesuatu kan kenapa kamu dimasukkan ke grup ini? Kamu memang orang yang tidak punya rasa menyesal ya untuk apa yang sudah kamu lakukan tadi. Kovlok memang!" Kata Rita langsung tahu kalau Ney sepertinya lupa nomornya.
Ney bengong biasanya yang bisa bicara seperti itu... "Itu siapa?" Tanya Ney memastikan.
__ADS_1
"Itu Diana," kata Diana sambil tertawa tahu kalau memang Rita berpura - pura menjadi dirinya
"Ohh Diana, aku minta maaf! Aku sudah sangat keterlaluan tadi siang sampai - sampai kamu menampar aku. Aku sudah terlalu melewati batas," kata Ney menarik simpati Diana.
"Kamu serius sadar kalau yang kamu lalukan itu benar - benar salah? Apa itu cara kamu mendapatkan teman?" Tanya Diana sendiri.
"Kalau tidak begitu, aku pasti ditolak jadi apa boleh buat lagipula Rita bilang teman dia selain kalian banyak kok, jadi tidak apa kan kalau aku ambil sebagian," kata Ney membela diri.
"Kalau banyak yang menolak berarti mereka memang tidak suka kamu. Ya kamu tinggal cari yang lain tidak perlu harus orang yang sama dong. Jangan memaksa orang lain untuk jadi teman kamu, itu hal yang tidak pantas dilakukan," kata Tamada.
"Seperti tidak ada manusia lain yang hidup di dunia," kata Rita.
"Mengerti kan arti tamparan aku ke kamu. Aku tidak mau dengar lagi kamu menghina Rita, dia itu sahabat aku yang paling terbaik! Kamu atau siapapun tidak akan bisa menggantikannya dan kamu jangan paksa aku seenaknya agar kamu jadi pengganti dia!" Kata Diana yang asli.
Ney tersadar kalau Diana memang sahabat terbaik Rita, dia juga tidak mungkin ada celah untuk memisahkan mereka. Meskipun seberapa keras usahanya merebut Diana dari Diana nya pun menolak siapapun menggantikan tempatnya. Dia tidak memandang Arnila yang juga sudah lebih lana bersamanya dan selalu sabar, bertahan dengan kelakuan dan bicaranya yang menyakiti hatinya.
"Rita ada di grup ini?" Tanya Ney, dia membuka info grup lama itu tapi semuanya hanya nomor sebagian ada juga yang terdapat namanya tapi sebagian tidak ada.
"Mau apa kalau dia ada?" Tanya Linda.
"Ya buat apa sih dia ikut masuk grup ini?" Tanya Ney.
Mereka semua yang membacanya keheranan. Tapi tidak mau ambil pusing terlalu lama dan menunggu Ney sampai meminta maaf lagi.
"Rita dia memang seperti itu kalau meminta maaf bertele - tele dulu?" Tanya Siti.
"Dia kan Anti Sorry orangnya, inginnya ya kalian yang meminta maaf. Hebat kalau dia sampai bilang maaf sama kalian. Sama aku mah mana ada," kata Rita.
"Tadi dia minta maaf kan tapi untuk ke Diana saja, benar deh dia memang tidak suka kamu, Ri," kata Komariah.
"Ih, kenapa sih? Orangnya iri banget ya. Kenapa juga harus ke Rita?" Tanya Diana.
"Entahlah. Aku juga heran, selain aku banyak kali Diana yang lebih dari aku. Ada tuh Linda, Annisa sama Tamada," kata Rita yang merasa aneh juga.
"Haduh, kamu memang tidak peka, Rita. Kelihatan bangetlah dia itu iri sama kamu dari mananya," kata Tamada tapi sudahlah biar Rita yang sadar nanti.
Linda, Annisa, Diana, Komariah dan Siti sebenarnya mereka semua tahu alasan kenapa Ney sangat cemburu dengan Rita. Secara! Terlihat jelas banget tapi Ritanya memang tidak peka jadi ya lurus saja. Bagus sih tapi jadinya tidak sadar juga kalau selama ini dia selalu dijadikan pelampiasan dari Ney. Yang membuat mereka geram apalagi Diana dan Komariah. Karena masalahnya begitu, mereka memutuskan untuk membuat Rita jauh dari Ney hanya itu cara satu - satunya supaya Rita tidak dijebak lagi olehnya. Tahun lalu sudah bagus mereka terpisah selama setahun tapi kenapa Ney malah datang lagi?
Komariah menceritakan pada semua kalau Ney duluan lah yang datang menghampiri Rita. Rita mau ditinggalkan juga tidak akan sedih atau bagaimana karena saat itu juga dia sudah punya sahabat lain. Mereka mengerti dengan penjelasan itu ternyata ada kemungkinan itu adalah taktiknya Ney agar Rita merasakan kesepian tapi sayangnya Rita sama sekali tidak merasa begitu. Karena gagal, diam - diam Ney mungkin meminta bantuan temannya untuk hack akun PB Rita dan memasukkannya. Karena Rita sendiri pernah secara aneh kenapa dia berteman dengan Ney dalam akunnya.
Terjawab juga siapa yang sebenarnya kesepian selama ini tapi saat datang, bukannya sebagai teman tapi Ney malah mengartikan sebagai musuh. Jadi memang aneh sih maksud kedatangannya. Dia butuh teman tapi tidak butuh, butuh dimengerti tapi tidak butuh, ingin diperhatikan tapi tidak butuh jadi siapapun yang ada di sekitarnya akan sangat membingungkan dengan sifatnya. Tahu Rita banyak teman tapi dengan tiba - tiba dia berusaha menjatuhkannya di hadapan teman - temannya, kalau kata Komariah dia memang "Tukang Bully" ada kemungkinan kenapa dia sampai sekarang tidak punya teman dekat, adalah karena caranya yang mencari teman salah langkah. Biasanya bisa dilihat dari bagaimana perlakuan orang tua kepadanya.
"Wah lebih kovlok ternyata!" Kata Rita di grup lama. Temannya tertawa semua membaca jawabannya. Tak lupa Rita lalu menSS perkataan Ney mengenainya, untuk dijadikan bukti bila Ney nanti lupa.
__ADS_1
"Teramat sangat kovlok lah. BUBAAAAR!" Teriak Linda dalam grup lamanya.
BERSAMBUNG ...