ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(78)


__ADS_3

"Jelek ya niatan kamu. Kalau menikah hanya untuk mencari kepuasan hubungan intim, lebih baik kamu 'jajan' saja di pinggiran jalan atau di klub kasihan yang jadi istri kamu. Aku juga harus hati - hati sama kamu nih," kata Rita yang entah kenapa kok ya merinding setelah berbicara hal sekitaran itu?


"Bukaaaannn begitu. Aku tidak akan menjadikan istriku sebagai kasur saja. Maksudku ya, sama - sama bisa saling memuaskan. Aku kan ingin disayang juga. Aduh, kamu jangan menjauh hanya karena aku berfantasi ingin begitu sama kamu!" Kata Alex. Tidak salah sih, itu normal tapi salah itu kalau nanti dia bertemu lalu menculik Rita dan membawanya ke ..... ah sudahlah!


"Tapi kamu memang ingin menikah atau bagaimana sih?" Tanya Rita yang bingung dengan pernyataan Alex.


"Ya tentu aku ingin menikah tapi takut. Orang - orang disekitarku tidak akan diam saja, apalagi ibuku. Aku takut nanti orang yang akan menjadi istriku mereka buat jauh atau celaka," Ko seperti di film - film ya? Tuan mereka yang super kaya dahsyat dikawal super ketat kemana - mana. Masa iya sih sampai jodohnya juga dipersulit? Dunianya sangat aneh!


"Yang harus terjadi pasti terjadi. Banyak berdoa makanya, bertobat juga mumpung kamu masih waras. Siapa tahu nanti kamu dapatnya istri yang benar - benar Sholihah dan super kuat, orang - orang sekitar kamu bisa saja dia lawan. Jangan lupa perbanyak sedekah juga supaya hati orang - orang sekitar kamu melunak," kata Rita. Masa iya ya hidupnya serumit itu? Jangan - jangan sampai dia mau buang hajat juga dikawal dalam kamar mandi? Membayangkannya saja sudah cukup membuatnya merinding sampai sakit perut.


"Oh, aku selalu sedekah," kata Alex.


"Sebelum orang lain lihat dulu orang sekitar kamu," kata Rita mengingatkan.


"Maksud?" Rupanya dia tidak mengerti atau pura - pura tidak mengerti ya?


"Lihat saudara kamu apa ada yang membutuhkan sebelum kamu berikan sedekah ke orang lain. Sedekah dulu ke saudara baru ke luar. Mengerti?" Tanya Rita. Bagus sih kalau dia juga suka bersedekah dengan saudara sendiri.


"Ah iya ada saudaraku di Indonesia yang kurang mampu. Terima kasih sudah mengingatkan. Kamu sendiri suka sedekah?" Tanya Alex.


"Suka dong karena aku kan punya banyak dosa juga untuk menghapus dosa. Kalau ada uang lebih aku bagi untuk keponakan itu juga ternyata bisa disebut bersedekah. Kalau pergi ke supermarket kalau ada kotak amal, aku masukkan beberapa,"


"Aku kalau bekerja, sudah digaji aku berikan semuanya pada ibuku," kata Alex. Iyalah masih single pasti gajinya lebih banyak daripada gaji Rita yang seorang guru TK.


"Suka menabung tidak? Jangan seperti waktu kamu muda, gaji pasti dipakai foya kan," kata Rita sambil menyelipkan emoji mata yang melirik.

__ADS_1


Alex tertawa keras. "Suka dong. Kalau dulu sih hanya bisa berpikir untuk berpesta saja habis bingung mau dipakai apa. Tapi sekarang pikiranku sudah terbuka, sejak tahun lalu aku bertobat uang yang kutabungkan untuk masa depan aku," Rita tersenyum membacanya semoga Alex selalu bisa menjaga amanatnya sendiri.


"Kalau begitu jangan bilang kamu trauma. Trauma ada kan untuk pembelajaran hidup juga. Aku saja traumanya sudah selesai setahun yang lalu,"


"Yah, karena sakit sekali kan sudah mau menikah eh dia malah kecelakaan sampai meninggal," kata Alex.


"Pasti ada hikmahnya. Allah SWT akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Mungkin mantan kamu itu ada sesuatu yang tidak baik buat kamu. Kita kan tidak tahu alasan dibalik bencana itu," Rita menenangkan kesakitan Alex. Salah juga sih jadinya malah terus mengingatkan Alex sama mantan yang sudah tidak ada.


"Contoh?" Tanya Alex.


"Kurang setia mungkin kalau menikah, entah apa yang akan terjadi dengan kehidupan kalian nanti. Kamu diselingkuhi sama dia sangat parah tapi kamu masih berharap sama dia. Kalau benar jadi suami istri mungkin dia akan melakukan hal yang lebih mengerikan. Maybe," jelas Rita.


"Iya. Dia selingkuh dariku sewaktu aku kuliah di negara lain,"


"Kenapa kamu bisa tahu?" Tanyaku aneh apa jangan - jangan dia menyewa seorang mata - mata?


"Hanya sekali selingkuhnya?" Tanya Rita. Wah, ini seru nih aneh sekali anak billion punya kekasih tapi diselingkuhi. Apa sih kurangnya Alex? Sudah punya segalanya, ini sih pasti ada sesuatu yang lain pada diri Alex kalau mantannya sampai banyak selingkuh.


"Beberapa kali," Jawab Alex lantas Rita terdiam. Aslinya langsung bengong dan menggubrak di atas meja.


"Kok kamu masih mau sih?! Kena santet dia ya?" Tanya Rita yang histeris. Ih, gila saja! Beberapa kali! Ya Allah seperti tidak ada wanita lain yang lebih baik saja kelakuannya!


"Hahahaha tidak, dia orang biasa kok harusnya kan aku yang mengguna - gunain dia, Ri. Aku sebenarnya sudah jijik padanya karena setiap aku kuliah dan bekerja, dia selalu pergi dengan orang lain," yah pastilah tapi Rita jamin ini masalahnya bukan hanya pada mantannya tapi Alex sendiri. Rita harus lebih menggali informasi soal itu, nanti pasti akan bertemu dengan masalah utamanya!


"Putus?" Tanya Rita yang sangat gemas dengan kelakuan Alex.

__ADS_1


"Sempat. Sewaktu aku bertanya kenapa, jawabannya mantan dia yang selalu mengajaknya baikan," Oalaaaaa! Jadi mantannya sempat balikan setelah putus dengan Alex? Rita hanya bengong sambil memegang kepalanya, dia bingung harus berkomentar apa dengan yang dia baca. Tapi Alex bisa berbesar hati dengan terus menerima mantannya berarti dia sangat menyukainya tapi.... Edan!


"Haduuuh aku gemas sama kamu! Kok dia bisa mau sih? Heran! Otaknya dia kemana sih? Kan sudah sama kamu, kok bisa - bisanya nurut? Pantas saja kalau kalian tidak mungkin bersatu sih," kata Rita yang membara.


"Dia dengan pacarnya itu selalu disakiti jadi aku bilang padanya untuk putus dan jalan dengan aku. Tidak menduga kalau pacarnya ingin kembali saat aku dan dia sempat putus. Lalu dia menerimanya dan yah, dikasari lagi," kata Alex yang membuat Rita bengong lagi. Sudah dikasari terus putus, pacaran dengan Alex lalu putus, kembali lagi sama mantan pacarnya. Heran itu perempuan bisa seperti itu ya agak sama kisahnya dengan seseorang.


"Wah, kamu benar - benar sakit juga sih," kata Rita mengambil kesimpulan. Langka juga sih sebenarnya yang seperti Alex ini bertahan meski disakiti, super sekali! Kalau aku jadi dia, ta lempari mukanya pakai kain lap.


"Jantungku iya," yang membuat Rita menepuk dahinya.


"Bukan jantung tapi kewarasan kamu!" Haaaah bodoh sekali memang!


"Hahahahaha! Kenapa?" Tanya dia yang pastinya sedang tertawa juga.


"Kenapa tidak cari yang lain sih? Perempuan jelek kan banyak," kata Rita. Oh iya, dia pernah memberi lihat foto mantannya yang sudah meninggal itu dan menurut Rita, diluar dugaan kriteria seorang anak yang tampan banget! Yah, bukannya menghina tapi... Begitulah! Pokoknya soal tampilan wajah, melihat foto Alex itu benar - benar sangat jauh sekali.


Tapi membuat aku menyadari kalau perempuan jelek saja bisa ditaksir oleh lelaki setampan Prince Mateen ya apalagi yang super cantik? Biasanya kebalikannya sih..


"Meski jelek tapi hatinya baik banget, dia penurut dan pendiam tidak seperti perempuan yang kukenal sekarang. Galak sangat! Hehehehe," kata Alex yang takut membuat Rita murka. Rita galak kalau Alex mulai berkata sesuatu yang agak sensitif.


"Hmmmm.. jadi kamu tidak masalah soal wajah jelek, beruntusan matang dan banyak jerawat?" Tanya Rita yang ingin tahu bagaimana responnya. Kalau dia benar - benar melihat inner beauty saja, pastinya hal begitu ya dia akan terima juga. Dia kan pemakan segala macam wanita.


"Jangan begitu! Tidak begitu juga yang penting dia pasti akan merawat dirinya untuk aku!"


"Tapi yah, sori ya. Mantan kamu jauh banget tampilannya dengan kamu. Bagusnya kamu menerima dia karena inner beauty nya. Tapi... kok bisa ya sampai selingkuh dengan dia yang wajahnya jauh dari kamu? Kamu tidak merasa aneh?" Sebenarnya Rita agak mendapat suatu dugaan sih. Kalau mantannya itu secantik Tamala sih ya wajar ya mungkin tapi kalau dibawah banget, memang agak aneh.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2