ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(301)


__ADS_3

"Jadi bagaimana? Aku sudah berubah kok tidak seperti yang dulu lagi. Dan kamu juga sudah tidak playboy lagi kan," kata Ameera tampaknya dia mulai tertarik apalagi melihat badan Alex yang sangat sensual pada penglihatan Ameera.


Alex tidak menjawab, dia memang hampir tergiur dengan tubuh Ameera juga tapi dirinya sudah tidak mau tergoda dengan fisik saja. Meskipun hampir mirip Rita tapi tentunya sangat berbeda, Ameera terkesan lebih agresif dan sangat impulsif. Sedangkan Rita lebih terjaga meski Ameera pun memiliki visi hanya suami yang boleh menyentuhnya.


Pesona anak bungsu dari keluarga Alfarizki sangat banyak memikat hati para wanita muda dan tua yang melihatnya. Tentu saja itu adalah Alex yang tampak dari rahang wajahnya menjadi godaan tersendiri bagi kaum hawa. Bahkan Ameera oun tidak luput meski hanya melihat dari fotonya, apalagi kini Alex sudah semakin dewasa umurnya pun sudah sangat cocok untuk bisa memiliki seorang istri.


Banyak yang berlomba - lomba memberikan perhatian pada Alex lalu juga mengirimkan proposal perkenalan. Tapi tentu saja semuanya ditolak mentah - mentah bahkan ada yang sampai dibakar olehnya. Ibunya mencak - mencak mengetahui apa yang dilakukan oleh anak terakhirnya. Tapi Alex tidak peduli dan itu sudah diketahui oleh Ameera sekalipun, chatnya juga sama sekali tidak dibalas oleh Alex. Ameera kesal tapi tahu itu tandanya Alex juga tidak ada minat kepadanya. Dia sudah tahu sejak dulu, bahkan teman dan sahabatnya sendiri menyukai Alex bahkan SEMUA kelas menyukai Alex tapi tidak ada satupun yang bisa meluluhkan hatinya.


Sampai ada juga yang dengan berani membuka bajunya di hadapan Alex dan merayunya namun yang terjadi adalah Alex memfoto perempuan itu lalu disebarkan dan dipampang di majalah sekolah, dengan tulisan "On Sale". Sontak saja seluruh murid mencemoohnya dan dia akhirnya pindah jauh ke sekolah yang lain. Sampai akhirnya Ameera mendapat kabar kalau Alex sedang menjalin hubungan dengan orang yang lebih tua, Ameera pun tidak bisa mendekati lagi dan mencari yang lain.


"Kamu sudah lihat aku yang sekarang kan? Bohong kalau kamu juga tidak tergiur, Alex," ketik Ameera lagi tersenyum puas.


Alex membacanya dan dia memang hampir tergiur. "Boleh kalau kamu mau," jawab Alex. Membuat Ameera kaget bangun dari tempat duduknya dan entah kenapa berdebar kencang.


"Kamu serius?" Tanya Ameera membelalakkan kedua matanya.


"Serius. Kalau kamu berjilbab, aku akan jadi pasangan kamu," kata Alex tertawa. Mana ada dia mau.


Ameera sebal! Dia memang tidak suka memakai jilbab menurutnya kalau memakai kain itu, kecantikannya akan pudar. "Tidak mau kalau begitu syaratnya. Memangnya kamu yakin orang yang dekat dengan kamu sekarang tidak akan sama seperti yang dulu?"


"Eh?" Tanya Alex yang otaknya terhenti sesaat.


"Aduh, kamu tidak tahu? Berita sudah tersebar ada gosip berkata bahwa kamu sekarang sedang berproses dengan seorang perempuan berasal dari Indonesia. Perempuan pengganti Kayla tampaknya berbeda ya dengan yang dulu meski mereka masih belum mengungkapkan namanya," kata Ameera.


"WHAT!? HOW THEY DID KNOW ABOUT THAT!?" Teriak Alex pada Ameera. Inilah kenapa dia kesal dengan keluarganya.


"Kelihatannya benar ya berita itu tapi kalau memang benar dari negara sebelah, aku tidak cemas sih. Akan berbeda jauh dengan Kayla apalagi kalau orangnya ternyata kebalikannya sama kamu," kata Ameera yang membaca berita itu. Mereka masih belum tahu siapakah perempuan itu hanya kabarnya saja sudah seperti virus dan di negaranya memang sedang heboh. Namun keluarga Alfarizki menutupnya dengan rapih.


"Kenapa kamu tidak cemas laa ini bahaya sekali.. Aku sama sekali tidak tahu bagaimana bisa kabar itu bisa keluar," kata Alex yang mulai cemas. Jangan sampai mereka tahu soal Rita, kedua orang tuanya sudah tahu pun sebenarnya sudah bahaya.


"Perempuan Indonesia kan sudah terkenal dengan galak dan juteknya. Kamu kan sudah punya pengalaman, mereka tidak pernah takut dengan lelaki hidung belang. Macam - macam urusannya dengan tamparan super keras dan tendangan. Berapa kali kamu sampai ditendang di tempat vital kamu? Kalau kamu menikah sama yang sekarang yakin bisa punya anak?" Tanya Ameera yang tertawa dengan keras dan ngakak. Untungnya jauh dari tempat ibunya berada kalau tidak pasti sudah dijewer.


"STOOOOOPPP!!!" Teriak Alex kesal sekali. Dia menghitung ada sekitar 3 perempuan yang menendang vitalnya, lalu 3 orang menampar nya dengan keras sampai 2 hari dia demam dan giginya copot. 2 orang menendang perut dan kakinya tanpa rasa iba lalu meninggalkannya yang tidak bisa berjalan keesokan harinya. Semuanya hasil dari gombalannya kepada wanita Indonesia, sebagian dengan yang berjilbab.


"Kasihan ya kamu sekarang berhadapan lagi dengan wanita Indonesia. Karma kamu sepertinya memang ada di wanita negara sebelah ya HAHAHAHA!!!" Lanjut Ameera yang menertawakannya. Ameera juga tidak berubah bila tertawa tidak pernah bisa menahan tawa dan suaranya sangatlah keras, makanya memang yang tahan hanya yang satu aliran dengannya.

__ADS_1


"Oh shut up!" Kata Alex yang malu sekali sampai Ameera pun hafal. "Itulah kenapa aku benci sekali keluarga yang seperti ini, sama sekali tidak bebas. Kalau saja aku dari keluarga biasa, dengan dia pun akan bebas dari hal seperti ini,"


Itu pun yang dirasakan oleh Ameera makanya dia memilih Ojon tapi masih belum bisa dikatakan pada Alex, dia ingin tahu sampai sejauh mana Alex bisa bertahan dengan Rita. Dia dan Ojon pun sama saja seperti Alex dan Rita sekarang.


"Ada cara mudah agar berita itu mereda," kata Ameera memberi saran.


"Kita berhubungan?" Tanya Alex menebak skenario yang memang sudah ada sejak dulu.


"Ya sampai itu mereda sendiri. Kita coba saja jalani lagipula aku juga tidak enak dengan orang tuamu yang terlalu berharap tinggi ke aku," kata Ameera yang menguji apakah Alex mau atau tidak.


Alex berpikir apakah ini pilihan yang tepat? Apalagi Ameera dia bisa saja berpaling hati kepadanya karena dia melihat nanti saat berhubungan, dia akan mulai seperti memiliki sepenuhnya.


"Hanya sebatas agar berita itu hilang saja ya setelah itu kita kembali seperti biasanya," kata Alex memutuskan.


"Tidak apa - apa, aku juga sudah punya kok. Aku sudah setuju jadi besok rencananya aku mau ke rumah kamu." Chat akhir dari Ameera.


Alex berpikir, kedua tangannya menopang kepalanya lalu melihat meja kerjanya yang berwarna cokelat. Jangan sampai Rita mengetahuinya, kalau ketahuan dia pasti akan sangat marah. Meskipun sebenarnya tidak akan marah sih karena Rita sudah banyak memikirkan mereka LDR berteman juga via media sosial. Rita tidak pernah memikirkan lebih jauh mengenai Alex.


Alex bimbang tapi sudah memutuskannya kemudian menceritakannya pada kakaknya. Niatnya hanya sampai kabar itu hilang saja toh Ameera berasal dari keluarga yang sama dengan Alex. Pasti kabarnya akan bisa menutupi kabar mengenai Rita, hanya sampai situ saja setelahnya mereka berakhir. Itulah rencana Alex.


"Tapi aku merasa seperti mengkhianati Rita, cik," kata Alex dengan suara yang hampir menangis.


Jasmine menghela nafas, adiknya sudah bucin dan juga lebay padahal Rita berpikir biasa saja. "Kamu lupa ya? Terlalu Lebay dan sudah bucin sama dia ya. Kamu dan Rita belum ada hubungan apapun hanya batas saling suka, dan itu bisa berubah menjadi biasa. Cikpuan yakin Rita sangat mengerti keadaannya kalian. Dia akan baik - baik saja kalaupun benar kamu menjalin hubungan yang asli dengan Ameera. Bicarakan jangan selalu dirahasiakan, dia bisa tahu kalau kamu bohong." Kata saran kakaknya.


Meskipun menurut Alex, Rita itu sangat lemot tapi sebenarnya dia sangat peka sengaja agar Alex meremehkannya. Agar Rita tahu apa yang sebenarnya Alex lakukan kalau dia menghadapi perenpuan yang lamban, akankah sabar ataukah.. mulai menjauhinya? Siang harinya, Alex memiliki waktu luang yang banyak mulailah obrolan dengan Rita meski dengan perasaan bimbang. Saat Alex ingin memberitahu, Rita memulai obrolan dengan semangat.


"Kamu masih melakukan Astral?" Tanya Rita uang saat itu sedang istirahat dari jalan - jalan.


"Masih. Buat melihat apa yang sedang kamu lakukan," kata Alex yang terus terpaku pada ponselnya.


"Jangan dipakai setiap hari. Bahaya. Menurut aku ada maksud tertentu kenapa kamu bisa melakukan Astral. Itu ternyata bisa dijelaskan dalam penanganan medis," kata Rita yang sudah membaca - baca.


Alex tertarik dengan apa yang dikatakan Rita. Ada rasa tidak ingin kehilangan diri Rita dan dia harus selesaikan kabar itu di negaranya.


"Oh ya? Tapi kamu tahu tidak sih kalau kamu juga bisa?" Tanya Alex yang melihat lebih besar peluang Rita dari pada dirinya. Dan apa yang Rita miliki nyatanya lebih besar dari kepunyaannya. Kadang Alex sangat iri kenapa orang deperti Rita yang pikirannya lurus dan lemot bisa sampai diberikan kemampuan lebih darinya.

__ADS_1


"Hahahaha! Mana bisa, macam - macam saja! Aku mah biasa saja, tidak punya kemampuan seperti kamu. Jangan mengajak jadi mangsa dong," kata Rita yang menertawakan Alex.


"πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘selama ini kamu tidak sadar? Itu sudah terjadi saat kamu masih SMP," kata Alex lalu terdiam dan memusatkan pada Rita. Alex melihat dengan mata dia sendiri kalau Rita memang sama sekalu tidak tahu menahu soal kemampuan itu.


"Yang selalu aku lihat itu hanyalah mimpi masa yang seperti itu Astral sih hahahaha!" Kata Rita yang sama sekali tidak tahu soal Astral.


"Kamu pernah mimpi yang aneh?" Tanya Alex penasaran. Sekarang dia tahu kalau tidak perlu merasa iri hati pada Rita karena dia sama sekali tidak mau menerima soal kemampuan aneh itu. Dan Alex mengerti kenapa Rita yang terpilih, karena dia polos sekali dan sangat tidak peduli soal apa yang dia miliki. Dia sama sekali tidak mau mengakui walau memang dirinya tahu ada yang tidak biasa dalam dirinya.


Tapi Alex ingin Rita mengakuinya tapi tetap saja tidak pernah diakui Rita ada. Dalam hatinya itu sama sekali tidak pernah diakui ada. Hal itu hanyalah imaninasinya saja makanya memang jarang memikirkan apa yang dia lihat. Alex jadi berpikir apakah Rita sama sekali terganggu dengan semua yang dimilikinya? Semua kemampuannya yang Alex lihat awal, tersusun rapih dalam "Kotak" yang dibuat khusus oleh Rita dalam dirinya. Tanpa sepengetahuian Rita, dia buka satu per satu sampai melihat hal yang Rita segel.


Ternyata Rita pun bukan manusia yang sempurna, aib itu Alex genggam dan dia bawa semuanya untuknya. Merasa dirinya nanti yang akan menjaga Rita seumur hidupnya beban yang Rita sembunyikan Alex bawa semua beseeta dengan kotak yang Rita buat itu. Alex terpesona dengan "Kotak Spiritual" yang Rita buat dalam dirinya, tidak ada lubang kunci semua kemampuannya Rita masukkan agar tidak mengganggu aktifitasnya. Kini Alex tersadar bahwa Rita hanya ingin normal saja hidupnya.


Alex tidak mengatakan apapun, dia tahu kalau dikatakan secara terus terang, Rita akan lebih Down. Tapi...


"Aku pernah lho mimpi jembatan siratol mustaqim," kata Alex bangga.


Tidak ada balasan saat itu Rita merasa ada yang panas memasuki dirinya dan tiba - tiba saja dia kesal pada alex. "KAMU.... BUKA - BUKA KOTAKKU YAAAAAA....!!"


DEG!!! Jantung Alex mulai berdebar, dia lalu mengambil obatnya. Berpikir Rita akan mulai meledak, dia sudah bersiap - siap.


"Eh... anu saat aku lihat ke dalam.. aku melihat banyak kotak permata yang tersusun rapi. Buat aku ya, aku buka satu per satu isinya buat aku menyesal," kata Alex yang berhati - hati.


"HUWAAAAAA 😭😭😭😭😭aku sudah susah - susah menyegelnya... datang anak kurang ajar seperti kamu mana seenaknya buka - buka tanpa permisi. Dasar KURANG AJAR!! MALAYSIA KURANG AJAR!!!" Teriak Rita.


Alex memegang jantungnya, dia mengaku memang salah dan memang anak kurang ajar, minus kesopanan. Ingin orang lain menghormatinya tapi dia sendiri sama sekali tidak punya rasa hormat sekalipun pada orang - orang. Dia ketakutan setengah mati atas kelakuannya, sekarang Rita akan mulai memburunya lebih parah dari biasanya.


"Jangan nangis. Aku tidak punya niat jelek kok hanya ingin kamu mengaku saja jadi aku buka - buka semua," kata Alex yang mulai menciut.


"AWAS LU YA GUE HAJAR LU KALAU KETEMU. Masalahnya tidak akan bisa selesai hanya dengan kata Maaf. Itu tuh aku sudah payah menyegelnya, lu permisi dulu kek. Mana ada orang yang mau hormat sama lu, kalau lu nya saja sangat kurang ajar. Tidak ada hormat - hormatnya sama orang yang lebih tua. Dasar bangsat lu!" Teriak Rita garang sambil menangis. Untungnya Rita beristirahat di sebuah taman yang sedikit orangnya.


Jantung Alex kumat tapi itu efek dari kurang ajarnya dia. Dia langsung meminum obatnya untungnya rekan kerjanya melihat dan membantunya dengan membawakan segelas air putih. Lalu Alex berterima kasih padanya dan meminta untuk meninggalkannya.


"Maaf... aku minta maaf..." kata aalex sambil menahan sakit jantungnya. Dia menangis tahu begini, tidak akan dibuka cukup dibawa tapi tidak bisa dia melihat ada tali saat dia berusaha membawa isi kotak itu dan ternyata tali itu adalah nyawa Rita.


"Aku menyesal kenal sama kamu harusnya dari awal aku menolak dan tidak membalas. Kalau sudah begini, itu semua akan masuk lagi dan aku terganggu. Kamu jahat! Kamu memang orang jahat!" Kata Rita yang kemudian mulai berlari lagi sambil menangis.

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2