
"Maaf, Rita. Pokoknya jangan deh," Kata Arnila yang panik.
"Ya tapi kenapa sih? Jadi aku tidak boleh bantu dia?" Tanya Rita keheranan.
"Ya boleh saja kalau mau membantunya tapi aku sarankan jangan deh daripada nanti kamu menyesal," kata Arnila untuk lebih meyakinkannya, dia menceritakan pengalamannya sendiri kepada Rita. Bagaimana hancurnya kepercayaannya yang diberikan oleh pamannya mengenai Ney.
Rita hanya bengong mendengarkan semuanya. "Ah masa sih dia sampai sebegitu nya?" Tanya Rita tidak percaya apa jangan - jangan Arnila saja yang punya rasa tidak suka?
"Serius dan dia juga pernah sampai fitnah aku ke bos supaya aku dikeluarkan tapi untungnya bos tahu aku ini orangnya bagaimana. Dia buat masalah tidak di tempat kamu sekarang ini?" Tanya Arnila penasaran karena dimanapun pasti akan ada masalah.
"Yaa... ada yang aneh sih," kata Rita soal yang tadi.
"Apa?" Tanya Arnila.
"Dia berkali - kali menyarankan aku untuk keluar saja dari tempat kerja aku. Katanya supaya lebih fokus saja dengan kuliah dan tugas, tapi seperti memaksa. Memang begitu orangnya?" Tanya Rita memastikan.
"Ya Allah mungkin maksudnya baik sih kamu kan sakit gara - gara kuliah numpuk lalu kerja juga kan. Kalau tidak salah dia kemarin - kemarin ceria senang banget. Dia dapat bonus dua kali lipat benar?" Tanya Arnila ingin lebih tahu.
"Itu sih biasa karena dia kerja sebagai pelayan depan, Arn dia kan menggantikan posisi aku selama sakit. Sekalian juga untuk shift kerja. Terus dia cerita apa saja?" Tanya Rita.
"Ya gitu senang banget dia sampai bilang ada untungnya juga kamu sakit lama jadi bisa dapat gaji berlipat. Aku bilang jangan bilang begitu, sekaligus kamu maksudnya lebih giat lagi kerjanya. Terus katanya dia bakalan dikontrak lebih lama lagi. Benar?" Tanya Arnila.
"Mana mungkin hanya 3 bulan saja. Kata senior sini, kerjanya berantakan. Ya awalnya pasti begitu sih tapi mereka juga butuh pelayan lagi kan semenjak aku sakit," kata Rita sambil melihat ke arah lantai bawah.
"Haduh, semoga tidak ada kejadian parah lagi ya. Jadi kemungkinan dia dikontrak itu tidak akan ada?" Tanya Arnila.
"Tidak. Soalnya bos Cafe kurang cocok sama dia. Ngomong - ngomong maksud kamu semoga tidak ada yang parah apa?" Tanya Rita bingung.
"Kamu kan tidak kerja selama seminggu kan? Sedangkan dia pasti kerja setiap hari. Takutnya dia akan memulai omongan yang membuat kamu tertindas lagi. Kamu tahu sendiri kan ucapannya itu kasar dan tajam dia sama sekali tidak peduli apa yang kita rasakan terhadap omongannya," jelas Arnila yang cemas.
"Tapi masa sih, Arn dia sampai begitu? Aku kan membantu dia mencari kerja kalau terjadi apa kata kamu ya. Itu keterlaluan sudah dia melukai aku juga waktu dulu masa sekarang tidak ada kapoknya?" Tanya Rita yang membuat Arnila terdiam.
Rita memang sangat sensitif terhadap perasaan hal itulah yang membuat teman - temannya serta Arnila sendiri gemas. Rita bahkan sama sekali tidak merasakan kalau beberapa orang memanfaatkan kebaikannya lalu menginjaknya dibelakang.
__ADS_1
"Serius dia begitu orangnya," kata Arnila yang gemas juga nih.
"Aku kan pegawai biasa sedangkan dia kan Asisten Cafe buat apa juga dia mau aku keluar?" Tanya Rita heran tapi tiba - tiba dia teringat... sesuatu.
"Kamu tidak bisa menduga sesuatu penyebab yang membuatnya ingin mengeluarkan kamu dari Cafe, Rita?" Tanya Arnila.
"Sepertinya aku tahu deh. Dan ini sudah pasti jawabannya sih, dia kan ngejar bonus pegawai pasti," tebak Rita.
"Hah? kenapa? Bukannya gaji dia lebih besar?" Tanya Arnila.
"Sebenarnya sih pegawai depan yang lebih besar tapi kalau dia kerjanya bagus ada kemungkinan bisa diangkat lebih jauh lagi dan gajinya pasti besar. Soalnya pegawai depan tuh kan yang melayani pelanggan, membersihkan meja, mengantarkan pesanan. Jadi memang lumayan hanya beda 200.000 saja kok tapi kita semua sering beli makanan disini juga buat makan. Nah kemarin dia kan menggantikan aku seminggu lalu langsung diberi bonus. Sepertinya karena itu deh," kata Rita menganalisa.
"Ya ampun! Jadi begitu toh sistemnya tapi memang wajar sih kamu kan kerja gerak kesana kemari ya sedangkan Ney hanya duduk paling gerak juga untuk beri laporan kan. Hmmmm! Lalu bagaimana?" Tanya Arnila. Ney memang sangat sayang dengan uang apapun bermateri. Apalagi setelah tahu jadi pelayan depan dapat bonus, yah!
"Aku juga diberitahu sama dia kalau bos sebenarnya mau memecat aku, aku akan menanyakannya kebetulan aku dipanggil sama wakil bos," kata Rita.
Arnila menepuk dahinya dan menghela nafas, ini sih terlalu jauh usahanya sampai menyarankan Rita untuk keluar. "Iya makanya dari itu coba kamu tanya dulu ke aku sebelum kamu menawari dia pekerjaan di tempat kamu. Pokoknya dia kalau kerja parah dan mengecewakan. Yah awal bulan sih memang bagus tapi kesananya turun drastis, banyak mengeluh. Dia saja berani melawan ke pamanku entah di tempat kamu dia bagaimana," kata Arnila. Hal ini membuat Rita percaya tidak percaya karena masa iya ya??
"Siap mental saja kalau dia mulai cari gara - gara. Aku harap sih semoga tidak cukup di tempat aku saja. Dia serius hanya 3 bulan disana?" Tanya Arnila ketakutan juga kalau terlalu lama mana itu Cafe pula.
"Iya hanya 3 bulan," kata Rita
"Yah, semoga 3 bulan ini dia jadi anak baik deh," kata Arnila.
"Aku masih belum bisa percaya. Aslinya dia suka cari masalah?" Tanya Rita lagi.
"Buat masalah ya sama kamu saja bagaimana? Sampai akhirnya Alex lebih banyak bela dia kan daripada kamu yang sedang dia kenal. Yang salah sebenarnya siapa? Siapa yang memaksa kamu menuruti saran salah dia lalu kamu dimarahi habis - habisan, sedangkan dia bukannya bantu kamu malah ikut menyalahi," kata Arnila menerangkan mengingatkan Rita kembali.
"Ya aku juga salah sih minta tolong dia buat jadi penerjemah, tapi sepertinya dia salah paham," kata Rita.
"Iya aku mengerti kok maksud kamu menerjemahkannya kemana tapi dia tidak kan. Dia malah ikut tenggelam dalam menerjemahkan perasaan dia ke kamu, dibilang kamu lamban padahal menurut aku kamu tidak begitu. Kamu hanya perlu waktu kan karena kamu orangnya tidak bisa langsung akrab sama orang kan," kata Arnila.
"Iya. Menerjemahkan bahasa inggrisnya tapi kok malah ke tempat lain? Jadi sebel, bete, mengecewakan dan memang tidak mengerti perasaan orang," kata Rita.
__ADS_1
"Dia yang paling salah sih harusnya dia Peka ya maksud kamu terjemahan ke mana. Aku sudah bilang ke dia maksud kamu bukan ke soal Alex tapi lebih ke terjemahan kalimat bahasa inggris. Bukan juga seperti memberitahu maknanya tapi artian bahasa Inggrisnya dia kan," kata Arnila.
"Iyaaaa!" Kata Rita ternyata yang lebih mengerti hanya Arnila memang sih karena Arnila tipe Feeling bukan Logic.
"Hahhhh maklumin saja ya dia merasa terbang saat kamu meminta tolong ke dia meski salah sasaran. Kalau 3 bulan ini dia tidak buat masalah saran gue jangan pernah kamu tawari pekerjaan satu tempat lagi!" Kata Arnila dengan keras.
"Oke oke. Makasih ya jadi tahu juga sekarang dia seperti apa. Sudah dulu ya aku harus menghadap ke atasan nih," kata Rita.
"Siap!" Kata Arnila.
Mereka lalu menutup ponsel mereka masing - masing Kemudian Rita berjalan menuju lantai bawah tempat dimana Aura berada juga Ney tapi tempat mereka berdua dibatasi 1 ruangan. Rita sampai dibawah melihat Ney yang sedang mengetik di ponselnya dia tidak bekerja sama sekali. Entahlah.
"Assalamualaikum. Mbak Aura, panggil saya?" Tanya Rita mengetuk pintunya.
"Iya, masuk Rita," jawab Aura yang sedang menyiapkan data.
"Ada apa ya mbak?" Tanya Rita dengan suara pelannya.
"Duduk sini. Kamu sudah yakin baikan? Yakin tidak apa - apa kembali bekerja?" Tanya Aura dengan cemas.
"Iya tidak apa - apa, Mbak mau memecat saya?" Tanya Rita hati - hati.
"Hah? Kata siapa? Saya memanggil kamu untuk cek kesehatan saja. Ada yang bilang saya mau pecat kamu hanya karena sakit seminggu?" Tanya Aura penuh dengan mimik wajah yang misterius.
"Oh, tidak ada ya mungkin saja kan Mbak," kata Rita lega bangeeet. Dasar Ney!
"Kamu kan sudah tanda tangan kontrak. 4 bulan lagi kan? Ada yang cerita macam - macam ya ke kamu," tebak Aura. 'Wah, ada apa nih! Tampaknya ada sesuatu yang terjadi saat aku tidak ada. Ya Allah semoga tidak seperti yang diduga Arnila deh!' Pikirnya menyesali.
"Ada apa sih Mbak? Tampaknya Mbak tahu sesuatu?" Tanya Rita yang langsung bertanya.
Aura terdiam sebentar dia berpikir apakah harus dibeberkan semuanya saja supaya jelas? Kalau ada kabar miring mengenainya dari temannya sendiri.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1