
"Nanti kalau kita bertemu, aku ingin kamu membuatkan masakan untukku ya," kata Alex sambil membayangkan Rita yang membuat banyak cemilan untuknya. Pembantu dong? Hadeuh..
"Mau masak dimana?" Tanya Rita menggelengkan kepalanya.
"Rumah nenekku saja," kata Alex.
"Tidak sopan itu. Baru juga kenal kamu sudah nuntut aku membuat masakan buat kamu sekalian sajalah.." kata Rita, kira - kira Alex mengerti tidak ya maksudnya?
"Sekalian apa?" Tanya Alex membuat Rita bermuka datar.
"Nikahi aku,"
Hening terasa saat Rita mengetikkan kata itu. Di tempat lain, Alex berwajah merah. Ibunya memperhatikan sikapnya, kira - kira apa yang dia baca ya? Sampai wajahnya semerah tomat? Pikir ibunya yang diam mengendap - endap mendekati Alex. Tapi ketahuan dan Alex langsung pindah tempat.
"Kidding," kata Rita enggan membuat dirinya berpikir terlalu berlebihan.
"Kamu mau menikah denganku? Aku ini sangat bad person dan aku sering membullynya secara verbal dan kamu tahu seperti apa masa laluku," Alex sedih mengingat semua kata - kata yang pernah diucapkan pada Rita. Dia tidak yakin Rita akan mampu bertahan dengannya.
"Terpaksa ya daripada tidak ada. Aku bisa lawan kamu dengan melemparkan talenan kayu kalau kamu macam - macam, atau ambil semua uang kamu kalau kamu mulai berkata kasar. Easy," kata Rita membuat wajah Alex jatuh dari sandaran tangannya.
Alex manyun. "Terpaksa? Kamu kejam! Kamu tidak tahu bagaimana aku di dalamnya setelah kamu berkata tadi lalu kamu berkata ini,"
Rita tertawa kecil karena Prita selalu memeriksa ke dalam kamar kakaknya itu untuk melihat ada apa sih? "Hahaha kamu serius memikirkannya!? Kita baru kenal,"
"Jadi kamu ragu kita akan bisa bersatu?" Cieee seperti lirik lagu ya.
"Iyalah, mana ada. Jangan berpikir kalau aku mau menikah sama kamu karena money ya," kata Rita mengingatkan. Karena tak ada yang mustahil di dunia ini dan tidak ada yang tahu jodoh itu seperti apa.
"Fine, let's see ya. Jangan nangis kalau nanti apa yang aku bilang akan jadi kenyataan," kata Alex dengan wajah penuh keyakinan. Sengaja Rita memancing keseriusan Alex ingin tahu seperti apa perjuangannya mendapatkan Rita sepenuhnya.
"Jangan dengan cara kotor ya," Rita masih hafal bagaimana cara lelaki agar bisa mendapatkan perempuan sepenuhnya.
"Maksudnya?" Tanya Alex pura - pura padahal dia tahu banget maksud Rita.
"Jangan pura - pura tak tahu laaa. Aku yakin kamu sedang tertawa keras saat ini!"
Alex tidak tahan lalu tertawa keras, ibunya mengintip dari balik tembok dapur, penasaran apa sih yang mereka bicarakan? Haruskah dirinya memasang alat penyadap di dalam hp anaknya meski artinya melanggar privasi anaknya.
__ADS_1
"Soal yang tadi tentang apa ya?" Tanya Rita.
"Nantilah. Mau seperti apapun hubungan kita, mau nanti kamu akan pergi jauh dariku selama mungkin sampai bertahun - tahun, kita akan tetap terhubung," Alex memandangi foto Rita yang saat itu sedang bergaya kocak di hadapan gerbang istana Malaysia bersama teman - temannya, membuat Alex tertawa geli.
"Ah,masa sih?" Rita merasa aneh, apa Alex yakin mereka bisa bersatu ke jenjang Pernikahan? Author juga kepo hehe..
"Yes, it's true. I feel it," jawab Alex dengan wajah yang memerah.
"Yea, you feel it. Kita lihat saja bagaimana akhirnya."
"JRENG JREEENG!" Kata Alex mengetikkan kata itu. Sontak Rita tertawa geli juga tapi masih bisa menahan agar tidak keluar sekeras mungkin. Saat Rita memakan pizzanya, Ney menjapri dia.
"Eh,besok kamu mau buat apa?" Tanya Ney yang penasaran. Dalam pikirannya dia akan membuat yang sana dengan yang dibuat Rita. Kenapa ya dia sangat senang menjiplak Rita? Well, tidak semuanya hanya soal makanan saja. Dan orangnya tidak terlalu jujur, padahal banyak sekali resep bertebaran kenapa tidak cari tahu saja daripada menjiplak punya Rita?
Padahal Rita sendiri bisa membuat sesuatu karena dia melihat dan belajar secara otodidak lewat Otube. Mungkin ya melihat Rita yang baru belajar masak saja rasa masakannya sangat enak apalagi kalau benar - benar belajar dan menjadi ahli? Sayangnya Rita belajar masak hanya untuk bila dirinya tidak menyukai suatu masakan yang dibuat ibunya, dia bisa berkarya sendiri. Tentu saja hasil masakannya, tidak bisa dinikmati sendiri karena harus terkena pajak dari keluarganya alias dimakan rame - rame. Rugi? Banget!
Perihal Ney melihat ibunya sendiri memuji makanan Rita yang baru belajar yang memang enak banget. Membuat Ney cemburu sebenarnya, dipikirnya Rita anak manja yang apa - apa selalu instan padahal Rita harus melakukannya secara proses. Itulah yang diajarkan oleh kedua orang tuanya, "kalau kamu mau sesuatu tapi tak punya uang, menabung. Kalau kamu punya uang tetap jangan sampai kamu habiskan semua, ditabungkan sebagian untuk keperluan kamu nanti." Kalimat itu selalu tertanam dalam hati Rita juga adiknya.
Nah, dapat ditarik kesimpulan dengan meniru semua masakan Rita, Ney bisa menarik banyak perhatian orang - orang tapi sayangnya rasa tiap masakan berbeda karena tangan yang dipunya juga berbeda. Ney pernah membuat yang sama dengan penampakan yang sama tapi hasilnya sangat jauh. Entah kenapa rasanya tidak seperti punya Rita, dia heran apa Rita menambahkan sesuatu ke makanannya jadi semua orang yang memakannya sangat terlihat menikmati.
Sedangkan Rita memasak dengan menggunakan hati, menakar bumbu dengan baik garam, gula, merica, segalanya. Berbeda dengan Ney yang sesuka hatinya mencabut banyak garam, merica yah tahulah rasanya seperti apa.
Yupz! Ney memang orangnya gemar meniru apapun siapapun, hal itu Rita sadari sewaktu dirinya masih duduk di bangku sekolah SMP. Kita bercerita sedikit dulu ya mengenai Ney. Rita memang belum bisa memasak saat itu tapi karena sering lihat ibunya, kakaknya dan adiknya memasak, Rita memberanikan diri untuk mencoba.
Awalnya tentu saja memecahkan telur dimana Rita sangat tidak suka karena tidak bisa hehehe... 3x Rita gagal memecahkan telur dengan utuh akhirnya 4x Rita berhasil dan ibunya menyelamati ya. Karena kesananya Rita akan mampu memasak sendiri. Rita lalu membuka - buka internet dan mencari resep yang mudah. Ya! Sandwich alias Roti Lapis. Ini resep dari karya Rita sendiri ya, penampakkan sandwich nya sama seperti gehu. Rita sangat suka membuat cemilan yang aneh dengan bahan - bahan yang mudah.
...SANDWICH GORENG...
Bahan:
1-2 lembar roti, dipotong menjadi 4 bagian
1 lembar keju Slice, dipotong menjadi 5 bagian
1/2 ketimun, dipotong tipis sesuai selera
Selada bokor, dipotong menjadi 4 bagian
__ADS_1
1 ham sapi, dipotong menjadi 4 bagian atau 1 sosis dipotong bulat - bulat sesuai selera
Adonan:
4 sendok tepung terigu
1 butir telur, dicampur air sedikit
Tepung Roti / panir
Minyak goreng
Cara Membuat:
Tata potongan Sandwich. Yang pertama potongan roti, lalu taruh selada, keju, sosis / ham, lalu ketimun tutup lagi dengan pasangan roti satunya.
Ditekan sedikit sampai agak gepeng kalau bisa sampai bisa dirapatkan bagian pinggir rotinya, lalu masukkan ke dalam celupan telur yang sudah dicampur air sedikit.
Kemudian masukkan ke dalam tepung terigu, balur lalu masukkan ke celupan telur lagi dan terakhir balur dengan tepung roti secara merata. Lakukan terus berulang - ulang sampai roti habis.
Setelah semua Sandwich tergoreng semua, simpan dan tata dalam piring lalu kalau kalian suka bisa ditambahkan sambal dengan mangkuk kecil.
Nah, kalau Sandwich yang biasa kalian lihat sambal sudah dimasukkan di dalam rotinya kan. Kalau kreasi Rita, sambal lebih enak dicelup di mangkuknya. Sandwich yang Rita buat memang lebih mirip gehu tapi besar. Kalau burger sendiri itu berdiri kan dan terlihat bertumpuk banget. Kalau versi Rita kenapa harus ditekan supaya nanti bisa dilumuri telur dan dipakaikan baju dari tepung dan tepung roti.
Hmmm Yummy... silakan dicoba ya buat para pembaca. Selesainya Rita membawa sandwich goreng itu ke rumah Ney sekalian mengajak Ney main ke luar. Oh iya kalian pasti bertanya - tanya apa jarak rumah Rita dan Ney bersebelahan? Jawabannya jauh! Rumah Rita berada di Lembang sedangkan Ney berada di Pahlawan. Jadi memang jauh ya, Rita membawa makanan buatannya tentu saja dengan menggunakan Tupperware bukan piring. Dia ingin Ney mencicipi hasil karyanya bukan untuk pamer tapi Rita baru saja menyelesaikan masakan pertamanya dan ingin tahu bagaimana reaksi temannya itu. Apakah enak atau kurang bumbu? Respon Keluarganya sangat baik sekali dan dia penasaran bagaimanakah respon dari Ney?
Saat Ney lihat kedatangan Rita yang ceria, sudah cukup membuatnya bete dan sebal. Antara butuh dan tidak butuh ya kalau Author lihat. Tapi karena waktu itu Rita masih tergolong bloon jadi dia sama sekali tidak mempermasalahkannya. Rita membawa 4 sandwich buatannya dan meminta Ney untuk mencobanya. Ibunya sangat senang sekali terlihat dari wajahnya. Bahagia kalau ternyata Ney memiliki teman yang sangat baik, ibunya lalu menggoda Ney betapa beruntungnya dia.
Tampak Ney ogah - ogahan tapi akhirnya mengambil 1 sandwich buatan Rita dan memakannya. Terdiam Ney memandangi makanan buatan Rita dan menatap ke arah Rita, Rita hanya membalas tersenyum dengan bahagia. Ibunya juga memakan satu roti lapisnya dan heran juga.
"Ini sandwich? Tapi digoreng?" Tanya Ibunya Ney yang keheranan.
"Iya, tante. kreasi sedikit," jawab Rita yang senang.
"Aneh rasanya tidak enak." Kata Ney membuat Rita sedikit menurunkan senyumnya.
"Iya, tante?" Tanya Rita sambil melihat buatannya.
__ADS_1
"Memang aneh penampilannya kaget saja. Tante baru tahu kalau sandwich bisa digoreng tapi enak banget. Kamu ini jangan begitu, Rita susah payah datang kemari untuk mencoba memberi kreasinya," kata ibunya yang menghabiskan potongan terakhir.
BERSAMBUNG ...