ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(187)


__ADS_3

"Sudah?" Tanya Rita. Tapi tidak ada kata balasan dari Alex. Ya sudah senjata pemungkasnya terakhir, bah! "Kemudian kamu selesai menyedot buahku kamu berpindah ke yang lain dan tangan kiri kamu bergerak ke bawahku dan meremas punyaku. Aku mengerang sambil memegang tanganmu yang berotot. Kamu seperti yang sedang mabuk terus menyedot dan meremas bagian bawahku dan aku mulai bergerak naik turun saat tanganmu terbuka. Kamu hentikan kegiatan di buah dadaku lalu tertawa senang dan meremas lagi lebih kuat. 'AAAAAH STOP! UH...!' Tapi kamu semakin liar sampai akhirnya aku balas perbuatan kamu," kata Rita.


"Ohohoho aku meremas punyamu dan kamu membalas meremas punyaku," kata Alex akhirnya.


"Kamu mengerang dan setelahnya kita perang saling meremas, aku masuk ke dalam celanamu dan kamu terkejut. Saat aku meremas punya kamu, kamu teriak dan memegang tanganku. Tapi setelahnya kamu biarkan aku mengusap punyamu. Kamu lepaskan dari punyaku dan mulai menikmati sentuhanku. 'Adik' kamu mulai membesar lalu aku meniupkan dan semakin berdiri dan kamu mulai menggeliat keenakkan. SELESAI!" Kata Rita yang kecapean mengetik saat itu. Kedua jempolnya kesakitan tapi hutang sudah terbayar tampaknya sekarang Alex sedang meledak.


Di sisi lain, Alex memang langsung meledak. Bukan badannya ya tapi 'adik'nya meledak mengeluarkan cairan yang dia ingin keluarkan. Sudahnya Alex tampak lega dan puas banget setelah membaca remasan biji. Dia kemudian bangun dan membereskan seprainya LAGI lalu menuju kamar mandi. 'Adik'nya sudah lengkap membesar dan menjadi panjang yah tegang juga. Alex tersenyum riang si bodoh memang. Tentu saja ponselnya dia bawa ke dalam kamar mandi di kamarnya.


"Hufff selesai. Sebentar sebelum kembali ke kamar, apa dia chat lagi?" Tanya Alex lalu dengan susah payah mencari. Ternyata ya! Dia membacanya dan otomatis 'adik'nya muntah lagi dan dia menahan erangan seperti ibu hamil yang mau keluarkan bayinya. Lalu... DUAR DUAR! Dua kali meledak dan dia kelelahan. Lalu terbaring begitu saja di kasurnya dan tertidur, kali ini Rita ditinggalkan😆😆😆.


"Wah alamat aku ditinggal tidur nih. Ya sudahlah, sudah lunas! Mandi ah lalu beli sarapan plus makan siang," Rita bergegas mandi lalu bersiap ke luar rumah dengan riang.


Di rumahnya memang hanya ada Rita sendiri, kakaknya memang jarang datang ke rumah lagi karena anak - anaknya pasti sibuk mengajaknya jalan - jalan. Benar ya kalau soal hasrat birahi perempuan lebih bisa mengendalikannya tidak seperti lelaki yang memang harus keluar. Kalau ditahan akan lebih berbahaya kasus Alex contohnya hehehehe. Rita beli banyak makanan dan cemilan juga jus. Dia tahu pasti kedua orang tuanya serta adiknya pulang sampai malam.


Lalu Rita sibuk meletakkan ke dalam piring lalu mengecek chat WA. Ada chat dari para guru yang menanyakan kabarnya takut masih ada yang jahat padanya tapi Rita meyakinkan bahwa sudah aman. Lalu chat grup Arnila dan Ney sudah on, dia ketinggalan banyak chat jadi dia sedang menyimak.


Dan benar saja setelah ditinggalkan seharian, Ney seperti hilang ingatan tidak ingat lagi dengan kejadian hari kemarin. Apalagi sepertinya dia juga tidak bertanya soal sewaktu dia off kemarin apakah Rita dan Arnila berbicara apa tidak. Inilah yang menjadi kebiasaan terburuknya mengira kalau dirinya sudah bebas dari perbuatan buruknya tapi dia tidak tahu kalau hal yang buruk bahkan jelek sekalipun akan selalu teringat sampai kapanpun. Apalagi soal yang diceritakan oleh Arnila sampai membuat Rita hanya bengong. Tak perlu diceritakan pada Alex karena dia pasti sudah tahu sih apalagi sekarang dia lagi tidur seperti bayi setelah meletus HAHAHAHA!!


"Oh iya aku baru - baru ini bermimpi," kata Arnila dalam chat WA.


"Eh? Soal apa?" Tanya Ney penasaran.

__ADS_1


"Soal kamu. Kamu suka mimpi seperti naik mobil atau hal seperti itu tidak sih, Ney?" Tanya Arnila sebelum memberitahu apa isi mimpinya.


"Tidak pernah tuh. Memang kenapa?" Tanya Ney.


Lalu Rita jadi ingat dulu sewaktu dirinya masih duduk di SMP, dia sering banget mimpi naik mobil mewah, bahkan sampai pesawat yang sangat besar. Dirinya melihat pesawat itu milik dirinya. Nah apa artinya ya dia kemudian terus menyimak pembicaraan mereka berdua.


"Dalam mimpi aku, kamu menaiki kendaraan mobil yang bagus banget! Terus kamu juga punya rumah besar tidak seperti sekarang. Sepertinya nanti kamu akan jadi orang kaya deh," kata Arnila.


"Masa!? Serius!? Sama Dins?" Tanyanya antusias. Ney baru tahu kalau Arnila memiliki kemampuan diluar kekuatan dirinya. Dia awalnya tidak percaya tapi pernah mengalami saat dia membuat Arnila marah dan Arnila mengucapkan sesuatu dan itu langsung terjadi padanya begitu saja. Makanya Ney sebenarnya sangat takut kalau Arnila sudah kelewat marah dan tidak mau dirinya mengalami sesuatu yang menakutkan.


"Ya memangnya sama siapa lagi? Tuh, kamu harusnya bersyukur sudah diberikan yang terbaik malah kamu berulang kali membuatnya menderita. Hati - hati lho nanti apa yang kamu perbuat akan berbalik terjadi sama kamu," kata Arnila.


WOW! Jadi mobil itu maknanya rejeki nomplok ya. Mana Rita juga sering banget bermimpi begitu. Bermacam - macam mobil pula yang dia tidak mengerti merk mobilnya sih. Hanya Rita ingatkan dalam hati saja semua mimpi yang menurutnya aneh itu.


"Iya sih dia memang pintar kan otaknya," kata Ney.


"Sudah tahu begitu kenapa kamu masih saja meragukan pilihan yang Allah SWT kasih sih? Sudah banyak kamu mencoba ke semua orang tapi hasilnya? Nihil kan. Malah banyak yang menolak, kalau kata aku sih jangan terlalu percaya diri deh mendekati orang. Itu Dins sudah cukup serius mau juga sama kamu. Sekarang kamu hubungi dia deh bilang minta maaf semoga saja dia masih mau sama kamu," kata Arnila.


Secepat kilat Ney langsung menghubungi Dins tapi tidak pernah diangkat, di chat pun tidak dibalas malah tidak aktif. Ney menggigiti kuku jarinya gelisah dia sangat menyesal! Masa depan Dins ternyata bisa membuatnya kaya dan banyak uang dia akan melebihi dari Rita dan Arnila.


"Kita bertemu saja deh ya kalau chat di WA selalu salah paham kan. Rita juga sepertinya ada yang mau diceritakan," kata Arnila menebak. Dia tahu dengan jelas ada yang mau Rita tanyakan dan sampaikan pada mereka semua. Arnila sangat rapih menyembunyikan apa yang dia punya tapi tampaknya Rita akan membeberkan semuanya. Karena agar Ney berhenti meremehkan orang yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Lalu Ney teringat sesuatu yang lain mumpung mereka akan bertemu lagi. Ney lalu melihat isi tasnya dan mengambil perhiasan yang dia miliki dan tersenyum kegirangan. Besok akan dia pamerkan kepada mereka berdua, sifat pamernya sudah mendarah daging dan sulit dihilangkan begitu saja.


"Boleh sekalian aku mau tunjukkan sesuatu sama kalian. Kalian pasti iri deh," katanya. Arnila dan bahkan Rita tidak membalas karena sudah tahu pasti mau pamer.


Kemudian Arnila menjapri Rita, kemungkinan besar Rita tidak ingin chat dengan Ney karena kesal. "Kamu kesal ya sebenarnya sama Ney?" Tanyanya.


"Banget! Buat apa sih masih ada grup seperti ini segala? Terus dia itu siapa sih? Sudah seenaknya kita ditendang, eh sekarang kita diseret paksa lagi sama dia," kata Rita.


"Sudahlah. Aku mah sudah biasa. Aku malah lebih sering digituin sama dia. Awal - awal sih sakit hati tapi melihat dia memang begitu sampai tidak ada yang mau jadi teman dia juga, ya sudah tidak pernah aku pikirkan. Sudah kamu jangan terlalu dipikirkan memang adatnya jelek dia dari pertama juga kan. Ada berita dari Alex soal makanan yang kita buat?" Tanya Arnila yang mengalihkan topik. Hal yang berkaitan tentang Ney selalu membuat Rita bad mood.


"Ada dong. Mau bertemu bertiga lagi?" Tanya Rita.


"Boleh. Kamu sudah baca kan tadi di grup. Kamu juga akan tahu masalah yang terjadi pada Ney dengan Syakieb," kata Arnila lagi.


"Aku sih tidak terlalu mau tahu kalau soal cerita itu ya karena kita sudah tahulah pasti ada masalah. Tapi kalau dia mau cerita, ya aku dengarkan," kata Rita dengan mood malasnya sudah keluar.


"Iya iya aku tahu banget kok. Datang saja ya nanti jangan besok hari Sabtu ya aku juga sudah mulai sibuk banget. Sepertinya hari itu terakhir aku di Bandung, minggu depan sudah pulang ke Jakarta lagi jangan lupa datang ya!"


"Oke!" Jawab Rita. Dia mulai menantikan hari pernikahan Arnila tentu saja dia akan datang dengan adiknya, Prita.


Seharian itu semua berjalan biasa tidak ada pertengkaran, tidak ada debat Alex masih tertidur dan ibunya masuk ke kamarnya melihat seprai kotornya bertumpuk lagi. Ibunya menggeleng tapi senang, semenjak Alex berkenalan dengan Rita dia yang biasanya 'jajan' sekarang sudah lama tidak lagi. Ada kemungkinan anaknya itu lebih memilih 'memuaskan' dirinya dengan imajinasi dan film milik kakaknya dulu. Ibunya membelai kepala Alex yang harum shampo tapi dia tidak memakai baju dan ibunya menyelimutinya lalu membereskan buku yang berserakan. Padahal dia itu tipe super bersih tapi bisa juga berantakan.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2