ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(172)


__ADS_3

Ney sangat ketakutan sudah lama tidak melihat ibunya semarah itu dan itu sudah menjadi pertanda tidak baik kemudian Ney memutuskan untuk mengikuti nasehat ibunya. Ney berusaha mengontak Syakieb dan mengatakan akan mengembalikan laptopnya.


"Kenapa kamu kembalikan? Bukannya kamu sedang butuh untuk mengerjakan tugas?" Tanya Syakieb, dia tahu kalau Ney sebenarnya berkata bohong karena dia sudah lama lulus kuliah.


Ney mengigiti kuku jarinya dan tampak ragu tapi berhubung ancaman ibunya tidak main - main, mau tak mau ya sudah laptop dilepas.


"Aku sebenarnya sudah lulus kuliah laptopnya aku butuh untuk bekerja sih," jelas Ney. Yah mana mungkin juga Syakieb percaya kalau usia 24 pastinya sudah tidak kuliah lagi.


"Kenapa kamu berbohong? Kalau kamu bilang yang sebenarnya pun, aku pasti belikan," kata Syakieb.


"Ya karena supaya kamu lebih percaya," jawab Ney sambil berpikir. Dia sulit menjawab pertanyaan yang seperti itu contoh kenapa dia selalu berbohong? Atau kenapa dia seperti punya niat lain saat membantu orang. Seperti yang Rita selalu rasakan.


"Sudah jadi kebiasaan ya. Itu akan membuat kamu dijauhi banyak orang karena kalau menurut kamu buat kebaikan, yah mungkin bisa dipertimbangkan tapi kalau kamu lakukan hanya untuk bisa lebih dihargai, dipercaya hanya untuk diri kamu sendiri, aku yakin kamu akan cepat tidak punya teman,"


Jawaban Syakieb benar - benar membuat hatinya terpanah. Dan dia merasa sakit.


"Saya yakin kamu tahu itu tapi kamu tidak bisa menghentikannya. Kamu terlalu penuh pikiran negatif 'bagaimana kalau sebenarnya dia begini dia begitu' itu yang jadi racun kamu sendiri bila ada orang yang dekat sama kamu. Termasuk kedua teman kamu tampaknya. Minggu depan kamu ada waktu? Saya ingin bertemu," kata Syakieb.


Ney merasa tidak enak Syakieb benar - benar to the point banget. Tapi memang iya sepertinya dia mungkin punya kecenderungan ingin selalu jadi pusat perhatian sama dengan Alex. Yang sering membohongi Rita tapi Rita selalu tahu kalau Alex sedang mempermainkannya.


Oh iya kenapa Ney punya laptop itu terjadi setelah terbang ke Malaysia lalu dia pulang lagi dan pergi lagi. Jadi ada jarak waktu yang mereka berdua bisa berjanjian jalan - jalan dan saat itu juga Ney tahu kalau dia akan kembali lagi ke Malaysia. Berhubung Ney beranggapan mereka sudah semakin lebih dekat, Ney banyak meminta dibelikan barang. Awalnya Syakieb heran dengan perilaku Ney yang sama sekali tidak ada batasan dengannya, malah seperti sudah dianggap sebagai 'Lelaki' spesialnya. Tentu saja hal itu pun Syakieb laporkan pada Alex dan menceritakan semuanya.


"Buy what she wants. Don't interrupt too much, just do whatever she wants." Itulah yang Alex katakan, kalau saja Ney tahu itu semua dari uang yang Alex serahkan pada Syakieb pasti mulai kebablasan. Alex ingin tahu seberapa matrekah Ney saat itu bersama dengan lelaki ganteng.


"Kamu mau beli apa?" Tanya Syakieb pada Ney yang menggandeng tangannya. Lagatnya sudah seperti perempuan istimewa bagi Syakieb. Sebenarnya Syakieb sendiri tidak suka dirinya dipegang perempuan lain selain istrinya tapi karena diperintahkan oleh anak majikannya, yah mau bagaimana lagi kan.

__ADS_1


Ney senyum ke segala arah dengan gayanya yang bak putri solo dan nada bicaranya lebih lembut tapi genit. Syakieb merinding mendengar suaranya, kalau bisa dia ijin ke toilet untuk muntah tapi itu tidak gentleman. Ney berpakaian mini dengan memakai atasan pendek yang memperlihatkan gumpalan gunungnya, dia sengaja memakai baju seksi agar Syakieb tertarik padanya. Tapi Syakieb selalu melihat ke arah lain itu membuat Ney tidak kehabisan akalnya.


"Aku butuh laptop nih. Belikan ya. Murah kok hanya 5 juta saja, merknya Acer," tunjuk Ney ke etalase toko laptop.


Laptop Acer yang ditunjuk oleh Ney memang sederhana tapi harganya hmmm... Syakieb melirik Ney dan heran 'buat apa dia beli laptop? Kuliahnya kan sudah selesai' pikir Syakieb. "Kamu masih kuliah? Laptop Acer kebanyakan dipakai oleh mahasiswi/a,"


Ney gelisah haruskah dia jawab jujur? Kalau jawab jujur pasti tidak dibelikan. "Iya masih. Untuk mengerjakan tugas dan skripsi. Belikan ya buat kamu kan mudah, mana murah juga," kata Ney sambil menyunggingkan senyuman bibirnya.


'Nih perempuan kalau dia senyum bibirnya malah menghilang. Tipis banget sih bibirnya, sepertinya sering dipakai cium banyak lelaki, ya. Syukurlah Tuan Alex tidak memilihnya,' pikir Syakieb memandangi Ney yang masih berbuat genit dihadapannya.


"Baiklah," Jawab Syakieb. Mereka lalu memasuki toko itu dan membelinya, Ney sangat senang sekali dia ingin sekali mencium pipi Syakieb tapi susah! Syakieb sangat tinggi sedangkan Ney sebatas tangannya Syakieb. Mau loncat pun susah! "Ini. Kamu jangan sampai menunda - nunda skripsi. Usia 24 bukannya sudah kelulusan ya? Apa kamu tinggal kelas?"


Pertanyaan Syakieb membuatnya salah tingkah apalagi dia mengatakannya dengan suara beratnya dan semua pegawai toko mendengarkannya. Pegawai perempuan menertawainya di toko dan kemudian ke belakang. Ney sangat malu sekali dia agak merasa sepertinya Syakieb tahu kalau dia berbohong. Tapi masa iya? Ney melirik Syakieb yang tersenyum misteri kepadanya.


"Mau aku bantu? Supaya kamu cepat lulus. Aku yakin kamu sampai begitu karena lebih sering bermain dengan banyak lelaki kan," kata Syakieb.


Ney kaget bukan main tapi memang iya. "Tidak kok, aku sibuk menyiapkan lamaran untuk bekerja juga jadi nanti kalau sudah lulus, aku bisa langsung cari kerjaan,"


Tanpa mereka ketahui, Dins ternyata sempat melihat Ney dan dia mengikutinya. Ternyata alasan kenapa Ney memutuskannya pun dia sudah tahu. Dia sudah menyerah soal Ney dan menerima keputusannya. Dia kirimkan foto yang didapatnya kepada Arnila. Kemudian melanjutkan perbelanjaannya membeli sekotak coklat dan bunga untuk pacar barunya.


Begitulah ceritanya asal muasal dia meminta dibelikan laptop, sesuai perkiraan kakaknya memang dia yang selama ini meminta dibelikan barang bukan pure diberi oleh Syakieb. Rasa malu sudah tidak dimiliki oleh Ney, entah apa yang menyebabkan dirinya seperti itu. Kalau dirinya bertemu lelaki ganteng, dia akan mulai melayang dan genit. Bertemu dengan Syakieb pun yang baru beberapa hari dikenalnya, Ney sudah berani meminta dibelikan barang. Tanpa dia penasaran siapa itu Syakieb, keluarganya bagaimana dia dengan BERANInya mulai merongrong hanya karena penampilannya yang berjas keren dan membawa mobil mewah mentereng.


Jadi bisa disimpulkan dia itu materialistis banget! Dia lebih memilih uang, harta yang keduniawian daripada untuk kepentingan akhirat. Teman lelaki yang akan Rita kenalkan padanya pun dipandang menutup mata hanya karena melihat Rita bukan orang yang memiliki apapun. Lebih memandang kulit daripada isi jadi susah sih bagaimana dia bisa mendapatkan lelaki setajir pun kalau dalam pikirannya, kulit itu lebih penting.


Rasulullah SAW pernah bersabda, "Iman memiliki enam puluh lebih cabang. Malu adalah satu cabang dari Iman."

__ADS_1


Lalu ada juga menurut HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud, "Malu atau rasa malu dapat diartikan dengan kusut atau ciutnya jiwa seseorang sehingga tidak mampu dan tidak kuat untuk melakukan hal - hal yang bersifat buruk atau tercela."


Orang yang malu tidak kuasa melihat dirinya hina di hadapan Allah atau orang lain, bahkan di hadapan dirinya sendiri. Orang yang memiliki rasa malu sesungguhnya sangat mulia di hadapan Allah, orang lain, dan dirinya sendiri. Karena kedudukannya yang sangat mulia tersebut, sebaiknya setiap Mukmin tetap memelihara rasa malu yang dimilikinya. Karena jika rasa malu hilang dari seseorang maka akan mengakibatkan seseorang binasa. Ia akan mengalami malapetaka sangat besar.


Ini sangat dan paling sesuai dengan pribadi dan kelakuan Ney, serta akibatnya yang sama sekali dia tidak sadari. Secara perlahan pasti :


Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tatkala hendak membinasakan seorang hamba maka Allah mencabut rasa malu darinya. Ketika Allah telah mencabut rasa malu darinya, orang itu tidak akan mendapati dirinya, kecuali ia dibenci dan membenci orang lain."


HR Ibnu Majah :


"Ketika tidak mendapati dirinya, kecuali dibenci dan membenci orang lain maka akan dicabut amanah darinya.


Ketika amanah telah dicabut darinya maka ia tidak mendapati dirinya, kecuali berkhianat dan dikhianati orang lain.


Ketika tidak mendapati dirinya, kecuali ia berkhianat dan dikhianati maka akan dicabut darinya rahmat.


Ketika telah dicabut rahma darinya maka tidak mendapati dirinya, kecuali ia dikutuk dan dilaknat.


Ketika tidak mendapati dirinya, kecuali ia dikutuk dan dilaknat maka akan dicabut darinya tali agama Islam."


Dari hadis tersebut, sumber malapetaka yang menimpa setiap orang adalah hilangnya rasa malu. Orang yang tidak mempunyai rasa malu biasanya mudah sekali melakukan hal - hal bersifat negatif menurut kacamata agama. Termasuk perselingkuhan, perzinaan dan perbuatan jahat lainnya.


Diketahui ya rasa malu itu ternyata derajat yang paling tinggi di hadapan Allah SWT. Malu dan Iman itu adalah satu pasang kalau salah satunya hilang maka yang lainnya juga hilang. Menyeramkan ya sudah pasti dilaknat langsung.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2