ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(176)


__ADS_3

Dia sama sekali tidak ada niat menjadi pacarnya atau pun menikahinya itulah yang membuat Ney sangat Down. Apalagi dia mendengar jelas kalau dirinya bukan tipe Syakieb. Semakin Down lagilah Ney itu, terlalu percaya diri itu ternyata jelek sekali. Yang berlebihan itu tidak baik dalam Islam itulah yang terjadi pada Ney. Orang yang over PD ternyata imannya lemah dan bisa berakibat gampang sombong. Selama berteman dengan Rita, Ney seringkali bertingkah berlebihan tapi tentu saja sama sekali tidak digubris Rita karena tidak peka orangnya jadi seperti Ney memamerkan sesuatu dan Rita menimpalinya sangat datar. Itulah yang membuat Ney terus menerus membuat Rita bertengkar dengannya. Karena dia emosi Rita sama sekali tidak berpikir yang negatif soal dia.


Bukan karena Syakieb punya istri tapi Ney memperhatikan kedua matanya yang tidak memandang Ney sebagai orang istimewa dan benar hanya ingin dirinya mengadopsi bahkan sampai berani membelinya untuk dijadikan boneka. Ney tampak lemas sekali lalu pelayan itu menghampirinya dan meminta ijin berbicara dengannya. Lama sekali mereka berbicara, Ney tampak lebih syok lagi melihat foto temannya yang awalnya cantik menjadi tidak berwajah dan itu bukan hanya satu tapi empat orang.


Dengan pria yang sama yang mereka semua temui, tapi Ney kembali lagi dengan pikiran bahwa sebenarnya pelayan itu iri saja padanya. "Sudah deh ya mbak, saya tidak percaya sama omongan mbak nih. Bilang saja mbak iri kan sama saya diberi banyak barang dan orang itu ganteng banget,"kata Ney yang mendelik dengan sombongnya.


"Aduh, saya sih tidak masalah kalau teteh punya barang semewah apapun tapi kalau teteh setuju menandatangi kontrak sama lelaki itu, hidup teteh akan berubah menjadi bencana. Maaf ya teh, saya tidak tertarik dengan barang mewah yang mendapatkannya macam perilaku teteh. Saya lebih memilih beli dengan uang saya sendiri. Ini sih terserah teteh saja, saya sudah kasih tahu kalau teteh serius menerima silakan saja asal nanti jangan menyesal. Permisi." lalu pelayan itu pergi meninggalkan Ney yang memikirkan kata - katanya. Tampaknya pelayan itu sama sekali tidak tertarik dengan barang mewah yang Ney bawa.


Ney pulang dengan pikiran yang tadi dia alami dan masih memikirkan soal surat kontrak yang akhirnya dia bawa pulang juga. Ibunya mendatangi kamarnya dan melihat anaknya sedang memijat - mijat dahinya. Kemudian dilihatnya surat yang berserakan di lantai. Ibunya membacanya dan menangis.


"Ini surat apa!? Kamu mau menjual keluarga kamu sendiri?" Tanya ibunya dengan suaranya yang parau.


Ney bangun dari rebahannya dan merebut kembali suratnya dengan perasaan yang tidak enak dan melipatnya.


"Ya tidaklah, ma," kata Ney sambil menundukkan kepalanya.


"Mama tahu kamu banyak kecewanya sama ayah dan mama. Tapi tidak harus begini, jadi barang - barang ini semua jangan - jangan hasil dari orang yang mau angkat kamu jadi anak?" kedua mata ibunya mulai meredup membayangkan Ney rela memberikan dirinya hanya untuk bisa memiliki semuanya.


Adik dan kakaknya lalu datang bersamaan dan melihat apa yang ibunya baru bilang. Ney sempat mau menyembunyikan kertas namun kalah cepat dengan tangan kakaknya yang langsung merebut dengan cepat dan membacanya.


"Gila! Kamu serius mau terima? Orang ini tidak main - main lho, orangnya lurus banget kalau kamu setuju lalu menyimpang, dia akan hancurkan kamu saat itu juga," kata kakaknya yang melempar kertas itu ke atas kasur Ney.


Ney mendengarkan apa yang dikatakan kakaknya. Lalu ibunya duduk di sebelah Ney dan membelainya. "Kamu kenapa sih kok bisa seperti itu? Cerita dong!" Pinta ibunya.


Ney menangis lalu memeluk ibunya, dia sangat menyesal dalam hatinya telah berkali - kali menolak Dins. Berkali - kali juga menolak kenyataan bahwa tidak mungkin dia bisa memperoleh apa yang menjadi keinginannya tanpa pengorbanan. Lalu Ney menceritakan semua kepada ibu dan saudara kandungnya dari pertama bertemu Syakieb.

__ADS_1


"Ini semua salah Rita!" kata Ney kesal. Mereka semua kaget.


"Lho kok salah Rita? Ya salah lu dong. Memangnya Rita yang kenalin kamu sama itu orang?" Tanya Zayn melipat kedua tangannya.


"Habis kalau saja dia tidak berjanji bertemu dengan Syakieb ya tidak akan begini kan," kata Ney.


"Lho, mama yakin pasti kamu memaksa Rita untuk diperkenalkan. Kalaupun tidak, kamu juga yang akan langsung nyosor genit kan," kata ibunya.


"Jelas sekali ya kalau kamu teman yang tidak baik, apa - apa disalahkan Rita terus. Kenapa sih kamu? Iri itu ada batasnya dong," kata Cyphrin yang bete banget sama adiknya itu.


"Sudah sudah iya benar kata kakak kamu, jangan salahkan orang lain terus coba kamu sedikit - sedikit koreksi. Kalau kamu tidak menyadari kesalahan kamu, akibatnya fatal. Oh iya mama akhirnya chat sama Rita, dia punya info sesuatu mengenai lelaki itu,"kata ibunya.


"Hah!? Kok mama chat Rita sih? Kenapa bukan Rita sendiri yang chat aku?" Tanya Ney yang mulai ketakutan lagi.


"Napa sih kakak tampaknya takut banget kalau mama chat sama Rita?" Tanya Zayn keheranan.


"Rita sudah lelah menghadapi kamu. Jadi dia minta tolong ke mama yang membicarakannya sama kamu. Menurutnya kalau mama yang memberitahu, kamu pasti lebih nurut. Teman kamu ini baik - baik lho tapi kenapa kamu kesannya seperti menganggap mereka musuh, Ney? Kamu maunya apa sih? Terutama Rita, nampaknya kamu tidak suka dia karena sesuatu," kata ibunya yang melihat Ney tertunduk memainkan kedua kakinya.


"Iya nih kakak nih iri ke Rita karena apa sih? Perasaan kak Rita orangnya lurus saja," kata Zayn. Ibunya menyuruh mereka semua keluar kamar.


"Sudah berkali - kali juga tampaknya Arnila dan Rita sering memberi kamu ide dan saran tapi kamu tidak menanggapinya dengan baik. Berbanding terbalik dengan kamu yang selalu ingin di dengarkan oleh mereka. Kalau kamu seperti ini terus, mama takut kamu akan ditinggal sendiri," kata ibunya dengan nada yang iba pada Ney.


Ney menegakkan kepalanya, "Ah mama lebay. Mana mungkin mereka berani meninggalkan aku. Rita itu kesepian dia butuh aku banget, dia itu tidak punya teman sama sekali. Satu - satunya orang yang masih mau sama dia ya hanya aku saja, makanya dia tidak mungkin banget meninggalkan aku," kata Ney dengan penuh percaya diri.


"Yakin kalau Rita sebenarnya hanya butuh kamu saja? Aku kalau main ke mall sering lho bertemu Rita dengan gengnya, beberapa kali malah. Sepertinya kamu deh yang kesepian," kata Cyphrin sambil memainkan jemarinya yang baru saja dicat.

__ADS_1


"Yang aku lihat kak Rita orangnya supel banget ya dia nerima siapapun orang yang mau jadi teman dia jadi tidak mungkin dia tidak punya teman sih," kata adiknya juga yang langsung ngibrit.


Ney sempat memandang sinis ke arah adiknya yang langsung lari keluar kamarnya Ney. Ibunya pun tahu kalau kenyataannya kebalikan dari apa yang Ney katakan. Ibunya memandang Ney sangat prihatin.


"Urusan Rita sih mama setuju dengan adik dan kakak kamu, kalau benar Rita itu kesepian dan hanya kamu satu - satunya yang dia punya lalu kenapa sampai detik ini tidak ada kabar ke kamu? Dia juga tidak chat lagi semenjak kamu dekat dengan orang ini. Kalau benar apa yang kamu katakan, mungkin Rita akan marah - marah karena kamu melupakannya, kan? Sebaiknya kata mama sih kamu harus lebih lebih lebih banyak lagi koreksi soal diri kamu sendiri. Banyak cerita pada Allah SWT kenapa kamu sampai ditinggalkan banyak teman. Bukan salah mereka, tapi kamu yang sama sekali tidak bisa mengerti orang, Ney," jelas ibunya.


Ney terkejut mendengar ibunya berkata begitu. "Mama tidak percaya sama anak sendiri?!" Katanya sambil agak teriak.


"Ya mana buktinya kamu dari SMP juga di Jakarta tidak ada yang mau main kerumah kan. Baru deh kamu pindah ke SMP Bandung, Rita datang kerumah buat main lalu ada juga beberapa teman lain tapi mana? Yang sering main kerumah hanya Rita saja. Kamu ini bagaimana sih cara berteman kalau diluar rumah? Mama lihat Rita orangnya pengertian banget hanya kamu sendiri lho yang agak aneh," kata ibunya yang mengusap punggung anaknya lalu ditepis.


"Pokoknya ya Rita itu temannya cuma aku seorang!" Kata Ney entah ya kadang dia bicara A besoknya B. Sekarang teman atau sahabat besok - besok bilangnya musuh atau saingannya.


"Arnila? Dia bukan teman kamu? Dulu perasaan kamu selalu menganggap Rita musuh deh bukan teman justru yang kamu anggap teman hanya Arnila. Tapi sepertinya Rita juga menyadari itu jadinya dia cari teman lain. Kamu tidak merasa?" Tanya ibunya. Ney ingin membantah tapi tidak ada yang keluar dari mulutnya.


"Kamu sekarang menganggap Rita sebagai teman dekat kamu atau sahabat. Lalu kamu anggap Arnila sebagai musuh? Kamu berteman lihat dari materi ya?" Tanya ibunya.


"Ya habis aku tidak menyangka kalau peruntungan Rita malah lebih besar dari aku. Arnila sudah pasti kalah, ma! Kalau Rita jadi sama Alex, Ney bisa kena banyak keuntungan dan dapat pamor juga. Kan asyik tuh mama juga pasti juga kena. Rita itu punya banyak hutang budi sama aku ma," kata Ney sambil membanggakan dirinya sendiri.


"Astagfirullah! Jangan nak, jangan sampai kamu berteman dengan Rita hanya karena dia nanti jadi lebih tinggi levelnya dari kamu. Itu tidak baik! Pantas sampai saat ini mama selalu bertanya - tanya kenapa teman - teman kamu tidak ada lagi yang dekat. Nak, berteman dengan memandang materi atau status itu perbuatan yang terhina. Itu tandanya kamu teman Palsu! Mama dapat penerawangan kamu nanti sendirian, Rita jauh dari kamu begitu juga Arnila. Mama cemas nanti kalau mama tidak ada, kamu terus sendiri mama jujur tidak suka kamu berteman dengan grup sosialita. Sadar, nak sebelum terlambat!" kata ibunya yang memohon agar Ney cepat mengerti.


"Mama nih ya teman - teman aku di grup sosialita itu mereka semua mengerti soal aku, tidak seperti Arnila dan Rita! Aku kirim foto tas saja tidak ada komentar," kata Ney bersungut - sungut kesal.


"Ya karena kamu niatnya pamer jadi buat apa kan. Lah kalau kamu merasa membosankan, kenapa sampai sekarang kamu masih butuh mereka? Kenapa saat kamu ada masalah, kamu cari mereka? Cerita saja di grup kamu kalau kamu benar - benar yakin mereka lebih baik," kata ibunya yang masih memandang iba pada Ney.


Ney lalu tidak berkata apa - apa lagi selama ini di grup sebelah kalau Ney memposting sesuatu maka semua anggota disana seru mengomentarinya. Tapi memang hanya Arnila dan Rita saja yang berbeda hampir sama sekali tidak ada komentar. Kadang itu membuat Ney sangat aneh seberapa kerasnya dia menjelaskan barang yang dia posting tapi bukan komentar yang dia ingin baca dari mereka berdua. Ada benarnya juga buat apa dia buat grup mereka bertiga?

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2