ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(269)


__ADS_3

Ney lalu datang dengan kesal ternyata dia sampai mencari Diana ke toilet tadi tapi setelah ditunggu yang keluar orang lain🤣🤣🤣. Eh ternyata sudah balik dengan Rita ke kedai pantas saja dia keki banget!


"Kamu kok tidak menunggu aku sih?" Tanya Ney dengan kesal.


"Lah biasanya juga kamu masuk sendiri, keluar sendiri kan. Aku masih lapar jadi aku balik saja duluan," kata Rita yang sudah habis makanannya.


Ney lalu duduk lagi sambil melirik ramen katsu milik Rita tapi sayang mie dan katsunya telah habis, tersisa mie yang beberapa lembar saja. Tadinya dia berharap masih ada yang tersisa dan dengan nekat mau dia ambil tapi ternyata ... akhirnya dia menghabiskan pesanannya sendiri.


"Katsunya enak banget! Krispi terus besar ya, nanti kita makan disini lagi saja," kata Tamada yang memberikan jempol untuk katsunya.


"Kalau Rita sih pasti datang lagi," kata Diana sambil tersenyum tahu kalau katsu memang kesukaannya.


"Hehehe tahu saja," kata Rita mencolek Diana.


"Tahu dong! Gampang kamu tuh kalau yang disuka hampir banyak kan. Sama - sama tukang jajan juga kan kita sama dengan Kokom," kata Diana yang mencolek Komariah lalu tertawa.


Ney mendengarnya dan memajukan bibirnya. 'Oh, ternyata kesamaan mereka tuh sama - sama suka jajan. Wah kalau begitu sih pantas saja si Rita bisa dekat sama Diana. Tapi kalau Komariah sih... mana mungkin. Paling juga dia sama dengan gue minta sana sini tapi kenapa aku dibilang beda?' Pikir Ney. Dia memandang Komariah dengan pandangan yang ... 'Bukan level gue.' dan dengan sinis juga.


"Kenapa sih kamu lihat akunya gitu banget?" Tanya Komariah ke Ney yang tertangkap sedang memperhatikannya.


"Tidak apa - apa," kata Ney yang kemudian memakan mienya lagi yang masih tersisa banyak. Dia agak tidak selera karena berjauhan dengan Rita ( 😒😒 ) dan mendapatkan katsu yang sedikit. Mangkok Ney terkesan berantakan mie juga ada yang terjungkal dari mangkoknya dia memakannya sangat aneh ko bisa ya sampai berantakan begitu?


Komariah pun melihat cara makannya sangat aneh. "Kok bisa sih berantakan begitu makannya?" Tanyanya.


Ney sama sekali tidak menjawab Komariah, dia hanya mendiamkannya. Siti juga melihatnya dan memberitahu Komariah untuk tidak bertanya soal dia. Menurutnya juga sangat aneh, perempuan kok kalau makan seperti begitu?


"Rita, kamu tidak pesan minuman?" Tanya Ney yang melihat ke tempatnya nampak tidak ada minuman.


"Tidak. Aku kan masih ada teh mawar yang tadi, yang lain juga sama," kata Rita menunjukkan mereka juga masih punya malahan masih banyak isinya.


"Kalau tidak suka teh ini, ya kamu pesan saja," kata Annisa yang memberikan buku menu pada Ney.


"Hmmm maksudku sih kalau Rita beli ya aku minta buat menghemat," kata Ney dengan membalikkan lagi menunya.


Yang lain mendengarnya agak sebal, apa - apa minta tapi kelakuan seperti itu ke teman sendiri. Heran!


"Beli dong sekali - kali, Ney. Minta terus kamu memang tidak malu ya? Katanya banyak uang masa beli minuman saja harus minta sih?" Tanya Rita yang sama sekali tidak mau membelinya.


"Iya ih, kamu tuh tidak ada rasa mandiri gitu ya? Dari tadi yang kita lihat minta Rita ini itu, makanan ringan yang kita punya juga kamu ambil semuanya dengan seenaknya. Rita sudah baik kasih kamu katsu, eh di ilang kurang dibilang kecil. Punya uang atau hanya mengada - ada punya?" Tanya Annisa yang nyelekit.

__ADS_1


Mendengar kalimat yang diutarakan dari Annisa, sontak saja membuat Ney panas dia lalu menuju kasir dan memesan minuman yang dia sukai lalu menghentakkan nya di atas meja. "Aku punya uang kok kata siapa hanya mengada - ada. Nih, banyak banget lebih dari yang Rita punya! Jadi jaga ya omongannya," kata Ney yang menunjukkan isi dompetnya pada semuanya. Annisa menjulurkan lidahnya sudah dalam kondisi yang tidak memungkinkan ini.


"Nah itu banyak uangnya jadi jangan suka minta makanan yang Rita beli ya kalau kamu mau, beli sendiri. Rita punya uang beli apapun ya untuk dia sendiri bukan buat kamu, kamu saja kalau punya makanan pasti jarang bagi kan," kata Linda yang memperhatikan gelagat Ney.


"Kadang suka kasih juga tapi kalau aku pernah makan setengah, padahal dia yang paling banyak nanti mengomel - omel bilangnya aku yang habiskan. Jadi aku tidak pernah lagi minta makanan dia daripada diomongin jelek sama dia, lebih baik beli sendiri. Eh orangnya sendiri tidak sadar kalau kebiasaannya lebih jelek sampai ambil makanan orang. Bagus kalau sampai mikir lah ini sama sekali tidak siapa yang rugi coba," kata Rita mengomeli perilaku Ney.


"Oh, begitu. Ya sudah nanti lagi kalau kalian berdua pergi - pergi, lebih baik punya makanan sendiri jangan sampai hanya kamu yang punya, dia tidak. Kalau seperti itu lebih baik kamu beli saja sendiri, isinya lebih banyak dan kamu juga yang habiskan. Jangan sampai kamu yang habiskan, tapi kamu salahkan Rita. Kalau seperti itu yang Error sudah pasti siapa," kata Siti menengahi mereka.


"Setuju! Karena sebenarnya mengganggu juga kan. Aku jajan nih terus kalian minta jajanan aku padahal aku sendiri baru makan sedikit, rugi di aku. Aku yang beli, kalian yang habiskan contohnya begitu," kata Tamada juga memberikan contoh sederhana pada Ney. Tapi entah dia sadar apa tidak.


Ternyata dia mendengarnya, yah semoga ke depqnnya dia benar berubah seperti apa kata Tamada memang sangat mengganggu apalagi kalau orangnya kurang tata krama seperti Ney. Kuliah jauh - jauh mau setinggi apapun kalau kurang kesopanan ya sama saja bohong.


Minuman teh mawar milik Rita pun habis, tapi dia juga memang menunggu waktu yang tepat untuk membeli minuman di kedai itu. Apalagi setelah tahu Ney sudah membeli minumannya, kali ini giliran Rita yang memesan. Green Matcha lah yang dipesan oleh Rita tapi dibungkus jadi bisa dia bawa sambil saat mereka mengerjakan tugas lagi. Kemudian setelah pesanannya datang Rita bisa sepuasnya meminum minumannya tanpa harus diganggu.


Sekarang dia jadi tahu kalau ingin menikmati makanan atau minuman lebih baik Ney duluan yang beli lalu setelahnya Rita, jadi ada kemungkinan dia tidak akan meminta. Kalau dia tidak membeli alias menunggu Rita, ya tidak usah beli nanti saja kalau dia pulang hehehe taktik yang oke banget deh! Tentu saja Ney bete setelah tahu dia beli minuman matcha yang ditambah susu pasti rasanya lebih, sayang dia tidak mungkin memintanya karena minuman yang dia beli masih banyak isinya.


Ney menyedotnya agar cepat habis jadi dia bisa meminta punya Rita. Akhirnya habis juga dan dia bersiap untuk meminta mencicipi pada Rita. Saat berjalan cuek ke arah Rita, jalannya di blok oleh Linda dan Siti yang memang mereka sedang membicarakan sesuatu berarahan dengan Rita. Pokoknya ada saja yang menghalanginya mendekati Rita tentu saja tanpa sepengetahuan Rita, teman - temannya berhasil memblok Ney. Sampai habis minuman Rita baru deh mereka semua menyebar dan Ney yang melihatnya dibuat kesal.


"Eh, kita lanjut tugasnya sekarang yuk. Mumpung masih ada waktu nih. Bagaimana?" Tanya Linda kepada mereka semua.


"Bolehlah. Sudah kenyang ini kita lanjutkan tugasnya. Seminggu lho mana kita juga kan harus mengajar nanti susah lagi," kata Rita yang langsung setuju.


"Kita ini waktunya sudah sedikit, kamu sering banget pergi keluar sama teman kamu. Belum lagi Ney yang terus bergelantungan! Kenapa aku selalu diterjang ujian?" Tanyanya dengan stres tampaknya.


Rita hanya tertawa membacanya, nampak Ney yang penasaran tentunya. Kalau saja teman - temannya tidak ada, dia pasti sudah dapat cerita soal Alex. Tapi berhubung semua temannya disini untuk mengerjakan tugas jadi sulit baginya mencari informasi.


"Besok saja deh," kata Annisa yang melirik ke arah Ney.


Mereka semua mengerti akhirnya dipastikan besok mereka akan mengerjakan tugas bersama lagi. Ney berucap syukur jadi hari ini kemungkinan hanya jalan saja.


"Kita pulang saja nih?" Tanya Linda pada mereka semua.


"Aku mau jalan - jalan dulu, yuk!" Ajak Siti yang sudah lama tidak nge-mall.


"Eh, sebelum kita jalan - jalan nih aku punya sesuatu kita ngemil ini dulu saja ya," kata Komariah yang mencegah semuanya untuk jangan menyebar dulu.


Komariah mengeluarkan cokelat yang Rita kasih, Diana juga mengerti itu untuk menyindir Ney kalau mereka memang sahabatnya Rita. Ney kaget melihat cokelat tersebut karena itu adalah cokelat yang dia incar selama seminggu ini. 'Kok, dia punya cokelat sama seperti yang Rita punya sih?' Pikir Ney tidak percaya karena cokelat cadbury memang harganya lumayan.


"Wah, kamu mampu beli cadbury toh? Itu kan harganya mahal," kata Ney dengan nada sinis.

__ADS_1


"Kamu memang suka ya merendahkan orang lain," kata Annisa yang bete.


"Sudah, Cha biarkan saja. Ini dikasih dari Rita hehehe aku bagikan ya per orang 3 keping," kata Komariah. Mereka menyambutnya dengan seru.


"Wih, dari pacar ya Rita..." goda Tamada mencolek punggung Rita. Rita berwajah malu sekali, Ney juga tentu saja kebagian meski dikasihnya oleh Siti.


"Oh, dari Rita. Tapi kalau aku lebih banyak lho dikasihnya 1 kotak penuh begitu. Kalau kamu pasti sedikit kan ya," kata Ney sambil membanggakan dirinya.


Agak kesal, Komariah memperlihatkan cokelat Cadbury yang utuh 1 bungkus besar tentu saja sebagiannya dia makan untuk di rumah. "Menurut kamu? Siapa yang paling banyak ya?"


Ney menganga melihatnya, ternyata Rita memberikan 1 pack Cadbury besar ukuran besar memang ternyata ada hadiah cokelat yang besar dari Alex itu tersembunyi di balik kardus dalam kotak cokelatnya. Teman - temannya sontak terkejut ternyata pacar Rita memang sangat menyayanginya.


"Aku juga ada lho, ini ta bagi juga ya," kata Diana lalu mengeluarkan cokelat yang lainnya. Milik Diana adalah cokelat Whittaker yang mahalnya itu dan juga lumayan besar. Diana membaginya per orang 4 cokelat tanpa Rita tentunya.


Ney melongo juga melihat yang Diana punya lalu melirik Rita yang senyum senang melihatnya. "Aku ada rejeki lebih jadi aku kasih ke mereka. Coba kalian datang ke rumah pasti aku kasih,"


"Aaah curaaang! Nanti kita kerjakan tugas di rumahnya Rita saja deh kalau begitu," kata Linda yang senang dapat mencicipi cokelat mahal.


"KOK KAMU CURANG SIH KE AKU?!" Teriak Ney pada Rita.


Mereka semua memandangi Ney dengan aneh. "Curang bagaimana sih!?" Tanya Diana yang kesal.


"Terserah Rita dong mau kasih cokelat ke siapa," kata Tamada.


"Iya tapi kamu membedakan aku sama mereka berdua. Mereka itu bukan siapa - siapanya kamu kok bisa sih kamu mengistimewakan mereka? Aku ini sahabat kamu lho dari SMP sampai sekarang, aku selalu ada dekat kamu. KAMU SAMA SEKALI TIDAK MENGHARGAI KEBERADAANKU!?" Teriak Ney yang hampir menangis.


Mereka semua hening begitu juga Rita lalu mereka tertawa terbahak - bahak. Dihampirilah oleh Annisa dan Tamada lalu mereka berdiri di samping Ney yang wajahnya memerah.


"Heh, sadar diri ya. Dari awal kamu bully Rita, ejek hina dia, bahkan sampai di depan kita kamu bersikap sombong. Lalu hanya perkara soal cokelat, kamu bilang Rita tidak menghargai lu? Lu memang pintar ya memutarbalikkan fakta," kata Annisa yang mendorong Ney dengan telunjuknya di bahunya.


"Mereka istimewa daripada kamu kenapa? Mereka selalu ada di sisi Rita dalam keadaan sulit sekalipun, kamu ada? Kabur kan. Memangnya aku tidak tahu kamu itu seperti apa, meski Rita tidak bisa melihat kamu yang asli. Mereka itu sahabatnya Rita dan justru kamu yang di luar wilayah. Tahu diri dong dari tadi juga kamu nampak seperti membuat perbedaan dengan kita semua. kita semua tahu kok meskipun begitu Rita tidak pernah membedakan kita semua. Kamu baru kenal kita saja sudah sotoy!" Kata Tamada melipatkan kedua tangannya di dada.


"Kalau kamu bangga sudah berteman lama dengan Rita lalu kenapa sikap kamu kurang ajar kepada dia? Yang tidak pernah dihargai itu Rita bukan kamu! Sudah deh mendingan kamu pulang sana! Kamu sudah not welcome disini," kata Annisa yang akhirnya mengeluarkan muntahan kekesalannya.


Ney sama sekali tidak bisa berkata apa - apa apalagi soal apa yang dikatakan oleh Tamada membuatnya tutup mulut sepanjang mereka berdua berbicara. Dia terkejut ternyata Tamada memiliki kemampuan spiritual yang lebih tinggi. Dan sepertinya Annisa juga mengetahuinya hanya saja Rita tidak tahu.


"Kamu tahu tentang aku semua?" Tanya Ney pada Tamada, dia nampak berhati - hati sekali sekarang.


"Semua tentang kamu. Aku tahu, jadi jangan sampai kamu macam - macam pada Rita kalau bisa, jauhi Rita dari sekarang. Annisa tahu kemampuan aku seperti apa, dia juga punya kelebihan itu makanya kita banyak kasih peringatan sama kamu!" Kata Tamada yang berbicara tepat di hadapan Ney.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2