ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(44)


__ADS_3

"Kamu mengusir dia dengan melemparinya bantal ya?" Tanya Alex entah seperti apa wajahnya saat mengetahui itu. Hanya saja Alex bertanya dengan mengirimkan emoji ketawa yang terbahak - bahak.


"Iya karena kurang ajar!" Kata Rita mengiriminya emoji super marah.


"Dia langsung bersembunyi di belakangku bertanya, "Tuanku, kenapa awak bisa tahan dengan wanita galak macam ni? HAHAHAHA!"


'Awas saja kalau penjaganya itu datang lagi ke kamarku!' Pikir Rita sambil mengepalkan kedua tangannya. "Wanita galak tapi dirindukan apalagi sama orang bodoh!" Kata Rita sambil tersenyum.


"Dia benar - benar ketakutan sama kamu. Dia langsung masuk dan tidak mau keluar lagi kalau kamu masih marah,"


"Penjaga kamu punya nama?" Tanya Rita bingung nanti kalau ada keperluan harus memanggil dengan apa.


"Tidak ada," balasnya.


"Kenapa?" Tanya Rita aneh


"Dia bukan anakku hahahaha untuk apa punya nama segala? Mereka tidak seperti kita manusia yang tidak tahu diri kita sendiri. Tapi mereka punya nama kok hanya mereka tidak mau memberitahukan pada sembarang orang,"


"Kalau kamu ada perlu kamu panggil dia 'hei'! Seperti yang kamu lakukan pada aku," kata Rita sambil memikirkan sesuatu.


"Hahahaha ya aku hanya panggil dia begitu,"


Rita langsung berekspresi dengan wajah yang datar. "Oh iya ya kamu kan tidak sopan orangnya. Panggil siapa saja seenak jidat kamu, pembantunya juga sama saja!" Kata Rita yang disambut dengan banyak ketawanya Alex.


"Give him a name if you want to call him later ( Berikan dia nama bila kamu ingin memanggilnya nanti ),"


"Kamu saja. Kamu kan pemiliknya. Tidak perhatian sekali sih," Alex lalu membalasnya dengan banyak emoji ketawa.


"Kamu saja nanti kalau kamu mau bertanya sesuatu pasti bingung kan memanggilnya. Apa yang kamu temui entah binatang atau apapun kecuali tanaman, selalu kamu beri nama kan,"


"Karena mereka hidup dan bergerak kecuali tanaman. Lagipula penjaga kamu juga bukan anakku," Kata Rita yang masih juga memikirkan nama apa yang pantas.


Alex mengirimkan banyak tawa pada Rita, 1 kolom chatnya penuh dengan emoji tawa. "Whatever the name, he will be happy ( Terserah apa saja namanya, dia akan senang ),"


"Sedang apa dia sekarang?" Tanya Rita penasaran.


"Enthusiast. Heard you would give him a name in this realm ( Antusias. Mendengar kamu akan memberikannya nama di dunia ini )," kata Alex dengan mengirimkan emoji senang.


"Apa bukan kamu yang senang? Ayo mengaku!" Kata Rita. Dia merasakan sebuah kegembiraan yang aneh karena akan memberi nama pada makhluk astral.

__ADS_1


"Of course. Like naming a child ( Tentu saja. Seperti sedang menamai seorang anak ),"


"Hmmm, aku mulai berpikir yang sederhana saja ya kalau terlalu bagus nanti takut sombong. Sekarang dia lagi apa?" Tanya Rita yang sebenarnya sudah dapat.


"Sedang menantikan balasan chat kamu dan menunggu nama apa yang akan kamu berikan untuknya,"


"Hmm tidak menyangka makhluk seperti dia bisa memiliki rasa antusias," katanya.


"Of course. For you are just someone who thinks so deeply about a calling for them. Even if they don't need it. You got it? ( Tentu saja. Karena baru kamu saja seorang yang sangat begitu memikirkan sebuah panggilan bagi mereka. Meski mereka tidak memerlukannya. Sudah dapat? )"


"Done ( Sudah ). Namanya Tengku saja," kemudian Alex mengirimkan emoji terkejut dan Rita heran kenapa dia begitu kaget?


"Kenapa?" Tanya Alex heran.


"It's okay, just suddenly there's a flash of that name. How about that? ( Tidak apa - apa, hanya tiba - tiba ada kilatan nama itu yang keluar. Bagaimana? )" Tanya Rita takutnya Alex tidak setuju, ya bisa diubah lagi.


"Dia sangat senang. Ya sudah dipanggil Tengku saja?"


"Tengku Tengku Tengku," kata Rita mengetikkan nama penjaga Alex dengan senang.


"Kenapa laaa kamu panggil dia?" Sepertinya Alex keberatan kalau Rita memanggil penjaganya.


"Lho? Kenapa? Hmmm? Eh, dia datang, ya?" Rita merasakan hawa dingin yang datang dengan cepat di sebelah kanannya dan hanya berdiri.


"Kenapa Tengku bisa datang begitu saja ya kalau memang ada syarat untuk memanggilnya?" Tanya Rita pada Alex.


"Justru itu aku sangat heran. Masalahnya kamu dama sekali polos tidak memiliki khodam satupun, tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa berbicara sampai panjang lebar. Dan kamu merasa dia lebih menyenangkan bukan? Padahal aku yang duluan kenal kamu, kenapa kamu malah tertarik sama makhluk tembus pandang?" Rita merasakan Alex tampaknya cemburu pada bawahannya. Sayang Rita tidak bisa menanyakan soal perawakannya pada Alex karena tahu Alex akan meledak marah.


Kemudian mereka bertengkar seperti biasanya mengenai Rita yang terus menerus menggoda Alex dengan memanggil Tengku.


"Can you stop calling him!? He keeps going out of his way from me! And I get dizzy, he comes home then you call him again! Never mind! ( Bisakah kamu berhenti memanggilnya!? Dia terus keluar seenaknya dari aku! Dan aku jadi pusing, dia pulang lalu kamu memanggilnya lagi. Sudahlah! )"


"Hahaha iya iya deh, aku akan berhenti memanggil Teng....OPS! Penjaga kamu. Tapi ternyata gampang sekali ya," kata Rita yang masih tertawa.


"Apanya?"


"Memanggil Ten...penjaga kamu,"


Alex lalu tidak membalas chat Rita dan dia penasaran. "Kenapa? Kok diam? Kamu masih marah ya atau kamu lagi terkena serangan?"

__ADS_1


"Takde ( Tidak ada ). Hanya aku masih heran kenapa kamu bisa memanggil Tengku tapi tidak bisa melihatnya?"


Rita juga merasa aneh sih tapi memang begitu kenyataannya harus bagaimana lagi? "Memang benar ada syaratnya? Ya aku panggil dia seperti yang selalu aku lakukan kalau panggil kamu dan dia datang kan,"


"Iya justru itu masalahnya. Tengku bertanya kenapa wanita itu bisa memanggilnya dan merasakannya tapi tidak bisa melihatnya. Aku juga agak aneh yakin kamu tidak bisa melihatnya?" Tanya Alex yang sepertinya tidak yakin.


"Kalau bisa, sedari tadi aku tidak akan balas chat dari kamu kan. Aku akan lebih tertarik sama Tengku bukan kamu,"


Alex terdiam lalu membalas dengan kalimat yang lucu, "Janganlaaa chat sama aku saja. Aku bisa kamu pegang, cium juga bisa kalau kamu mau hehehe tapi Tengku tidak. Aku yang duluan mengenal kamu bukan dia," Rita membayangkan pasti Alex sedang manyun.


"Memangnya penjaga itu tidak akan datang begitu saja?" Tanya Rita yang memang tidak tahu menahu.


"Ya. Mereka punya peraturan sendiri dalam hal menemui seseorang atau bahkan berkomunikasi seperti yang kamu lakukan. Itu semua bagi mereka sangat khusus tapi memang aneh kalau kasusnya dengan kamu,"


"Syarat khususnya apa kalau misalkan ada yang mau bicara dengan penjaga?" Tanya Rita.


"Orang itu harus setingkat level inderanya denganku atau dia juga memiliki penjaga yang setingkat levelnya dengan Tengku. Tapi kami tidak ada, penjaga juga tidak ada. Tapi kamu memiliki banyak kemampuan melebihi Seventh Sense. Aneh sekali baru kali ini aku kagum. Kamu dapatkan itu dari siapa? Kakek?" Jelas Alex. Yah tidak hanya Alex saja yang merasa aneh, Rita juga sama apalagi kemampuannya kata Alex melebihi Seventh Sense artinya itu bukan hal yang menyenangkan.


"Aku tidak tahu. Mungkin karena ibuku juga punya kemampuan itu," jelas Rita mengingat ibunya paling banyak kedapatan kejadian aneh dalam rumah.


"Ya dalam keluarga ibu kamu yang paling tinggi, punya penjaga juga. Kami tahu?"


"Surelaa.. harimau putih kan?" Tanya Rita.


"Kamu tahu! Kamu bisa melihatnya? Kenapa Tengku tidak bisa?!" Heboh banget nih orang.


"Aku melihat ibuku berpose seperti harimau,"


"WHAAAT!? How come? ( APAAA!? Bagaimana bisa? )"


"Kakakku pernah membawa orang yang bisa meruqyah, karena bacaan ayat itu ibuku tiba - tiba dirasuki oleh harimau dan hampir mencekik peruqyah itu. Waktu ditanya siapa dia, si harimau itu bilang 'aku penjaganya' peruqyah kenalan kakakku diancam jangan bermain - main dengannya," Jelas Rita kalau diingat lagi waktu itu sangat menyeramkan.


Ibunya tiba - tiba seperti harimau mengeluarkan suara dan kelakuannya menakutkan. Mereka semua berlarian ketakutan dan bersembunyi meninggalkan teman kakak yang seorang diri menghadapi ibunya. Tapi akhirnya menyerah karena khodamnya tidak bisa diusir dan itu katanya memang sudah ada entah turunan dari siapa.


"WOW! Kamu pasti sangat ketakutan! Tapi kamu tahu kalau bentuknya sekarang berubah? Jadi seorang puan ( Perempuan ).."


"STOOOOOP!!" ketik Rita secara kapital.


"Why? Something wrong? ( Kenapa? Ada sesuatu yang salah? )"

__ADS_1


"Jangan dikatakan deh ini sudah malam. Parno tahu!" Setelahnya Alex mengirimkan lebih BANYAAAK emoji tertawa.


BERSAMBUNG ....


__ADS_2