
...Mandy Moore and Zachary Levi...
...I SEE THE LIGHT...
...All those days watching from the windows...
...All those years outside looking in ...
...All that time never even knowing...
...Just how blind I've been...
...Now I'm here blinking in the starlight...
...Now I'm here suddenly I see...
...Standing here it's all so clear...
...I'm where I'm meant to be...
Saat kedua orang tuanya terlambat mengantarkan makanan ke kamar Alex, ibunya tidak mendapati Alex ada didalam. Ibunya mencari sampai semua pembantu disuruh untuk mencari Alex. Ternyata salah satu supir melihat Alex berdiri di pembatas gedung paling atas dengan pandangan kosong. Tentu saja itu membuat semua orang panik dan ibunya hampir pingsan, memohon Alex untuk turun. Rumah mereka berada di lantai 40 dan Alex bersiap untuk terbang, mengakhiri hidupnya.
Pamannya alias pengawal pribadinya yaitu Syakieblah yang bergerak cepat seperti Flash, dalam sekejap saat Alex mulai menukik, Syakieb berhasil memegang erat kerah lehernya dan dengan pengawal yang lain, menariknya dengan cepat. Setelahnya ibunya memeluknya dengan erat dan menangis sambil terus menerus meminta Alex beristigfar. Itulah kejadian di masa lalu dan ibunya takut akan terulang lagi. Beliau tahu Alex mulai nyaman juga dengan Rita, mulai bucinnya juga sampai posesif. Dengan mantannya juga posesif dan begitu juga pada Rita.
Tapi ibunya terlalu takut jika terulang lagi akan lebih hancur Alex. Kakak lelakinya yang lain juga heboh mendengar adiknya yang mau bunuh diri lalu dia meninju adiknya, memarahinya sampai akhirnya Alex sadar.
"Lu bego kalau sampai melakukan itu! Kalau lu lelah hidup, jangan bunuh diri di depan keluarga! Cari tempat lain! Tapi kalau begitu, perempuan yang sudah membuatmu menderita akan puas! Dia yang menang!" Teriak kakak lelakinya, Antez menggenggam kerahnya dan Jasmine berusaha menenangkannya.
"Stop, kak! Dia sedang sakit masa lu marahin?" Tanyanya sambil berusaha melepaskan kepalan tangan kakaknya itu.
Alex berlinangan air mata tidak mengira kalau sampai hati perempuan itu membuat hatinya hancur.
"Lu tuh harusnya banyak bersyukur! Setiap koma, Tuhan masih mau memberi lu kesempatan lagi, hormati! Apa gunanya lu jadi Hafizh kalau diberi ujian segini saja lu melow!?" Kata kakaknya yang saat itu dia masih hidup kalau saja dirinya bisa punya organ tubuh yang normal, dia pasti bangga dan sangat senang mendengar Alex bahagia.
...And at last I see the light...
...And it's like the fog has lifted ...
...And at last I see the light...
...And it's like the sky is new...
...And it's warm and real and bright...
...And the world has somehow shifted...
__ADS_1
...All at once everything looks different...
...Now that I see you...
Akhirnya Alex bisa menerima nasibnya dan mulai perlahan merangkak untuk pemulihan karena Antez dan Jasmine selalu membantunya. Antez kakak keduanya, memiliki penyakit yang langka yaitu Progeria. Sebenarnya Antez adalah adik Alex yang ke-3 tapi karena penyakit langka tersebut, penampilannya menjadi lebih seperti orang dewasa berusia 30. Banyak orang yang menyangka dirinya adalah kakak pertama tapi melihat yang pertama ada akhirnya digeser lah menjadi anak kedua, otomatis Jasmine menjadi anak ketiga lalu Alex paling bungsu. Saat itu Antez masih berusia 13 tahun.
Antez meninggal saat dirinya bisa mencapai usia 16 tahun, namun Alex beserta yang lainnya sudah siap sejak dulu. Antez selalu berpesan pada Alex untuk jangan pernah menyerah pada hidup. Dia juga mendapatkan penerawangan bahwa Alex akan hidup lebih bahagia bersama seorang perempuan. Dialah yang akan selalu berada di sisinya meski Alex akan memiliki banyak kesulitan. Penderitaannya yang terdahulu akan sembuh total dan tergantikan bersama dengan wanita itu. Dan berpesan bahwa Alex harus lebih bersabar dengannya karena dia sama sekali tidak peka tapi sangat sensitif. Sama dengan dirinya dan Alex akan merasa seperti bertemu lagi dengan dirinya beserta kakaknya yang pertama.
Alex akan sangat nyaman dengannya karena dia membuka dirinya sebagaimana dirinya yang asli. Orang yang dilihat Antez adalah Rita. Saat itu Alex berusia 19 tahun dapat diperkirakan ya Rita usia berapa. Dan meninggalnya Antez baru berlalu 2 tahun dan Alex bertemu Rita. Antez dan mantan Alex meninggal hanya berbeda 2 bulan jadi memang pasti double juga sedihnya. Sejak itu dengan berpegang dirinya yang akan bertemu dengan wanita satu - satunya yang sudah dilihat oleh Antez, Alex membuat dirinya kuat meski kadang sedih sekali mengingat 2 orang yang disayangi dipanggil secepat itu.
...All those days chasing down a daydream...
...All those years living in a blur...
...All that time never truly seeing...
...Things, the way they were...
...Now she's here shining in the starlight...
...Now she's here suddenly I know...
...If she's here it's crystal clear ...
Lalu akhirnya dia berkenalan dengan Rita, dan segala kekocakan dengannya berhasil membuat lukanya perlahan tertutup. Meski kebanyakan juga karena dia yang membuat masalah, dan dia juga sepanjang sejarah lahirnya tidak ada orang yang berani memarahinya selain anggota keluarganya. Orang - orang setelah tahu dia siapa, lebih banyak yang langsung menundukkan kepala tapi berbeda dengan Rita, Alexlah yang harus selalu menundukkan kepala, dia juga yang menerima banyak aura kemarahan darinya. Ketidakpekaannya juga yang membuat Alex banyak tertawa dan kadang membuatnya lelah karena harus selalu dijelaskan.
Tapi perlahan Alex teringat pada adik kecilnya kelakuannya tidak jauh dari Rita hanya dia harus menyembunyikannya karena penyakitnya. Itulah yang membuatnya jatuh sakit, karena tekanan dari banyak orang. Anak usia 16 tahun tapi penampilan seperti usia 45 tahun, tidak ada perempuan yang mau mendekatinya karena dikabarkan usianya tidak bisa bertahan sampai 20 tahun. Usia yang sama dengan vonis Alex tapi sekarang dia berusia 22 tahun, dengan tubuh yang sehat meski hati melow dan sakit. Namun Antez memiliki wajah yang tampan sebanding dengan Alex dan hanya Alex seorang yang selalu menjadi Sahabatnya sampai dia menutup usia.
Sekarang masih dengan pikiran mesum Alex yang membuatnya banyak tertawa di tengah malam itu. Merasa malam lamaaa sekali berubah menjadi pagi. Semua pekerjaannya dapat dia kerjakan sekalinya sumpek, bosan, dia hanya perlu membaca balasan dari Rita lalu tertawa terkekeh - kekeh.
"Itu sih enak di kamu semua. Dasar rakus!" Kata Rita melanjutkan obrolan mereka yang sebelumnya. Hanya Rita yang setelah tahu dia siapa, keluarganya bagaimana, Rita sama sekali tidak bergeming seperti apa malah semakin menjadi menyiksa Alex.
"Hahahaha! Fine, I'll take that but really ya after that, I kiss you," kata Alex kembali pada hidupnya lagi. Tersenyum pada nama Rita dan fotonya yang terpampang menjadi wallpaper di MacBooknya.
"Kamu kenapa sih memaksa banget ingin kiss aku memangnya mau kiss seperti apa sih?" Rita heran sekali kenapa juga dia mau coba - coba bibirnya? Perasaan bibirnya biasa saja.
"Penasaran ya?" Tanya Alex dengan senyuman mengambang.
"Iyalah bibirku biasa kok sama dengan manusia yang lain tapi kamu sepertinya tertarik banget. Kenapa?" Tanyanya lagi.
"*******, menghisap, menyedot lidah kamu dan memenuhi bibir kamu dengan bibirku sampai kamu mengerang," kata Alex dengan tiba - tiba.
"....... JAWAB DULU, BODOH! Sudahlah, aku pergi tidur ya. Sudah malas!" Kata Rita yang langsung masuk ke dalam selimutnya.
Alex langsung buru - buru membalasnya takut Rita langsung tidur, dia kan memang ahli menghilang. "Jangan dulu! Ya aku jawab! Karena bibir kamu terjaga dari lelaki lain dan kamu bisa membatasi pergaulan kamu dengan banyak orang. Jadi aku penasaran untuk bisa mengecup bibir yang masih pure bersih. Kamu tidur?" Tanya Alex yang mulai merasa dirinya ditinggal tidur begitu saja.
__ADS_1
"Bagaimana caranya kamu tahu? Kita kan baru kenal setahun lalu masa iya sebelum kenal, kamu sudah mengawasi?" Tanya Rita keheranan. Dia masih segar untuk membalas Alex.
"Hahaha tahu dong. Dari foto yang kamu berikan, Aku tahu bibir kamu itu bersih dari segala kekotoran para lelaki kalaupun pernah kotor tapi itu tidak membuat kamu ketagihan sampai lebih dari dua kali. Jadi kalau sekalinya dicium olehku, aku jamin kamu akan meminta lagi hehehe," kata Alex dengan percaya diri.
"Kamu kali yang ketagihan π," kata Rita yang mulai penasaran. Apa iya ya?
"Sama - sama penasaran akan lebih baik kan," katanya.
"Aku benar - benar akan memberikan bibirku kalau kamu benar - benar tidak akan lebih dari itu," kata Rita, dia merasa harus mulai membuat batasan dari sebelum mereka bertemu. Karena menurut perasaan Rita, Alex akan sangat liar kalau dirinya tidak memasang pelindung. Bukan ****** ya ππ pelindung untuk hatinya dan kewarasan agar tidak kebablasan.
"Sure, I will. Aku akan lakukan apa yang kamu minta saja," kata Alex, dia senang sekali meski baru pesanan tapi mungkin mereka akan bisa bertemu kan. Kalau bertemu Alex dengan mantap akan ....
"Jangan di depan banyak orang ya, itu tidak baik!" Rita mengingatkan karena Alex orangnya nekat.
Alex tertawa sambil tersenyum. "Don't worry. Di rumah pamanku saja, kita bisa bebas," kata Alex.
Hah!? Di rumahnya Syakieb? ππdengan istrinya yang kecil itu pasti akan senang mengintip. Tidak mau! "Tidak jadi,"
Alex tertawa tapi tidak keras karena dia harus hati - hati. "Okelah, nanti kita pikirkan saja di mananya tapi kalau kita bertemu di mana saja dan aku meminta, kamu harus berikan ya. Aku tidak mau kalau bibir kamu sampai ada yang mencurinya,"
"Memangnya bibirku buah apa? Ya itu akan tetap di badan aku lah. Kamu ini aneh! Sepertinya efek sudah terlalu malam! Sudah jam 2, kita tidur yuk," ajak Rita yang tiba - tiba menguap.
...And at last I see the light...
...And it's like the fog has lifted ...
...And at last I see the light...
...And it's like the sky is new...
...And it's warm and real and bright...
...And the world has somehow shifted...
...All at once everything looks different...
...Now that I see you...
...Now that I see you...
"Aku maunya kamu memeluk aku," kata Alex dengan usil.
"Aku tidur duluan ya sudah mengantuk. See you." Kata Rita lalu mematikan netnya dan meninggalkan Alex dengan wajahnya yang datar. Tapi akhirnya dia juga tidur karena sudah sangat mengantuk. Tidur dengan senyuman.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1