ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(294)


__ADS_3

"Apalagi sekarang ditambah masalah Ney wuih memang lelah banget!" Kata Rita yang rebahan tepar di kasurnya.


"Nanti juga masalahnya selesai kok. Sekarang sudah malam ya," goda Alex tahu deh kalau malam biasanya suka ada 'Obrolan Panas.'


"Aku tahu maksudnya dasar mesum!" Kata Rita.


"Hahahaha! Tapi kamu mau kaaan?" Tanya Alex menggoda hanya ingin tahu bagaimana respon Rita.


"Dihentikan saja ya lagian aku juga jarang mengangkat hal seperti itu," kata Rita diakuinya yang kemarin memang pure hanya mencoba saja.


"Iya tidak baik juga kamu kan bukan orang yang seperti itu. Mana berjilbab juga," kata Alex meskipun dia akui memang senang membaca kisah mesum. πŸ™„πŸ™„


"Kalau tahu tidak baik, kenapa kamu membalas juga sampai kasur kamu basah?" Tanya Rita keheranan.


"BAHAHAHAHA yah namanya juga lelaki kalau dipancing cerita mesum langsung ngangkat. Tahu lah," kata Alex yang wajahnya memerah.


"Aku tidak tahu," jawab Rita langsung.


"................" Alex tidak percaya sama sekali tapi memang dari wajahnya Rita dia memang tidak tahu.


"Aku tidak punya kakak atau adik lelaki, saudara juga kan rumahnya jauh masa aku harus bertanya?" Tanya Rita.


"Oh iya ya kamu kan perempuan semua pantas saja kalau tidak tahu. Pacaran kamu pernah kan?" Tanya Alex. Masa iya sih Rita sama sekali belum pernah pacaran? Alex bimbang tapi memang riwayat hidupnya tidak ada dia pernah berhubungan dengan lelaki manapun.


"Tidak pernah. Buang - buang waktu lebay dan bucin tidak pada tempat yang semestinya," kata Rita sambil memakan cemilan.


"Betul sekali!" Kata Alex tertawa lebar.


"Terus kenapa kamu suka?" Tanya Rita.


"Eh?" Alex tidak mengerti.


"Kamu suka pakai perempuan yang sudah banyak dipegang orang. Memangnya sebegitu menyenangkannya ya?" Tanya Rita.


".............. ya aku mana tahu kalau misalkan ada yang pernah dipakai," kata Alex yang entah harus bilang atau jawab apa lagi. Dia mati kutu dengan pertanyaan alami dari Rita yang memang tidak tahu apapun.

__ADS_1


"Masa? Kamu kan anak IT bisa dong ilmunya dipakai buat kalau dapat pacar yang agak berkualitas gitu lho. Masa senang banget sama barang murah?" Tanya Rita lagi.


"Tahu dari mana laa saya nak IT? Pasti Ney ya! Dia itu ya sama sekali tak bisa jaga rahasia orang," kata Alex, dia juga penasaran kok Ney banyak tahi tentang dirinya.


"Iya dari dia, aku tidak tahu dari mana dia punya banyak info soal kamu tapi semenjak dia sendiri kenal kamu dan beranggapan kalau aku bisa kenal kamu lewat dia, kelakuannya semakin melewati batas," kata Rita.


"Dan kamu masih belum paham kenapa? Astagaaah kapan kamu akan sadar?" Tanya Alex yang gemas sekali pada tingkah Rita. Lemot kebangetan banget nih anak!


"Apa sih? Nanti juga aku sadar, aku butuh waktu buat memproses semuanya tidak bisa kilat seperti kamu," kata Rita bikin kesal.


"Oh begitu tapi kamu nanti menyadari meski terlambat tidak apa?" Tanya Alex, dia sadar kalau kecepatan otak dia dan Rita memang sangat berbeda. Tapi dia percaya Rita akan sadari niat apa yang Ney miliki.


"Ya tidak apa bagaimana lagi aku tahu kok kapasitas kecepatan otakku, aku harus sabar meskipun mungkin kamu atau orang lain tidak bisa sabar πŸ™‚," kata Rita menyadari kemampuan berpikirnya memang lamban.


"Oh... l see maaf kalau aku mungkin agak tidak sabaran😞😞," kata Alex.


"Iya kamu memang tidak sabaran tapi jangan ditunggu sadar. Berjalannya waktu, karena aku harus melihat dengan mataku sendiri lalu mengumpulkan banyak bukti juga kalau dia memang ada niat jahat atau yang lain, biar aku yang urus," kata Rita meyakinkan Alex.


"Hmmm baiklah. Lalu apa kamu ada mau melamar lagi?" Tanya Alex, dia memang lebih suka Rita tidak bekerja jadi punya banyak waktu untuknya tapi sayang juga kalau terus dirumah.


"Ada dong hanya untuk saat ini mau rehat dulu. Kamu senang kan?" Tanya Rita yang tersenyum. Dia juga merasakan kalau banyak waktu yang sedikit mengobrol dengan Alex.


"Tidak kerja tapi menghadapi kamu yang super rusuh, heboh dan ribet.. Lebih baik kerja ya," kata Rita yang sama sekali tidak memikirkan apa yang Alex katakan.


"Risikonya tapi setelahnya kamu akan dapat banyaaak keuntungan. Sebagai contohnya kamu bisa pergi ke negara manapun," kata Alex dengan senyum lebar. Ingin tahi bagaimana responnya kalau dia menawarkan banyak keuntungan bila bersamanya.


"Hmmmmm," kata Rita. Dalam benaknya sudah biasa banyak lelaki yang menawarkan hal tersebut, Alex yang entah keberapanya jadi mau itu asli atau main - main ya Rita datar saja.


"Kenapa laaa hanya Hmmm saja? Ini sungguhan kalau dengan aku, kamu bisa hidup enak. Uang banyak, tak perlu awak menabung segala. Segala keperluan awak akan terpenuhi. Serius!" Kata Alex yang meyakinkan Rita.


Rita yang membacanya hanya menguap lalu bergegas mandi sore dan membereskan piring. Hari ini dia bisa mengerjakan semua tugas rumahnya semenjak kerja, dia sulit membagi waktu untuk semuanya.


"Kamu dikeluarkan, Rita?" Tanya ibunya yang baru saja pulang dari sekolahnya.


"Iya. Yah, sekolah mulai menerapkan sistem Muroja'ah," kata Rita mengelap tangannya.

__ADS_1


"Yaaah... terus mau melamar kerja lagi kapan? Kalau bisa secepatnya jangan nunggu lama nanti kamu ketinggalan dapat rejeki," kata ibunya mengomel.


"Tidak akan dulu mau rehat ah!" Kata Rita membuka tudung saji di meja lalu mengambil piring.


"Ya jangan terlalu lama ilmu itu harus dimanfaatkan terus. Besok kamu mulai lamar kerja lagi ya," kata ibunya dengan seenaknya lalu masuk kamar.


Rita dan ibunya memang kurang akur tapi mereka baik - baik saja, hanya ibunya kadang kurang mengerti Rita. Tahulah mereka sama - sama seorang guru juga dan ibunya lebih berat dibanding Rita. Ibunya lebih percaya pada kakaknya sedangkan Bapaknya lebih percaya pada Prita, sedih sekali apa seperti ini anak kedua ya? Kadang soal Rita yang sering bertemu orang asing pun ibunya sama sekali tidak perduli, beda kalau Prita yang punya acara.


"Kenapa sih hanya aku saja yang diperlakukan beda? Memang salah kalau ingin rehat sejenak? Lagian uang kuliah juga jarang aku minta," kata Tita menggerutu lalu kembali ke kamarnya dan membuka persediaan makanannya yang semakin menipis. Kemudian Rita keluar rumah untuk membeli minuman dan Prita ikut dengannya.


Ibunya keluar kamar lalu mencari Prita atau Rita, dengan iseng ibunya masuk kamar Rita dan melihat ponselnya lalu membukanya. Ibunya melihat ada banyak sekali chat dari Alex ini, orang asing yang dikenal oleh Rita. Namun saat itu inbox Alex mengirimkan banyak chat pada Rita yang meninggalkan ponselnya.


"Hey, where are you? Awak tak jawab," kata Alex bertanya - tanya.


"Kamu ini yang namanya Alex ya. Mau apa kamu sama anak ibu? Masih mau bully dia? Rita itu salah apa sama kamu, apa dia minta uang sama kamu?" Ketik ibunya.


Alex membacanya dan kaget setengah mati kalau ternyata ibunya Rita yang membalas. Dia bingung harus bagaimana, tangannya berkeringat dan merasa kesemutan tapi dia memang menduga akan terjadi seperti ini.


"Saya minta maaf sudah menyusahkan anak tante. Saya tidak punya maksud jahat, yang lalu memang kebodohan saya. Mohon maaf bila tante marah," kata Alex sambil menenangkan dirinya.


"Ya tapi jangan begitu dong. Kamu kan baru kenal dengan anak ibu, masa cara berteman sama dia seperti itu, kamu seperti tidak tahu tata krama. Kamu tahu kalau dia sedih banget waktu kamu bully dia? Ibu tahu Rita itu seperti apa, dia terlalu lembut orangnya kalau kamu tidak sabaran, lebih baik kamu cari yang lain saja. Awas ya kalau kamu sekali lagi bully dia, saya akan datangi kamu!" Kata ibunya mengancam.


Alex takut sekali, jantungnya terasa sakit tapi dia menahannya. "Saya tidak akan lagi berbuat hal seperti itu tapi tolong tante jangan suruh saya menjauh dari Rita karena dia juga sering bicara begitu,"


"Ya karena kamunya begitu coba kalau kamu yang baru kenal tahu sopan santun mana kamu buat apa bawa - bawa temannya yang jahat itu? Buat apa? Mau bikin anak saya celaka?" Tanya ibunya kesal.


"Maksud tante, Ney?" Tanya Alex.


"Iya dia lah! Tante tidak suka ya kalau kamu bawa - bawa dia segala. Mau kenal dengan anak tante ya sudah jangan kamu mancing - mancing anak saya nerima dia! Tuh orang tante sama sekali tidak suka dari Rita awal kenal dia. Rita memang kurang peka padahal tante lihat sendiri kalau dia itu sering dimanfaatkan sama anak itu!" Kata ibunya Rita sambil berjaga kalau Rita pulang.


"Oh, iya tante maksud saya itu agar dia sadar seperti apa Ney sebenarnya. Maaf kalau cara saya salah, saya minta maaf tante sudah banyak merepotkan anak tante. Tapi saya memang asli ada kok. Saya tidak berbohong," kata Alex.


"Ya sudah, tante hanya titip pesan saja jangan percaya sama anak itu kalau kamu memang punya niat baik sama anak tante, ya sudah cukup kamu percayai dia sepenuhnya. Rita bukan perempuan nakal, kalau kamu ada hati sama dia langsung utarakan. Jangan pakai kode, susah dia mengertinya." Selesai ibunya chat dengan Alex, beliau menghapus semuanya agar tidak ketahuan.


Alex tenang sekarang, dia langsung meminum obat jantungnya. "Untunglaaah aku kira akan meledak sama seperti Rita, untung aku menenangkan suasananya. Jangan sampai aku mengecewakan permintaan ibunya, berarti... sudah dapat lampu hijau nih!" Alex senang sekali. Dia selalu dapat penolakan termasuk dari orang tua Kayla dulu karena tahu Alex seperti apa anaknya. Bobrok negatifnya yang seorang playboy selalu kena tolak dimanapun, dan baru sekarang ibunya Rita menerima kehadirannya.

__ADS_1


Entah kenapa dia sangat luar biasa senang, dia mengacungkan kedua kepalannya ke udara dan berteriak senang sekali sampai ibunya sendiri memeriksa anaknya yang sedang tertawa kegirangan. Merasa anaknya kembali ceria, ibunya kembali turun ke lantai bawah.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2