ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(50)


__ADS_3

"Iya dia tahu. Bisa lihat juga sampai asalnya darimana tahu semua sepertinya dari info yang dibawa oleh khodam dia," Kata Rita menjelaskan.


"Terus, kamu ada?" Tanya Arnila karena pastilah sangat penasaran.


"Tidak ada. Aku sih sendirian saja,"


"Kok bisa merasakan? Melihat bisa?" Tanya Ney.


"Cuma merasakan saja lagian aku menolak bisa melihat nanti yang lain - lainnya bisa kelihatan kan?" Kata Rita dan juga pasti sangat mengganggu.


"Iya juga sih," ketikkan Ney dan Arnila muncul bersamaan.


"Aku menamai khodam kalian. Kalau punya Arnila kunamai Raden lalu yang Ney, Daeng karena aku tidak terpikirkan nama lain. Yang punya Arnila keluar terus, setiap kali kita chat. Dia selalu ada, heran. Kalau punya kamu Ney aku tidak merasakan apapun meski punya kamu diluar," kata Rita yang memang merasa aneh kenapa hanya milik Ney saja yang tidak dia rasakan kehadirannya.


"Padahal dia di luar lho. Sama sekali tidak merasakan apapun? Kenapa kamu cuma bisa yang Arnila saja sih?" Tanya Ney penasaran.


"Mana kutahu. Tengku aku bisa tahu juga, Raden juga terasa hanya Daeng yang tidak agak aneh juga. Sepertinya aku hanya bisa merasakan yang tingkat tinggi saja. Aku juga tidak tahu ya karena aku sendiri tidak punya penjaga," jawaban ini yang membuat Ney sebal karena dia langsung mengganti topik.


"Ternyata Raden tingkatnya lebih tinggi dari Daeng," kata Rita sengaja membuat Ney kesal. Tapi nyatanya cukup membuat Arnila terus penasaran dibuatnya jadi soal Ney yang mengalihkan topik pun hanya bisa menyimak saja.


"Punyaku masih ada, Ri?" Tanya Arnila.


"Ada. Kalau ngobrol sama kamu, dia pasti keluar. Kepo ya, kata Alex penjaga itu karakternya 11 12 sama majikannya," kata Rita.


"Coba kamu gambarkan karakter Raden seperti apa? Terima kasih ya kamu memberi dia nama,"


"Aku bingung soalnya mau panggil apa hehehe kalau punya Arnila sih yang aku bisa tangkap meski tidak sampai berkomunikasi, makhluknya lembut ya, super kepo entah apa sama dengan tuannya apa tidak, pengertian, sangat perhatian sekali, sabar juga tapi kalau marah sepertinya mengerikan sama dengan pemiliknya. Raden sama sekali tidak ada aura bertarung, kalau Daeng aku tidak tahu. Karena sama dengan majikannya, tertutup. Yang ada disini sekarang hanya ada Tengku dan Raden," kata Rita sambil terdiam beberapa saat.


Ney lalu tiba - tiba ikut chat, "Tengku? Punya Alex? Kamu bisa merasakan juga?" Kalau soal Alex sajaaa pasti antusias dia.


"Bisa. Jelas banget sering datang punya dia,"


"Wah gila, terus?" Penasaran banget.


"Ya kita ngobrol," yang membuat mereka berdua langsung terdiam sekitar 5 menit. "Woooy, halooo pada kemana sih?"


"Serius kamu bisa mengobrol sama penjaganya?" Tanya Ney yang tidak percaya.


"Seriuslah masa aku bohong? Aku kira awalnya itu Alex tapi tumben sekali pakai bahasa Melayu. Kalau Alex kan paling banter Inggris, waktu aku tanya ternyata bukan dia,"

__ADS_1


"Terus bagaimana waktu kalian chat? Kok bisa?" Tanya Arnila yang keheranan.


"Mana kutahu lah. Tengku berwibawa banget, bijak juga, tapi ya sama saja dengan majikannya. Bahasa Melayunya haluuus banget," kata Rita yang kagum pada penjaga Alex.


"Seperti yang kamu lihat di artikel atau majalah?" Tanya Arnila.


"Seperti itu tapi tidak tahu kenapa ya aku bisa langsung mengerti aku memintanya memakai bahasa Melayu yang simple saja. Nih aku masih simpan chatnya, kalian mau lihat?" Tanya Rita.


"Wah bolehlah. Biar kita bisa tahu benar apa ngga," balas Arnila.


"Iya aku juga ingin tahu kamu bicarakan apa saja sama Tengku itu," kata Ney juga.


Kemudian Rita mengirimkan isi chat dengan Tengku terkirim ke dalam grup. "Nih," kata Rita didalamnya terdapat beberapa percakapannya dengan Tengku. Sebenarnya sih aku ingin tahu seberapa tinggi level Seventh Sense mereka berdua, jadi aku bisa berjaga jarak dengan mereka kalau dua - duanya full.


"Mana?" Tanya Ney dengan cepat yang membuat Rita kebingungan.


"Apanya?" Tanya Rita heran.


"Ya percakapan kamunya,"


"Lah? Kok aku jadi aneh ya, ituuu yang aku kirimkan copy paste dari inbox Pacebuk. Chatnya banyak masa tidak ada di hp kamu sih?" Rita keheranan masa iya di hpnya tidak ada apa - apa? Ney juga kebingungan dari kalimat di grupnya.


"Ya sudah mungkin ada yang error. Aku kirim lagi lewat japri ya. Coba,"


"Ok," kata Ney menunggu.


Rita mengirimkan lagi japri ke nomor Ney lalu menunggu. "Rita, serius deh benaran kamu kirim?"


"Iya. Ya Allah ngapain aku bohong? Nih aku kirim sampai tiga kali. Ada tidak? Masa iya tidak ada lagi? Ini sudah sampai japri lho. Coba tanyain Arnila deh! Bingung aku sama kamu karena hpku sana sekali tidak rusak kok," Lalu Rita pindah lagi ke grup.


"Arnila, ada chatnya?" Tanya Ney yang kebingungan.


"Iya ada nih aku lagi baca isinya. Kenapa?" Tanya Arnila.


"Kok di aku tidak ada ya?" Masih sepertinya itu bukan bercanda ya atau dia pura - pura. Kalau sudah sampai bertanya pada Arnila sih.


"Kok bisa? Coba - coba di kamu penampakkan chatnya seperti apa. Masalahnya pasti Rita tidak mengerti," kata Arnila meminta Ney mengirimkan kembali.


"Iya ada sih kiriman dari Rita yang kotak itu kan, cuma isinya yang aku lihat hanya ada chat Rita saja," Rita yang menyimak chatnya hanya bisa melongo begitu juga Arnila.

__ADS_1


"Tunggu tunggu, coba kamu copy paste ulang deh takutnya malah error," akhirnya tanpa banyak ngomong, Ney mengirim percakapan yang Rita kirim tadi. Setelah mereka lihat bersama, ya sama saja isinya memang percakapan Rita dan penjaga Alex. "Ini ada kok isinya chat dari Rita sama yang bertanda tanya. Wah, mata kamu sepertinya harus dicuci dulu. Bersihin muka dulu gih, sepertinya kamu lelah," Ney menurutlah dia mencuci wajahnya dan kembali tapi apa yang dia lihat masih sama.


"Sudah nih aku habis cuci muka," kata Ney sepertinya dia tidak bohong.


"Berubah?" Tanya Arnila.


"Sama saja,"


"Aneeeeh tapi dari sini aku bisa tahu sih level supranatural kalian segimana. Berarti level Seventh Sense kamu tidak tinggi, hanya setengah. Kalau kamu bagaimana, Arnila? Bisa kebaca semuanya?" Tanya Rita pastinya Ney tidak akan terima soal ini.


"Lengkap," balas Arnila.


"Masa sih cuma gue saja yang tidak bisa membaca? Wah ini pasti ada sesuatunya," kata Ney tidak mau menerima kenyataan karena dia menganggap kemampuannya yang paling besar dan pastinya dia kaget kalau ternyata Rita memiliki kemampuan yang paling besar.


"Tidak ada lah. Ini murni tidak ada sesuatunya tapi tidak tahu ya kalau dari pihak sananya," kata Rita yang memang sangat aneh kenapa hanya Ney saja yang tidak bisa membaca semua chatnya.


"Coba kamu ketik 2 baris atau 3 waktu Rita dan penjaga Alex chat, karena di aku memang tidak ada balasan chat penjaganya," kata Ney yang sudah pusing.


Akhirnya Arnila mengetikkan secara manual apa yang Rita chat bersama sang penjaga. Dari situ baru Ney mengerti dan benar - benar tidak ada chat seperti itu, mereka berdua pun kebingungan, tapi Rita mengerti apa maksudnya.


"Yang kamu lihat apa?" Tanya Rita.


"Nih ya aku chat saja deh manual karena nyatanya, yang aku kirim ternyata kalian berdua melihatnya lengkap. Sepertinya ada yang menutup kedua mataku deh," berhalusinasi deh nih orang.


"Menutup bagaimana? Kalau ada pun pasti kamu tahu kan. Kamu kan bilang kemampuan spirit kamu itu tinggi," kata Rita membalas.


"Iya apalagi kamu kan bisa tahu pikiran orang. Atau itu cuma pura - pura?" Tanya Arnila.


"Mana ada? Paling juga Daeng yang nutup mata kamu. Arnila buat apa seperti itu kan. Mana tulisan yang kamu lihat dari kiriman chat aku?" Kata Rita. Lalu Ney menuliskan dengan manual dan isinya:


Rita : Alex tumben pakai Melayu. Jangan yang susah - susah aku kan tidak begitu mengerti


Rita : Hah? Kamu bicara apa sih? Soal penjaga memangnya penjaga kamu bisa bicara?


Rita : Iya kamu Alex kan. Kenapa bilang lagi


"Seperti ini yang aku lihat. Memangnya di bawah chat Rita ada lagi?" Tanya Ney, menurut perasaan Rita memang dia jujur hanya melihat penampakkan chatnya seperti itu. Kalau bohong, pasti ada pembenarannya yang menyusul.


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2