
Ameera kecewa dalam pikirannya menduga Alex akan menciumnya tapi yang ada menjauhinya dan tampak Alex menahan diri teringat pada Rita. Hampir saja dia lupa mengenai betapa merasa bersalah dirinya yang hampir terbuay dengan Ameera. Dia sadar kalau dengannya hanya sebatas pacaran palsu untuk memendam kabar soal Rita meskipun masih belum sepenuhnya terbongkar.
'Sial! Hampir saja!' Pikir Alex yang langsung menyeka mulutnya. Ameera memang menginginkan bibir Alex yang sangat sensual itu dia harus menahan diri lebih jauh lagi, menolak kehadiran Ojon saat itu. Di tempat lain Ojon kebingungan kenapa Ameera nampaknya selalu menolak panggilannya dan berencana akan mendatangi Ameera nanti.
Kembali dimana Ameera berusaha membuat Alex jauh dari Rita. "Alex... kita kan sudah sampai 2 bulan. Apa kamu tidak ada perasaan apapun padaku?" Tanya Ameera ingin tahu.
"Ada," jawab Alex cepat menatap kedua mata Ameera lalu bibirnya yang merekah. Kalau saja Alex tidak mengenal Rita, mungkin dia sudah ******* bibirnya.
"Benarkah!? Lalu mungkin kita..." kata Ameera yang lalu dihentikan oleh Alex.
"Hanya sebentar, Meera. Kamu sudah ada Ojon masa beri aku hati juga?" Tanya Alex yang tertawa lebar dengan nakal.
"Aku bisa..." kata Ameera lagi tapi Alex memotongnya.
"Tidak boleh! Dia sangat mencintai kamu tidak seperti aku. Aku memang hampir tertarik dengan kamu tapi bukan karena hati tapi hanya tubuh kamu saja. Tidak mau kan? Yang ada di hatiku hanya dia. Jangan banyak berharap dan jangan memancing," kata Alex membuat Ameera menarik diri. Alex tahu kalau Ameera bisa sangat agresif untuk mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan dan gelagatnya sih Ameera ingin menargetkan mendapatkan ciuman bibir Alex.
"Aku akan melupakan kamu kalau kamu berikan kecupan dari bibir kamu," kata Ameera dengan membujuk rayu.
Alex menggeleng dengan kuat. "No. This lips only for my woman future, I will never give it for another woman. Sorry. ( Tidak. Bibir ini hanya untuk istri, aku tidak akan pernah memberikannya untuk wanita lain. Maaf),"
Ameera seakan - akan terpukul batu besar, dia saja tubuhnya sudah diberikan pada Ojon masa mau bibir Alex juga? Apalagi dia juga merasa Alex sudah berubah, dulu dia bisa berikan bibir atau tubuhnya untuk wanita mana saja asalkan bisa membuatnya nyaman tapi tentu saja tidak ada. Sekarang, dia semakin jauh dari perilaku hancurnya dulu.
"Yah baiklah anyway, aku berbohong kok," kata Ameera yang meminum wine.
Alex bengong mendengarnya. "Soal?"
"Berita soal wanita Indonesia kamu sudah lama tidak ada lagi. Kamu sempat lupa ya? Karena terlalu tenggelam dengan membuat strategi agar hubungan palsu kita tidak ketahuan," kata Ameera sambil tertawa.
"Serius!? Kenapa..." kata Alex dia tidak menyangka Ameera akan berbuat seperti itu.
"Aku tertarik lagi sama kamu tapi nyatanya kamu menolak aku. Kali ini kamu jangan sampai nakal lagi ya, sepertinya dia sangat istimewa bagi kamu," kata Ameera.
__ADS_1
Alex tersenyum. "Ya ampun Ameera! Kamu membuat aku ketakutan!" Kata Alex mengelus dadanya.
Ameera tertawa keras melihatnya meskipun tidak bisa memiliki hati Alex, setidaknya dia berhasil membuatnya panik. "Hahahaha I gotcha you ( aku mendapatkannya atau Kena deh ),"
"Iya, dia sangat istimewa meskipun tidak peka soal yang aku rasa untuknya," kata Alex menghela nafas.
"Hah? Kok bisa?" Tanya Ameera bingung. Tidak peka? Baginya itu sangat aneh karena semua wanita yang berada di sekitar Alex kebanyakan lebih agresif dan malah Alex yang kewalahan.
"Begitulah, lagipula aku tahu," kata Alex dengan tatapan nakal ke arah bagian sesuatu dari Ameera. Memang agak mesum dia ituππ.
"Apa?" Tanya Ameera yang merasa aneh dengan tatapan Alex.
"Kamu sudah menyerahkan semuanya kepada Ojon kan?" Tanya Alex dengan menyengir. Ada yang berubah hanya Alex yang menyadari.
Ameera kaget lalu memukul keras Alex ke bahunya dengan cukup keras. "BAGAIMANA KAMU BISA TAHU!?"
"Bentuk tubuh kamu ada yang berubah. Memang kita berdua sama nakalnya tapi kamu tidak akan sampai melakukan itu dengan lelaki manapun. Tapi tampaknya Ojon memang tipe kamu ya," Kata Alex tertawa senang kalau tebakannya tahu.
Wajah Ameera memerah memang hanya Ojon yang bisa menariknya semakin agresif. Meski kulitnya hitam tapi pesonanya apalagi tubuhnya yang kekar menampakkan roti sobeknya yang besar membuat dia mabuk kepayang pada awal jumpa. Dia pernah memperhatikan Ojon yang habis olahraga, keringatnya membuat Ameera tidak tahan ingin menyapu untuknya dan memang itu yang dia lakukan. Berkenalan meminta nomor teleponnya membuat Ojon salah tingkah. Sampai akhirnya terpikat karena Ameera rajin datang ke tempatnya dan... begitulah sampai akhirnya Ojon meminta cium, diberikan yang lebih. Awal tentu saja Ojon hanya meminta ciuman yang diberikan lebih tapi semenjak lalu...
Alex menggeleng lalu dia membuka ponsel lalu memencet galerinya dan memberikannya pada Ameera. Kini Ameera tahu kenapa Alex sangat menjaga dirinya dan mengorbankan segala miliknya hanya untuk satu wanita yang sangat berharga.
"Dia masih perawan?" Tanya Ameera yang masih terkejut tidak menyangka kalau pilihan Alex jatuh pada wanita berjilbab.
"Yups!" Alex tertawa itu juga yang membuatnya yakin pada pilihannya.
"U LIE!" Teriak Ameera tapi mungkin kali ini memang iya. Alex tergila - gila padanya yang berjilbab, cantik juga, terjaga dengan segala lingkungan yang jelek. Kelakuannya juga pasti berbeda dengan para Miss dalam keluarga besarnya Alex.
"Hahaha aku serius! Dia sangat terjaga dia tidak suka pacaran jadi memang jauh dari kebiasaan kita semua. Kenapa laa?" Tanya Alex yang memandangi Ameera nampak terkejut.
"Not fair. Kamu anak nakal sedangkan dia... masa sih?" Tanya Ameera.
__ADS_1
"Memang begitu adanya mau bagaimana lagi? Ojon juga perjaka laa," kata Alex membuat Ameera memukul bahunya lagi.
"Kamu tertarik ya dengan fisik dia. Bibirnya masih fresh banget," kata Ameera yang cemburu karena bibir Rita merekah dengan indahnya berbeda dengan miliknya.
"Wahahahahahha itu juga sih tapi yang lebih penting itu Hatinya. Sangat hangat dia tidak pernah menjelekkan kebiasaan atau masa lalu aku yang dulu," kata Alex dengan yakin.
"Sungguh!?" Tanya Ameera kaget. Ada yang bisa menerima Alex yang brengsek pun?
"Sungguh. Memang sih aku ingin sekali memiliki bibirnya, hanya untuk aku saja tapi itu bisa nanti. Sekarang yang terpenting aku harus menaklukkan dirinya yaitu Hatinya. Aku takut dia berikan untuk lelaki lain," kata Alex yang memakan cemilannya.
Ameera memberikan lagi ponsel Alex kepadanya. "Tapi kebanyakan pasti kamu yang berbuat onar kan. Aku yakin kanu banyak menyakiti hati dia,"
Alex terdiam mendengar apa kata Ameera.
"Dan pasti terlalu banyak kesalahpahaman kamu ke dia," tebak Ameera. Menurutnya Alex jarang sekali hampir tidak pernah mendapatkan perempuan yang memang perawan dari awal. Pasti akan banyak tindakan bodohnya sampai sekarang saja terlihat.
"Oh iya kalau begitu mulai besok, kita tidak akan bertemu dan kembali seperti semula. Bagaimana kamu akan bilang pada ibumu?" Tanya Alex mengalihkan topik.
"Gampang. Aku akan bilang aku hamil," kata Ameera yang dengan gampangnya berkata begitu. Tapi memang sih ibunya juga agak ketat sekali. Ibunya yang selalu sibuk menjodohkan Ameera dengan lelaki.
"WHAT!? THAT'S CRAZY! ( APA!? ITU GILA )" Teriak Alex melongo.
"Aku sangat menginginkan Ojon, Alex. Tubuh dia itu... uhhh..." kata Ameera memperagakan bagaimana tubuhnya menarik untuknya.
Alex tertawa tidak ingin melihat liukkan tubuh Ameera yang memperagakannya di depannya. "Aku tahu aku tahu sudah hentikan! Badan dia lebih kekar dari aku,"
"Hahahaha dasar! Ya ya ya," kata Ameera tertawa.
Besoknya hubungan palsu mereka berakhir sesuatu kabar soal Rita terlupakan begitu saja. Dan Ameera membuat heboh dengan mengumumkan bahwa mereka berdua putus secara baik - baik. Media massa sangat menyayangkan keduanya berakhir, Ameera menjelaskan bahwa dia merasa bosan dengan hubungan bersama Alex dan memilih meninggalkan Alex. Dia mengenalkan lelaki lain yang akan terus bersamanya. Memang sih paparoti sudah terbiasa dengan berita soal itu, Ameera terkenal dengan berita berbeda pasangan tapi tetap dengan jenis lelaki.
Alex melihat penampilannya dalam televisi dan mendengarkan komentarnya tanpa banyak protes. Dia juga tentu saja banyak ditanyakan oleh media dan Alex hanya menjawab, "Sudah tidak ada kecocokan." Lalu The End.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Itu untuk kisah mereka ya bukan berarti novel ini selesai. Besok masih Up!