ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
10


__ADS_3

"Oke, aku terima ya tapi tolong jangan ikut campur apalagi kamu mulai mencari tahu soal Alex ke belakangnya. Kalau kamu memang mendukung aku sama dia, ya terus dukung bukan malah berbelok. Kamu dukung pacarnya Alex yang ternyata sepupunya, malu tidak sih kamu aslinya?" Ketik Rita dengan aneh.


Ney diam membacanya, saat tahu hal itu dia sangat malu sekali, sepupu Alex yang sangat cantik. Pantas sih banyak yang salah paham termasuk dia.


"Habis aku lihat mereka cocok sih," balas Ney yang mau dihapus ya sudah tanggung terkirim.


"Kamu tahu kalau sepupunya blokir akun kamu? Pasti tidak tahu kan?" Tanya Rita lagi dalam chatnya.


Ney langsung memeriksa akun PB-nya dan membuka daftar pertemanan. Benar apa kata Rita, sepupu Alex tidak ada dan meski dicari pun, sama sekali nihil.


"Tidak ada dong! Ih, kenapa?" Tanya Ney yang agak lemas.


"Ya iyyalaaah. Saran saja ya ini, jangan sok kenal sok dekat deh hanya karena kamu pernah kenal Alex. Tidak berarti semua teman termasuk keluarganya akan menerima kamu," ketik Rita.


"Ta-tapi kan Rita, aku..." kata Ney berusaha mencari jawaban yang pas tapi tidak ada. Dia hanya bengong menatap daftar akun media sosialnya.


"Apalagi secara terang-terangan ya kamu mendukung dia dengan sepupunya? Sepupunya tahu kamu siapa lho, ada hubungan apa kamu sama Alex, lalu dengan aku. Dia pasti jelas heran kenapa kamu kenal aku tapi kamu dukung dia sama Alex? Kamu itu terlalu percaya diri Ney. Kalaupun aku memang kenal Alex bukan berarti aku bisa add semua orang yang dia kenal," Jelas Rita supaya Ney lebih mengerti.


Masa iya sih hal sepele begini, dia sampai tidak mengerti? Aneh!


"Yaaa aku pikir kamu seperti itu," balas Ney agak manyun bibirnya.


"Ya tidaklah, memalukan! Kecuali ya kalau mereka sendiri yang meminta. Tapi sebatas add saja sih," ketik Rita.


Ney yahh seperti biasanya kepo lagi dan dia membuka akun Rita secara iseng. Memutuskan melihat kebenarannya dan benar jugaaaa apa kata Rita, sepupu Alex menjadi temannya.


Ney manyun merasa kok tidak adil padahal dia sudah mendukung perempuan itu tapi kenapa...


"Kamu add dia?" Tanya Ney.


"Tidak. Sudah ada di sana saja paling juga Alex," kata Rita cuek.


"Alex!?" Tanya Ney kaget. Hah? Hubungan mereka bagaimana sih?


"Dia pakai akun kamu!? Terus kamu biarkan begitu saja? Tidak marah?" Tanya Mey bertubi-tubi.


"Bodoh amatlah asalkan dia tidak acak-acak yang lain atau mengganti nama akun aku," kata Rita datar.


Ney menepuk dahinya sudah sedekat itu hubungan mereka? "Lalu bagaimana kelanjutannya dengan kamu waktu itu datang segerombolan?" Tanya Ney.


"Oh itu aku dan keluarga diundang makan malam. Kelompokku jalan-jalan jadi mereka tidak akan mengganggu. Baik kok ramah sekali keluarganya, Kakaknya banyak cerita soal Alex sampai kebiasaannya suka menggoda perempuan. Duluuuu," terang Rita sambil tertawa mengingat hal itu.


Para guru tentu saja membacanya, mereka juga tahu soal Alex karena melihat sendiri. Stres dan geram sekali nampaknya membaca isi chat dari Ney.


"Kamu bertemu kakaknya Alex? Cantik lhoo kamu tidak minder? Seperti model kan, rambutnya juga wow banget kalau dibandingkan kamu sih bukan apa-apa, Rita," ketik Ney tertawa.


😤😤😤 kelakuannya mulai lagi.


"Ya apalagi sama kamu, jatuh ke dasar banget. Memang super cantik, aku saja sampai bengong melihatnya. Tapi dia senang melihat aku ternyata tidak seperti dugaannya selama ini," balas Rita.


Ney menghentikan tawanya dan bermuka jutek. "Kamu tahu tidak sih kalau kakak perempuannya iyu sangat membenci kamu?" Tanya Ney tertawa kecil.


"Tahu dong," balas Rita. Mau apalagi nih anak ya?

__ADS_1


Ney langsung merubah posisi duduknya. "Oh ya? Lalu kesan dia sama kamu bagaimana? Keluarga mewah super lalu ketemu dengan keluarga kamu yang super biasa, kamu tidak malu?" Tanyanya.


"Mereka ramah, hangat benar-benar keluarga menantu idaman deh. Ibunya juga Bapaknya baik sekali, bapakku mengobrol banyak dengan bahasa Inggris, lalu ibuku dan ibunya Alex menggunakan Sunda. Ya aq sisa ngobrol banyak dengan kakak dan Alex," jelas Rita.


"Kok? Kok beda ya dengan penerawangan aku?" Tanya Ney yang agak bingung.


"Ih, mulai ya penyakit palsu kamu tuh. Apa-apa ramalan, ichhhh kamu tidak malu ya? Islam tapi bergantung pada ramalan hidupnya. Tobaaat sebelum kamu berubah jadi tomat!" Kata Rita tertawa beserta guru lainnya.


Tentu Ney kesal, apa yang dia lihat sudah tentu hasil rekaannya sendiri. Ya dengan maksud supaya Rita bertanya dan tapi yah, boro-boro.


"Eh jadi apa maksudnya sih kata-kata kamu tidak seperti yang mereka pikirkan? Kalian bicara atau chat via media sosial? Kamu serius bertemu sama mereka jangan-jangan hanya halu," kata Ney.


"Astagfirullaaah lu ya Ney. Mata kamu itu bagaimana sih melihat orang? Apa kebalik semua? Jelas-jelas ya sebelum kamu dijemput suami, kan kamu juga lihat jelas siapa saja yang datang ke hotel. Ney Ney, kamu perlu di ruqyah serius dah!" Kata Rita menggelengkan kepalanya.


"Ih, Bu Rita kok teman Ibu aneh sih? Kita saja juga lihat kok penampakan Alex dan keluarga seperti apa," kata Asmi keheranan.


Rita angkat bahu, guru yang lain juga membicarakan soal keanehan yang dikatakan Ney. Bu kepala sekolah mendengarkan cerita para guru.


"Itu tanda dia tidak mau mengakui bahwa yang mendatangi Ibu Rita adalah keluarga dari pihak laki-laki. Dia itu semacam menghindari atau tidak bisa menerima kebenaran, bahwa Bu Rita diterima dengan hangat oleh Alex dan keluarga," jelas Bu kepala sekolah.


"Iri Bu?" Tanya Bu Dian.


"Iya. Dia sulit menerima melihat Bu Rita mungkin di kelilingi orang-orang yang baik, di tambah Bu Rita kenal Alex yang keluarganya di atas awan. Lalu Bu Rita juga bekerja dengan gaji di atas dia jadi memang penuh iri hati. Ini mungkin ya, menurut saya biarkan saja orang seperti itu. Sulit tobat Bu, biarkan saja," saran bu Kepala sekolah.


Ney diam, ya dia memang tidak mau mengakui kalau keluarga yang dia lihat itu adalah Alex. Dia agak sebal melihat tawa Rita bersama mereka, berpikir bila dirinya ada disana akan lebih baik.


"Kalau aku bisa gabung pasti lebih seru ya sayang suami aku malah datang," ketik Ney.


"Syukur suami kamu datang dia tahu kalau kamu menetap, bisa mengganggu. Sudahlah apa sih pentingnya kamu ada atau tidak? Tahu dirilah Ney, jangan jadi pengganggu," balas Rita sebal.


"Ada orang tuaku ya jangan berpikir kamu itu lebih dewa dari orang tua aku. Batasi diri kamu sendiri dengan banyak orang terutama aku," balas Rita menolak.


"Terus apa kata kakaknya Alex? Kalau kamu bicara sama dia, kirim sini screen shotnya," pinta Ney seenaknya.


Rita tahu kebiasaan dia memang begitu. Tapi kali ini semuanya tidak akan pernah sama lagi. Mau dia percaya atau tidak, jelaskan saja.


"Yah mereka pikir aku ini perempuan PALSU pura-pura kalem, pura-pura baik di hadapan mereka SUPAYA diterima. Mirip ya dengan keinginan seseorang mana maksa," kata Rita dengan puas.


Ney diam membacanya antara percaya tidak percaya, dia hanya menganggukkan kepalanya menunggu balasan dari Rita.


"Ternyata mereka suka aku yang apa adanya bukan rekayasa ciptaan seseorang yang ingin aku merubah semuanya dalam waktu instan. Alex kena hukuman dari keluarganya, mereka baca chat aku dulu tuh," balas Rita.


Ney menganga semua chat dia dan Alex dibaca keluarganya? Kalau begitu kemungkinan besar chat dia juga dong? Ney gemetaran kedua tangannya, dia takut keluarga Alex akan melabraknya.


"Nih, aku ada buktinya salah satu perkataan dari keluarga Alex yaitu kakaknya. Kamu mau dengar?" Tanya Rita menatap file yang memang sudah dipersiapkan.


Ney semangat membacanya, dia langsung mengetik. "Mana? Mana?" Tanyanya tidak sabar.


Sekalian kalau ada nomor kakaknya Alex, bisa dia simpan. Yah hitung-hitung bisa dia pakai untuk mengancam Rita atau menyogok informasi yang dia inginkan.


"Kalau beginian pasti kamu semangat ya daripada baca penjelasan ku. Memang kamu tidak ada rasa percaya kan?" Tanya Rita.


"Ya kali saja kamu bohong biar level kamu naik. Benar kan?" Tanya Ney yang membuat para guru ingin banting ponsel.

__ADS_1


"Ponsel sayaaaaa," teriak Rita mengingatkan.


Para guru lupa dan menenangkan diri layaknya meditasi. Rita kemudian mengirimkan rekaman suara yang entah kenapa tampaknya sudah ada perhitungan dari kakak Alex.


"Rita, saya sudah membuat rekaman suara buat kamu. Nanti Kakak yakin teman kamu yang kepo seenaknya itu pasti cari info soal kalian berdua. Nah ini, berikan dia rekaman file yang sudah kakak siapkan ya," kata Kakak cantiknya Alex sambil tersenyum misterius.


"Hah? Ney maksudnya? Memangnya dia akan berusaha hubungi aku, Kak?" Tanya Rita menerima copy rekaman yang disaksikan oleh Alex.


"Iya, siapapun dia pasti akan berusaha menghubungi kamu lagi karena baginya kamu hiburan untuknya. Dan... mencari info soal adik saya ini," kata kakaknya sambil mencubit pipi adiknya yang menangis.


Rita mengangguk dan tertawa melihat Alex kesakitan. Setelah itu memang dia masih memiliki rekaman, dan benar saja Ney menghubunginya.


Ney memperhatikan sesuatu yang seperti dalam proses pengiriman. Dia sangat senang sekali mengetahui akan bisa tahu isi chat karena biasanya Rita selalu salah baca pesan.


Terkirim terlihatlah sebuah rekaman suara dengan cover berbentuk nada lagu.


"Hah? Rekaman?" Tanya Ney bingung tapi dia menyiapkan earphone lalu memasukkan kabelnya ke colokan yang ada pada komputernya. Dia memutar rekaman itu dan mendengar suara jernih sang kakak perempuan Alex.


"*Dear Rita, Kakak membayangkan selama ini kamu adalah perempuan yang tidak tahu malu, matre, dan hanya suka Alex karena status keluarga saja. Kakak mengira kamu punya rencana ingin mengaduk banyak uang adik kakak, makanya kakak sangat benci kamu.


Maaf ya, Kakak senang sekali setelah bertemu ternyata hasilnya diluar ekspektasi! Dasar Alex, dia banyak cerita yang sangat berlawanan! Dia juga jujur sangat malu karena sudah banyak melakukan kesalahan soal kamu.


Jangan cemas kami semua sudah menghukumnya karena dia juga sampai mengajak orang lain untuk ikut merundung. Haahhh dasar bodohnya adikku!


Maafkan adikku yang super bodoh ini ya Rita, dan soal orang-orang yang sudah mengkhianati perasaan tulus kamu sama mereka, maafkan saja karena mereka khilaf. Tinggalkan dan jauhi meski Alex inginnya kalian tetap akrab.


Kalau bagi kamu, mereka sudah keterlaluan jaga jarak saja karena salah satu dari mereka tidak akan bisa berubah. Demi kewarasan hati dan otak, memang lebih baik kamu menjauh dari mereka. Mau blokir juga terserah kamu kalau memang toxic ya*.


Ney hanya membeku di tempat dimana dia duduk, sepertinya insting kakak Alex lebih tajam daripada Alex sendiri. Ney merasakan aura berat yang dia rasakan dan heran kenapa Rita hanya biasa-biasa saja?


Sambil menelan ludah Ney melanjutkan mendengarkan. Rasa penasaran membuat dia melupakan peringatan yang ada di dalamnya. Berharap sang Kakak menginformasikan sesuatu.


"Ada satu yang tidak seperti teman lainnya tapi yah, biar waktu yang menjawab ya. Yang lainnya Kakak juga kurang suka dengan orangnya. Kamu pernah cerita kalau dia orang yang mengaku-aku lebih tahu Alex sedari kecil? Dia itu gila! Ya ampun, sampai mengaku-aku supaya di lirik orang.


Kamu tidak perlu banyak jelaskan Rita, Kakak sudah tahu soal dia. Dan kamu tahu maksud Kakak siapa, Kakak pikir kamu akan patuh sama dia begitu saja tapi ternyata kamu melawan.


Ya Rita, kamu kuat. Jangan tunduk ya tetaplah seperti dirimu yang seperti biasanya. Menurut kakak pribadi kamu itu sudah sangat baik, dia memang tidak menyukai pribadi kamu karena banyak orang yang nyaman. Banyak yang ingin bersama kamu, sedangkan dia kebalikannya.


Kamu dengan teman itu bertolak belakang, kalian tidak ada chemistry yang menyambung. Kakak juga heran kok bisa-bisanya sih kamu mau berteman dengan orang macam itu? Tapi kakak bersyukur kamu sadar mungkin memang harus kamu ya yang kenal adik saya.


Ney berhenti mendengarkan, ada rasa panaaasss dalam hatinya. Apalagi mendengar bahwa Rita menceritakan soal apa katanya dahulu. Soal Ney yang lebih tahu soal Alex dari kecil bagaimana, ya laaah orang dia tahu juga dari Rita. Memang aneh nih makhluk satu.


Setelah istirahat dan menarik nafas, dia melihat masih ada sisa garis sebelum mencapai akhir rekaman dan dia dengarkan lagi sambil berdiri.


"Rita, jangan ubah ya kepribadianmu, jangan didengarkan omongan orang mereka begitu karena iri hati, kamu berhak bahagia dengan siapapun. Perempuan yang iri secara frontal sama kamu, biarkan saja. Dia tidak akan berubah tapi maafkan sikapnya karena selama dia kenal kamu, sebenarnya sangat iri.


Saya tahu dia pasti akan berusaha menjauhkan kamu dari adik Kakak. Dengan alih demi kebaikan kamu, tapi Kakak yakin kamu sudah tahu kan niatnya. Saya tahu Alex tipe semua perempuan, kamu sudah lihat dia juga kan.


Badan besar layak beruang, otot, tegap, dan hensem tapi seperti apapun adik saya, kamu sama sekali tidak berkedip terpesona bahkan tertawa mendengar kekonyolannya. Kamu suka Alex bukan dari fisik tapi hati dia kan? Kakak bersyukur kamulah yang terpilih."


Ney menghembuskan nafasnya, sebal harus mendengarkan sesuatu yang tidak dia sukai. Soal tampannya Alex memang bukan tipu-tipu, dia pun ada sedikitnya jatuh hati pada sosok Tuan Muda. Tapi dia pun tahu mata Alex hanya tertuju pada Rita, perempuan super lemot dan bodoh.


Ney merasa sesak mengingat semuanya, dia sedikitnya benar-benar menyesal. Apalagi Arnila selalu memperingatkannya untuk tidak selalu ingin tahu urusan orang. Mau Alex kaya, atau Rita tidak membalas kebaikannya, ikhlaskan.

__ADS_1


Ney tidak bisa begitu, dia ingin Rita mengakuinya sebagai teman lebih yang sangat penting dalam hidupnya. Tapi tidak bisa dalam hati Rita sudah ada 3 teman sangat dekat yang lebih dulu dia tempatkan di sampingnya. Dan salah satunya bukan Ney.


Bersambung ...


__ADS_2