
Happy Reading.
Joice mengerjab kan matanya, tiba-tiba dia langsung bangun karena merasakan tubuhnya begitu sakit.
"Hai, kamu sudah bangun?" Joice menoleh dan melihat Dion duduk di sofa samping.
Joice terkejut karena ternyata dia sudah tertidur di ruangan Dion. "Maaf gue ketiduran," ucap Joice merapikan rambutnya.
"Apa kamu begitu kelelahan hingga kamu bisa langsung tertidur begitu saja?"
Joice memang sangat kelelahan, seharian kemarin dia melakukan beberapa interview di beberapa perusahaan.
Sampai saat malam hari dia masih mengerjakan proyek ilegal yang diambilnya karena membutuhkan uang.
"Dion, sebaiknya gue pulang dulu," Joice mengambil tasnya dan memasukkan berkas-berkas di dalam tas.
"Apa kamu masih ingin bekerja untuk orang lain tetapi pekerjaan itu bukan hal yang baik? Joice aku udah menyarankan agar kamu menggunakan keahlianmu pada orang yang tepat bukan kepada jaringan hitam yang kapanpun bisa saja membawamu ke dalam masalah yang besar!" ucap Dion sedikit meninggikan suaranya.
"Gue tahu apa yang gue lakuin ini salah, tapi gue butuh uang dari hasil kerja keras gue sendiri bukan uang dari elo, jadi please bantu gue bisa dapat pekerjaan yang tepat, agar gue bisa keluar dari bisnis ilegal itu!!" jawab Joice datar.
Wanita itu langsung keluar dari ruangan Dion dengan tergesa.
"Joice!! Sial!!" Dion meninju angin karena saking kesalnya.
Sejak dulu wanita itu memang tidak bisa diberitahu, keahliannya dalam bidang hacker selalu menyangkut nyawa seseorang yang juga nyawanya sendiri. Dion ingin kalau Joice berhenti untuk melakukan hal-hal tersebut.
*****
Fara keluar dari dalam mobil kemudian berlari menuju teras rumah karena hujan tiba-tiba turun dengan sangat lebat. Keill hanya bisa menghela nafas, melihat tingkah istrinya yang saat ini sedang cemburu padanya.
Keill bertanya-tanya, apakah tadi Fara sempat masuk ke rumah sakit dan mencarinya, lalu tanpa sengaja Fara melihat dia sedang berbincang dengan Sintia.
"Ya Allah, istriku benar-benar sudah salah paham!" gumam Keill.
Pria itu bergegas keluar dari dalam mobil kemudian berlari masuk ke dalam rumah untuk menyusul istrinya.
"Loh, Keill! Kok kamu juga ada di sini,, Fara baru naik ke lantai dua, memang nya apa yang terjadi?" tanya Mama Rara.
"Nanti Keill jelaskan Ma, sekarang Keill mau mandi dulu, ini basah bajunya," jawab Keill kemudian langsung naik ke lantai atas.
__ADS_1
Mama Rara hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku anak dan menantunya yang tiba-tiba saja pulang ke rumah padahal mereka sedang bulan madu di Bali dan masih ada waktu 4 hari lagi.
"Apa mereka sedang bertengkar, kok kelihatannya Fara marah? Ck, sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?" Mama Rara bersidekap, menggelengkan kepalanya lagi, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya. Mama Rara kan jadi kepo.
Di dalam kamar, Fara sudah membersihkan diri dan bersiap untuk keluar, tapi entah kenapa dia merasa belum siap menghadapi suaminya.
Apa Fara sudah keterlaluan karena mendiamkan suaminya sejak kepulangan mereka dari rumah sakit.
Sebenarnya Fara tidak bermaksud mendiamkan keill, tapi entah kenapa setelah melihat suaminya yang ditunggu sejak tadi malah asik berbincang dengan seorang wanita yang sangat cantik membuatnya begitu cemburu.
"Sebaiknya aku minta maaf sama Mas Keill, di sini aku juga yang salah, seharusnya kan aku bertanya dulu sebelum marah-marah nggak jelas kayak gini," gumam wanita itu.
Sedangkan di luar Keill mondar-mandir di depan kamar mandi, menunggu sang istri yang sejak tadi belum keluar-keluar.
Pria itu sungguh takut jika Fara salah paham dan marah kepadanya, dia juga merasa bersalah kenapa tadi dia meladeni seniornya yang sepertinya memang sengaja ingin mengajaknya berbincang-bincang.
"Arrggh! Bagaimana ini! apa yang harus kulakukan?" Keill menarik rambutnya ke belakang dengan frustrasi, terlihat dari wajahnya yang sangat gelisah menunggu Fara keluar dari dalam kamar mandi.
"Sial, aku belum pernah menghadapi wanita yang cemburu!"
Jujur, Keill memang tidak pernah terlalu peduli dengan wanita yang berada di sekitarnya dulu. Mungkin memang hanya Lidia yang pernah dekat dengannya. Dia sama sekali tidak tahu bagaimana cara menghadapi istrinya yang ngambek dan marah karena cemburu.
Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah sosok sang istri yang sudah berganti pakaian menggunakan baju berbahan katun panjang dan juga celana yang senada.
Detak jantung kedua sejoli itu berdegup sangat kencang, dua-duanya takut untuk mulai pembicaraan.
Fara menunduk karena merasa malu dengan sikapnya, sedangkan Keill merasa sangat bersalah karena telah mengizinkan dirinya mengobrol dengan wanita lain sedangkan sang istri sudah menunggunya di parkiran.
Hening untuk beberapa saat sebelum akhirnya Fara dan Keill berusaha untuk berbicara agar kesalahpahaman itu tidak semakin larut.
"Mas!"
"Sayang!"
Ucap keduanya bersamaan, hingga membuat keduanya reflek tersenyum.
"Maaf!"
"Maaf."
__ADS_1
Dan lagi keduanya mengucapkan kata maaf bersamaan.
Keill melangkah maju ke depan menatap sang istri yang saat ini tengah menunduk karena menahan rasa malu.
Sebagai lelaki dia harus lebih dahulu berbicara, "sayang, maafkan Mas ya? Mas salah dan mas ingin meluruskan kesalah pahaman yang terjadi di antara kita," Keill memegang dagu istrinya untuk mengarahkan wajah itu ke arahnya.
"Aku yang seharusnya minta maaf Mas, tadi sempat marah-marah dan juga mendiamkan kamu, padahal seharusnya aku bisa bertanya lebih dahulu dan menunggu penjelasan mu" ucap Fara menatap lekat kedua mata suaminya dengan seksama.
"Ya kita sama-sama salah, aku salah karena kurang tegas dengan wanita lain yang ingin mengobrol denganku dan kamu salah karena kamu tidak mau menerima penjelasanku," Keill mengecup bibir Fara sekilas.
"Aku tidak mau di kemudian hari terjadi kesalahpahaman yang seperti ini, kita harus lebih banyak komunikasi dan saling mendengarkan penjelasan apabila salah satu dari kita terlihat melakukan kesalahan," ujar Keill.
"Iya Mas, dalam hubungan rumah tangga memang harus dibangun dengan pondasi yang kuat agar kita tidak goyah bagaimanapun angin menerpa," Fara mengambil tangan kanan suaminya dan mengecup punggungnya.
"Fara minta maaf Mas, terlalu mudah cemburu hanya karena Mas berbicara kepada wanita lain, mulai sekarang kita harus belajar bisa memahami situasi dan kondisi dan Fara juga harus bisa menahan diri agar tidak langsung cemburu begitu saja," ucap Fara panjang lebar.
"Iya sayang, Mas juga minta maaf ya, sebaiknya kita harus segera mengadakan resepsi pernikahan agar semua orang tahu kalau kita sudah menikah, kamu bukan single dan aku juga tidak sendiri lagi." Keill memagut bibir Fara sambil memeluk pinggangnya.
Sepertinya Keill harus segera memberitahukan kepada isi dunia bahwa dia sudah menikah dan memiliki seorang istri yang sangat cantik dan juga pintar.
Bersambung.
Hai akak reader semuanya 🥰 aku ada rekomendasi karya keren dari temen ku
Dendam Cinta
Author: Lena Laiha
Shena Aulia Raina, seorang istri yang diceraikan oleh suaminya setelah seluruh harta kekayaan dikuasai oleh sang suami. Shena bersama putri satu-satunya diusir dari rumahnya sendiri.
Shena mencoba untuk ikhlas, namun karena Devan tidak membiayai pengobatan putrinya yang sakit, akhirnya putrinya meninggal dunia.
Shena yang sudah mengikhlaskan semuanya berubah menjadi benci dan ingin membalas dendam kepada Devan atas perlakuan Devan terhadapnya.
Shena mulai merubah penampilannya dan berusaha memikat Devan agar tertarik lagi kepadanya.
Apakah Shena akan berhasil membalas dendam?
__ADS_1
Ataukah Shena berubah menjadi jatuh cinta lagi kepada Devan setelah berhasil mendapatkan Devan kembali?