
Malam hari menjelang Alex pun terbangun dengan keadaan yang menyegarkan. Dia seperti biasa memeriksa ponselnya tapi tidak ada chat apapun yang masuk. Tampaknya Rita sedang makan malam, kemudian dia turun ke bawah dan melihat ibu dan ayahnya membawa banyak makanan. Mereka makan bersama sambil sesekali bercanda, ayahnya membicarakan mengenai pertandingan lalu memberikan hadiah dari oleh - oleh teman ayahnya.
Ibunya kemudian membicarakan soal Ameera dan Alex terdiam sambil membuka hadiah itu. "There's nothing wrong with you trying again with Ameera. Yes? ( Tak ada salahnya kamu coba lagi dengan Ameera. Mom suka sekali sama dia. Ya?) "
Ayahnya terdiam memandangi putranya. Alex lalu menghela nafas, "Mom, I'm going out with Ameera but then please don't bother me anymore ( Mom, aku akan pacaran dengan Ameera tapi selanjutnya tolong jangan ganggu aku lagi )," kata Alex yang beranjak pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
Ibunya terdiam dan ayahnya menuju kamarnya, "If you fail, don't blame it again. You are too pushy ( Kalau nanti gagal jangan salahkan lagi. Kamu yang terlalu memaksa )," kata suaminya.
Ibunya beranjak pergi lalu mengabari sahabatnya itu kalau Alex setuju dengan penjodohan mereka dan tentunya ibunya Ameera kegirangan senang mendapati kabar gembira itu.
"Kalian akan memulai hubungan. Cobalah saja dulu sebelum Ojon melamar kamu nanti siapa tahu ternyata Alex takdir kamu bukan si Ojon itu." Kata ibunya lalu pergi menuju kamarnya dengan senang sekali.
Ameera menghela nafas, saat itu Ojon mengatakan kepada dirinya untuk menunggu selama 3 bulan, setelahnya dia akan datang bersama kedua orang tuanya. Ojon percaya penuh kepadanya kalau Ameera tidak akan mengkhianati perasaannya.
"3 bulan apakah hatiku akan masih tetap sama kamu ataukah dengan Alex?" Tanyanya dalam dirinya sendiri. Bisa saja selama 3 bulan itu hatinya bimbang tapi segera dia menggelengkan kepalanya dengan keras. "Tidak! Aku tetap memilih Ojon! Ini adalah misi untuk menghapus berita itu. Tapi dia penasaran juga sih siapa perempuan beruntung yang bisa menaklukan hati kuda liar ini?"
Lagipula Ojon adalah pria idealis kesukaan Ameera, tubuh berotot dan kulit warna cokelat terbakarnya membuat hasratnya menginginkan Ojon lebih dari sekedar pacar.
Tentulah Ameera kebalikan dari Alex untungnya Ojon masih mampu menahan hasratnya pada Ameera, mereka bertemu saat Ojon berjalan - jalan ke Malaysia. Lalu tidak sengaja mereka saling berpandangan dan yah jadi deh. Ojon menetap di Malaysia selama 2 minggu, sejak mulai pacaran Ameera memang agresif. Mereka berkissing sambil Ameera berusaha membuka kemeja yang Ojon kenakan.
"Jangan sayang," kata Ojon yang masih melahap bibir dan lidah Ameera.
Tapi Ameera membukanya dan terlihatlah kondisi roti sobek milik Ojon yang membuatnya bisa menggerayangi badannya. Ojon menahan serangan agresif Ameera sambil ******* keras bibirnya. Ameera tentu saja menikmati itu lalu melepaskan kiss Ojon dengan seenaknya.
"Aku mau ini," kata Ameera menunjuk ke roti sobeknya Ojon.
"Jangan, sayang. Nanti saja ya," kata Ojon yang tidak bisa menghindari perutnya yang sekarang terbuka. Mereka lakukan itu di kamar Ameera, kedua orang tuanya sering sibuk karena urusan arisan.
"Sebentar. Sedikit saja ya," katanya lalu merosot ke arah perutnya lalu disedot dan digigit dengan nikmati. Ojon pun hanya bisa menahan rasanya yang sedikit memuncak.
"Ahhh! Sayang," kata Ojon memang kepala Ameera dengan lembut. Lalu Ameera menghentikannya, dan puas dengan noda yang dia buat di perut Ojon.
"Ini hadiah dariku ya, say," kata Ameera dengan suara manjanya. Ojon melihat tanda merah ada 3 dia suka dengan kegiatan Ameera tapi tetap saja dia tidak mau sampai membuat Ameera hamil di luar nikah.
__ADS_1
"Kamu berani sekali sih berbuat begini," kata Ojon mengecup bibirnya sekali lalu mengancingkan lagi kemejanya. Ameera lalu bertingkah lebih manja dia rebahan di kasurnya, Ojon didepannya berdiri merapihkan bajunya. Ameera melonggarkan tali di bajunya dan terlihatlah bra yang ada di balik bajunya berwarna putih. Buah dadanya memang bulat membuncit, Ojon yang melihatnya segera saja mengerti maksudnya.
"Yuk," ajak Ameera meraih tangan kekar Ojon ke memasukkannya ke dalam bajunya.
"Kamu yakin?" Tanya Ojon yang kepalanya hampir mengenai buah dadanya itu. Tampak menggiurkan sekali, nafas Ojon memburu apalagi tangannya kini memegang halus tubuh Ameera.
"Bebas. Aku ingin merasakan kekarnya tangan kamu, sentuh aku lebih banyak," kata Ameera yang mulai menggeliat manja.
Tentulah Ojon masih bisa menahan tapi setengah setelahnya dia mulai menggerayangi tubuh Ameera yang lembut dan seksi juga. Apalagi manjanya Ameera membuatnya mulai menyentuh semua bagian sampai Ameera mengerang apalagi kini Ojon memegangi buah dadanya dan memainkannya lalu mengecup dan membuat tanda yang membuat Ameera kesakitan.
"AAAAA!" Teriak Ameera. Mulut Ojon mengulum satu buah dadanya dengan agresif. Meskipun kesakitan tapi Ameera menikmatinya. Ameera bisa melihat lidah Ojon yang keluar dan menjilati buahnya secara otomatis Ameera bergerak dengan manja membuat Ojon secara refleks, tangan Ojon masuk meremas pantat Ameera.
Tenang saja Pisang Ojon masih bisa dikendalikan kedatangannya. Dia hanya ingin membuat Ameera puas dan dia juga puas mencicipi tubuh Ameera. Ameera memegang kasurnya menahan remasan tangan kekar Ojon. Sesudahnya, Ojon melepaskan buah dadanya dan melihat tandanya lebih besar daripada yang dibuat Ameera di perutnya. Tangannya masih menggenggam pantat Ameera dia melihat Ameera menikmatinya. "Enak?"
Ameera mengangguk sambil memegang dadanya dan menggerakkannya membuat Ojon menjangkau buah satunya lagi. Ojon menghisapnya lembut agar Ameera tidak kesakitan, Ameera memeluk kepala Ojon. "Lebih dalam seperti tadi juga tidak apa - apa," kata Ameera.
Ojon melepaskan buah dadanya dan melihat keduanya masih nampak enak lalu Ojon melepaskan bawahnya Ameera dan meremas buah dada Ameera. Badannya menggencang hebat sambil memegang kedua tangan Ojon. "Sudah sayang," kata Ameera.
Ojon melepaskannya, hasratnya sedikit puas bisa memegang buahnya. Saat ojon tengah bernafas dengan mengusap kepala dan rambutnya, Ameera bergerak manja ke arah resleting celana Ojon. Dia membukanya dengan senyuman, Ojon merasakannya hanya mendiamkannya.
"Boleh ya," kata Ameera yang duduk melihat ke atas arah Ojon. Dirinya sudah membuka resleting celana panjang Ojon dan memperlihatkan celana berwarna putih dengan Pisang di dalamnya. Tangan Ameera masuk ke dalamnya, Ojon dapat merasakannya lalu sebelum mencapai puncaknya, Ojon menghentikan tangan Ameera.
"Jangan, sayang. Itu paling istimewa untuk kamu saat menjadi istriku. Sabar ya," kata Ojon. Ameera kecewa tapi namanya bukan Ameera kalau tidak ada cara lain untuk merasakannya.
"Kalau begitu..." Kata Ameera dengan liat. Memang tangannya tidak jadi masuk, dia sudah berhasil membuka celana Ojon resleting dan ikat pinggangnya lalu mulai masuk dengan mulutnya yang menggigit Pisangnya yang dibungkus dengan celananya.
"AAAAAH!!" Teriak Ojon tidak menduga. Pisangnya terasa digigit lembut oleh Ameera. Dia melihat Ameera menikmati itu kedua tangannya memegang kedua kaki Ojon untuk terbuka. "AMEERA!!"
Ameera menghentikan kegiatannya dan melihat Ojon yang tampak semakin gagah. Ameera lalu rebahan di kasurnya melihat Ojon yang memeriksa pisangnya. Kini itu membesar dan meminta pertanggung jawaban. "Kamu ya..." katanya.
Tapi terhenti setelah merasakan kaki kanan Ameera masuk ke dalam celananya dan bergerak keluar masuk. Ojon menahan tapi menikmatinya lalu memegang kaki Ameera dan membiarkannya mendesak miliknya. Dia mengeluh nikmat toh miliknya sekarang mulai keluar dari persembunyiannya.
"Enak ya..." kata Ameera lalu menghentikannya. Dan membuat ojon istirahat.
__ADS_1
Jadi Ameera adalah sosok perempuan yang... kebalikannya dari lelaki. Dia sangat suka melakukan yang ekstrim pada lelaki termasuk Ojon. Ojon kemudian rebahan di kasur Ameera dia kelelahan amat sangat, kelakuan Ameera memang begitu dan sangat suka kegiatan S. Saat Ojon rebahan dia minum air sampai habis, gerakan otot lehernya membuat Ameera semakin menjadi. Setelah habis, Ojon rebahan lagi tahu - tahu Ameera sudah di atasnya.
"Kurang?" Tanya Ojon. Dia melihat Ameera seperti tokoh komik yang sangat manja. Lalu Ameera membuka bajunya dan memperlihatkan bra yang modelnya berbeda. Branya tembus pandang tapi berupa kain yang tipis memperlihatkan putingnya yang pink dan subur. Lalu ****** ******** pun sama memperlihatkan bagiannya yang bawah.
"Sayang," katanya sambil memegang buahnya yang subur itu. Ojon hanya diam melihat buahnya yang ranum itu. "Ada yang mau keluar." Katanya.
Ojon lalu menghisapnya sambil rebahan rasanya enak apalagi Ameera memasukkan buahnya ke dalam mulut Ojon. Dia menahan desakan hisapan Ojon sambil mengecup dahi Ojon. Kedua tangan ojon memegang pantat Ameera keduanya menikmati saat - saat mesra mereka. Sesekali Ameera mengerang saat Ojon mulai keras menghisap tapi bersamaan remasan nya yang membuatnya nyaman.
"Sudah sayang, satu lagi ya," kata Ameera tapi sebelumnya mereka berkiss dahulu sampai Ojon membalikkan Ameera dengan liar. Setelah Ojon puas, Ameera mendorong lagi membuatnya berada di atas Ojon dan memasukkan buahnya ke mulut Ojon lalu mulai menghisap.
Setelahnya, mereka mandi Ojon di kamar tamu, Ameera di kamar mandinya. Dan keluar lalu berganti baju bersama. Ojon melihat seluruh tubuh Ameera dan masih ingin menikmatinya lebih lama, lebih dalam sampai Ameera merasa kesakitan. Tapi Ojon harus tahan sampai menikah. Dia kemudian memeluk Ameera yang masih telanjang. Dan mengecup lehernya.
"Mau lagi?" Tanya Ameera yang tidak keberatan. Ojon masih mengecup manja tubuh Ameera bagian belakang. Tangannya perlahan menuju depan milik Ameera. Lalu berbelok dan memegang salah satu kaki Ameera.
Setelahnya Ameera berbaring tapi menunjukkan tubuh belakangnya di kasur. Ojon kemudian membuka baju dan celananya, Ameera bersiap. Ojon menungganginya dari belakang lalu membuka kedua kaki Ameera, ada sedikit kegelisahan. Kedua tangannya ditahan oleh Ojon. Badannya menempel pada punggung Ameera. "Aku masuk sedikit ya agar kamu tahu bagaimana seseriusnya aku sama kamu," bisik Ojon pada Ameera.
"iya." Kata Ameera pelan. Ini yang diinginkan oleh Ameera tapi kok jadi ragu ya? Tapi sudah terlambat Ojon mulai membuat Ameera menahan kedua tangannya. Dan....
Ojon bergerak naik turun dengan pelan lalu cepat. Lalu membalikkan setengah Ameera dan mulailah yang dimaksud dengannya.
"AAAhhhhh hah hah... aaaahhh.." kata Ameera yang keluar dari mulutnya. Saat kakinya akan turun lemas, Ojon menariknya lagi dan memasukkannya lagi dengan sedikit dorongan. "Aaaaaaaaaahhh!!!"
Ojon mendengar teriakannya lalu bertahan memasukkannya setengah lagi. "Aku...ahhh... serius sama kamu...uggghhh...tahan sayang sedikiit lagi. Buka! Ughhh... Setengahnya saja," kata Ojon meminta.
Ameera lalu membuka pelan dan sesuatu punya Ojon masuk ke dalam miliknya. Sakit sedikit. "Hmmmm."
Beberapa menit selesai juga kegiatan mereka. Ojon dan Ameera keduanya berpelukan. "Sakit ya? Maaf ya kamu berbuat begitu takut aku pergi?" Tanya Ojon.
"Iya. Jadi aku sedikit ekstrim sama kamu. Kamu seksi badannya aku takut banyak yang kamu terima. Jadi..." kata Ameera dengan butiran air mata jatuh. Lalu Ojon mengecup bibirnya dan mereka terhanyut lagi.
"Kamu harus bersyukur aku tidak mulai membuat kamu hamil. Karena aku ingin menikmati kamu nanti saat kita menikah. Kalau kamu hamil bilang ya, aku tidak akan pergi," katanya dengan rasa sayang sekali dan menghapus air mata Ameera.
Hamil? Ya kalau dia hamil, dia sudah siap. Ojon memberikan 3 kartu berisi uang untuk berjaga - jaga. Lalu berciuman lagi dengan liar dan lama, Ameera sangat disayanginya dia tidak akan tahan bila ada lelaki lain bersamanya termasuk Alex.
__ADS_1
Begitulah kisah Ameera dan Ojon..
BERSAMBUNG ...