ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(289)


__ADS_3

Karena memang seperti itu kejadiannya, Rita pun tidak mempermasalahkan lagi. Hari ini dia sudah keluar dari tempat mengajarnya itu dan melihat raut wajah Bu Kepsek jadi membuatnya merasa tidak enak, mungkin beliau ingin meningkatkan level sekolahnya.


"Lalu dia chat apa lagi?" Tanya Rita pada Alex. Biasanya Alex cepat membalas tapi saat itu Rita menunggu pun tidak ada balasannya.


'Hmmm mungkin dia lagi sibuk ya.' Pikirnya, setelah itu Rita pun pulang ke rumah meskipun adiknya heran kenapa jam 11 sudah pulang.


"Aku dipecat karena sudah ada guru yang baru yang punya banyak kemampuan, Pri. Terus sekarang mulai mau pakai sistem Muroja'ah ya sudah keluar deh," kata Rita yang rebahan di kasur.


"HAH!? Jadi tidak lulus?" Tanya Prita melihat kakaknya yang mulai berbaring.


"Ya begitulah," kata Rita lagi.


Seperginya Prita, Rita memeriksa ponselnya namun Alex masih juga tidak membalasnya. Lalu dia berpindah ke grup lain dan melihat Arnila sedang mengobrol dengan Ney.


Ney : "Aku sekarang lagi sibuk kuliah nih jadi sepertinya tidak bisa ikut chat lagi,"


Arnila : "Oh.. bagus deh. Lu kok bisa - bisanya bikin ijazah palsu? Kan kita memang belum sampai kelulusan karena memang ada beberapa orang yang kurang,"


Ney : "Ya gue kira bisa kali. Ya gue malu lah cuma sendiri orang yang kurang nilai terus kan skripsi gue ditolak mulu,"


Arnila : "Ya lu juga sih pakai plagiat segala. Waras lu?"


Rita bengong membacanya jadi si Ney beneran plagiat lagi?? Dulu kan pernah juga sampai ketahuan sama pemilik photo copy-an lah sekarang? Gila banget nih orang. Terus bikin ijazah palsu juga!? Rita lalu terus menyimak obrolan mereka.


Ney : "Kan mereka tidak tahu eh ternyata ketahuan juga,"


Arnila : "Gue heran lu kapan sih tobatnya? Tidak ada untungnya lu berlaku curang. Sekarang nama lu ya terpampang di semua mading angkatan lho sebagai peringatan contoh untuk mahasiswi seperti lu. Enak kan jadi terkenal seperti yang lu mau,"


Tidak ada balasan dari Ney sepertinya dia juga menyesal kali ya mengetahui namanya terpampang di seluruh mading jurusan.


Rita : "Wih! Jadi ini yang disebut - sebut sama Alex? Hebat lu Ney mencetak angka popularitas!"


Arnila : "Wah, Rita kemana saja sih? Ada sekitar 4 hari ga chat. Aku kira kamu banned grup ini juga,"


Ney : "Kamu blokir akun PB aku ya. Kenapa sih kalau ada masalah bicara saja!"


Rita : "Halah bicara sama kamu berasa bicara sama lantai. Jadi satu - satunya cara ya aku blokir, kalau aku blokir orang itu sudah jadi pertanda ada masalah harusnya kamu mulai berpikir apa yang menyebabkan kanu di blokir,"


Ney : "Ya aku mana tahu kalau kamu tidak bilang?"


Arnila : "Masalahnya kenapa kamu sengaja mengatakan hal ini ( SS komen Ney di PB ) padahal kamu kan bisa bertanya di sini,"


Ney : "Oh ya.. takutnya kamu tidak akan jawab kalau aku nanya di WA," dia memberi alasan padahal memang sengaja.


Rita : "Aku sudah tahu kamu memang niatnya jahat karena iri kan. 'Kenapa sih Rita bisa dapatkan lelaki yang super tajir apalagi ganteng tidak seperti Dins?' Iya kan.Tenang teman - temanku sudah tahu kamu seperti apa aslinya,"


Ney tidak membalas lagi, dia benar - benar mati kutu membaca apa yang dilakukan temannya Rita. Sangat tidak enak kesannya, mereka tampak sekali tidak mau berhubungan lagi dengannya.


Arnila : "Aku sudah tahu kok, Rita. Dia kan sewaktu kalian mengaji, cerita semuanya,"


Ney kaget dengan yang dikatakan oleh Arnila, dia membeberkan semuanya pada Rita.


Ney : "Lu kenapa kasih tahu Rita!?!?"


Ney menjapri Arnila tapi tidak dibalasnya.


Rita : "Hmmmm... jahat ya Arnila, aku tuh pernah salah apa coba sama dia sampai diperlakukan seperti itu dari awal kenal dia justru karena aku ikhlas ya Terpaksa temenan sama dia, ya Allah sakit deh.Kalau tahu begini akhirnya, dari dulu harusnya aku menolak terima Approve nya akun dia,"


Arnila : "Sabar saja ya, Rita. Setiap apa yang kita lakukan mau baik atau buruk nanti akan selalu ada balasannya. Lalu kenapa Alex bisa tahu masalah Ney?"

__ADS_1


Rita : "Nah aku juga tidak tahu sepertinya dia gentayangan lagi deh kemana - mana,"


Ney membaca chat yang ditulis Rita, dia menghela nafasnya sama sekali tidak menyangka kalau dirinya akhirnya dikatai jahat. Tidak terbayangkan dalam benaknya Rita pun menyebutkan begitu setelah banyak orang yang mengatakan bahwa dirinya sangat jahat. Apalagi setelah tahu kalau sebenarnya Rita juga hanya kasihan saja mau berteman dengannya saat duduk di SMP. Dia juga mengatakan itu pada temannya Rita entah memang itu isi dalam hatinya atau kah hanya kiasan.


Arnila : "Hah!? Serius? Menurutku bahaya lho kalau terlalu sering gentayangan meski bagi dia mudah ya. Kamu bisa Rita?"


Rita : "Tidak bisa tapi aku waktu SMP pernah mimpi aneh sih,"


Ney : "Ih, gila ya tuh orang bisa - bisanya berbagi kesadaran 2 alam,"


Arnila : "Kamu pernah mimpi apa? Kapau sampai ingat sekarang, itu tandanya mimpinya ada sesuatu,"


Disini Arnila curiga dan penasaran, menurut perasaannya Rita bisa melakukan Astral Projection bahkan lebih mudah lagi dari Alex tapi orangnya sendiri malah menganggapnya sebagai mimpi. Apa dia tidak keheranan ya?


Rita : "Mimpi melihat banyak pintu - pintu. Yang pertama pintu angkasa atau antariksa, lalu pintu langit alias pintu Sholat terus yang ketiga pintu - pintu yang berjejer banyak banget! Aku heran itu mimpinya indah banget deh!"


Ney : "Halaah itu hanya mimpi biasa kok tidak ada istimewanya, Arnila! Kok sepertinya kamu penasaran sih,"


Arnila : "Mimpinya baik semua. Itu bukan mimpi biasa,Ney hampir tidak ada orang yang pernah bermimpi detail seperti yang Rita alami. Tapi dia malah tidak sadar kalau mimpinya itu mungkin sambutan dari Allah sendiri,"


Ney : "Gue yakin deh lu pasti mengada - ada kan mau pamer. Gue juga bisa!"


Arnila : "Tidak semua orang bisa, aku tidak mengalami itu, kedua orang tuaku juga padahal skill Gift mereka juga gede. Apalagi lu, tidak mungkin banget deh,"


Ney : "Gue mau bukti! Coba lu kasih lihat ke gue penampakan pintu yang lu lihat!"


Ney tertawa jahat mengetikkan itu pada mereka berdua. Arnila berpikiran ya mana mungkin juga sih bisa dikasih bukti penampakannya, dan dia tahu kalau Ney sebenarnya super duper iri banget dengan kelebihan yang Rita miliki.


Rita : "Bisa. Ada kok bukti penampakan pintunya dan sama dengan yang aku lihat. Sebentar kebetulan karena saking anehnya, sampai aku gugling juga,"


Arnila dan Ney tampak terkejut, Rita punya penampakan fotonya. Bagaimana bisa?


Arnila : "Kok bisa kamu dapat fotonya?"



Arnila : "Subhanallah!! Aslinya? Seperti gambar itu?"


Rita : "Iya, tapi lebih 10 kali lipat lebih indah. Ya susah sih kalau mau bukti, doa saja waktu kamu sholat, diperlihatkan pintu - pintu itu, kalau kamu bisa. Pintu sholat lebih keren lagi lho!"


Ney merasa kepanasan banget ternyata Rita tidak main - main dan dia tidak melihat Rita yang pura - pura. Dia kelabakan banget kalau memang pengalaman Rita ternyata lebih jauh darinya.


Arnila : "WOOOOW lu bisa lihat duluan jadi termotivasi nih!"


Rita : "Aslinya, itu lebih kereeeeen polll! Tapi sholat yang paling diutamakan bukan tahajud, tahajud mah seperti uang recehan lah. Nah sholat wajib seperti uang Rp 100.000 paling tinggi. Iya benar sih Arnila, janji Allah SWT itu tidak main - main,"


Ney : "Kamu mimpi begitu bisa masuk ke pintunya? Jangan - jangan bisa lihat saja hahahaha!"


Rita : "Iya memang aku masuk. Keluar masuk gitu terus aku baru ingat Akhirat kan memang punya banyak pintu ya. Aku masuk keluar semauku hehehehe hanya kalau pintu sholat aku tidak masuk sih belum berani,"


Arnila : "Sadar ya sholatnya masih bolong - bolong?"


Rita : "Hahaha iya meskipun boleh masuk tapi aku tidak mau,"


Arnila : "Hah? Memangnya ada orang lain, Rita?"


Rita : "Ada,"


Arnila dan Ney : "Siapa!?"

__ADS_1


Rita : "Tidak tahu


Arnila kaget begitu pula dengan Ney kalau sampai saat Rita melihat pintu itu lalu ada yang bertanya, mungkin tidak sih kalau itu pemilik pintunya sendiri? Jadi merinding. Dan saat itu juga Alex membaca isi WA mereka dari laptop miliknya. Ya dia memang benar - benar hack semua media sosial Rita termasuk WhatsApp. Alex juga merasa galau dan sedih saat tahu Rita sampai bisa memasuki pintu Akhirat itu. Dia juga takut kehilangan Rita sama seperti yang terjadi pada calonnya dulu. Dia takut saat bisa meraih Rita, saat itu juga dia harus kehilangannya.


Ney : "Manusia?"


Rita : "Iyalah. Dia bertanya 'Kamu bisa masuk,' tapi aku menolak. Aku bilang sholat saya masih belum sempurna, nanti saja kalau sudah sempurna. Seperti ada rasa takut, takut pintunya tidak terbuka,"


Ney tertawa ngakak membacanya. "Ya mana mungkin lah!"


Arnila : "Yang penting kamu jujur dan sadar kalau selama ini masih bolong kan? Daripada yang percaya diri sholat tapi bukan yang wajibnya. Nah kalau ada orang yang malah rajin mengerjakan sunah bagaimana tuh?"


Rita : "Wah, kalau itu sih aku tidak tahu. Aku cuma tahunya itu pintu sholat wajib, sepertinya tidak ada pintu mungkin untuk yang sunah. Lebih baik kerjakan serajinnya cukup sholat wajib juga tidak apa - apa. Kalau sholat sunah kan pahalanya 1, kalau sholat wajib 1000. Menurut kamu lebih baik yang mana?"


Ney terdiam membaca penjelasan Rita, Arnila memang sengaja menyindir Ney karena selama ini mereka berdua juga tahu kalau Ney lebih rajin sholat tahajud.


Ney : "Tapi ya sholat tahajud itu kan paling mujarab lho kalau kita meminta sesuatu langsung dikabulkan. Coba selama ini kalian rajin sholat wajib tapi permintaan tidak pernah dikabulkan ya beda dengan aku,"


Rita : "Kata siapa sholat wajib tidak mujarab? Ya kamu ilmu agamanya cuma sebatas materi sih ya iyalah, yang kamu cari pasti yang bisa langsung mengabulkan tapi kamu pernah tidak menyadari sesuatu kelemahannya sholat tahajud selama ini?"


Ney : "Maksud kamu apa?"


Rita : "Sholat itu kan tiang agama. Kamu tahu sholat yang mana yang jadi penyangga Bumi?"


Ney : ".........."


Rita : "Masa yang mudah ini saja tidak tahu? Itu sholat yang tidak pernah kamu kerjakan. Tahajud itu kan sunah, yang sunah kamu rajin memang sih cepat dikabulkan tapi kamu tidak punya poin untuk tabungan ke Akhirat. Kalau nol, tidak terbayangkan apa lu bisa masuk surganya. Sholat wajib meski kata kamu lamban pengabulan permintaan, ya sabar saja Allah gitu looh mana mungkin berani mengecewakan umatNya sendiri. Allah SWT sendiri malah malu banget kalau tidak bisa mengabulkan apa yang kita minta. Jadi biarkan saja Allah yang atur,"


Arnila : "Iya benar kalau tidak terkabul juga tidak rugi ya. Bisa jadi sumber pahala, meski sholat sunah nol isinya,"


Rita : "Iya. Misal, kamu rajiiiin banget sholat wajib tapi sholat sunah jarang dikerjakan. Jarang banget ya tapi tidak akan rugi, Nil. Justru emas itu penghasilannya, doa tidak terkabul masuknya jadi pahala doa siapa tahunanti malah dikasih Allahnya seabreg. We never know what He will give to positif thinking aja mana mungkin Allah melupakan. Memangnya kita,"


Arnila : "Iya juga hahahaha kita mah manusia biasa kadang suka lupa sampai marah - marah kan tidak boleh ya,"


Ney : "Kalian ngobrolnya seru ya menyindir mulu ke aku. Sepertinya tiap kali aku chat di grup sini kok kalian tidak enak banget ya isinya,"


Rita : "Wooow luar binasa! Bisa mikir ke diri sendirinya seperti itu ya tapi kalau ke aku atau Arnila lu tidak sadar. Hebat betapa egoisnya hidup lu! Kalau tidak suka, ya lu kerjain saja gih materi lu biar aku sama Arnila yang ngobrol. Jadi lu masih saja plagiat ya? Ckckckck aku kira sudah tobat lu!"


Ney kehabisan kata - kata mau dihapus pun sudah keduluan terbaca oleh Rita. Apalagi sampai Alex juga sudah tahu, wah dunia runtuh miliknya. Saat itu dia sedang mengatur jadwal perkuliahan susulannya dan hanya dia sendiri. Disaat yang lain tengah bersenang - senang menantikan hari sidang dan kelulusan, dirinya masih harus mengejar nilai. Apalagi ayahnya mengawasi kesehariannya dia.


Arnila : "Memangnya dia pernah kasih tahu plagiat ke kamu?"


Rita : "Dulu..."


Ney : "Itu sudah tidak penting deh!


Arnila : "Lah dulu? Jangan - jangan awal dia boleh kerjain skripsi? Lu bukannya belum boleh ya?"


Rita : "Dia pernah minta tolong ke aku buat ambilkan skripsinya ke tukang photo copy-an tapi sampai disana, itu tidak dikerjakan sama mereka,"


Arnila : "Kenapa tuh?"


Ney : "Sudah sudah tidak perlu kamu teruskan juga kali Rita!"


Rita : "Ternyata judul dan isinya itu sama banget dengan skripsi adik pemilik tempatnya hanya beda di Namanya saja. Terus begonya juga itu tahunnya sama sekali tidak dia ubah dong HAHAHAHA kan bego banget lu!"


Arnila : ".......... gila memang lu benar deh! Soal Dins juga tidak tahu ya sepertinya lu bukan nikah sama dia deh. Kacau! Terus bagaimana?"


Rita : "Ya ada orangnya dia nangislah mau dilaporin kamu tuh ke polisi tapi aku bilang, tidak usah nanti aku yang kasih tahu. Tadinya aku mau bakar skripsi kamu supaya jadi pelajaran, disobek dong terus dicoret dikasih peringatan ya,"

__ADS_1


Ney teringat setelah itu memang ada dari pihak kampusnya yang memberikan peringatan keras kepadanya. Dan semua orang memandanginya dengan jijik karena sudah beberapa puluh kali Ney memang plagiat karya orang lain. Pintar tapi ko senang plagiat ya? Sia - sia otaknya dikasih kepintaran.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2