ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
Rencana Honeymoon


__ADS_3

Happy Reading.


Suasana pagi di kediaman keluarga Abraham terlihat begitu hangat, Fara merasa sangat bahagia bisa mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari keluarga ini.


Apalagi melihat antusiasme kedua mertuanya yang sedang merasakan masakannya yang menurutnya hanya sederhana, tapi bisa membuat mereka seakan-akan menikmati makanan dari restoran bintang 5.


Terharu? Tentu saja, banyak limpahan kebahagiaan yang Fara dapatkan dari mereka.


Papa Aris dan mama Rara memang sangat menyayanginya, mudah-mudahan kebahagiaan ini akan terus berlangsung hingga mereka menua.


Masih berlanjut dimeja makan.


"Kalian harus segera memiliki anak, tidak usah pake tunda-tunda, kalau bisa yang banyak, tidak seperti Mama, yang hanya bisa punya anak satu," ucap Mama Rara.


Fara sebenarnya tidak enak kalau bertanya dan ingin tahu kenapa Mertuanya itu hanya memiliki satu orang putra.


Karena kebanyakan orang kaya hanya mempunyai anak tunggal atau paling banyak 2. Padahal seandainya saja mereka memiliki anak yang lebih dari 10 pun pasti tetap sangup untuk membesarkan mereka dan membiayai sekolah nya sampai ke jenjang yang lebih tinggi.


"Mama sejak dulu memang sulit untuk mendapatkan anak, tapi setelah menikah dengan Papa Aris, Mama langsung memiliki kamu, Keill. Tapi setelah itu Mama belum diberikan kepercayaan lagi oleh Tuhan untuk memiliki anak lagi," cerita Mama Rara.


Mendengar ucapan mama mertuanya itu berarti sebelum menikah dengan Papa Aris, Mama sudah pernah menikah tapi tidak dikarunia dikaruniai anak.


"Mama, jangan terlalu menuntut mereka untuk segera memiliki anak, biarlah berjalan semestinya, kapan Tuhan akan memberikan mereka rezeki, lebih cepat lebih bagus, ywng penting harus banyak berdoa," ujar Papa Aris.


"Mama dan Papa tenang aja, Keill sama Fara tidak akan menunda untuk memiliki anak, minta doanya ya, lagian kita nikahnya 'kan belum ada sebulan," ucap Keill menyentuh tangan Fara.


"Iya, kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak dan mantu Mama, ya udah kalau gitu Mama sama Papa akan siap-siap ke tempat reunian, kalian nanti dirumah aja 'kan?"


"Iya ma, kita nanti akan habiskan waktu libur untuk istirahat," jawab Fara.


****


"Sayang, apa kamu tidak ingin pergi honeymoon, seperti kebanyakan pasangan pengantin baru," ucap Keill sambil mengelus rambut panjang sang istri.


Saat ini kedua sejoli itu sedang berada di dalam kamar, saling rebahan di atas ranjang setelah sarapan tadi.


"Memangnya sempat kalau kita pergi honeymoon? Pekerjaanmu kan sangat banyak dan pasti kita berdua sama-sama sibuk," jawab Fara.

__ADS_1


Keill menarik istrinya itu ke dalam dekapannya. "Kita 'kan belum mengambil cuti kita setelah menikah, bagaimana kalau kita ambil cuti kita seminggu untuk kita pergi jalan-jalan," ucap Keill.


Fara nampak berpikir, memang sepertinya ide yang bagus, selama bekerja 2 tahun dia Abraham Grup, Fara memang belum pernah mengambil cutinya.


"Tapi kamu nggak banyak pekerjaan 'kan? Takutnya nanti saat kita sedang bersenang-senang tiba-tiba Pak Dion telepon dan menyuruhmu segera pulang karena ada berkas penting harus diperiksa dan ditandatangani," ucap Fara terkekeh.


"Tenang aja sayang, nanti semuanya biar di handle sama Dion, dia udah cukup pintar untuk bisa menggantikan ku, dia sudah cukup lama bekerja sama papa jadi dia sudah sering mendapatkan tugas untuk menggantikan papa waktu dulu," ucap Keill.


"Baiklah, lalu kapan rencana bulan madunya?"


Dion berpikir sejenak, "bagaimana jika lusa, kita pergi ke Bali, tidak usah jauh-jauh, besok kita packing dan lusanya berangkat," ucap Dion.


"Oke, setuju!" Keduanya kemudian saling berciuman mesra.


*****


Berbeda dengan kegiatan pagi Dion dan juga Joice di apartemen Sang wanita


Dion hanya bisa menatap dengan sabar wanita yang sedang fokus di depan layar komputer itu, Joice sedang mendapatkan tugas dari seseorang untuk membobol salah satu situs yang merugikan sebuah perusahaan


Tanya Dion yang sejak tadi hanya diacuhkan.


"Buat kerja sampingan karena sekarang gue tidak terlalu digunakan oleh atasan," Dion mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?"


"Gue mau nyari kerja yang mau gaji gue tinggi, tapi kerja halal, bukan kerja seperti ini," jawab Joice menunjuk layar komputer nya dengan dagu.


Dion merapatkan duduknya pada Joice, tiba-tiba merangkul bahu Joice membuat wanita itu itu langsung menoleh.


"Apa ehmm...!" Dion sudah tidak tahan untuk tidak menyerang bibir mantan kekasihnya itu.


"Gue masih cinta sama lo Joice, please jangan buat gue tersiksa begini, gue nggak sanggup untuk menahan diri lagi," ucap Dion kemudian meneruskan ciumannya.


Joice merasa tidak bisa mengalahkan tenaga Dion saat ini, meskipun dia berusaha untuk membebaskan diri dari pria itu, Joice tahu kalau usahanya akan sia-sia. Lebih baik menerima ciumannya dan membalas setiap apa yang dilakukan oleh pria itu karena Joice sendiri juga masih mencintainya.


Entah bagaimana Dion tiba-tiba sudah menjadi pemimpin permainan mereka saat ini. Pria itu membuat Joice berbaring di atas karpet bulu lembut yang ada di ruang tengah apartemen, dengan dirinya yang mengukung di atasnya dengan posesif.

__ADS_1


Tangan Dion perlahan mencari tangan Joice lalu menggenggamnya seraya membawanya ke samping kepala wanita itu.


Dion pun semakin berani mempermainkan bibir ranum Joice yang juga membalas pagutannya dengan sama aktifnya.


Ketika oksigen semakin menipis Dion melepaskan pagutannya dan mulai membawa bibitn6ya menjelajahi area selain milik Joice.


Dion mencumi dagunya, menurun ke leher Joice yang jenjang hingga membuat wanita itu mendongak untuk memudahkan pergerakan Dion.


Joice tidak menolak sama sekali pergerakan Dion selain mengeratkan genggaman tangannya. Dion semakin terpacu dalam hasratnya dan semakin berani untuk membawa permainan ke arah yang panas dan dalam.


Dion terus membuat tanda cinta di leher Joice, diiringi lenguhan yang semakin keras dari wanita itu yang juga sangat menikmati apa yang mereka lakukan.


Tangan Dion mulai bergerak untuk melepaskan kaos yang dipakai oleh Joice dan juga celana panjangnya.


Kemudian dia meneruskan ciumannya ke seluruh tubuh wanita itu.


Tubuh yang selalu menjadi candunya tanpa bisa mengalihkan terhadap tubuh wanita lain.


Dion yang tubuhnya sudah sama polos nya dengan Joice kembali memanggut bibir wanita itu entah untuk yang ke berapa kalinya, lalu dia pun mulai menyatukan milik mereka di bawah sana.


Joice benar-benar pasrah oleh tindakan pria yang sedang memacu di atas tubuhnya saat ini, karena biar bagaimanapun Joice juga sangat menginginkannya.


Mereka memang sudah terbiasa melakukan hal ini di saat masih menjalin hubungan dulu, bahkan Dion lah yang mengambil keperawanan wanita itu.


Meskipun begitu keduanya tidak pernah melakukan bersama orang lain meskipun mereka telah berpisah lama.


Entah sudah beberapa kalinya Joice mencapai puncak karena Dion, hingga akhirnya Dion pun sampai juga di puncaknya dan menembakkan benihnya tepat ke dalam rahim wanita itu dengan geraman rendah dan lirih.


Keduanya terengah-engah dengan peluh yang membanjiri tubuh mereka, Dion dan Joice saling bersitatap dalam dan intens dengan tatapan yang sama-sama menggambarkan kepuasan dan kebahagiaan


Setelah sekian lama mereka sama-sama menahan diri dan perasaan mereka.


Bersambung.


Ada novel keren banget punya Author Chika Sisi Judulnya Pemandu Hati Pengganti


__ADS_1


__ADS_2