ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
448


__ADS_3

"Wah, semuanya ketebak oleh Ua Mori, kemampuannya pasti lebih hebat dari Koko kenapa bukan Ua saja yang meruqyah ya?" Tanya Rita dalam hati sudah tentu mereka bisa membacanya.


Mereka semua tertawa hanya Koko yang menundukkan kepala. Ua Mori menepuk lembut bahu Koko. "Kamu harus banyak berlatih lagi," kata Ua.


Masih duduk ibunya Ryan berkata sesuatu sambil tadi memegang tangan Rita. "Teteh, teman Teteh yang dua orang itu jangan terlalu dekat ya," katanya.


Rita bengong. Kok bisa tahu? "Kok tahu? Kan aku belum cerita,"


"Tahu dong. Dari mereka berdua sebenarnya ada satu yang chemistry-nya cocok hanya Teteh tidak bisa dekat dengan dia karena ada yang satunya. Nah yang satunya ini, Tabte yakin Teteh pasti tahu siapa orangnya. Dia itu parah sekali, kenapa ya? Aneh pokoknya," kata ibunya Ryan menggelengkan kepala.


"Baru kali ini aku lihat anal yang seperti itu. Kalau jarang sholat sih ya biasa tapi dia tuh terlalu banyak sisi buruknya," kata Bibi yang lain.


"Iya, kalau Teteh dekat sama dia pasti saja dapat masalah. Siapapun yang dekat, yang kenal selalu bawa masalah. Kalau kasarnya mah 'Anak Pembawa Sial,'" kata ibunya Ryan.


"Wuaduh!" Kata Rita keceplosan. "Lalu soal dia merundung saya itu memang perundungan atau kata dia niatnya hanya untuk si jin?" Tanya Rita.


Rita pikir ibunya Ryan akan menjawab nemang niat ke arah itu tapi...


"Iya, da dia mah memang tukang perundung Teh. Bukan hanya ke Teteh saja tapi ke banyak orang, jadi Teteh kalem. Makanya sampai sekarang hidupnya ya tidak naik-naik, tidak ada perubahan. Selalu sendirian. Normalnya orang lain setiap hari, bukan, minggu sampai tahun memiliki teman berbeda atau bertambah teman. Kalau dia ya begitu saja, dia juga tidak punya rasa pertemanan ke siapapun termasuk Teteh," jelas ibunya Ryan.


Rita sangat syok sekali mendengarnya. Ibunya Ryan menyampaikan dengan kalimat yang disayangkan karena Rita terlalu percaya pada Ney. Rita hanya diam ya, dia benar-benar syok tapi memang sudah lama merasa begitu.


"Dia aneh kan ya menganggap Teteh temannya tapi dia merundung. Kalau teman sejati mah tidak seperti itu, saya yakin Teteh sudah tahu. Dia juga tidak suka dengan kehidupan yang Teteh punya," kata Koko menambahkan.


Rita mengangguk. "Iya teman yang Real, tidak mungkin begitu. Sudah tahu dari dulu tapi takut salah. Ingin meninggalkan dia karena muak, tapi takut salah juga," kata Rita.


"Yang seperti itu sih patut ditinggalkan, Teh," kata Tyas agak kesal pada Ney.


"Temannya tuh yang mana lagi sih?" Tanya Wean ke lain. "Kok Teteh teman-temannya aneh sih?" Tanya Wean sambil makan.


"Itu yang di foto tadi. Sebelahnya kan yang toxic lalu sebelahnya ya orang itu. Si Teteh dirundung sama orang yang menganggapnya sahabat. Kan aneh!" Kata Tyas.


"Gila sepertinya," kata Wean.


"Pelakunya bukan hanya mereka berdua ya," kata Ibunya Ryan kita sebut Tante Nanako sajalah ya.


"Si orang luar tuh dari Malaysia. Dia pelopornya. Kalau dia mah harap maklum saja Teh, pengalamannya banyak yang buruk jadi Teteh hadir yang baiknya malah kelewat sama dia. Benar tidak?" Tanya Ua ke tante Nanako.


"Iya. Sebal sekali kan dia seenaknya bilang Sahabat tapi sebenarnya Teteh salah mengucapkan kata ya. Artinya Teteh pikir teman biasa tapi ternyata Sahabat. Buddy kan ya," kata Tante Nanako tertawa.


"Lho, hanya karena salah makna saja?" Tanya Ratih bengong.


"Iya padahal dari Teteh Rita mah maksudnya teman biasa pantesan semuanya jadi kebingungan," kata Tante Nanako masih tertawa.


"Setelah tahu kalau Rita salah makna, dia tetap dengan makna awal. Makanya sekarang jadi mengaku-aku sebagai sahabat. Tidak ada rekomendasi status sih dari Rita nya juga, jadi memang dia inginnya jadi sahabat padahal jauh sekali," kata Ua Mori menambahkan.

__ADS_1


Sekarang mereka mengerti. Toh kalau dilihat juga, aliran mereka sama sekali tidak nyambung.


"Mengaku sebagai sahabat tapi merundung. Kacau otaknya," kata Koko tertawa.


"Dia itu jauh dari kata Teman Teh. Tidak punya keteladanan dalam dirinya. Kalau menikah juga hidup rumah tangganya berantakan niatnya bukan untuk mencari pasangan suami. Kenapa Teteh mau jadi temannya? Padahal sahabat dan teman dekat Teteh menurut tante sudah kualitas tinggi lho," kata tante Nanako.


Rita menghela nafas. "Ya.. kasihan sih Tante dari SMP sampai sekarang dia kerja juga, temannya yang ituuuu terus. Aku kan tidak, sekolah SMP, SMA, sampai kerja ya berbeda. Aku sempat tanya juga sama temannya itu, 'Kenapa hanya kamu saja yang selalu aku lihat.' Begitu," kata Rita.


Mereka semua mendengarkan ada kesan wajah yang simpati karena Rita sering dimanfaatkan oleh Ney.


"Ya karena tidak ada yang tahan pada perilakunya, kebiasaan bahkan mulutnya. Dia itu masalahnya di sini maaf ya, di otaknya ada yang korslet. Keadaan orang tuanya juga jauh dari kata peduli makanya dia ke Teteh bukan sebagai teman tapi musuh. Tidak masalah kok kalau Teteh mau tendang dia jauh, justru itu yang kita inginkan," kata Ua.


"Kalau dari Teteh kenal sampai sekarang, yang Teteh lihat temannya itu-itu saja itu yang harus Teteh waspadai deh," kata Ratih.


"Iya. Kan memang aneh," kata suaminya, Ryan.


"Kok Ua bisa tahu sih soal Malay?" Tanya Rita aneh.


Mereka semua tertawa. "Tahu dooong dia sebenarnya ada hati sama Teteh tapi Teteh kurang peka sih," kata Tante Nanako tertawa.


"Calon nih yeeee," kata Ua dan Tante. Membuat yang lainnya kaget.


"Idih, masa sih? Rumit begitu," kata Rita sebal.


"Tidak untuk apa. Tidak pernah direspon tapi kalau dia punya masalah, Kudddduuuu didengarkan. Kan orang kalau cerita butuh saran atau solusi nah dia malah mengejek lalu bikin hati bete. Jarang!" Kata Rita teringat hal dulu sampai dirinya minggat dari rumahnya dan tidak pernah datang lagi.


Koko mengerti sekarang. "Dia banyak yang mengikuti lho," katanya.


"Hm?? Lelaki? Aku suka aneh dia sering sekali ganti pacar seperti ganti baju," kata Rita mikir.


"Perempuan pecundang Teh. Dia bukan perempuan mahal yang menjaga hal yang berharga. Dia itu parah deh makanya tidak ada kecocokan sama Teteh," kata Tante Nanako agak merinding.


"Maksudnya makhluk gaib Teh. Banyak yang mengikuti dia. Kamu pernah kehilangan sesuatu kalau jalan sama dia?" Tanya Koko menebak.


"Iya benar! Tuh anak kalau di ruqyah perlu setahun sepertinya. Lebih parah dia mah mungut apapun," kata Ua tertawa keras.


"Makanya sudah kelamaan sifatnya buruk ditambah "mereka", sudah hancur. Sholat hanya tahajud yang sunah dijalankan dengan rajin tapi yang wajib ditinggalkan," kata tante Nanako.


Rita mengangguk karena dia sendiri sering melihat dan Ney juga pernah berkata bahwa dirinya lebih rajin mengerjakan tahajud daripada wajib.


"Aku pernah nanya kenapa. Kata dia mengerjakan sholat wajib tidak membuat semua keinginannya terkabul tapi saat rajin mengerjakan yang sunnah, semua keinginannya terkabul," jelas Rita.


"Tapi tidak akan bertahan lama," kata Koko.


"Iya Ko, hanya tiga hari. Setelahnya ya kembali awal. Pernah aku jalan sama dia, aku bawa uang 200 ribu tiba-tiba sisa 100 ribu padahal belum dibelikan apapun," kata Rita melihat ke arah mereka. Jangan-jangan ...

__ADS_1


"Itu Toyol Teh aneh sekali dia itu kerjanya mungut setan, bukannya dibersihkan malah dipelihara. Jadi siapapun yang dekat sama dia pasti kehilangan uang. Uangnya tuh ditransfer ke dalam dompet dia Teh. Teteh sadar?" Tanya Koko.


"Iyalah, Ko. Waktu itu dia pernah mengaku tidak punya uang eh tiba-tiba dia mau beli steak," kata Rita.


"Wah! Dia kasih lihat dompetnya?" Tanya Tante Nanako.


"Iya, Tante. Kosong hanya ada selembaran kertas atau kartu ATM. Tiba-tiba dia buka dompet sudah ada saja uang 100 ribu. Ya aku melihat dia aneh lalu jaga jarak begitu," kata Rita.


"Nauzubillah," ucap yang lainnya.


"Uang itu tuh punya aku?" Tanya Rita.


Mereka semua mengangguk.


"Dia hutang dong," kata Rita.


"Dia tidak akan ingat kalau dia ambil karena pelakunya setan botak, dia hanya berpikir setan itu membuatnya memiliki uang dari orang lain. Aneh pokoknya! Jangan pergi lagi deh sama dia," kata Ua merinding.


"Lalu bagaimana saat kamu tahu kejadiannya begitu?" Tanya Koko penasaran.


"Ya kalau keluar sama dia selalu bawa uang yang pas," kata Rita.


"Dia pasti mengomel," tebak Tyas.


"Teteh Rita kalau sudah tahu masalahnya, akan lebih sarkasme komentarnya nanti rada jahat," bisik Ua ke cucu-cucunya.


"Wah, bagus dong," kata Wean.


"Tidak nyablak tapi lebih ke kritik tajam menghunus dan langsung menembus ulu hati. Sesuai yang dia lihat saja, iya bagus itu akan membuat musuh lain memikirkan matang lagi strategi mendekati dia," kata Ua.


"Iya, Ko dia bilang, "Kok kamu bawa uangnya sedikit sih?" nah aku kan aneh karena tidak pernah memberitahukan uangku berapa. Yah dugaan ku benar dia punya sesuatu. Jadi aku langsung saja bilang, "Kenapa? TUYUL kamu bingung ya mau mencuri tapi tidak bisa? Dasar aliran sesat lu! SETAN dipelihara," aku balas begitu," kata Rita membuat yang lainnya melongo.


"Benar kan kata Ua," kata Ua Mori ke mereka semua.


Semuanya langsung tertawa keras saat itu juga termasuk Tyas. Rita juga ikut tertawa.


"Teteh bilang begitu di mana?" Tanya Wean.


"Ya itu di dalam mall kan banyak orang. Dia selalu memojokkan Teteh dengan banyak orang kan jadi kenapa dia pikir Teteh tidak bisa balas? Ya langsung semua orang tidak ada yang berjalan sebelah dia," kata Rita tertawa.


"Walah! Langsung diserang tapi bagus! Teteh yang asli memang begitu sih HAHAHA!" Kata Ua Mori tertawa keras lagi.


"Yaaa tidak selalu kok. Kalau ada orang yang suka memanfaatkan keadaan, ya aku balas," kata Rita memandang ke arah kakinya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2