ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
397


__ADS_3

Ney terdorong ke belakang dan terdiam. Yang lainnya mengerti dan memandangi Ney penuh curiga.


"Pantas dia bilang kalau benar dia merundung Ney, kita yang merundung dia banyakan siapa yang jahat. Yah kalau begitu mah jelas kamu dulu merundung dia bertiga sama Arnila dan lelaki itu, dan dia sendirian. Sekarang kita sama posisinya dengan mereka bertiga," kata Yumi yang mengerti. Mereka dikerjain oleh anggota mereka sendiri yaitu Ney.


Ney terus diam dengan tangan kirinya yang menempel pada bibirnya sedangkan anggota lain menendang botol kosong sampai jatuh.


"Terus apa yang terjadi dengan lelaki itu? Mereka masih berhubungan?" Tanya Ria kesal dengan Ney yang sudah mempermainkan kelompok.


"Ya dia kualat sih karena sudah merundung Rita," kata Ney pelan.


"Kualatnya apa?" Tanya Feb penasaran.


"Koma selama 3 bulan," kata Ney sambil sesekali tersenyum kegelian.


Mereka semua terkejut dan menutup mulutnya. "Wah, ini sih bukan main-main. Arnila juga ya," kata C melongo.


"Aku dan satu lagi juga dapat karma instan," kata Feb mengaku sambil mengacungkan tangannya.


Mereka semua memandangi Feb lalu memandangi Ney. "Kamu?" Tanya mereka.


"Aku tidaklah. Aku aman-aman saja kok. Berarti aku benar kan keputusannya diantara yang lain hanya aku yang aman. Tenang saja aku mah tidak akan dapat musibah kok," kata Ney dengan sombongnya.


"Jadi kalian merundung Rita berlima!?!? Dan dia sendirian!?" Teriak Ria.


"Yaa dia kan tidak punya teman, Ria jadi sendirian," kata Ney dengan nada senang.


Mereka semua hanya menganga memandangi Feb dan salah satu anggota mereka yang dulu tiba-tiba keluar kelompok sampai saat ini, memilih pindah jauh ke Yogyakarta.


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal sih?" Tanya yang lainnya.


"Ya aku pikir kan kalau kita bersatu, bisa membuat Rita lebih bisa menerima perbaikan," kata Ney.


"Memangnya selama kenal sama kamu dia punya kesalahan apa sih?" Tanya Yumi keheranan.


"Kamu tidak tahu ya dia itu tukang pamer. Setiap bicara tinggiiiii sekali sampai aku dan Arnila bosan membacanya! Makanya aku dan Arnila juga lelaki itu agak mau memberinya pelajaran," jelas Ney membuat alasan.


"Menurutku orangnya tidak ada masalah deh kalau tukang pamer sepertinya bukan, berbeda dengan kita. Kalau memang iya dia bermasalah sama kamu, kenapa kita sampai kena hajar babak belur?" Tanya Yumi.


"Kalian dengar tidak sebelum akhirnya Sarah memotong omongan temannya. Kamu mengaku dia yang merundung kamu tapi Rita sendiri bilang kalau kamu sengaja ajak teman lain untuk merundung dia," kata Ria menginginkan kebenaran.


"Adiknya juga bilang kamu sengaja supaya ramai merundung dia. Yang punya masalah itu kamu kan ke dia, soalnya waktu aku lihat wajahnya tidak ada masalah sama kamu. Kamu berbohong ya sengaja membalikkan cerita ke kita semua," kata A menebak.


"Masalahnya Feb dan satu lagi, lalu Arnila dan lelaki itu dapat karma langsung pasti teman kamu meminta pengadilan sama Tuhannya. Kalau soal kamu yang sampai sekarang masih merasa aman, menurut aku tidak. Suatu hari nanti mungkin kamu akan mengalami yang lebih mengerikan bisa jadi kehilangan," kata Sarah hanya menebak.


"Tidak... aku benar-benar dirundung sama dia. Sumpah!" Kata Ney berusaha membuat mereka percaya.


"Ney, jangan semudah itu kamu sering berkata Sumpah. Karena kalau nyatanya tidak sesuai kenyataan, Allah akan mengambil sesuatu yang berharga bagi kamu," kata anggota yang lain.


Ney terdiam mendengarnya, hal itu juga sudah beberapa kali Arnila katakan tapi Ney tidak mempercayainya karena selama ini, dia baik-baik saja tidak pernah kehilangan apapun.


"Halah.. kalau aku sih akan aman saja kok, buktinya aku merundung si Rita tidak ada karma kan. Jadi tenang sajalah supaya dia tahu saja," kata Ney tidak percaya.

__ADS_1


"Bisa jadi kamu akan kehilangan teman kamu," kata Ria membuat Ney berhenti tertawa.


"Bisa jadi ya selama ini kamu banyak berbohong supaya kita sembah lu dan angkat lu. Iya kan!?" Tebak anggota yang lainnya.


"Bisa jadi itu soal kamu yang punya kekuatan dari Tuhan juga pasti bohong karena ramalan kamu banyaknya tidak sesuai yang dikatakan," sambung yang lainnya.


"Tidak serius aku memang dirundung sama dia dan soal kemampuan itu, asli aku memang punya. Kan ramalan ada yang benar ada juga yang meleset jadi tidak harus sepenuhnya dipercaya kan. Rita itu sering ngatain aku jahat padahal dia sendiri yang jahat," kata Ney agak salah tingkah.


3 anggota saling berbisik mereka harus berhati-hati dengan kata-katanya. Apalagi yang diceritakan olehnya mengenai Rita tampaknya memang kebohongan.


"Aaah sudahlah yang kita lihat tidak ada taktik perundungan sama teman kamu. Wajahnya menampakkan biasa saja hanya dia sepertinya sudah kenal Feb kan jadi sikapnya berubah. Ini intinya yang bermasalah itu sumbernya alias kamu. Sudah, aku mau pulang!" Kata anggota lain yang bersiap-siap pergi.


"Gue juga," kata Yumi setelah membersihkan krim kue tadi.


"Iyalah, salah target ini mah ternyata orangnya kuat menghadapi kita berenam mana tidak ada takutnya juga. Si Feb saja disikutnya dengan keras, kalau kamu sering meremehkan dia kalau dia memang benar merundung kamu, seharusnya kamu berada di RS. Bukan malah ketawa ketiwi deh," kata Sarah yang masuk ke mobilnya.


Ney diam membeku di tempat dia berdiri melihat gengnya sudah mulai berjalan seperti biasa dan satu per satu juga melewati dirinya. Mereka keluar dari gerbang gedung itu dengan mengomel panjang. Hanya 2 orang yang masih ada disana, mereka berbicara berdua.


Ria dan Feb masih ada disana sedang membicarakan sesuatu, dan Ney menghampiri mereka berdua. "Kalian belum mau pulang?" Tanya Ney.


"Kamu tadi kabur ya? Saat kita semua dibantai sama Rita. Meninggalkan geng kamu sendiri?" Tanya Feb kepada Ney.


"Tidak, aku tidak kabur aku hanya mencari tempat untuk enak berbicara sama Rita," jelas Ney salah tingkah.


"Kamu dengar juga kan apa kata temannya tadi kalau pengkhianat selalu kabur duluan, ya kita juga tahu kan dia memang begitu. Senang membuat masalah tapi kabur saat masalah itu semakin menyebar," kata Ria memandang remeh pada Ney.


"Apaan sih lo. Memang itu kenyataannya kok. Feb kita jalan-jalan yuk, tinggalin saja Ria pulang sendiri," kata Ney mengajak Feb.


Ney lantas masuk kembali ke gedung itu tapi ke sebelah tamannya yang terdapat beberapa dessert. Dia mengambil makanan lainnya dan duduk sendirian sambil meneteskan air matanya. Untunglah tidak ada siapapun disana hanya barisan makanan yang belum tersentuh. Dimanapun dan kapanpun, apapun yang dia lakukan dan katakan semua orang menganggapnya tidak sopan. Omongan nyablak luar biasa, menyakiti banyak orang dan kurang bisa membaca situasi serta hati.


Ria lalu menghampiri Feb dan dia tidak ingin mendapatkan karma seperti dirinya dan bermaksud mencari Rita. Setelah itu Ria mencari-cari keberadaannya masalahnya yang mereka hadapi adalah orang baik apalagi berhijab dengan baik. Akhirnya Ria mendapati Rita sedang menjemur kan bagian bajunya yang basah ditemani oleh adiknya.


"Hai, maaf aku kemari bukan untuk membuat masalah lagi. Aku hanya ingin bercerita menjelaskan situasinya," kata Ria melihat Prita dan Rita memasang wajah sangar.


Akhirnya dia ceritakan kenapa dia datang bersama dengan gengnya ke sana meskipun mereka sebenarnya tidak diundang. Rita menganga dan Prita kaget ternyata Ney menceritakan tidak sesuai kenyataan. Rita jelaskan kasusnya dengan Ney bagaimana membuat Ria ternyata sudah dibodohi.


"Nih, serbet bersih. Yang jelas ya situasinya bukan aku yang merundung dia untuk apa juga? Kalian datang secara berkelompok dengan gaya sok bukan salah aku kan yang berakhir menendang kalian. Maaf ya," kata Rita menyerahkan serbet bersih pada Ria.


Ria menerimanya dia masih terkesan takut karena Rita memberikan keterangan dengan jutek. Bajunya juga hampir kering karena hari itu sangat panas.


"Kalian itu kenapa sih terlalu percaya dengan orang seperti Ney? Kalian kan teman sekelompok nya masa buta sih tidak terlihat Ney aslinya bagaimana," kata Prita membuat Ria kaget mendengarnya. "Dipikir dan dicari tahu dulu kalau ada orang bilang jelek jangan langsung percaya," katanya lagi.


Ria mendengarkan dan menunduk memandangi serbet itu takutnya ada warna lain.


"Itu aman kok aku sudah menambahkan tetesan cairan khusus yang bisa menghilangkan noda krim kue sama kopi. Ya ini sih peringatan saja buat kamu dan yang lain, jangan pernah berpikir perempuan berkerudung itu hanya tahu kosmetik saja dan lemah. Kalau kalian menghadapi orang yang memang dasarnya baik, kalian akan dapat balasan instan," kata Rita yang masih menjemur.


"Tapi kamu tahu tidak kalau Ney itu bisa meramal masa depan? Dia hebat sekali lho dan ramalannya itu ya benar terjadi. Kamu pernah kan mengalaminya karena dia cerita kalau kamu juga percaya sama dia dan semua ramalan yang dia katakan terjadi," kata Ria dengan semangat.


"Benar tuh?" Tanya Prita ke kakaknya.


"Iya dia pernah bilang tapi yang dia katakan semuanya adalah hal jelek alias musibah. Itu kan doa bukan ramalan mana mungkin Ney bisa meramal, ilmu peramalan kan tidak bisa sembarangan meski dia diberi Gift dari Allah," kata Rita merasa heran.

__ADS_1


"Kamu percaya ramalan? Kamu Islam? Terus dia pernah meramal apa sama kamu?" Tanya Prita penasaran.


"Iya percayalah! Iya aku Islam. Dia pernah bilang kalau Ayahku akan jatuh dari sepeda motor dan itu benar terjadi lho," kata Ria ceria.


"Pernah dia meramal kamu yang baik-baik?" Tanya Rita.


Ria berpikir, "Kebanyakan sih seperti aku dapat kecelakaan, Saudaraku keguguran dan itu asli terjadi," katanya.


Prita menepuk dahinya. "Itu mah doa dan kenapa terjadi, karena kamu percaya. Kamu percaya dan bisa jadi itu kenyataan ya dibantu setan intinya kamu percaya dia sama saja artinya kamu mendoakan hal yang jelek terjadi pada keluarga dan sekitar," kata Prita lagi.


"Tap..." kata Ria.


"Kamu percaya ramalan tandanya Musyrik. Kalau kamu tidak percaya apa yang dia katakan aku yakin, Bapak kamu tidak akan kecelakaan, saudara kamu punya anak tapi kalau kebalikannya ya benar kamu mendoakan mereka yang jelek. Kamu tidak takut pahala kebaikan habis digerogoti sama kepercayaan doa dia?" Tanya Rita memandangi Ria.


"Kamu pernah diramal apa?" Tanya Ria.


"Dibilang aku akan kecelakaan mobil parah, kakiku lumpuh dan dibawa ke RS. Aku juga dalam waktu dekat akan jatuh ke selokan, kehilangan uang. Begitu," kata Rita membuat Prita kaget.


"Terjadi kan?" Tanya Ria penasaran.


"Tidak lah. Mana ada yang ada juga aku sampai sekolah lebih pagi, ban mobil angkot kempes, aku kejatuhan rejeki banyak dan sehat wal afiat," kata Rita senyum.


"Bohong," kata Ria marah.


"Asal kamu tahu saja ramalan yang asli itu tidak seperti itu. Kalau Gift dari Allah, isinya hal yang baik untuk orang lain, semesta dan tidak untuk diri sendiri. Kalau dia sampai mendoakan atau meramalkan hal yang jelek itu artinya dia tidak senang melihat orang lain bahagia. Tanya saja ketua geng kalian tampaknya dia bukan orang bego seperti kebanyakan anggotanya," kata Rita membuat Prita tertawa.


Rita dan Prita lalu masuk kembali untuk memakan dessert terakhir, yaitu brownis plus es krim vanila. Kemudian Arnila datang menghampiri dengan wajah galaknya.


"Heh! Lu gila ya serang orang di pernikahan gue. Pulang lu!" Teriak Arnila mendorong Ria.


"Maaf Arnila, bukan begitu soalnya kata si Ney, dia dirundung sama orang yang tadi. Aku kira benar," kata Ria memegang Arnila.


"Makanya gue menolak kan masuk geng kalian ya begini masalahnya. Kalian itu 11 12 dengan Ney sampai gue saja dikira sama dengan dia. Makanya pikir dulu baru bertindak, cek dong benar apa tidak ya kalau Rita tukang rundung, orang dia yang bermasalah. Lagian siapa yang undang kalian?" Tanya Arnila mengamuk.


Ria kaget dan kebingungan. "Lah, bukannya kata Ney kamu undang kita? Dia... wah," Ria lalu tersadar benarlah masalahnya ada pada Ney.


"Gue tidak mau tahu lagi ya. Gue putus sama kalian semua daripada hidup gue hancur masuk geng kalian!" Kata Arnila lalu pergi masuk ke dalam.


Ria super kesal sekali dan menceritakannya pada Feb. Feb juga tidak menyangka dan menceritakan kalau Ney memang sudah terbiasa memberikan kisah yang berbeda pada setiap orang entah untuk alasan apa.


Setelah dari kejadian itu, lewatlah beberapa bulan segalanya mulai berubah. Ria dan 3 anggota lainnya memutuskan untuk keluar grup dengan beralasan ada anggota yang membuat mereka semua dijebak dan juga dibohongi. Sarah ketua mereka memaksa mengaku untuk menceritakan apa yang terjadi saat Ria menghampiri Rita.


"Jelaskan dulu deh ke grup, hasil obrolan kamu dengan Rita apa jangan keluar begitu saja," kata Sarah dalam grup.


"Pokoknya aku hanya memperingati semua anggota dan kamu, Sarah. Hati-hati sama salah satu anggota sini yang punya niatan jelek sama kita semua. Dia juga tukang bohong, suka membalikkan fakta," kata Ria dalam grupnya.


Ney tentu saja membaca dan dia deg-degan kartunya terbuka dan ada 4 orang yang sudah merasa kalau Ney punya niat lain. Tentu saja Ria juga menjapri Ney dan mencak-mencak.


"Gila ya lu mempermainkan kita semua yang sudah berbaik hati memasukkan lu ke grup. Aku kapok ikuti ramalan jelek kamu gara-gara kamu ya aku harus jadi Musyrik!" Kata Ria.


Setelah itu Ria memblokir nomornya Ney begitu juga dengan 3 lainnya. Dalam grup tersisa lah 7 orang termasuk Ney. Ney sama sekali tidak masalah toh masih ada sisanya yang terus mempercayai ramalannya. Dan kegiatannya pun terus berlanjut hanya setiap dia membicarakan soal Rita, tidak ada yang mau membalasnya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2