
"Hmmm benar juga tapi kamu tidak seperti dia kan? Pakai ilmu sesat buat jampi orang atau meramal?" Tanya Rita menebak.
"...... hehehehe," balas Arnila yang tidak bisa berbohong.
"Arnilaaaaaa kamu pasti tahu kan kalau memakainya terus lalu saat meninggal akan ada pajaknya?" Tanya Rita agak gemas.
"Iya, aku tahu kok. Itu keluar begitu saja Rita, aku juga tidak pernah mau. Kalau jampi aku tidak begitu ya," kata Arnila menjelaskan.
"Benar ya. Kan bisa kamu tahan," kata Rita.
"Hehehe kadang aku penasaran juga sih suka otomatis "melihat" kehidupan orang. Aku tahu itu tidak boleh," kata Arnila.
"Kenapa aku tidak suka karena "melihat" kehidupan orang bisa membuat kita jadi iri tuh contohnya," kata Rita kalau Arnila pasti langsung tahu maksudnya.
"Hidup kamu memang sekarang liku-liku tapi nanti kamu akan sangat bahagia. Ney sih akan terus mengekor kamu tapi nanti posisi dia diganti banyak orang," kata Arnila.
"Dia tahu aku tidak suka dia, dan aku juga tahu dia tidak suka aku. Banyak ya kejadian yang menyebutkan dia begitu terus kenapa masih suka mengekor?" Tanya Rita aneh.
"Pamor. Kalau kamu jadi dengan Alex, pamor dia akan naik dia bisa bicara se semprul banyak mengaku sahabatnya kamu, apalah. Kalau dia bisa mendekati kamu lagi ya," kata Arnila.
"Tidak akan ada kesempatan lainnya!" Balas Rita sebodoh amat. Mau jadi dengan Alex atau tidak, ya sama saja.
"Hahahaha memang susah kok dia mendekati kamu nanti. Karena kamunya jadi super dingin ke dia, cuek, dia bicara kamu pergi. Susah sekali! Jangan pikirkan dia deh karena nanti banyak orang yang menghalangi dia mendekati kamu," kata Arnila. Tujuan Arnila lainnya mungkin memang membalas atau hal lainnya, entahlah.
"Ya aku sih kalau ramalannya berupa nasehat kalau itu bagus pasti aku terima. Kalau ramalan yang satu itu sih amit-amit," ketik Rita ogah-ogahan.
"Dia juga begitu ke aku tapi tidak ada yang terjadi justru dia sendiri yang mengalami. Heran aku juga, pokoknya aku bersyukur kamu tahu kalau dia sakit," kata Arnila.
__ADS_1
"Kamu tahu nama penyakitnya?" Tanya Rita.
"Nah itu, aku juga belum pasti. Sekarang kamu sudah tahu soal itu nah nanti kamu akan menemukan nama penyakitnya. Share ya ke aku," kata Arnila.
"Kan kamu bisa cari tahu sendiri," kata Rita agak aneh.
"Rita, kemampuan kamu menyelidiki sesuatu itu seperti Shinichi Kudo, aku yakin Alex juga berpendapat sama. Kamu kalau meneliti sesuatu selalu kritis dan detail kan," kata Arnila.
"Ya kalau tidak begitu nanti banyak pertanyaan seminim mungkin merapatkan kemungkinan pertanyaan," kata Rita.
Arnila tertawa memang itulah kenapa buku Rita penuh dengan tulisan pemikirannya. "Saran aku ya soal Ney, kamu lebih baik jangan berhubungan lagi dengan dia deh. Apapun alasannya! Karena sifatnya itu berhubungan dengan penyakitnya, kalau kambuh dia bisa melukai kamu . Dia bisa menggunakan cara kotor seperti menyebarkan kejelekan kamu," kata Arnila.
"Ya namanya juga manusia. Kadang aku juga begitu, menyebutkan kejelekan orang karena tidak suka," kata Rita tidak ingin dicap sebagai orang yang bersih.
"Iya aku juga kadang membicarakan kamu, Ney siapapun. Tapi kalau Ney itu parah. Aku setuju dengan ruqyah dan lainnya, kalau Ney itu aslinya Toxic dan Fake. Aku juga tidak akan ada di episode kehidupan kamu nanti dan lebih baik begitu," kata Arnila.
"Itu artinya Ney punya masalah kejiwaan ya?" Tanya Rita yang sekilas melintas di benaknya.
"Hah? Serius?" Tanya Arnila. Kalau memang iya, semua pertanyaan mengenai Ney terjawab kan.
"Hmmm kalau aku nanti menikah entah dengan siapapun, apa aku harus undang dia?" Tanya Rita.
"Jangan deh. Lupakan kita berdua dan lebih baik ya jangan undang Ney bukan maksudnya kamu bisa balas perlakuan dia, tapi dia itu super parah! Benar, dia tidak menyukai kamu sejak awal Rita, sebenarnya sewaktu aku kenal kamu itu aku sendiri yang meminta bukan dari Ney," jelas Arnila. Sudah saatnya membuka kartunya.
"HAH!? Tapi kata dia, dia yang ada ide buat kenalin aku ke kamu," balas Rita agak pusing. Lah?
"Serius. Karena aku kan tahu dia seperti apa, dia membuat aku putus hubungan dengan kelompok lalu waktu itu sempat lihat kamu menelepon dia kan, nah aku heran. Aku kenal kamu maksudnya ingin memberi kamu peringatan soal Ney," jelas Arnila.
__ADS_1
Rita tidak percaya. Dia tidak bisa berkomentar apapun saat ini dan terus membaca apa yang Arnila jelaskan sekarang.
Alex merasa Rita seperti menghadapi sesuatu dan karena tidak ingin membuat Rita cemas, lagi-lagi dia membuka WA Rita dengan hati-hati. Apa yang dijelaskan oleh Arnila, juga membuat kaget Alex. Well, Alex juga sudah tahu soal penyakit Ney dan keheranan melihat Rita yang masih mau berteman dengannya.
"Karena jelas sekali dia bukan tipe orang yang bisa berteman apalagi dengan elemen seperti kamu, Rita. Dia tidak akan pernah cocok dengan siapapun, kalau kenal saja oke tapi dekat lalu berteman, kamu akan hancur," kata Arnila. Sehancur nya dia sekarang karena penasaran pada Ney.
Rita termenung. Ya dia memang sudah hancur karena perilaku gilanya Ney. Pantas apapun yang Rita usahakan untuknya dahulu selalu merasa menembus. Bicara apapun juga seperti berbicara dengan angin.
"Kamu sekarang jujur deh. Kamu dan kelompok masih kan ya?" Tebak Rita.
".......... Ada dua orang yang mulai dekat lagi sih," kata Arnila tidak bisa membohongi Rita karena instingnya tajam. Apalagi dia bisa menembus melihat siapa saja yang berada dekat dengan Arnila.
"Baguslah☺️," balas Rita membuat Arnila menangis.
"Aku tidak mau kehilangan mereka lagi, Rita. Aku lihat kamu sangat kuat hubunganmu dengan teman dekat dan sahabat. Mereka juga membela kamu kan karena mereka tahu asli kamu. Ney itu jelek dan dia super iri berat sama kamu jadi bahaya untuk kamu," jelas Arnila yang lega.
"Dia pasti akan terus berusaha mendekati aku kan?" Tanya Rita yang sudah sebodoh amat sama kehadirannya.
"Pastinya tapi tenang saja tidak akan ada yang membuatnya bisa dekat denganmu. Orang yang tahu dia seperti apa akan mengusirnya dan menjaga kamu," kata Arnila melihat banyak sekali orang di sisi Rita nanti.
Dan... Arnila melihat Rita akan lebih dewasa dan bijak dari yang sekarang. Ney akan sangat malu sekali untuk mendekatinya lalu menghilang.
Takdir Rita yang sesungguhnya akan dimulai, perjalanan berat akan diterjang bersama dengan orang-orang yang mempercayainya. Hidupnya akan sangat sulit. Sulit karena banyak yang menjaganya termasuk Alex alias protektif. Tapi Rita bahagia dan tetap menjadi Rita yang Arnila kenal.
"Apa mereka akan tahu niat dia?" Tanya Rita.
"Iya makanya mereka akan mengusirnya, Rita. Pokoknya orang-orang itu hebat deh, mereka akan tahu juga mana teman yang benar-benar baik dan terus terhubung," jelas Arnila.
__ADS_1
Bersambung ...