
Keesokan harinya, Rita bangun dengan enak dia bisa tertidur seperti biasa. Menurutnya ada efek juga sih, dia merasa tidak berat lagi dan hari itu adalah hari liburnya. Karena tempat dia bekerja akan dipinjam dan dijadikan kantor rapat dari sekolahan lain. Lalu Rita keluar kamar dan melihat ibu bapaknya sedang debat soal kemarin malam, Rita menuju dapur dan membuat roti bakar. Ibunya datang beserta bapaknya.
"Bagaimana kemarin malam? Ada efek?" Tanya ibunya sambil membereskan meja makan.
"Lumayan sih, bisa tidur nyenyak tapi tidak yakin itu bisa sampai lama," jawab Rita yang sibuk membalikkan rotinya.
"Kamu harus tanyakan ke teman kamu itu apa dia juga mengalami hal yang sama? Kok bisa sampai terbang?" Tanya ibunya yang agak merasa heran.
"Iya, bu. Aku mau pindah kamar ah sepertinya masalahnya ada disitu,"
"Ya sudah, nanti Prita pulang kita gotong royong ya. Bapak juga ikutan," ibunya menatap bapaknya yang dijawab anggukan.
Kemudian sekitar jam 10 pagi, Prita pulang dan kamar Rita pun bertukar dengan Prita. Prita ternyata keberatan untuk menempati kamar utama itu, karena dirinya pun merasa jadi susah tidur. Akhirnya kamar itu dijadikan kamar orang tuanya, artinya mereka berputar. Kamar ibunya menjadi kamar adiknya, kamar adiknya menjadi kamar Rita. Kebetulan juga kakaknya datang serombongan jadi bisa lebih banyak yang membantu memindahkan peralatan kamar dan menjadi lebih seru.
Selesainya kakaknya akan membeli Pizza Hut dan mereka semua setuju. Rita mendapatkan pesan WA dari grup, yah ternyata grup itu diaktifkan lagi meski keheranan Rita sudah tahu siapa yang seenaknya membuka kunci. Alex!
"Alex ya yang buka kunci gembok," kata Rita menebak.
"Aku yang minta," kata Ney.
"Kurang ajar!" Jawab Rita singkat. Tuh orang memang kurang ajar terlalu ikut campur. Merasa bangga banget sudah seenaknya buat masalah sekarang dia tidak punya hati berpikir Rita bukan budaknya.
"Jangan begitu, jangan blokir kita dong. Penyakit kamu seperti itu ya," kata Ney pastinya.
"Kamu kenal aku, masa tidak tahu? Keberatan? Makanya jangan jadi orang yang menyebalkan! Biar tidak kena blokir!" Rita kesal sekali. Nah bagaimana mau meninggalkan dia toh? Seperti ini alasannya terus saja didatangkan.
"Bagaimana Rita ruqyahnya? Ada efek?" Tanya Arnila tidak memperdulikan pertengkaran mereka.
"Ya begitu deh. Aku kaget mereka datang serombongan. Kamu tahu?" Tanya Rita.
"Hah!? Serius? Aku kira hanya Ust Vodiy saja," sepertinya Arnila tidak berbohong dan memang kaget juga.
"Iya ke aku juga sama. Ternyata oh ternyata 12 orang! Beserta muridnya. Kamu cerita seperti apa sih?" Tanya Rita yang masih ingat jelas serombongannya itu.
"Tidak ada. Biasa saja kok, mereka kan minta alamat kamu, kamu sudah berikan kan?" Tanya Arnila memastikan.
"Iya sudah. Guru besarnya bisa menerawang kah?" Tanya Rita untuk meyakinkan lagi.
"Bisa jadi. Hah, sambil bawa guru besar? Lho kok aneh ya? Apa gurunya penasaran ya soal kamu. Kerasa ya guru besarnya punya sesuatu juga?"
"Kamu sendiri pernah diruqyah sama Ust Vodiy atau guru besarnya?" Tanya Rita.
"Ngga soalnya aku agak risih ya kalau diruqyah sama beliau kan pasti pegang - pegang jadi aku cuma minta untuk urusan ruqyah rumah. Terus?"
Yah, pantesan. Apa Rita salah ya target ya harusnya rumah kayanya bukan orang. "Ya aneh sih masa di akhir ruqyah dia membuat pertunjukan dong. Terbang tapi bukan terbang seperti burung sih hanya terangkat 10 cm,"
__ADS_1
"HAH!?" jawab mereka berdua.
"Gue tidak tahu seriusan!Kok malah jadi seperti pamer ilmu ya?" Tanya Arnila.
"Sepertinya tuh orang lihat rumah kamu yang besar deh, Ri,"kata Ney tumben benar.
"Iya mungkin jadi dirasanya harus mengeluarkan pertunjukan. Terus kamu lihat bagaimana?" Tanya Arnila yang sedikit ngakak tapi keheranan.
"Duh, jadi kurang respect deh, Arnila. Sori ya habis ruqyah kan mengeluarkan jin, terus buat apa kolaborasi juga sama jin? Memang sih jadi kerasa ringan terus aku bisa tidur nyenyak tapi kurang enak sama yang terakhir,"
"Wah, aku malah tidak tahu kalau seperti itu kejadiannya. Di aku sih biasa saja cuma ust Vodiy yang datang ini kenapa bisa rombongan ya? Terus?" Akhirnya Rita menceritakan semuanya termasuk mengenai kekuatan yang Rita punyai. Ney hanya terdiam tidak membalas apapun, hanya Arnila yang terus bertanya dan komentar.
"Intinya kamu mau belajar memperdalam kekuatan kamu?" Tanya Ney yang tampaknya berhati - hati.
"Ya tidak dooong.. musyrik tahu! Belajar ilmu meski kata mereka untuk kebaikan. Isi hati orang mana ada yang tahu kan. Bayangkan kalau aku mau, lalu banyak kejadian atau kasus saat aku merasa sudah tidak nyaman, aku ingin berhenti apa menurut kalian akan mudah? Lihat deh, orang - orang yang membuat komunitas seperti apa mereka susah lho untuk berhenti. Daripada belum kejadian, mending dari sekarang ditolak ya," Rita sekalian menyindir seseorang juga sih yang lebih bangga punya "Magic".
"Benar banget! Buat apa juga ilmu kekuatan itu ada kalau mungkin ya untuk nanti entah apa. Untuk banyak orang bukan untuk diri sendiri. Ya sudah deh kalau ada apa - apa jangan lupa cerita ya. Semoga saja jinnya tidak kembali, Ri. Kamu lagi apa?" Tanya Arnila.
"Aku lagi gotong royong pindah kamar nih, masalah utamanya di kamar. Jadi kita saling tukar posisi. Ini lagi istirahat. Oh iya mau kapan kita pikniknya? Mumpung aku libur nih,"
"Kamu sampai kapan liburnya?" Tanya Arnila yang memang sudah sabar juga ingin sekali piknik.
"3 hari," jawab Rita melihat kalender kegiatannya.
"Boleh boleh. Pagi ya di taman Anggrek, yuk! Kan enak sambil dikelilingi bunga - bunga!" Kata Rita dengan semangat.
"Hayuuuu! Jangan lupa ya makanan ringan buatan kalian sendiri 3 macam saja," kata Arnila mengingatkan.
"Siaaap!" Jawab Rita dan Ney bersamaan.
Setelahnya Rita kembali menunggu pizza sambil rebahan, Rita teringat sesuatu dia mencoba mencari akun Alex di Pacebuk. ADA! Rita melihat foto Alex dengan perempuan yang sangat cantik. Rambutnya panjang, kulitnya kecokelatan dan dia membaca isi komentar di bawahnya.
Memang tidak bisa dipercaya sebagai teman sih, dia mendukung siapapun yang menurutnya bisa menguntungkan namun tersenyum membaca apa yang Alex balas. Rita kemudian membuat komentar dibawahnya.
"She's soo beautiful. You lucky got her ( dia sangat cantik. Kamu beruntung mendapatkannya )," Tidak perlu menunggu seper detik, Alex membalasnya.
"I need talk with you, please ( aku harus bicara denganmu, kumohon )," jawab Alex.
"For whatlah? Talk here," kata Rita yang sebenarnya agar diketahui oleh Ney juga. Dia pastinya sangat penasaran ko Rita berani ya? Tepat di dugaan Rita, Ney kaget saat tahu Rita membalas komentar di akun Alex. Gila si Rita nekat amat dia, sudah tahu itu pacar barunya masa iya mau digembleng si Alex? Tidak setara dengan kecantikannya! Pikir Ney yang masih terus menyimak.
Lalu perempuan yang di foto itu membalas, "Hai, so your name is Rita, right? My name is Jasmine, is Alex not tell you about me? ( Hai, jadi nama kamu Rita, ya? Namaku Jasmine, apa Alex tidak memberitahu kamu siapa aku? )" Tanya perempuan itu. Mana ada Alex memberitahu soal apapun dia kan penuh rahasia.
"New girlfriend." Jawab Rita singkat.
Kemudian terjadilah percakapan dalam akun nya termasuk ada Ney juga yang ikut nimbrung.
__ADS_1
"Arnila, kamu buka deh cari akunnya Alex dan lihat isi komentatnya yang sekarang." Rita lalu kirim teks itu dan kemudian dibaca oleh Arnila.
Jasmine: "Oh, you not tell her? She will misunderstand again,"
( oh, kamu belum memberitahunya? dia akan salah paham lagi )
Alex : "I will but..."
( memang mau tapi... )
Ney : "Oh, kenapa kamu komentar juga, Ri? Cemburu ya? Mereka lebih cocok daripada Alex dengan kamu,"
Alex : "Can you shut up, Ney? You also don't know anything about her,"
( bisakah kamu diam, Ney? Kamu juga tidak tahu apa - apa mengenai dia )
Jasmine : "My my, semakin rumit ya. Tapi kamu salah, Rita. Aku ini..."
Ion : "Cikpuan, apa kabar?"
( Cikpuan \= kakak / teteh / mbak ) Malay..
Jasmine : "Ion, lama tak jumpa! Alhamdulillah kabar baik!"
Aran : "You come to Malay? How long?"
( kamu datang ke Malay? Berapa lama? )
Jasmine : "Maybe a week. With my husband and my child, kita sedang trip,"
( mungkin seminggu. Bersama suami dan anakku, kita sedang berkunjung )
Rita membacanya dan mengerti bahwa perempuan cantik itu adalah kakak perempuan Alex. Setelah itu Ney pun tidak nampak hadir dalam komentar itu.
Alex : "Yes, Jasmine is my older sister. She came from the USA to visit for an trip at the same time, I want to talk to you again,"
( Ya, Jasmine adalah kakak perempuanku. Dia datang dari USA untuk berkunjung di waktu yang sama, aku ingin bicara denganmu lagi )
Rita : "Wah wah, tampaknya ada yang kecewa ya setelah tahu kalau dia ternyata kakak perempuan kamu. Wajahnya pasti memerah padahal dia sudah mendukung kamu lho,"
Alex : "I don't care. Don't think about it she never know anything. Can we talk?"
( aku tidak peduli. Jangan pikirkan itu dia tidak pernah tahu apapun. Bisakah kita bicara? )
BERSAMBUNG ...
__ADS_1