ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(296)


__ADS_3

Di tempat lain, Alex super marah sambil membanting bantalnya ke karpet lantai. Dia terlalu over mengingat Rita hanya memberikan saran saja. Itu juga didengar oleh ibu dan ayahnya yang berada di lantai bawah.


"What's wrong with Alex? Did he start taking drugs again? ( Ada apa dengan Alex? Apa dia mulai minum obat terlarang lagi? )" Tanya Ayahnya sambil berdiri lalu ditahan oleh istrinya.


"Take it easy at least he fights again ( Tenang saja paling dia bertengkar lagi )," kata Ibunya menenangkan suaminya untuk duduk lagi.


Ayahnya keheranan mendengar ucapan istrinya tapi jadi penasaran juga. "With who? Ah, surely Jasmine they always fight ( Dengan siapa? Ah, pasti Jasmine mereka memang selalu bertengkar ),"


Istrinya tertawa dan tersenyum. "No, but with other people, he is close to Indonesian woman ( Bukan, tapi dengan orang lain, dia sedang dekat dengan wanita Indonesia ),"


Ayahnya kaget mendengar jawaban istrinya itu, beliau juga tahu beberapa wanita Indonesia ada yang sampai menipu anaknya sampai miliaran rupiah. Dan beliau sangat geram sekali lalau menyuruh beberapa orang untuk memburu wanita tersebut dan menjebloskannya ke dalam penjara. Baginya itu sangat mudah sekali dan sekarang... LAGI!?


"Serious!? Are you sure? Is he not tired!? ( Sungguh!? Apa kamu yakin? Apa dia tidak lelah!? )" Tanya Ayahnya tidak yakin sambil mengambil beberapa lauk di piring.


"This one is different, if only you knew Indonesian their conversation was like a child's conversation ( Yang ini berbeda, kalau saja kamu tahu bahasa Indonesia, pembicaraan mereka seperti percakapan anak kecil )," kata Istrinya sambil tertawa terbahak - bahak.


Suaminya terpana mendengarnya dan dia manggut - manggut. Mungkin sekarang aman melihat istrinya yang tertawa sampai menangis tampaknya orang yang sekarang bisa membuat Alex sangat tertawa.


"Eh? Do you know what her name is? I want to find out ( Eh? Apa kamu tahu siapa namanya? Aku ingin mencari tahu )," kata suaminya membuat istrinya tersenyum. Kalau ayahnya sudah mulai kepo sama seperti ibunya, sudah lebih parah tandanya.


"Not now. They are still friends, only later if our child gets serious ( Jangan sekarang. Mereka masih berteman, nanti saja kalau anak kita mulai serius )," kata Istrinya yang mulai menyuap makanannya.


"Is the person the same as the previous one? ( Apa orangnya sama dengan yang sebelumnya? )" Tanya suaminya penasaran, jelas sekali kalau sebelumnya juga perempuan polos tapi sayangnya terjatuh ke dalam lubang oleh kelakuannya sendiri padahal anaknya tampak baik.

__ADS_1


"No, very different tough just as innocent. Her thinking is beyond expectation. Do not worry ( Tidak, sangat berbeda meskipun sama polosnya. Pemikirannya di luar dugaan. Jangan cemas )," kata istrinya membuat suaminya lebih tenang.


Ayahnya menghela nafas dengan lega mendengar apa yang dikatakan istrinya. "Okay. As long as he doesn't use drugs anymore when he has problems with woman ( Baiklah, asalkan dia tidak memakai obat terlarang lagi saat bermasalah dengan perempuan )," kata Ayahnya.


"Hopefully so. After all, you also ate the food that time ( Semoga saja. Lagipula kamu juga memakan hasil masakannya waktu itu )," kata istrinya tersenyum menatap suaminya itu.


Suaminya berhenti makan dan berpikir. Makanan yang mana? Buatan wanita yang disukai oleh anaknya? "Eh? Which one? ( Eh? Yang mana? )"


Kalau sudah komentar seperti itu semakin mirip dengan anak lelaki keras kepalanya. Istrinya menggelengkan kepala lalu membuka ponselnya dan memperlihatkan foto makan bersama dengan kedua anaknya, dan menunjukkan makanan yang suaminya makan dengan lahap.


"This is it!" Kata istrinya.


Suaminya tampak kaget. "This? So that's the result of the delivery if homemade food? ( Ini? jadi itu hasil kiriman makanan buatannya? )" Suaminya tampak kaget setelah mengetahuinya, waktu itu makanan itu datang begitu saja dan beliau ikut memakannya dan sangat lezat sekali.


"How can you be sure? ( Bagaimana kamu bisa yakin? )" Tanya suaminya tapi menangkap senyuman seorang detektif. Pastilah istrinya lebih dahulu memeriksa keaslian anak itu.


"I told people to look at the kid, don't let Alex find out. My order told me that this child bought a lot of ingredients and then processed them with the help oh her young sister ( Aku menyuruh orang untuk melihat anak itu, jangan sampai Alex tahu. Suruhan ku bercerita anak ini berbelanja banyak bahan lalu mengolahnya dengan dibantu oleh adiknya )," jelas istrinya. Suaminya mengerti dan tersenyum tapi juga masih mencemaskan anak lelakinya itu.


"Oh I see. Is he interested in getting married? ( Oh, begitu. Apa dia berminat akan menikah? )" Tanya suaminya penasaran. Sudah 4 tahun sejak Kayla meninggalkan dunia, ayahnya jarang mendengar dia dekat dengan yang lain.


"Who knows. Will you agree with this kid? ( Entahlah. Apa kamu akan setuju dengan anak ini? )" Tanya istrinya menatap serius suaminya.


Suaminya menghela nafas dan menaruh sendok dan garpu nta di sisi piring. "If Alex is seriously about it, what do we as parents have to do to stop him? So far we have always left everything to Alex. How about you? ( Kalau Alex serius mau, kita sebagai orang tua harus bagaimana? Selama ini kita selalu menyerahkan segalanya pada Alex. Kamu sendiri? )"

__ADS_1


Suaminya sangat memahami keinginan istrinya yang selalu berusaha menjodohkan Alex dengan putri teman - temannya atau saudara ayahnya. Tapi kadang apa yang diinginkan ibunya sama sekali jauh dengan yang diinginkan oleh anaknya. Suaminya melihat kadang Alex hanya berdiam diri saat perempuan yang dijodohkan banyak bicara, atau mereka tertawa dengan keras.


"I'm afraid Alex will be let down again. I don't want him to be sad like before ( Aku takut Alex akan dikecewakan lagi. Aku tak ingin dia bersedih seperti dulu )," kata istrinya memikirkan hal yang sudah berlalu. Suaminya lalu menggenggam sebelah tangan istrinya.


"But now we have something new let's just pray she can bring miracles ( Tapi sekarang ada yang baru kita doakan saja dia bisa membawa keajaiban )," kata suaminya sambil tersenyum pada istrinya lalu mengecup keningnya. 😊😊😊


"Wouldn't it be better if we matched it with Ameera? She is also veiled and we already knoe her morals ( Apa tidak lebih baik jika kita jodohkan saja dengan Ameera? Dia juga berjilbab dan akhlaknya kita sudah tahu )," istrinya menyarankan seorang gadis lagi. Menurutnya cocok dengan Alex karena kini dia seperti mencari calon yang berkerudung.


"Stop. Try to understand more about Alex's wishes than just keep following yours. Remember! It is Alex who is living life not you and you already know how Alex feels about Ameera right. Veiled but happy to spend money? ( Hentikan. Cobalah lebih mengerti keinginan Alex daripada hanya terus menuruti keinginan kamu. Ingat! Yang menjalani kehidupan adalah Alex bukan kamu dan kamu sudah tahu bagaimana kesan Alex pada Ameera kan. Berjilbab tapi senang menghabiskan uang? )" Tanya suaminya yang merasa aneh dengan pilihan istrinya.


Ameera memang seorang gadis berkerudung dan sangat cantik, wajahnya imut dan manis banyak sekali lelaki yang ingin bersamanya. Kulitnya cerah seputih bengkuang, suara bicaranya lembut nan imut, kadang nadanya agak manja tapi tahu diri. Berasal dari keluarga terkaya juga kedua mata yang belo tapi memiliki aura sinar yang misteri. Memiliki gingsul yang manis sekali sehingga awal melihat Alex pun tertarik tapi setelah melihat kebiasaannya menghamburkan uang, Alex kemudian mundur. Tapi dia juga senang berbagi, membagikan uang kepada orang miskin. Dan kabarnya, dia sedang berusaha memperbaiki semua kebiasaan jeleknya karena lelaki yang dia sukai meminang perempuan lain.


"Too bad ( sayang sekali )," kata istrinya kecewa mendengar itu. Bisa gawat kalau hobinya seperti itu, harta keluarganya akan dikuras habis.


"Dear, in this world no one is perfect human. Phsically good but the contents are no brain, what do you do? Let Alex decide. It's your job to supercvise. What if this child turns out to be the best for him? There is nothing wrong with Allah's choice ( Sayang, di dunia ini tidak ada siapapun manusia yang sempurna. Fisik bagus tapi isi tidak ada otak, buat apa? Biarkan Alex yang memutuskan. Tugas kamu mengawasi saja. Bagaimana kalau anak ini ternyata memang yang terbaik untuk dia? Pilihan Allah SWT tidak ada yang salah )," jelas suaminya agar istrinya berhenti memaksakan sesuatu apapun yang menurutnya benar untuk Alex.


"But there's no wrong in trying it. Indeed she likes to spend money but definitely for good ( Tapi tidak ada salahnya kan dicoba. Memang dia senang menghamburkan uang tapi pasti untuk kebaikan )," kata istrinya dengan antusias jelas terlihat istrinya masih berusaha meyakinkan suaminya bahwa Ameera adalah gadis yang baik.


Suaminya lalu menyerah dan menghembuskan nafasnya. Kalau tidak dituruti, dia akan terus mengekori nya sampai dirinya mengatakan 'Yes.'


"Let's see the situation first. Let's try it with Ameera but don't get your hopes up, you surely know how our child is ( Kita lihat saja dulu situasinya. Kita coba saja dengan Ameera tapi jangan terlalu berharap. kamu pasti tahu anak kita bagaimana )."


Beliau lalu masuk kamar untuk bersiap tidur lalu istrinya mulai mengontak orang tua Ameera dan berjanji untuk melakukan pertemuan. Ibunya Alex lebih setuju kalau Alex dengan Ameera, Rita terlalu jauh apalagi sudah berkali - kali Alex juga kecewa dengan orang Indonesia.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2