ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(183)


__ADS_3

"NEY!!!" Teriak Arnila dengan marah.


Ney yang membacanya buru - buru mematikan ponselnya dia juga kaget kalau ternyata ada yang bisa melihat dirinyalah yang mengirimkan suruhan jahatnya. Sekarang dia gelisah harus bagaimana menghadapi mereka berdua, awalnya dia hanya iseng menyuruh suruhannya untuk menjahili Rita tapi ternyata tampaknya suruhannya itu dimusnahkan oleh seseorang. Ternyata mereka langsung melakukan pengajian saat Rita merasa tidak enak.


"Rita! Maafkan Ney ya padahal aku sudah memperingatkan dia!" Kata Arnila yang langsung chat dengan Rita. Arnila tentu saja menahan amarahnya tanpa disadari, khodamnya langsung teleport ke tempat Ney. 'Dia' menggeram ke arah Ney yang sedang panik, merasa dirinya sedang dalam bahaya, dengan cepat Ney memanggil miliknya.


Rita yang keheranan yang berkata begitu hanya menggertak ternyata benaran? "Lho, itu sungguhan ya? Aku cuma asal menggertak kok,"


"Ya ampun! Itu serius. Dia kirim tenung ke kamu? Tapi untungnya sepertinya kepala sekolah kamu punya juga ya makanya kamu dilindungi. Sekarang 'punya'ku malah langsung lari ke tempatnya Ney," kata Arnila.


"Hahaha punya kamu tidak bisa direm ya? Terus lagi apa?" Tanya Rita. Dia penasaran karena dirinya hanya bisa merasakan saja tapi melihat tidak bisa.


"Diam menunggu perintah gue tapi gue tarik lagi soalnya ternyata lu juga tidak sadar hahaha maafkan ya, Ri," kata Arnila. Khodamnya langsung kembali lagi ke tempat Arnila meski seperti sedang kesal.


"Ya sudahlah yang penting dia tahu sekarang kalau aku bukan aku yang dulu lagi. Yang bisa seenaknya dia permainkan! Alex juga yang bilang, aku heran kenapa dia kirim tenung sih? Aku salah apa coba?" Rita keheranan padahal dirinya saat itu tengah sibuk dan sama sekali tidak sempat memegang ponsel.


"Salah paham sih sepertinya. Kita biarkan saja dia sedang ketakutan saat aku meledak tadi. Sepertinya seharian ini dia tidak akan aktif. Besok dia pasti tidak akan minta maaf,"


"Sudahlah biarkan orang macam dia itulah yang anti maaf. Sudah tahu banyak salah, malah menyalahkan orang lain kan. Ney itu iri ya orangnya, Nila? Cemburuan, iri hati, dengki juga, terus gampang kepanasan, kalau bicara tinggi waktu itu aku pernah cerita kan soal peliharaan kelinci," kata Rita


"Iya aku ingat. Terus? Dia bilang sesuatu?" Tanya Arnila penasaran. Kadang Ney tidak pernah cerita soal apa yang dia bicarakan dengan Rita, ternyata begitu juga sebaliknya. Entah kenapa dia itu. Orangnya memang bukan tipe jujur, ke siapapun dia akan menceritakan yang berlebihan tapi lebih banyak bohong dan sangat senang memanipulasi orang - orang.


"Iya. Dia bilang "Aku juga mau beli kelinci lho yang lebih bagus tipe English Spot. Itu mahal banget lho," kata dia begitu," kata Rita yang mengkopi chat Ney kepadanya waktu itu.


"Wah! Terus kamu percaya?" Tanya Arnila yang tahu kalau Rita sangat mudah percaya begitu saja.


"Ya mungkin memang mau beli kan?" Tanya Rita.


Arnila menepuk dahinya benar saja dugaannya. "Dia bohong. Dia bilang begitu dipikirannya kamu pamer kelinci padahal aku tahu kok memang kamu senang kelinci kan. Kamu beli karena supaya kamu bisa punya kesibukan lain. Ya begitulah Ney memang sering banget suudzon makanya orang - orang yang kenal dia itu malas banget dekat sama dia. Kata aku sih apapun yang dia bilang kamu jangan percaya dulu," jelas Arnila sambil tertawa.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Rita yang tidak mengerti.


"Dia itu kebanyakan bohong, kalau kamu bilang A dia pasti bilang A juga. Kamu kan baru tahu kalau dia itu mudah kepanasan ya memang begitu," kata Arnila.


"Maksudnya dia hanya berbohong saja?" Tanya Rita menebak.


"Memang bohong. Ini sudah 3 bulan, coba saja kamu ke rumahnya apa ada kandang kelinci atau kardusnya deh. Aku yakin dia itu cuma membulshit saja. Memang mudah irian waktu kamu chat Alex beberapa kali, aku melihat wajah Ney yang sangat cemburu. Tidak tahu cemburunya karena kamu semakin dekat dengan Alex atau... kamu memilih Alex untuk lebih dekat bukan dia. Begitu," terang Arnila yang sempat menyelidiki perilaku Ney.


"Menurut kamu nih, dia ada pikiran takut kamu terlalu dekat denganku tidak sih? Aku merasakan seperti itu, tapi aku sih tidak merasa bagaimana justru bagus deh kalau bisa sejauhnya dari dia," kata Rita baguslah si Ney sekarang off chat sama mereka berdua😂


"Iya iya aku juga merasa begitu. Seperti aku dilarang dekat sama kamu, Ri. Tapi kalau dia dekat sama kamu, kamu harus hati - hati karena dia punya niat bukan menganggap kamu sebagai teman," kata Arnila yang sama juga merasa ini kesempatan untuknya menyampaikan sesuatu sebelum Ney kembali mengganggunya.


"Ah, kamu nih jangan suudzon juga deh! Kok jadi begini sih?" Tanya Rita. Dia menyangka apakah Arnila juga sama dengan Ney yang punya niat jelek ingin menjelekkan Ney agar dirinya juga menjauh?


"Ada untungnya ya Ney sekarang ini menjauh karena kelakuannya ketebak sama kamu meski menggertak saja. Aku peringatkan apapun yang terjadi pada Ney jangan kamu berpikir 'memang iya' , aku lho yang paling lama sama dia daripada kamu. Kebetulan sekarang aku bisa jelaskan banyak hal sama kamu," kata Arnila yang tampaknya seperti waktunya mepet.


"Oke, oke mumpung dia kabur. Kamu bisa ceritakan soal dia yang aku tidak ketahui selama ini. Memang kamu yang paling lama, aku sudah jujur sama Alex tapi dia seperti mengira aku iri sama kamu, berusaha merebut Ney dari kamu. Najis amat sih," kata Rita yang tertawa.


"Mana mau aku juga dekat sama dia. Aku sadarnya waktu kamu banyak bertanya itu, aku juga sadar 'iya juga ya aku kan punya banyak pilihan,' dari situ juga Ney kan merasa aku mulai jaga jarak. Ya Rita, aku tahu seperti apa niat dan tujuannya. Kalau teman dia sama sekali tidak butuh, dengan aku pun berapa kali aku ditendang sama dia tapi kalau dia butuh, dia akan datang dengan sikap manis. Soal apapun yang dia bilang ke kamu, kalau bisa kamu tantang dia untuk menunjukkannya. Dan kamu jangan lagi memakai hati kalau berhadapan sama dia karena orangnya tidak punya hati. Banyak banget yang mau aku sampaikan," kata Arnila.


"Ya sekarang saja mumpung dia tidak ada. Kapan lagi coba nanti kan kamu menikah, kesibukannya ya ke suami," kata Rita.


"Benar juga. Iya sebelum aku nanti pergi duluan ya, aku mau beberkan semua kepalsuan dan kebobrokannya sama kamu. Kamu masih ingat cerita pacar pertamanya yang berakhir gay? Nah semenjak dari situ, dia di Jakarta lebih liar lagi. Tengah malam itu selalu keluar malam dan pernah ya dia terpergok sama adiknya sendiri, sedang berhubungan intim dalam mobil!" Kata Arnila dengan semangatnya. Bukan semangat membeberkan aib temannya tapi agar Rita bisa lebih mengukur jarak kedekatannya dengan Ney karena memang bukan perempuan baik - baik.


"WHOT!?" Teriak Rita yang benar - benar kaget setengah mati. "Sudah begituan?"


"Dan beberapa kali, aku tahu cerita ini langsung dari adiknya. Adiknya sendiri yang mewanti - wanti ke aku untuk jaga jarak juga karena dia bilang, aku anak baik - baik. Kalau kamu mau tahu, semua keluarganya termasuk ibunya juga sudah tahu dan waktu ibunya tahu pun, Ney sama sekali tidak perduli. Bahkan sampai ibunya menangis pun Ney tidak tergerak hatinya untuk bilang maaf. Parah kan?" Kata Arnila.


"Olooooh ( Plesetan Eleuh )," Rita kembali terkezut.

__ADS_1


"Intinya dia sama seperti Alex sudah tidak perawan sejak SMA. Selama ini dia tidak punya teman perempuan, karena memang dia dibenci oleh satu universitas, satu sekolah, mau dari SMP sampe dia bekerja pun, Rita. Itu tidak normal kan? Normalnya mungkin dia dibenci satu sekolah semasa SMP tapi tidak waktu SMA sampai sekarang kan," kata Arnila yang membuat Rita tersadar.


Benar banget! Orang mungkin dibenci saat SMP atau SMA atau saat kuliah tapi tidak wajar kalau semasa hidup sampai waktu bekerja pun, masih dibenci banyak orang siiih.... berarti ada yang salah dengan orangnya. Entah dengan sifat, pergaulannya, kelakuan, atau juga dengan nada bicaranya.


"Memangnya tidak ada yang dekat sama dia selain kamu? Masa sih benar - benar tok sama kamu saja? Aku saja sampai punya banyak teman dan sahabat. Tapi memang aneh sih kamu terus yang aku lihat," kata Rita yang mengingat - ingat dari waktu kuliah bertemu lagi pun hanya dengan Arnila saja.


"Ya memang tidak ada mana ada juga yang tahan. Kamu sekarang sudah tahu dia bagaimana, yang baiknya ada? Tidak ada sama sekali kalau aku bilang ya. Dia tidak cocok ditempatkan di posisi manapun sebagai Teman Dekat, Sahabat atau teman biasa. Kalau saingan atau musuh baru masuk. Dia kalau bicara kalau saja kamu tahu bagaimana kelakuannya dia sewaktu kuliah, lebih parah banget. Semua yaaa semua mahasiswa mahasiswi sudah tahu dia itu seperti apa, makanya di kampus dia suka disebut Ayam Kampus. Eh, kamu mengerti makna Ayam Kampus?" Tanya Arnila yang berpikir pasti Rita mikirnya ke hal lain.


"Oh, Ayam Kampus. Aku waktu dengar kalimat itu, mikirnya sebutan Ayam Goreng yang spesial. Memangnya bukan ya?" Tanya Rita yang memang tidak tahu sampai saat ini.


"............" jawab Arnila yang langsung tertawa terbahak - bahak sampai menangis dan sakit perut.


"Hahahaha sepertinya bukan," kata Rita yang garuk - garuk kepala.


"Ya Allah..... pasti Alex banyak ketawa banget," kata Arnila yang masih tertawa keras. "Bukan. Ayam Kampus itu sebutan Perempuan Nakal, Ritaaaa,"Arnila kembali tertawa saat itu juga.


"Oalaaaa untung aku tidak nanya pada keluarga. Bisa - bisa diejek sebulan. Gila banget! Aslinya itu sebutan si Ney?" Tanya Rita bengong.


"Iya aslinya! Tanya Imron deh makanya dia jauh - jauh dari Ney. Itu sudah tersebar banget, Ri! Sudah itu, dia juga suka banget Plagiat karya orang mulai dari Tugas Akhir, Ujian sampai skripsi. Kamu tahu kan kalau dia baru tahun kemarin lulus kuliah? Karena setiap skripsi, itu dari lembaran cover sampai belakang, dia copy paste!" Kata Arnila.


"Wah! Gila! Dia tidak ada kapok - kapoknya, Nil? Kalau aku sih ketahuan sekali itu sudah malunya bukan main. Dia berapa kali ketahuan? Mana semua tugas kalau ujian sih aku juga suka menyontek. Tapi pakai buku sendiri bukan ke orang lain," jujur Rita mengakui perbuatannya.


"Hahahaha ya kamu mah segitu lumayan ringan yang ini sudah masuk kriminil hahahaha! Sering banget deh Rita, tidak terhitung. Sampai dosennya saja sudah hampir semua dosen kasih dia kartu merah untungnya sih belum kena DO. Aneh juga sih," kata Arnila.


"Menyogok mungkin? Tapi tahun kemarin dia lulus usaha sendiri?" Tanya Rita. Rita pernah sih diminta Ney untuk mengantarkannya ke toko fotocopy untuk memperbanyak tugas skripsinya. Dan berkali - kali tapi dengan judul yang berbeda. Rita agak curiga kepada dia setiap kali soalnya bikin lagi bikin lagi.


"Bisa jadi. Ada yang bilang juga kalau ayahnya dosen disitu tapi aku tidak percaya. Seperti itu sih orangnya jarang bisa bicara jujur banyaknya menyakiti hati orang. Pernah kamu mengalami ini?" Tanya Arnila.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2