ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
403 Adult 21+


__ADS_3

"Sudahlaaaaah kamu itu memang tidak mengerti ya maksud saya?! Benar-benar ingin gigit kamuuuuu!" Kata Alex yang sudah sangat gemas sekali. Mau diberi petunjuk apapun memang Rita tidak tahu.


"Dosaaa. Gigit daging saja laa," balas Rita dengan polosnya.


"I will. Gigit lidah kamu nanti. Siap-siap ya," kata Alex dengan yakin.


"Memang berani? Aku juga sudah siapkan sesuatu untuk kamu," kata Rita merasa tertantang.


"Oh ya? Apa tuh? Aku senang," kata Alex.


"Nih," kata Rita menunjukkan gambar raket dan bola pingpong.


"Hahahaha jahatnyaaa. Gigitan aku enak lho kamu pasti ingin lagi," kata Alex menggigiti bibir bagian bawahnya.


"Kamu selalu bilang aku seksi. Memang kenapa kalau badanku seksi?" Tanya Rita.


"Ya aku senang saja. Meski kamu kurus tapi sebenarnya seksi. Bagaimana ya aneh juga buat aku penasaran sama kamu," kata Alex dengan nakal.


"Aku lagi mengikuti program penggemukan badan nih," kata Rita melihat badannya di kaca.


"Untuk apa? Sayangi yang seadanya laa. Urusan langsing serahkan sama aku saja, aku bisa membuat kamu langsing," kata Alex.


"Hah? Bagaimana caranya?" Tanya Rita penasaran.


"Di kasur. Kalau goyang badan kan bisa mengeluarkan banyak lemak dan keringat," kata Alex.


Rita tahu maksudnya. Nih orang kelihatannya memang sedang dalam puncaknya. Rita menghitung sudah setahun lamanya pasti dia menahan hasratnya sampai bisa mengobrol lagi dengannya. Apalagi tiba-tiba buah dadanya membesar dan terasa sedikit sakit.


"Lagi 'Mau' ya? Soalnya memancing terus. Kalau punya istri mau goyang berapa kali tuh?" Tanya Rita dengan nakal.


Alex yang membacanya mulai senyum nakal, Rita sudah tahu kebiasaannya. Dan Alex bersiap membuka tali celana olahraganya.


"Iya nih. Aku akan hubungan intim 3x dalam sehari tapi mungkin bisa lebih kalau istriku bisa menyeimbangkan kebutuhanku," kata Alex tertawa.


"Widih! Lelah dong," kata Rita.


"Puaskan aku dong yang sudah kerja seharian sampai aku bisa tidur nyenyak. Kamu suka gaya apa?" Tanya Alex kepo. Dia berpendapat wanita berkerudung aslinya lebih liar dari yang senang buka tutup. Kan yang memakai kerudung asli, gunanya menekan hasrat.


"Aku tidak tahu. Kan belum pernah," kata Rita.


"Oh iya ya nah itu semakin aku penasaran. Gugel dulu laa," kata Alex menepuk dahinya, dia lupa bahkan pacaran saja Rita belum pernah.


Kemudian Rita mencari-cari dan mendapati banyak gaya dan posisi dalam suami istri. Dia kebingungan belum pernah dia coba dan tampaknya kalau sudah punya suami, dia akan mencoba semuanya.


"Sudah nih!" Kata Rita.


"Jadi yang mana?" Tanya Alex mulai penasaran karena dia bisa mempersiapkan diri.


"Semuanya," kata Rita.


Alex melongo. Semua!? "SEMUA!?" Seru Alex dia terduduk dan perasaannya memuncak bahagia.


"Aku sih ingin semuanya dicoba karena belum pernah kan. Kalau enak, ya sudah semuanya di roling 2 gaya atau 3. Begitu," kata Rita dengan ringan.


"Aku akan senang sekali melakukannya," kata Alex gembira.


"Gembira sekali tampaknya ya beda yang sudah ahli," kata Rita.


"Lebih enak jadi kamu tidak akan terlalu sakit nantinya. Aku bisa," kata Alex meyakinkan.


"Sedang apa nih? Selain rebahan," kata Rita pasti punya Alex mulai naik.


"Rebahan saja," kata Alex.


"'Itu' kamu pasti terangkat ya," kata Rita menebak.


Alex memandangi celana pendeknya dan memang itu terangkat. Alex membiarkannya. "Tahu saja hahaha," kata Alex.


"Tidak lelah? Kan berdiri terus," kata Rita.


"Enak ditiup angin pagi dan siang hehehe apalagi kalau ditiup sama kamu," kata Alex mulai nakal.


"Huh, maunya. Kalau kamu suka gaya apa?" Tanya Rita.


"Woman on Top. Kamu apa? Pilih saja lah, yang mudah dulu," kata Alex.


"Nih aku coba lihat. Hmmm Man on Top deh," kata Rita memutuskan.


"UWOW! Why?" Tanya Alex yang senang sekali. Semua mantan justru tidak ada yang mau karena kebanyakan lelaki di atas menjadi sangar.


"Lelaki kan pemimpin keluarga jadi ya biar lelaki saja yang bekerja di atas hehe ya mana tahu lah pokonya kalau aku mikirnya lelaki yang berkuasa," jelas Rita memang tidak mengerti. Dia asal pilih saja.


"Aku akan sangat senang melakukannya. Aku bisa semuanya kalau istriku nanti mau coba semua, aku akan sabar menuju puncaknya," kata Alex tertawa menang.


"Kok aku merasa kamu yakin yang jadi suamiku ya?" Tanya Rita.


"Hahahaha kamu akan menjadi milikku kok meski lama untuk mencapai ke arah sana," kata Alex dengan yakin.


"Are you sure?" Tanya Rita.


"Sure laa akan kubuktikan nanti," kata Alex.


"Next! Hubungan intim kamu suka yang lembut, pelan atau keras?" Tanya Rita semakin jauh.


"Bisa semuanya dong. Kalau perempuannya sudah terbiasa yang pelan, ganti ke lembut lalu naik lagi levelnya sampai bisa ke yang keras. Lalu terakhir kasar," kata Alex, belalainya mulai terangkat lagi.

__ADS_1


"Jadi ada yang kasar ya. Seperti apa itu? Perkaos?" Tanya Rita agak serem tapi mungkin kalau sudah jadi istri ya bisa enak juga.


"Iya memang itu kalau sudah jadi istri kan suami bisa perkaos. Sampai perempuannya mengerang dan berkeringat basah. Setelah itu aku goyangkan dia supaya lebih mantap lagi," kata Alex sambil mendesah miliknya mulai berkembang.


"Basah? Bisa?" Tanya Rita terus memancing.


"Bisa. Aaaahhh... punyaku enak lho sekali masuk kamu akan ketagihan," kata Alex menggeliat.


"Ihhh, geli. Punya kamu memangnya bisa masuk semua?" Tanya Rita agak kagum.


"Bisa dong kalau masuk semua, kamu akan menggeliat dan mengerang karena punyaku meledak di dalam. Aku suka itu sayang semua mantan tidak ada yang sanggup menahan kebesaran ku. Mereka langsung menyerah, aku penasaran dengan kamu," kata Alex yang mulai berkeringat membayangkannya dengan Rita.


"Hush! Kepo yaaa... Baru juga kenal sudah main saja," kata Rita agak cemberut.


"Hahaha nanti kalau sudah kenal dekat aku akan mulai menguasai kamu. Aku menduga kamu tipe pengerang ya?" Tanya Alex.


"Kalau tidak bersuara nanti mati. Mau?" Tanya Rita mengakui memang sepertinya tipe pengerang. Mungkin.


"Hahahaha aku suka kok. Mantanku bukan tipe pengerang juga bukan tipe pejuang kasur hehehe," kata Alex dengan jujur.


"Kamu ini cari perempuan untuk jadi pelampiasan nafsu ya?" Tanya Rita yang mulai agak mundur.


"NOOOOO serius. Itu mereka yang mau kok, mereka selalu minta setelah melihat badan aku. Katanya bikin mereka mengiler," kata Alex yang panik.


"Terus kamunya mau juga ya," kata Rita agak sedih.


Alex merasakan itu karena mereka entah bagaimana sudah terhubung. "Itu duluuuu masa remaja aku nakal. Sekarang tidak, aku serius sudah sadar apalagi kan aku juga menyesal kalau tahu kenal kamu, aku bisa lebih kuat menahan," kata Alex yang seduh juga.


"Benar ya. Jadi kamu ini tipe kasar ya. Kok aku jadi takut ya?" Tanya Rita merinding.


"Jangan takut asalkan kamu tidak memancing tapi tergantung keadaan sih hehehe. Nanti juga kamu akan kasar kalau sudah pintar dilatih," kata Alex tertawa nakal.


"Mau?" Tanya Rita yang tiba-tiba buah dadanya membesar.


Alex menggigit bibir bawahnya dan melepaskan ruhnya melihat buah dada Rita membesar. Rita keheranan bagaimana bisa? Dan terasa sakit. "Buah dada kamu membesar ya?" Tanya Alex nakal.


"Iya nih aneh sekali padahal aku belum mulai senam. Uhhh sakit juga sih, kenapa ya?" Tanya Rita penasaran.


Alex tertawa membacanya. Rita tidak sadar ternyata tubuhnya sendiri juga bereaksi setiap kali mereka saling memancing hasrat. "Uhhh kalau aku dekat sama kamu, habis buah kamu, aku remas dan hisap," kata Alex.


"Ih, maunya untung jauh. Kamu pernah perkaos ya? Agak liar sih," tebak Rita sambil memegang buah dadanya.


"Maunya sih perkaos kamu soalnya aku gemas ingin sekali gigit kamu. Susah mengerti padahal aku sudah beri petunjuk bukti keseriusan aku," kata Alex yang sudah membuka kaosnya.


"Makanya sudah tahu kan aku agak telat kalau sadar. Kamu sudah semakin panas ya?" Tanya Rita.


"Tidak heran aku sering tepar menghadapi kamu. Aku sudah buka kaos nih," kata Alex mengirimkan foto baju kaosnya yang agak berantakan. "Seperti yang kamu lihat dalam mimpi, keadaan tubuhku seperti itu," tawa Alex.


Ya ampun! "Kamu digoda sedikit saja, barangnya langsung naik ya. Gemes ingin lihat," kata Rita.


"Kalau dipegang memangnya langsung naik?" Tanya Rita.


"Iyalah. Apalagi kalau kamu cium, pasti langsung keras. Langsung serang kamu dan membuka ****** *****," kata Alex yang mulai tidak sabaran.


"Sabar dong. Main serang saja nih," kata Rita sengaja.


"Kamu lama. Aku sudah tidak tahan nih, kita mulai yuk," kata Alex yang mengelus bagian bawahnya.


"Hihihihi geli ah jangan langsung buka dong. Penyambutan dulu," kata Rita.


"Oke, aku cium bibir kamu pelan lalu melesak memasukkan lidah," kata Alex membayangkan.


"Hmmm liar sekali. Pelan, Please. Alex!" Seru Rita yang juga mulai membuka novel lain.


"Sssst shut up.. feel my tongue," kata Alex mulai mendesah menahan.


"Lidah kamu tebal. Besar. Tangan kamu gerayang kemana?" Tanya Rita.


"Aku gesek dulu ya perkenalan untuk bagian bawah. Aku sudah buka milikku, tenang masih dalam underwear kok," kata Alex.


"Ahhh... hah hah uhhhh apa nih? Jangan dulu Alex. Please... Ahhhh!" Kata Rita serasa menahan serangan Alex yang cepat.


"Kamu melawan tapi tenagaku besar jadi menyerah dan mulai merasakan gerakan. How? Enak?" Tanya Alex.


"Enak uhhh ah ah ah dibawa naik turun lalu kamu gerak dengan keras. AAAHH," kata Rita.


"See? Enak. Buka kedua kaki kamu ya aku mulai masuk," kata Alex.


"Sekarang? Jangan. Pelan dulu," kata Rita memohon.


"Aku mulai membuka celanaku dan memasukkan jari telunjuk ke dalam mulut kamu," kata Alex penasaran.


"Aku jilat dan hisap dengan enak. Jari kamu besar, dengan lahap aku mulai hisap lebih dalam. Punya kamu masuk ahhh apa nih? Besar, panjang," kata Rita buah dadanya membesar lagi.


"Punyaku sayang. Kamu menggeliat, teriak dan menahan pinggangku. Melihat kamu yang mengisap jariku, aku ganti dengan mulut. Kita kissed with hot, sambil sesekali mendesah kamu memegang bahuku dengan liar," kata Alex yang sedang mengerang keenakan. Badannya berkeringat sambil memegang pinggiran kasurnya.


"Aku menikmati ciuman kamu yang mulai panas dan liar. Panas, berhenti dulu," kata Rita.


"Aku menghentikan serangan dan kiss. Melihat kamu yang berjuang menyetarakan keinginanku, Thanks.. setelah itu aku mulai membenamkan kiss dan kamu menikmatinya," kata Alex.


"Sayang," kata Rita.


"Hmmmm aku pelan melahap bibir kamu dan juga lidah. Lalu menuju leher," kata Alex membayangkannya.


"Yang, buah dadaku," kata Rita mengingatkan.

__ADS_1


"Fine. Aku langsung membuka bajumu dan melihat buah dada yang membesar dan melahapnya," kata Alex mulai mengerang.


"Aghhh sakit.. Pelan dong, Alex! Aku menjambak kepala kamu dan kamu membalasnya dengan ..." kata Rita memberi petunjuk.


"Lebih dalam menghisap dan aku menggerakkan yang bawah naik turun. Satu buah aku remas sampai kamu mengerang nikmat," kata Alex memejamkan matanya. Kasurnya mulai basah dengan cairan.


"Ganti sayang, please," kata Rita.


"Ya sedikit lagi. Aku lepas dan melihat buah dadamu memerah. Itu tanda aku, kamu terlihat cantik. Aku buka semua busanaku dan mulai melepaskan milikmu," kata Alex.


"Jangan ah, aku malu nih. Bawah saja ya. Alex! Kamu merobek celanaku nanti aku pakai apa? Baju atasku juga kamu buka paksa dan memperlihatkan badan aku tanpa busana," kata Rita.


Alex kemudian mengerang sambil melepaskan cairan itu dan muncrat. Lalu membaca lagi dan lebih mendesah. "Kamu polos ya aku senang belum ada yang berani menjamah kamu. Hei, jangan ditutup buahnya perlihatkan," kata Alex.


"Aku malu lah. Aku kan tidak seksi," kata Rita.


"Kamu seksi apalagi hasrat kamu tinggi denganku. Aslinya aku muncrat nih membayangkan kamu, enaknya," kata Alex yang kemudian bangun dari kasur. Untung kasurnya sudah dilapisi matras.


"Serius? Banyak cairannya?" Tanya Rita takjub.


"Kurang. Lagi ya kali ini aku meremas buah dada yang kamu tutupi sambil melihat respon kamu," kata Alex memegang semacam gagang pintu di dinding kamarnya. Matras tadi dia letakkan di bawahnya, dan merintih.


"Ahhhhh!!! Kamu mendekat sambil meremas lalu aku memegang belakang kamu," kata Rita entah kenapa seperti sungguhan.


"Rasanya bagaimana punyaku?" Tanya Alex.


"Berotot ya. Kasar," kata Rita.


Alex tersenyum. "Iya tapi enak kan bagaimana?" Tanyanya cairannya menetes.


"Mulai hangat say. Membesar ya? Uhhh sempiiit. Sambil memegang kedua tangan kamu yang meremas. Tangan kamu besar," kata Rita.


"Iya cairannya keluar nih. Siap ya aku melesak lebih dalam oke. Ughhh," kata Alex lalu membayangkannya.


"Aku membuka kedua kakiku selebar mungkin dan merasakan desakan punya kamu. ALEEX!! STOP!" Teriak Rita dalam chatnya. Yah meskipun dirinya sulit membayangkan setidaknya si Alex keluar juga rasa pusingnya. Daripada baca dia sedang dengan wanita pinggiran.


"NO! Aku melesak lagi ke dalam dan menahan pinggul kamu. Kamu menjerit, menggeliat lalu menahan. Rita, buka lebar honey. Please, OPEN!" Kata Alex yang dirinya saat itu mulai membesar.


"Aku berusaha menahan desakan itu. Jangan Alex jangan sekarang," kata Rita memohon.


"Kamu milikku. Aku akan menjadikan kamu milikku, aku masuk. Aku akan membuat kamu nyaman, mulai naik turun. Kamu tidak bisa mencegah aku, aku sudah di dalam," kata Alex dengan liar dan ganasnya.


"Aku pegang pinggang kamu," kata Rita.


"Too bad tenaga aku besar. Diam dan nikmati permainanku. Aku mulai liar," kata Alex.


"Kasar, Alex. Aku lihat punya kamu mendesak masuk dan sudah sedikit lagi. Aku angkat sedikit," kata Rita.


"Good girl. Sedikit lagi tahan ya," kata Alex. Cairannya mulai keluar dia menggenggam dengan keras di gagang itu dan... ******.


"Keluar?" Tanya Rita penasaran. Dalam pikirannya itu sudah klimaksnya.


"Sudah. Lagi ya," kata Alex senyum. Dia merapihkan rambutnya dan membuang cairan dalam matras lalu menyeka miliknya.


LAGI!?!? EH buset!! Wah, kebayang kalau dirinya serius ya jadi istrinya Alex memang sehari 3x. 😳😳😳


"Oke. Lalu?" Tanya Rita yang tidak mungkin menolak.


"Aku berbalik dan memegang kedua tanganmu," kata Alex.


"Menatap kamu yang sedang liar sambil tersenyum nakal dan menjilati bibirnya. Perlahan kamu rendahkan tubuhmu ke atas ku," kata Rita.


"I kiss you with hot again," kata Alex.


"Aku membalasnya sambil memeluk kamu. Menggigit bibir bawah dengan lahap," kata Rita.


"Aku lahap kamu balik, mengerang, merintih aku buat kamu begitu. Kedua kaki kamu aku kunci agar tidak banyak bergerak. Then..." kata Alex memberi petunjuk.


"So wild, babe. I like it," kata Rita.


"I know. Benar kan kamu mulai pintar dan... mulai melakukan hal yang sama. Tapi kali ini berbeda, mau membuka dan aku masuk dengan mudah. Teriak minta ampun, aku akan hentikan," kata Alex menantang.


"Never! AAAAAH!" kata Rita.


"Aku mulai memelukmu dan memegang ur bottom with harsh," kata Alex tampak mulai liar juga dalam chatnya.


"Sudah dong mau perkaos aku apa ya?" Tanya Rita membaca petunjuknya.


"Kita kissing with hot again. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Alex penasaran. Apakah Rita akan bosan?


"Meremas buah belakang kamu," kata Rita.


"That make me more harsh. You enjoy it," kata Alex tepat dugaannya.


"I love it. More. Give me more," kata Rita membuat Alex lebih ganas lagi.


"Ahh good. I will give you more, harsh or wild? Kita masih beradu mulut aku belum mau melepaskannya," kata Alex.


"Aku menikmati cumbuan kamu. Kamu tidak memberikan aku kesempatan untuk bicara. I enjoy your game, honey," kata Rita.


"Okay, we kissed first ya then i will make it so harsh for you. Jangan menyesal ya setelah aku lakukan, tidak akan bisa dihentikan," kata Alex sudah memikirkan langkah selanjutnya.


Bersambung....


( Ini hanya Cerita fiktif ya jangan menganggap terjadi dalam dunia nyata. 🤭🤭 )

__ADS_1


__ADS_2