
Yang disindirnya langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Rita kaget melihatnya dan Arnila mengangguk lalu memberikan kode 'Baca WA'. Setelah itu Rita langsung membacanya saat Ney memandang ke arah lain dan memainkan batu.
"Ney juga hack akun email aku. Jadi kalau nanti kamu kirim apapun ke aku, dia sudah pasti tahu. Jadi bagus kamu bilang begitu ke Alex sekaligus menohok kelakuan dia. Kenapa dia begitu? Menurut aku dia ketakutan aku sama kamu dekat?" Tanya Arnila dalam chatnya.
Rita lalu mengangguk saat itu juga dan memberikan kode kalau apa yang diduga Arnila tepat. "Lalu kenapa dia banyak menyakiti aku, Ri? Yang kamu alami tidak seberapa parah dengan aku. Dia pernah sampai secara terbuka membuang atau melupakan pemberianku ke dia dan aku sudah banyak sakit hatiku ke dia,"
Rita melihat Arnila yang wajahnya memerah tapi cepat - cepat dia mengusapkannya dengan kedua tangannya.
"Tapi dia masih suka hack tidak sih?" Tanya Ney sambil memainkan kukunya.
"Entahlah. Aku sudah marahin dia sekaligus mengancam. Kalau aku punya status sama dia sih mending tapi itu kan tetap tidak boleh. Dalam Al Qur'an juga sifat posesif berlebihan itu kan tidak ada justru dilarang. Misalkan nih kamu berteman sama Arnila tapi karena kamu saking takutnya Arnila dekat siapapun, kamu kunci lingkungan pertemanannya. Kalau diartikan dengan binatang sih kamu punya kucing karena kamu takut kucing kamu kabur atau kontak dengan kucing lain, kamu buat mengunci kucing kanu dalam rumah, kamu tidak ijinkan dia keluar rumah sekalipun. Itu kan yang bikin kucing cepat mati, umurnya pendek. Manusia juga sama, akan ada saatnya mereka akan meledak karena perbuatan kamu yang berlebihan. Karma itu ada, siapa tahu nanti kamu kalau punya suami, itu akan terjadi sama kamu sendiri," jelas Rita panjang lebar. Kali saja Ney mengerti maksudnya.
"Aku kalau seperti itu sudah pasti berontak dong," kata Ney.
"Membantah suami?" Tanya Arnila.
"Ya iyalah itu kan artinya melanggar," kata Ney seenak menjawab.
"Kalau untuk kebaikan kamu? Kamu berontak juga? Bantah juga?" Tanya Rita penasaran.
"Iyalah, aku bebas dong mau pergi kemanapun. Apa hak dia?" Tanya Ney.
"Mau jadi seperti kamu masih seperti sekarang?" Tanya Arnila bergantian.
"Ya gitu deh," jawabnya.
"Itu artinya kamu istri durhaka. Dan tidak pantas disebut istri baik. Suami kalau tidak memperbolehkan kamu keluar rumah ada dua kemungkinan. Pertama, memang kamunya gatal kedua, takut kamu tertarik sama orang lain. Tapi kalau suami kamu berbuat sadis di dalam rumah lalu melarang kamu pergi dengan kekerasan, baru diperbolehkan," jawab Arnila dan Rita setuju.
"Kamu menikah pasti niatnya karena materi ya? Soalnya kalau kamu pakai hati, mana mungkin sampai berkali - kali nyakitin Dins meski dia pernah berbuat curang juga sama kamu. Tapi kalau yang aku hitung, kamu lebih banyak. Kok Dins masih mau ya sama kamu? Jangan - jangan ... " kata Rita menebak.
"Ya aku jujur ya memang aku mendekati Dins itu karena uangnya. Dia itu pintar banget terus sekarang saja dia ditawari untuk menjadi pembuat rumah alias arsitek. Ya makanya aku mau dia cepat menikahi aku! Apa salah?" Tanya Ney.
Rita sudah menduga sedangkan Arnila sudah lebih tahu duluan. "Ya tidak sih, tapi lebih baik kamu menikah dengan niat lain deh. Soalnya kalau menikah dengan tujuannya karena materi, biasanya berakhir tragis lho," kata Rita yang polos langsung to the point.
Arnila menghela nafas dan Ney kaget dengan kalimat uang dikeluarkan oleh Rita. Dia kesal harus mendengarnya.
"Dins suka sholat?" Tanya Rita tiba - tiba.
Ney berpikir, "Jarang sih,"
__ADS_1
Mereka berdua kaget. "Kalau jarang sholat, berarti tidak dekat dengan Tuhannya sendiri dong. Lah dia atheis?" Tanya Rita.
"Hah!? Tidaklah, dia Islam!" Kata Ney langsung.
"Oh, Islam KTP. Dia suka mengerjakan seperti puasa Ramadhan?" Tanya Rita lagi, penasaran kenapa sih Dins sama sekali nempel banget sama Ney.
"Ya kadang - kadang. Aku juga pernah nanya kata dia 'Allah akan memaklumi aku. Aku kan sibuk kerja jadi tidak masalah kalau tidak sholat. Toh aku yang bekerja, buat apa aku harus capek - capek sujud sama Dia?' Begitu," kata Ney memandangi mereka dengan biasa.
Mereka berdua melongo mendengarnya. "Wah, kalau Allah bisa memaklumi, aku juga mungkin tidak perlu sholat lagi ya," kata Rita sambil tertawa.
"Dins tidak ada perasaan kurang apa gitu Ney? Orang yang jarang sholat biasanya hidupnya banyak masalah lho," kata Arnila yang masih bengong.
"Iya seperti kamu," kata Rita cuek.
"Aku sholat kok malah lebih rajin! Buktinya semua keinginanku kabul dengan cepat kan tidak seperti kamu, lama banget!" Balas Ney.
"Hahahaha rajin sholat sunnah, sholat yang kalau dikerjakan bagus tidak dikerjakan juga tidak apa - apa. Lebih memilih sholat sunnah daripada yang wajib, makanya tidak salah keinginan kamu cepat dikabulkan tapi hanya bertahan pendek selama 3 hari. Kamu tidak merasa takut dan aneh kalau semua keinginan kamu cepat dikabulkan? Aku sih bersyukur prosesnya lama daripada cepat," kata Rita dengan santai dan memainkan ujung jilbabnya.
"Iya Ney, kamu tidak berpikir atau merenungi, kenapa Allah SWT cepat sekali mengabulkan semua keinginan kamu? Harusnya kamu curiga lho pasti ada sesuatu," kata Arnila setuju dengan pendapat Rita.
"Buat apa? Aku sih senang banget apapun yang aku minta selalu dikabulkan. Lebih baik kalian meminta ke aku deh buat doain permintaan kalian. Langsung banget!" Kata Ney dengan suara lembutnya.
"Tidak ah, aku tidak berminat. Kamu saja. Aku lebih menyukai prosesnya supaya nanti saat dikabulkan, aku menerimanya dalam waktu panjaaaang," kata Rita menolak sambil tertawa.
"Ya sudah. Ini aku jujur ya," kata Ney sambil menatap mereka.
"Berarti selama ini kalau kamu tidak bilang 'aku jujur' semuanya bohong ya," kata Rita bertopang dagu.
Ney diam mendengarnya selaluuu saja salah kalau sudah berbicara dengan Rita tapi Ney juga sih yang selalu memberi celah atau kode.
"Dins seperti itu kamu masih mau saja menikah? Kamu ingin cepat menikah karena lari dari suatu permasalahan ya?" Tanya Arnila. Dia hafal banget masalah dalam keluarga Ney.
"Iya?" Tanya Rita.
"Tidak. Aku memang ingin cepat menikah saja, aku sudah merasa ingin saja. Ya memulai kehidupan rumah tangga yang indah," jawab Ney sambil senyum - senyum.
Mereka berdua saling menatap, arti pernikahan menurut Ney itu seperti apa ya? Pastinya seperti di negeri dongeng hidup bahagia tapi kan nyatanya itu hanya di dalam negeri dongeng.
"Banyak yang bilang kalau sudah menikah berarti dunia akan lebih menyempit kamu yakin bisa kalau ada masalah? Sudah menikah masalah secuil bisa jadi besar lho, sekarang saja kamu ada masalah sama Dins lari cari lelaki lain. Kalau dunia pernikahan, kamu seperti itu sudah dicap negatif," kata Arnila meyakinkan kembali niat Ney.
__ADS_1
"Aku sudah yakin!" Kata Ney dengan mantap. Dalam hati dia mengatakan 'Apalah nikah saja kok mereka sampai berpikir sulit sih? Punya suami yang menghasilkan banyak uang kan akan lebih bahagia. Lebay banget mereka!' Pikirnya.
"Aku penasaran nih kalau kamu sedang menginginkan sesuatu, apa kamu berdoanya ingin segera dikabulkan?" Tanya Rita. Karena agak aneh banget dari sejak SMP sampai sekarang apapun yang dia inginkan selalu cepat terkabul. Kan aneh banget!
"Iyalah. Aku kan butuhnya juga ingin cepat. Misalkan, ada iklan ponsel terbaru ya aku berdoa dong bilang disegerakan agar aku bisa punya ponsel baru ya itu 3 hari langsung deh aku bisa beli. Kamu kan pernah lihat aku punya bermacam - macam ponsel," kata Ney.
"Hari itu juga? Kamu setiap hari sholatnya atau hanya sekali?" Tanya Rita lagi.
"Ya setiap hari aku menekankan segera dikabulkan. Aku kan ingin memperlihatkannya juga sama kalian semua. Kenapa sih?" Tanya Ney yang curiga pada sikap Rita.
"Kamu tidak curiga sedikitpun kenapa keinginan kamu selalu cepat terkabul?" Tanya Rita yang penasaran banget.
"Ya bagus kan kalau cepat daripada harus menunggu lama? Nanti keburu habis," jawab Ney.
"Hmmm kalau begitu sepertinya kamu terburu - buru dalam berdoa ya. Justru kamu harusnya curiga lho kenapa selama ini mulai dari banyak berdoa dikabulkan cepat. Ternyata menurut aku karena kamu berdoanya benar - benar ingin cepat," kata Rita yang akhirnya tahu jawabannya.
"Memangnya jelek? Menurut aku sih sah saja kok. Itu artinya aku ini disayang sama Allah SWT," Kata Ney dengan bangga.
"Jarang sholat wajib, jarang puasa mana mungkin jadi anak kesayangan Allah SWT. Jarang sedekah juga dilakukan kalau disuruh doang. Justru aneh! Kamu harus banyak - banyak mendengar ceramah deh Ney buat kebaikan hidup kamu. Soalnya buru - buru doa agar cepat dikabulkan efeknya jelek nanti. Sebagai penggantinya pasti ada yang ditukar sama Allah," kata Rita yang merinding.
"Tapi aku ya kalau bilang apapun selalu terjadi lho, kamu juga kan sama pernah kejadian," kata Ney.
"Memangnya kamu pernah bilang apa sama Rita?" Tanya Arnila curiga. Karena Ney lebih banyaknya hanya mengada saja agar orang bisa lebih percaya sama dia.
"Kan aku pernah bilang ke kamu kalau kamu akan mengalami kecelakaan dari angkot menuju tempat kerja kamu terus kamu juga akan jatuh ke selokan dalam perjalanan pulang. Itu semua kan terjadi," kata Ney yang masih ingat dengan yang dia katakan.
"Haaah?? Yang itu? Bukannya Rita sudah bilang kalau tidak terjadi apa - apa ya," kata Arnila yang kemudian menatap Rita. Rita mengangguk.
"Kamu lupa? Tidak ada yang terjadi kok. Itu hanya doa jelek kamu saja mungkin karena terlalu iri sama aku," kata Rita.
"Bohong kamu! Aku lihat banget kok kalau kamu kecelakaan!" Ney tidak percaya kalau penglihatannya ternyata tidak terjadi.
"Ngapain aku bohong?" Tanya Rita.
Ney terdiam, disini Rita dan Arnila juga sudah merasa tidak percaya dengan kemampuan terawang Ney, mereka melihat memang tidak ada kemampuan seperti itu dalam dirinya.
"Yang kamu katakan apapun itu sama sekali tidak pernah terjadi, kalau kamu bilang hal jelek, hal baik yang terjadi. Menurut aku, kamu tidak usah deh klaim bisa ini bisa itu, biasa saja kali. Kalau Arnila sih aku yakin seperti itu, berkali - kali juga kan Arnila bilang apa benar kejadian. Aku juga harus hati - hati sama kamu," kata Rita yang merinding ke arah Arnila.
Arnila lalu memukul punggung Rita dengan keras sambil tertawa. "Ada syarat tertentu sepertinya ya kalau kamu ingin semua omongan jadi nyata,"
__ADS_1
Ney memandang Arnila, dia memang merasa banget hampir semua isi bicara Arnila selalu terjadi. Ney juga sebenarnya lebih takut pada Arnila apalagi kalau dirinya sudah keterlaluan berbuat sesuatu. Arnila kalau marah akan lebih meledak lebih dari Rita sepertinya.
BERSAMBUNG...