
"Bagaimana? Segar kan," kata Rita yang juga menggeliat lalu berjalan sebentar.
"Iya hehehe sekali lagi ya," kata Alex menunggu balasan. Dirinya sudah lebih siap untuk putaran penutup.
Rita kembali dan memakai baju yang mini karena hari itu panas. Saat membaca dia bengong "LAGI!?!?" Dia tepuk dahinya. Tapi kan ini juga termasuk berzina ya meski tidak langsung.
"Tidak mau!!" kata Rita dengan tegas.
"Good, just see when we meet. Jangan cemas aku hanya ingin bibir kamu sementara. Bagaimana kalau misalkan ternyata aku yang jadi suami kamu?" Tanya Alex yang sedang menyeka keringat dengan handuknya. Hasratnya kini sudah habis lalu minum air putih dan memakan buah-buahan.
Pelayan tadi tentu saja sudah pergi karena Alex sudah mengetahui apa yang dia lakukan selama ini.
"Eh?" Tanya Rita giliran dia yang membeku.
"Aku minta layani sehari 3 sampai 4 kali ya," kata Alex senyum senang.
"Eh?" Tanya Rita bengong.
"Karena kamu belum pernah posisi manapun, aku akan senang hati mencoba segalanya. Aku akan bersabar sampai kamu pintar dan kita akan bersatu," kata Alex.
"Bersatu?" Tanya Rita masih bengong.
"Saat kamu dengan aku menyatu dengan alam, kamu akan bertemu dengan Tengku serta yang lainnya. Tenang aku akan selalu berada di sisi kamu. Hari ini aku puas sekali," kata Alex memberikan petunjuk.
"Kok bisa bertemu dengan Tengku kamvret? Menyatukan bagaimana sih?" Tanya Rita tidak mengerti.
"........... sudahlah! Nanti juga kamu alami sendiri! Capek deh," kata Alex menepuk dahinya
"Lalu sudah keluar cairannya? Benar-benar sudah selesai kan?" Tanya Rita.
"Sudah selesai. Sekarang aku sedang pemulihan tenaga, selesai makan aku langsung tidur. Aku menunggu kita bertemu nanti," kata Alex.
"Huff akhirnya. Kalau begitu kamu pernah begituan sama mantan kamu?" Tanya Rita menggeliat akhirnya selesai Drama Mesumnya.
"Tidak hanya... Making Love saja," jelas Alex.
"Hamil? Making Love kan bisa hamil juga," kata Rita yang menyalakan kipas angin.
"Aku masih bisa menahan tahu! Yah alasannya karena ketahuan dia masuk hotel dengan pacarnya dahulu. Aku marah sekali sampai mengatainya lebih parah dari kamu, jadi aku minta dia melayani aku juga," kata Alex mengingat kenangan buruk itu.
"Edun! Terus kamu masih mau sama dia sudah terpakai begitu? Saraf," kata Rita kaget sekali.
Alex terdiam. Terpakai? Iya sebelum dengannya mantannya itu pun ketahuan selingkuh dengan yang lainnya. "Ya karena aku memang sayang," kata Alex.
__ADS_1
"Pretttt kalau sayang tidak akan sampai begitu justru menjaga. Yang tadi kita lakukan untungnya imajinasi kalau asli, lebih baik mati saja kalau aku. Sayang itu ya dia bisa menjaga mahkotanya hanya untuk kamu bukan sebar-sebar. Nih kalian 11 12 ternyata," kata Rita kesal.
Alex diam dulu tidak ada yang berkata begitu bahkan semua temannya malah mengajaknya berpesta untuk melupakannya. Sedih tidak ada seorangpun yang menyadarkannya, peringatan kakak pertamanya pun dia tidak dengarkan. Padahal berkali-kali dia berkata bahwa kekasihnya bukan orang baik, berkali-kali kakaknya melihat dirinya jalan dengan lelaki lain.
"Dengan dia kalau begituan heboh tidak?" Tanya Rita penasaran.
"Diam saja mau aku lakukan apapun ya diam, sebenarnya aku melakukan itu pun sudah di batas depresi. Aku berusaha bunuh diri pun karena merasa Allah enggan memberikan aku kebahagiaan," kata Alex terus terang.
"Dia tahu?" Tanya Rita.
"Tahu. Dia terus menangis, meminta maaf tapi rasaku untuk dia sudah tidak ada hanya tersisa kasihan saja," kata Alex.
"Mungkin ya ini mah," kata Rita.
"Apa?" Tanya Alex agak sedih.
"Dia tidak melawan kamu apa-apakan karena takut? Tidak punya kekuatan pendukung," kata Rita menyimpulkan.
"........." Alex tidak terpikirkan soal itu. Saat itu... dia hanya memikirkan egonya, kekesalan kelakuan mantannya dan banyak.
"Kata aku sih begitu jadinya ya kamu begituan, dia tidak pakai hati. Malah jadi terpaksa juga nerima kamu karena kamu punya nama, keluarga terpandang. Memang berat sih, mantan kamu Islam?" Tanya Rita penasaran.
"Islam," kata Alex. Tapi...
"HAHAHAHA 11 12 sih hehehehe tapi kamu sama sekali tidak takut dari awal kita kenal," kata Alex berusaha mengalihkan topik.
"Karena kamunya juga brengsek dari awal jadi untuk apa aku harus tunduk? Mencak-mencak pula, mengatai aku malah kamu buat tim untuk merundung aku. Coba katakan apa hal itu bagian kesopanan? PRETTTT!" Seru Rita masih kesal.
"........."
"Mana kamu super idiot ternyata, cari dong perempuan lain. Lihat banyak perempuan memangnya kamu pikir di dunia hanya mantan kamu yang hidup? Kebanyakan makan zina jadi otak kamu menyusut. Sudah tahuuu mantan kamu selingkuh berkali-kali edan saja kamu masih mau menerima barang bekas. Kalau orangnya masih hidup, sudah aku tendang jauh dia ke kutub!!" Teriak Rita.
"Barang bekas ya," kata Alex dia merasa dirinya juga barang bekas. Ada rasa insecure pada Rita meski kenyataannya Ritalah yang merasa begitu.
"Iya dong. Inner apanya kalau kamu diselingkuhi berkali-kali? Payah!" Ketus Rita.
"Hahahaha kamu kesal sekali aku dipermainkan. Tapi duniaku memang begitu Rita, aku iri dengan dunia kamu. Kedua kakakku bilang aku seperti di guna-guna sama dia," cerita Alex tertawa.
"Dia tidak pernah sekalipun mendesah atau merintih sakit? Masa sih tidak ada," kata Rita agak aneh.
"Tidak ada. Mau aku xxx di level keras pun tidak ada teriakan," kata Alex yang kedua matanya memerah.
"Hanya kamu yang nafsu ya?" Tanya Rita.
__ADS_1
Alex menyeka air matanya. "Memang. Aku jujur begituan sama dia sama sekali tidak ada rasa puas melainkan hambar," kata Alex mengakui.
"Berapa persen?" Tanya Rita.
"Zero," kata Alex.
"Tapi dengan pacarnya dulu heboh? Apa jangan-jangan dia terpaksa dengan kamu sejak awal? Kamu memaksa dia pasti antara dia dicuci otak mengatakan pacarnya kasar atau, kamu yang rebut dia dari pacarnya?" Tanya Rita.
Alex terdiam. Entah kenapa Rita seakan bisa tahu. Dia tidak tahu harus menjawab apa selain menangis. Karena sebenarnya dia memang merebutnya dan yang kasar pada ucapan kepadanya.
"Dia ada ******* kalau bercumbu?" Tanya Rita semakin aneh.
"Selalu," kata Alex.
"Parah lo! Itu jelas dia hanya tertarik sama mulut kamu doang. Aku pikir hatinya bukan kamu deh meski memang dia suka. Bersyukurlah," kata Rita.
"Karena?" Tanya Alex bingung.
"Kamu ditinggal mati. Jadi kamu semacam diberi kesempatan untuk memperbaiki sesuatu yang kamu anggap hilang," kata Rita.
"Kesempatan? Apanya? Semua... Allah AMBIL SEMUA KEBAHAGIAANKU," kata Alex meledak menangis.
Dari mesum sekarang jadi sadness.
"Kamu itu idiot ya belajar Islam sampai mana sih? Pikir positif ya Allah itu tidak jahat, kebanyakan yang jahat itu diri kita sendiri. Aku juga, membenci orang yang mempermainkan aku tapi aku lihat itu peringatan dari Allah. Kamu juga, berkali-kali pasti Allah memperingatkan sesuatu tapi kamu yang jahat. Kamu masih hidup itu kesempatan dari Allah atau bukan?" Tanya Rita.
Alex tersedu-sedu kesalnya karena tidak ada dari peringatan itu yang dia pedulikan. Sampai akhirnya Allah mengambil semua yang dia sayangi, dia tahu benar peringatan itu memang ada. Dari kakak pertamanya, saudaranya, sahabatnya. Tapi semuanya dia patahkan karena keegoisannya sendiri.
"Miracle. Aku baru sadar kalau selama ini aku kurang bersyukur. Awalnya aku terus menyalahkan semua ini kepada Allah, bukti kalau aku terkutuk. Semua orang yang dekat aku, pasti di ambil. Makanya itulah alasannya aku selalu kasar sama kamu," kata Alex sedih. Antara takut tapi butuh keberadaan Rita membuat luka dalamnya perlahan sembuh dan pulih.
"Kalau kamu begitu Allah makin gemas tahu! Padahal kamu ini kan orang yang mengerti agama ya. Kok bisa?" Tanya Rita merasa aneh.
"Yaa karena keadaan sih apalagi tidak seperti kamu yang punya banyak teman baik. Hidupku kalau kamu mau tahu, penuh jebakan Batman, penuh konflik sudah seperti film saja. Kalau kamu tak kuat iman, pasti hancur. Makanya aku takut kamu sama dengan yang dulu," kata Alex agak sedih tapi makanannya ludes.
"Ya banyak doa saja diberi banyak maaf dari Allah terus, tobat deh jangan buat Drama Mesum lagi. Capek dan pusing aku nih," kata Rita.
Alex tersenyum. "Aku janji tidak akan begitu lagi. Tapi kamu masih mau kan berkontak denganku?" Tanya Alex.
"Ya tentu," kata Rita ketawa.
"Kamu tidak takut kalau dekat aku nasibnya akan sial," kata Alex yang sudah mengalaminya.
"Rajin berdoa. Minta dijaga jangan diambil lagi, tobat Nasuha aslinya kamu perlu itu. Mulai menepati janji mungkin yaaa kenapa mereka diambil karena dari kamunya bermasalah," jelas Rita.
__ADS_1
Bersambung ...