ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
497


__ADS_3

Kemudian mereka membicarakan mengenai hal lain dan akhirnya selesai di pukul 4 sore. Pasien selanjutnya adalah teman dekat Tyas yang menunggu.


Saat keluar kamar, Rita teringat sesuatu hal yang paling penting. "Eh, Ua apa aku dengan Alex akan bertemu?" Tanya Rita agak cemas.


"Hmmmm lama sih tapi tenang saja kalian pasti bertemu meskipun halangan nya adaaa saja. Kalau memungkinkan kamu jangan terlalu cepat marah ya supaya bisa ketemu. Saat bertemu suasananya akan berubah drastis," kata Ua tertawa.


"Romantis?" Tanya Rita.


"Ya lihat saja nanti. Dia akan membawa sesuatu yang... wah! Sabar terus ya," kata Ua lalu pamit menuju kamarnya.


"Iya, terima kasih ua," kata Rita yang kemudian duduk di sofa kelelahan.


"Sama-sama biarkan saja orang yang toxic ingat ya jangan dekat-dekat," kata Ua di tangga atas.


"Ah ya lupa. Eh, Koko," kata Rita.


"Ya?" Tanya Koko yang hendak masuk kamar lagi.


"Ini. Lupa. Terima kasih ya, Ko," kata Rita.


Koko tertawa dan mengucapkan terima kasih juga, sambil memberikan saran bila butuh bantuan bisa hubungi dia lagi.


"Teh, mau rebahan dulu di kamar?" Tanya Ratih yang melihat Rita tiduran di sofa.


"Boleh deh," kata Rita.


Mereka memasuki kamar tamu dan Rita langsung menjatuhkan diri ke kasur dan tertidur. Dalam hatinya dia merasa lega sekarang, tidak perlu cemas akan ancaman nenek tua. Dan mulai memutuskan untuk mengakhiri pertemanan tidak sehatnya dengan Arnila dan Ney.


Ney yang merasa Rita sudah selesai ruqyah, bergegas men chatnya tapi Rita tidak juga membalasnya. Di telepon pun, sama sekali tidak diangkat karena notifnya Rita ubah menjadi hening.


Sebelum tidur, Rita membuka WhatsApp nya. Banyak sekaleee chat dari Ney. "Ah, malas!" Kata Rita.


Prita lalu menelepon. "Siapa lagi sih? Prita? Assalamualaikum, Pri. Ada apa?" Tanyanya.


"Ini ada paket. Dari teman?" Tanya Prita di dalam telepon.


"Paket? Simpan saja deh di kamar," kata Rita sambil keheranan. Kapan dia belanja online ya?


"Oke deh," kata Prita menutup teleponnya.


Di negara lain, Fernando menerima pesan bahwa paketnya sudah sampai di rumah Rita. "Tuan, paketnya sudah sampai," kata Fernando.


Alex yang tengah memandang langit seketika juga bangun dan wajahnya penuh senyuman. "Benarkah? Wah, bagaimana ya responnya? Hihihi," kata Alex tertawa usil.


Setelahnya Alex bekerja dengan riang, dia juga meminum obat tanpa mengomel. Kedua orang tuanya keheranan hanya ibunya yang tahu kenapa karena Alex masih terhubung dengan Rita.


Ibunya penasaran seperti apakah Rita sebenarnya? Meskipun ada fotonya. Dokter yang memeriksa kondisi jantungnya pun secara ajaib mengatakan bahwa jantungnya sehat. Ada sayatan bekas operasi yang belum sembuh, tapi detak jantungnya menyiratkan kebahagiaan.


"Teruslah seperti ini. Jangan lebay," saran Dokter membuat Alex menjadi sangat sumringah.


Di kediaman Ratih, Rita sedang rebahan lalu terlelap tidur. Ponsel Rita berbunyi hening, Ney terus meneleponnya. Ratih datang membawakan sepiring makanan kue dan minuman.


"Wah, tidur," kata Ratih lalu meletakkan piring itu di meja. Ibunya Ryan datang memeriksa.


"Tidur ya?" Tanyanya menatap ke dalam kamar.


"Iya, kelihatannya lelah sekali," kata Ratih berdiri di depan pintu.


"Ya sudah energinya hampir habis sih," kata Ibunya Ryan masuk ke dalam.


"Mau apa, Bu?" Tanya Ratih penasaran.


"Energinya lama naik karena tadi membantu Koko dan Ua. Ibu mau boosting sedikit," kata ibunya Ryan mengalirkan energinya.


"Kalau lama naik, kenapa?" Tanya Ratih.


"Dia pasti sakit dan lama sembuh. Kasihan. Yuk," kata Ibunya Ryan selesai mentransfer sedikit energi.


Rita tertidur dengan sangat nyenyak dan bangun setelah 1 jam kemudian. Sambil menguap, dia meregangkan badannya dan perutnya kelaparan.


"Lapaaar," kata Rita mengelus perut lalu mencium aroma makanan enak. Cake! Dengan semangat Rita menghampiri piring penuh dengan roti, kue, agar-agar dan juga minum.


"Hmmm enaaak," katanya memegang pipinya dan makan dengan lahap. Agak pusing tapi sudah tidak apa-apa. Dia memeriksa ponsel dan BANYAAAKKK sekali notif telepon dan chat di grup.


"APAAAN SIH?! GANGGU ORANG TIDUR," Balas Rita kesal sekali.


Ney akhirnya membaca dan dia sudah membuat macan mengaum. "Oh, kamu lagi tidur. Aku kan tidak tahu," kata Ney.


"Makanya dipake buat mikir dong itu otak. Orang kalau sudah ruqyah, untuk menaikkan energinya kembali ya tidur. Istirahat!" Balas Rita lagi menghabiskan risoles mayonaise.


"Iya iya aku hanya penasaran kok bagaimana ruqyahnya?" Tanya Ney merasa kena amarah.


"Baik-baik saja lancar alhamdulillah. Sekarang badanku terasa ringan," kata Rita yang olahraga sambil makan kue lagi.


"Tuuh kaaan, benar kata aku juga. Kamu itu ketempelan," kata Ney mulai merasa dirinya benar.


"Berisik! Dasar penipu," kata Rita sudah tahu soal dia akhirnyaaaa..


"Kok bilang aku penipu sih?" Tanya Ney.


"Kapan kamu ada bilang aku ketempelan? Periksa lagi deh semua chat kamu. TuTi kamu. Tidak perlulah kamu mengklaim pernah bilang aku ketempelan. Sekarang aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya. Freak," kata Rita.


Ney tidak membalas, itu menjadi peringatan tergawat dalam hidupnya setelah membaca apa yang Rita ketik. Rita akan mulai berubah menjadi sangat dingin kepadanya bahkan tidak akan dia pedulikan lagi.

__ADS_1


Arnila tentu tidak melewatkan semuanya dan mengangguk. "Wah, Rita sudah tahu Ney yang aslinya. Kalau begini sih sudah tidak ada celah lagi," kata Arnila.


Ney yang merasa Rita sudah mulai tahu semuanya hanya diam tidak membalas lagi atau mengoceh yang lain. Dia bingung bagaimana bisa Rita tahu segalanya sekarang? Satu-satunya yang dia pikirkan adalah soal orang bernama Koko ini.


Tapi hingga sekarang, Rita sama sekali tidak mau berbagi nomornya bahkan dia berusaha memancing pun tidak ada gunanya. Apalagi kekuatannya di blok oleh sumber yang lebih kuat. Sehingga dia tidak bisa mencari tahu dari arah manapun.


"Kok Rita marah sama gue ya?" Tanya Ney bertanya ke Arnila.


"Ya iyalah kamu juga sih coba pikir di ruqyah itu bukan hanya duduk. Tapi juga memusatkan pikiran untuk fokus," balas Arnila.


"Ya tapi kan tidak harus dia bentak aku juga. Kok aku merasa kepribadiannya mulai berubah ya?" Tanya Ney agak merasa ketakutan. Yang biasanya Rita kalem, lembut sekarang mulai sangat dingin.


"Tumben kamu baper," balas Arnila membuat Ney diam.


Setelah merasa energinya sudah full, menyisakan beberapa makanan. Rita keluar dan pamit untuk pulang. Tante membungkus kan beberapa kue untuk dibawa ke rumah.


Ua telah banyak cerita dan tantenya itu agak menjadi pendiam apalagi setelah Ua berkata bahwa jodoh Rita adalah orang yang sangat hebat dan sangat pintar.


Mereka melihat Rita sama seperti biasanya energinya sudah full 100%. Dan pulang dalam keadaan nyaman.


Di rumah, dia sudah mendapati Prita yang berada di dalam kamarnya. Rita menghela nafas.


"Kenapa masih di sini? Tuh cemilan ambil saja," kata Rita menyimpan tasnya.


Ibu dan Bapaknya ternyata sedang kencan berdua entah kemana.


"Hehehe itu mah nanti. Aku penasaran sama isi paket ini," kata Prita menunjuk.


"Aku juga penasaran. Yuk dibuka. Dari siapa ya?" Tanya Rita yang mengambil cutter dan mencoba memotongnya.


"Ini nama pengirimnya Rahasia," kata Prita dengan aneh.


"Beuh!" Jawab Rita menggelengkan kepala.


"WOW!" Kata Prita terpesona.


"Mevvah, bro!" Kata Rita kaget juga.


"Eh, Rita. Masih suka chat sama si Ney Toxic?" Tanya Prita dengan wajah tidak suka.


"Masih tapi sudah mulai jarang di balas sih," kata Rita.


Prita mengangguk. "Baguslah. Kurang ajar sekali Kakak gue dia bully. Level dia itu apa sih? Tidak mikir ya, selama ini kan Rita jadi temannya dia karena selalu sendirian ya si Kuney tuh," kata Prita kesal.


"Iya makanya aneh kan. Dia bilang aku yang kesepian makanya nempel dia mulu," kata Rita.


"HAHAHA!! Memang error sih pada dasarnya tuh orang. Aku kan heran kenapa Rita suka temenan sama begituan? Teman yang lain lebih baik," kata Prita.


Dalam bungkusan paket itu ternyata ada bungkusan lain dan saat dibuka, ada kado lagi yang sangat cantik.


"Apa? Apa? Apa isinya?" Tanya Prita melihat kotak kado dengan pita dan bungkusan mewah.


"Kerudung," pekik Rita heboh.


Prita menganga. Baru kali ini kakaknya mendapatkan kado mewah dan Prita mengambil kerudung itu. "Gila!! Ini kan kerudung yang limited edition!!" Seru Prita melongo.


Kemudian tanpa sengaja Prita mencari nama merk dan menemukan sesuatu. Rita melihatnya dan lebih kaget lagi.


"Busheeet itu harganya!? Harga segitu bisa beli 3 pizza untuk berenam dua kali," kata Rita melongo.


"Yang dari Malay itu bukan? Wah, parah!" Kata Prita tapi ikut senang.


Satu kerudung cantik dengan motif kupu-kupu hijau dan semacam kubah bola dunia. Lalu ada hiasannya juga yang berbentuk bunga Sakura. Prita sekilas sangat iri tapi dia ingat bahwa Rita sangat jarang diberi barang semewah ini.


Prita memandangi Rita penuh harap. "Iya, nanti kamu boleh pinjam," Katanya. Lalu Rita foto kan kerudung itu dengan hanya mengambil bagian motif yang cantik.


"Hiasan pemberat kerudungnya juga cantik. Kok bisa ya dia sampai kepikiran soal ini?" Tanya Prita yang mencoba memasang di kerudungnya.


"Iya iya kamu boleh pakai itu nanti," kata Rita mengerti.


Prita juga senang. Rita lalu mengganti foto profilnya dengan motif kerudung. Saat itu Ney sedang bosan setelah dimarahi oleh Rita, dia melihat akun Rita dan kaget melihat fotonya berubah.


Dia memperbesar motif kerudung dan tahu kalau Rita tidak mungkin bisa membeli barang tersebut. Lalu siapa? Masa iya si Alex? untuk lebih jelas lagi, terpaksa dia bertanya dan berharap Rita tidak marah lagi.


Sebelum itu, Prita menemukan kartu nama yang berisikan tulisan mengancam 🤣. "Rita, ada tulisannya nih. "Kalau tidak suka bakar saja" Kok begitu sih? Daripada di bakar buat aku saja. Ini kan mahal," kata Prita aneh.


Rita tertawa keras tahu apa maksudnya. Kalau Rita sudah diluar batas marah, pasti akan memblokir yah, sindiran halusnya untuk begitu.


"Eh, ada lagi. "Maaf kadonya terlambat congratz ya sudah lulus wisuda." Eh cieeee," kata Prita menggoda kakaknya.


Rita tertawa malu-malu dia yakin ini semua Alex yang beli. Masih dalam suasana yang bahagia mendapatkan kado pertama yang mewah.


"Aku minta cemilannya ya. Nanti aku pinjam kerudungnya setelah kamu yang pakai," kata Prita.


"Tapi jangan di foto ya tidak enak kalau dia tahu kamu juga pakai," kata Rita.


"Oke," kata Prita yang membawa banyak cemilan dan minuman yoghurt.


Hal itu Prita ceritakan kepada kedua orang tuanya serta kakaknya yang sudah tentu sangat iri. Apalagi mendengar tipe kerudungnya yang sudah habis karena terbatas.


"Kok bisa sih? Ada orang beri Rita kerudung mahal? Dia kan kurang tepat ya," kata kakaknya.


"Kamu bukannya ikut senang malah bicara begitu. Itu artinya ada yang lebih bisa memahami Rita daripada kita," kata Prita kesal. Sudah tahu kalau kakaknya memang super iri hati pada Rita dan Prita.

__ADS_1


"Rita! Aku lihat tadi foto akun Pacebuk kamu. itu motif apa?" Tanya Ney di grup.


"Iya aku juga lihat. Cantik," kara Arnila.


"Hehehe bagus kan? Aku dapat paket entah dari siapa isinya kerudung," balas Rita yang masih memegang kerudung itu.


"Kerudung? Cantik sekali! Kok kamu tidak tahu siapa pengirimnya?" Tanya Arnila.


"Namanya Rahasia hahaha," kata Rita.


"Pasti itu dari Alex kalau kata aku," kara Arnila.


"Iya, sama. Aku juga mikir kesana," balas Rita.


Tidak dengan Ney yang tidak percaya. Karena Rita kan hanya kenal di media sosial, mana mungkin Alex yang kirim? Dia saja sebagai pacar sementaranya dulu tidak pernah diberi apapun.


"Memangnya kamu ulang tahun? Yakin sekali sih itu dari Alex. Bisa saja kan dari teman kamu coba deh jangan langsung memutuskan," kata Ney.


"Bukan, itu kado lulus wisuda aku. Dia bilang maaf terlambat. Iyalah wisuda aku kan sudah lewat 2 bulan lalu," kata Rita tidak mempedulikan apa yang Ney ucapkan.


"Oh. Sudah lewat jauh keleees hahaha masa baru sekarang sih," kata Ney menutupi *********** yang sudah bicara seenak jidatnya.


"Ya tidak apa-apa mau sudah lewat atau terlalu pagi. Dia mau kasih ya aku terima dong," kata Rita masih gembira.


"Terus kamu tahu harganya berapa?" Tanya Ney yang kesal seubun-ubun. Memang dari Alex.


"Tidak sopan ya masa tanya harga segala? Mau itu mahal atau murah, apa urusan kamu?" Tanya Rita jutek.


Ney terdiam akhirnya dia mencari tahu soal motif kerudung itu dari foto yang dia kirimkan ke Gugel. Dia terkejut karena harganya fantastis hanya untuk 1 lembar kerudung.


"400K!?!? Edaaan," gumamnya menatap angka di layar ponselnya. Dia lemas, apa yang dilihat oleh Alex kepada Rita? Apakah karena Rita berkerudung? Sedangkan dirinya sama sekali tidak pernah diberikan apapun.


Dirinya pun belum pernah sekalipun dibelikan barang semahal itu pun oleh Dins. Untuk menyaingi Rita saja dia pernah membeli jam tangan seharga 50K dan dia katakan 300K. Yang tanpa sepengetahuannya, Rita pernah melihat kotaknya harga 50K.


Jam tangan Rita sudah tentu bukan murni emas alias KW. Dengan Merk, Kanel plesetan dari merk ternama.


"Wah, Alex perhatian sekali ya sampai beri kamu kerudung segala," kata Arnila.


"Sebagai ucapan selamat saja," kata Rita.


"Kalau kamu ulang tahun dia pasti akan beri lagi tuh," kata Arnila tertawa


"Eh kalian tahu tidak itu satu lembarnya 400K lhooo," kata Ney antusias sendiri.


"Serius? Kamu tahu Rita?" Tanya Arnila.


"Adikku yang cari tahu sih. Memang parah ya baru kali ini aku lihat ada kerudung harganya segitu," kata Rita.


"Kamu pasti senang sekali ya makanya kamu sengaja kan pamer di PB supaya banyak yang memuji. Tidak menyangka ya kamu juga haus pujian orang," kata Ney memuntahkan kekesalannya.


Rita tidak peduli apa yang Ney katakan toh dia sudah tahu kalau teman asli tidak akan pernah menyinyir dan akan ikut senang dengan yang dia dapatkan.


"Biarkan saja si Ney, dia memang selalu iri kepada semua orang bukan kamu saja. Aku ikut senang Rita, kamu pantas mendapatkan barang mewah. Jarang kan kamu punya," kata Arnila yang sudah tahu soal perilaku iri hati Ney.


"Iya, hehehe alhamdulillah," kata Rita.


"Ruqyah nya bagaimana? Lancar? Ada sesuatu yang terjadi kah?" Tanya Arnila.


"Alhamdulillah, Nil sekarang sudah enak sekali dan ringaaaan," kata Rita senang sekali.


"Aku tidak iri kok untuk apa juga kerudung? Aku kan tidak pakai," balas Ney yang bisa membalas.


"Lalu untuk apa kamu bertanya segala soal harganya?"Tanya Rita.


"Ya kali kamu mau tahu," kata Ney.


"Hanya orang kepo seperti kamu yang selalu ingin tahu harga barang. Kalau ada orang beri kamu sesuatu pasti yang ditanya harga kan. Itu ciri kamu tidak bisa menghargai pemberian orang, yang penting niatnya tulus," kata Rita membuat Ney diam lagi.


"Iya Ney, itu tidak baik kamu tanya harga. Orang mau beri apa, kalau kata kamu itu mahal ya sudah cukup sampai di situ saja. Sudah jangan dipedulikan Rita. Lalu ceritanya bagaimana?" Tanya Arnila.


Ney tidak ada balasan chat lagi, dia hanya diam karena dia sendiri yang heboh. Alex juga menunggu respon Rita.


Rita memberitahukan segalanya tapi soal saat dirinya menikah nanti, tidak dia ceritakan. Apalagi soal dirinya yang harus jauh-jauh dari jangkauan Ney. Membiarkannya menjadi sebuah kejutan untuk Ney di kemudian hari.


"Masih ada lagi ya yang belum kamu ceritakan? Aku yakin masih ada, beberkan sajalah," kata Ney.


"Tidak, nanti juga kamu tahu sendiri ya kalau memang kamu Peka orangnya. Aku mau chat ke Alex dulu ya. Daaah," kata Rita.


"Oke," kata Arnila.


Ney membaca dan penasaran, apa yang Rita sembunyikan.


"Jangan terlalu kepo deh kalau tidak, itu akan membuat kamu sangat kecewa. Lebih baik kamu tidak penasaran apa yang Rita sembunyikan dari kamu," kata Arnila.


"Ya tapi apa sih, Nil? Aku penasaran. Soal aku?" Tanya Ney


"Ya memang soal kamu tapi saran aku lebih baik dari sekarang kamu jangan dekati Rita lagi. Karena perilakunya ke kamu mulai berubah total," kata Arnila.


"Ya tapi kenapa? Salah aku apa?" Tanya Ney tidak mengerti.


Arnila lalu mengirimkan chat dari tahun lalu. "Ney, kalau kamu memang peka baca ini semua seharusnya kamu langsung konek. Kepribadian dan perilaku Rita berubah drastis karena ulah kamu sendiri. Dan itu tidak akan pernah berubah sampai Rita tua, Ney kamu sudah bukan prioritas terpentingnya lagi. Kamu sudah selesai di bagian ini, saran aku tidak perlu lagi kamu urus hidup dia dan Alex," kata Arnila dengan panjang.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2