ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
Akhirnya


__ADS_3

Happy Reading.


Seluruh karyawan Abraham Grup kembali ke kubikelnya masing-masing, setelah mereka semua baru saja menghadiri konferensi pers yang di adakan di Aula kantor.


Masih menjadi pembicaraan hangat tentang masalah yang mendera atasan mereka hari ini, dalam waktu satu hari Keill dan Dion berhasil menyelesaikan masalah tersebut, tentu saja dengan bantuan dari Joice, si hacker handal yang tidak bisa membuat Dion move on.


Para karyawan juga sudah tidak ada yang berani membicarakan tentang Fara, Keill dan juga Lidia di belakang mereka. Tentu saja mereka sekarang hanya bisa menutup mulut rapat-rapat karena banyak cctv di perusahaan itu.


Mungkin kalau ingin ghibah mereka bisa melakukan di luar kantor agar tidak ada yang tahu.


Dan yang paling ingin mereka ghibahi tentu saja adalah Lidia, wanita cantik yang selama ini mereka kenal dengan sikap yang santun dan lembut, berani melakukan pencemaran nama baik seperti itu, bahkan dia berlagak menjadi korban di sana dengan mencari orang untuk melakukan pekerjaannya.


Istri dari CEO mereka juga tidak kalah asik untuk bahan ghibah, siapa yang menyangka bahwa wanita seperti Fara pernah mengenal Keill di masa lalu meskipun mereka tidak dekat. Sekarang mereka semua tidak akan ada yang berani mengusik wanita itu.


Karena ternyata Fara adalah istri kesayangan dari bapak CEO, mereka juga takut akan memiliki nasib yang sama seperti dua karyawan di bagian marketing yang langsung dipecat saat itu juga bersama dengan Belinda.


Nasib Lidia lebih buruk karena saat itu juga Keill memanggil polisi untuk meringkus sahabatnya itu.


Karena apa yang dilakukan oleh Lidia bukanlah hal yang sepele, dia bahkan membayar banyak kepada Belinda agar wanita itu tutup mulut dan tidak akan memberitahu kan hal itu pada siapapun.


Tapi ternyata dengan tangan lincah Joice yang bisa dengan mudah mencaritahu semuanya hanya lewat PC, akhirnya kebusukan Lidia pun terkuak.


Yuni tersenyum puas memandang beberapa orang yang tadi sempat melihat sini ke arah Fara pada saat semuanya belum terbongkar.


"Untung saja kalian tadi tidak ikut menjelekkan Bu Fara, kalau sampai kalian tadi membuka mulut kalian meskipun hanya satu ucapan saja sudah aku pastikan kalau kalian di depag dari perusahaan ini dan kalian akan sulit mendapatkan pekerjaan di luar sana, hahaha!" Seru Yuni ke arah beberapa karyawan yang akhirnya tertunduk malu dan takut atas perbuatan mereka.


"Lihatlah dua sahabat kalian yang sudah menjelek-jelekkan Fara, mereka pasti tidak akan bisa bekerja lagi di manapun jadi ijazah mereka pasti sia-sia karena pak Keill tentu saja bisa berbuat apapun untuk bisa melindungi istrinya, kalian paham!"


Beberapa orang itu hanya mengangguk dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun lalu kemudian mereka segera berlalu dan kembali ke kubikel mereka masing-masing.


Di Sisi lain

__ADS_1


Fara dan Keill masuk ke dalam ruang kerjanya dan melihat Joice yang masih sibuk dengan laptop yang gadis itu bawa.


Dion yang ada di belakang mereka langsung menerobos masuk ketika melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu.


"Apakah kalian sudah selesai?" Tanya Joice to the point.


"Memangnya lo mau kemana? Buru-buru amat!" tanya Keill.


"Gue emang buru-buru, atasan gue baru pulang dari Perancis dan gue harus segera ke apartemennya sore ini," jawab Joice sambil melihat pergelangan tangannya.


Dion langsung duduk di samping Joice dan melihat raut wajah mantan kekasihnya itu yang masih saja terlihat dingin.


"Gue boleh nggak anterin lo, lagian jam kantor sebentar lagi sudah berakhir," ucap Dion sambil melirik ke arah Keill.


Fara menatap Joice dan Dion bergantian, sepertinya kedua orang ini memang pernah saling memiliki hubungan.


"Nggak perlu, Mas! lagian gue bawa mobil sendiri kok," jawab Joice.


"Udah nggak papa, Dion lo anterin pakai mobilnya Joice, nanti lo balik lagi ke kantor pakai taksi," ucap Keill.


Tapi Joice masih sadar diri siapa dirinya dan juga Dion, yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa bersama.


Meskipun Dion mengatakan bahwa dia akan mempertahankan Joice dan berjuang untuk wanita itu walau orang tuanya tidak merestui hubungan mereka.


Namun bagi Joice, lebih baik mengakhiri hubungan nya yang jelas pasti tidak akan bahagia tanpa restu orang tua.


"Please, Joice!! Kali ini lo harus kasihan sama Dion karena dia nggak bisa move on dari lo!" Dion langsung melototkan matanya pada Keill.


Fara mendekat dan duduk di sofa seberang Dion, "Mbak Joice, sebaik turuti saja permintaan Pak Dion, kasihan dia, nanti biar mobil Pak Dion saya yang bawa," ide Fara.


Joice menatap wanita yang dia kira adalah istri dari Keill, wajahnya terlihat manis dan senyumnya sangat menawan. Entah kenapa hanya melihat senyum Fara membuat Joice akhirnya luluh.

__ADS_1


"Mbak ini istrinya Mak Keill?" Fara mengangguk.


"Tadi yang ada di meja resepsionis 'kan?"


"Iya Mbak, betul, nama saya Fara," jawab Fara sambil menyodorkan tangannya.


"Joice, panggil aja Joice, gak perlu embel-embel Mbak!" Joice terkekeh.


"Kalau gitu samaan, panggil saja Fara!"


"Oke deh, kalau gitu gue mau lo anterin, Mas, ini karena permintaan Fara, istri lo manis mas Keill, jadinya gak bisa buat nolak."


Dion dan Keill melongo mendengar ucapan Joice. "Lo gak belok 'kan?" tanya Keill merinding.


"Ya enggaklah, Mas! Lo emang pinter nyari calon istri," ucap Joice membuat Keill menggaruk belakang kepalanya.


*****


Sore itu akhirnya Fara dan Keill memutuskan untuk kembali ke rumah kedua orang tua Keill.


Sebagai anak tunggal, pria itu tidak diperbolehkan untuk tinggal sendiri meskipun Keill memiliki apartemen.


Keill melepaskan dasinya dan melemparkan nya ke atas ranjang, membuka kancing kemejanya karena dia benar-benar merasa sangat gerah.


Fara keluar dari dalam kamar mandi masih memakai pakaian yang sama seperti yang tadi dia pakai untuk bekerja. "Mas, sudah aku siapkan air hangat untuk berendam, aku tahu sore ini kamu butuh berendam air hangat untuk merilekskan tubuh dan pikiran mu," ucap Fara mengambil dasi dan kemeja sang suami yang sudah lepas dari tubuh pria itu.


"Sayang, maafkan aku, ini semua benar-benar berafa di luar kendali ku, sungguh aku tidak pernah menyangka jika Lidia akan berbuat seperti itu," ucap Keill terduduk di sisi ranjang.


Fara sangat paham dengan kondisi sang suami yang mungkin merasa sedikit syok saat mengetahui bahwa Lidia adalah dalang di balik semuanya.


"Kamu tidak bersalah, Mas, sebaiknya kita jadikan ini pelajaran buat kita agar lebih hati-hati lagi dalam mengarungi bahtera rumah tangga kesepakatan," Fara duduk di samping sang suami.

__ADS_1


Keill langsung memeluk sang istri, menenggelamkan wajahnya diceruk leher Fara.


Bersambung.


__ADS_2