ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(322)


__ADS_3

"Sudah aku bilang jangan kirim ke media sosial. Kamu itu maunya bagaimana sih jadi teman yang baik atau memang tidak ada niat? Mau siapa saja yang dekat sama kamu, kamu sendiri yang buat mereka jauh. Kalau kamu memang teman yang baik, kirim itu ke grup bukan ke PB!" Arnila kesal sekali sarannya sama sekali tidak didengarkan oleh Ney.


"Ya kalau aku kirim ke grup Rita pasti tidak akan balas! Sedangkan aku, butuh kepastian! Supaya semuanya jelas ya sekalian saja supaya teman - temannya tahu kalau Rita sedang dalam masalah. Katanya mereka teman paling dekat masa masalah Rita sama Alex saja harus tahu dari aku?" Tanya Ney yang bangga kalau dirinya sudah berbuat baik. Kenapa juga dia harus ikuti sarannya?


"Tapi lu itu salah tempat. Kalau lu peduli sama Rita, harusnya lu tidak membuat dia malu dengan memposting hal yang bukan urusan kamu juga. Soal Rita ada masalah apa harus kamu koar - koar justru yang ada kamu yang cari masalah. Bukan urusan kamu juga Rita mau cerita ke kamu atau tidak, toh selain kamu dia sudah punya teman yang lebih dipercaya kan," kata Arnila.


"Ya aku kan hanya ingin dianggap teman lebih dekat," kata Ney yang memang ingin kembali lagi bisa menjadi temannya.


"Apa kamu bisa lebih mengerti Rita? Bisa kamu hargai apapun yang dia putuskan soal Alex? Selama ini aku selalu memperhatikan lho ya. Kamu seenaknya bicara ini itu pada Rita padahal kamu sendiri tidak bercermin. Soal info apapun saat kamu memaksa Rita untuk menuruti semua kemauan kamu, apa ada kamu membantu dia saat Alex atau ibunya memarahinya? Ada? Kamu kabur kan lalu melemparkan kesalahan yang kamu baut sendiri pada Rita. Menurut aku sih, bukan hak kamu memutuskan sesuatukalau Rita akhirnya menjauh dari kamu sendiri," kata Arnila akhirnya membuat Ney menjadi lebih mengerti.


Ney terdiam dia tidak berpikir kalau selama ini dialah sebenarnya yang bermasalah. Entah ada apa dengan dirinya kadang dia ingin menghancurkan Rita tapi lalu kemudian ingin membantunya malah, membuat Rita hanya mengandalkannya.


"Kamu yang egois, Ney. Kamu ingin dilihat seorang oleh Rita tapi cara kamu malah membuat dia pergi. Ya sudah sesuka kamu saja kalau nanti tidak sesuai harapan, jangan mengadu seperti Nobita. Aku sudah peringatkan ya," Kata Arnila menutup obrolan di WA.


"Rita akan lihat kalau aku tuh peduli sama dia makanya aku posting saja," kata Ney memutuskan bahwa caranya baik.


"Kalau kata gue sih, kalau seperti itu ya sama saja kamu akan membuat Rita lebih jauh dari lu. Lihat saja." Kata Arnila, tidak ada gunanya juga berpanjang - panjang saran untuknya. Dia harus mengalami dulu akibat dari perbuatannya tanpa bisa dipikir dengan baik.


Ney menggigiti jari kukunya apa ada benarnya juga? Tapi masalahnya dia sudah kepalang memposting foto tersebut. Dan benar saja sih dari semua komentar tidak ada yang memanasi Rita. Akhirnya Ney sendiri yang memutuskan untuk bertanya di kolom itu.


"Ri, itu bagaimana? Alex makan malam dengan perempuan lain lho. Kamu akan mendiamkannya saja?" Tanya Ney dalam kolom komentarnya.


Tentu saja Rita tahu Ney mengiriminya komentar tapi dia sudah tidak mau tahu lagi. Rita mendiamkannya membalasnya, "Kok kamu bisa dapat sih foto itu? Tidak sopan tahu kamu posting di tempat sini kalau orangnya tahu kamu pasti dihapus dari daftar list-nya,"


Lalu Ney membalas lagi, "Mana ada dia kan lagi sibuk pacaran sama orang lain. Menurutku sih itu ceweknya yang baru deh. Terus kamu bagaimana? Sepertinya kamu hanya dipermainkan deh," balas Ney sambil tertawa dan tersenyum. Kalau emosi, memang dia menginginkan begitu alhasil akan otomatis membuat Rita mempermalukan dirinya sendiri.


"Aduh neng, hari gini masih suka jadi tukang Ngomporin? Apa kata dunia! Teman macam apa neng Rita kalau kerjaannya hanya memancing emosi?" Tanya orang lain bernama Harun. Masalahnya mana itu lelaki pula. Rita hanya tertawa biar mereka yang membalasnya.


"Tidak tahu kang, saya juga baru tahu kalau nih orang senang banget jadi Kompor," balas Rita dengan memakai @Harun. Tentunya orang yang melihat banyak yang tertawa karena mereka menyematkan emoji tawa di sebelah komentar.

__ADS_1


Ney? Tentu saja melihatnya dan terjadilah saling sikut dalam kolom komentar yang dimana Rita hanya menonton saja.


"Hei, bukan urusan kamu ya kenapa juga ikut komen?" Tanya Ney bete.


"Hahaha nih sepertinya baru punya Pacebuk ya. Lupa dia? Lalu buat apa pula kamu posting nih foto di wall? Otomatis lah semua irang bisa lihat dan ikut komen. Kalau mau tak dikomentari orang, ya kamu kirim chat pribadi dong," balas Alisha. Meskipun orang yang Rita add hanya sekitar 300 tapi berasa ada 3000.


Dan beberapa orang pun berkomentar juga menertawai kelakuan Ney yang akhirnya Ney hanya bisa berkomat kamit menyumpahi semua orang yang mengejeknya. Masalahnya bukan hanya mereka lalu munculnya teman - teman Rita.


"Ooh aku tahu sepertinya kamu punya niat bagaimana respon kita ya melihat foto itu?" Tanya Komariah yang muncul pertama.


"Ah, menurut aku sih tak usah dikomentari nih orang juga punya niatnya sudah jelek. Kalau dia teman baik Rita, buat apa dia sengaja mempostingnya di Wall halaman depan pula," kata Mey yang sedari melihat komentar saja sudah bisa menebak.


"Ya aku kan hanya mau kasih tahu soal lelaki yang dia suka ternyata sudah punya pacar. Jadi bagaimana? Aku kan beritahu ini karena sebagai teman dekatnya, kalian saja yang mengaku dekat sama Rita masa sih sama sekali tidak tahu?" Tanya Ney yang sangat bangga sekali, senyumannya terkembang.


"Memangnya Rita wajib cerita sama semua orang kalau dia punya masalah?" Tanya Linda yang merasa aneh dengan tingkah Ney.


"Dia itu tidak punya teman kelihatannya ya?" Beberapa ada yang bertanya, membuat semua orang tertawa membacanya.


"Entahlah, pemikirannya seperti anak kecil padahal saya lihat profilnya seusia dengan Rita. Ada kemungkinan sih efek selalu sendiri alias orangnya menyebalkan membuat semua orang menjauh. Saya juga heran kok Rita mau sih punya teman seperti dia." Kata orang bernama Lee. Lee ini adalah teman game Rita dalam Crystal Saga.


Ney yang membacanya sontak saja menjadi kesal setengah mati, benar saja apa kata Arnila beginilah efek yang diterimanya. Marah banget membaca semua komentarnya benarlah yang dilihat mereka Ney memang sengaja ingin mempermalukan Rita.


"Kenapa juga kamu tidak mengirimkannya di grup malah kamu posting disini. Jangan salahkan semua orang yang melihat kamu punya niat jelek," kata Rita membalas setelah beberapa kolom di bawah.


"Soalnya pasti kamu tidak balas kan seperti yang lalu jadi aku posting disini saja. Ternyata benar kan kamu pasti balas," kata Ney tepat sasaran.


"Itu karena kamu terlalu mau ikut campur urusan saya. Bukannya membantu mencari solusi malah melempar kesalahan. Jangan lupa ya aku bisa juga lho membeberkan disini apa yang kamu lakukan dan tinggal lihat bagaimana pendapat semua orang yang membacanya," kata Rita sedikit mengancam. Menurutnya itu hanya alasan saja agar semua orang tahu.


"Bukannya masih ada inbox PB? Kamu kan bisa kirim kesana, Rita pasti balas lalu kenapa malah ke Wall yang sudah pasti dilihat banyak orang?" Tanya Tamada.

__ADS_1


"Eeuuh suka ikut campur urusan orang sih sudah tentu wajar kalau Rita tidak membalas. Buat apa sih kamu kepo banget soal urusan Rita dengan lelaki. Memangnya dia pernah kepo sama kamu kalau punya pacar?" Tanya Wahyu.


Ney tidak membalas sama sekali bukan karena lupa mengirimkannya kesana tapi memang sengaja sesuai yang orang - orang kira. Ney tidak bisa berkomentar apapun mau menjawab lupa pun sudah tentu terlambat. Memang Ney akui dia lebih kepo dengan kelanjutan Alex daripada Rita karena dia masih senang kepada Alex namun sayang Alex tidak pernah memberikan hatinya pada dia.


"Kayanya mah daripada Rita, dia ada hati ya sama lelaki itu makanya saya baca semua komentarnya lebih mengarah pada kecemburuan. Ritanya sendiri sama sekali tidak memikirkan," kata Aliyah, teman kuliah Rita.


"Lelakinya kaya, ganteng pisan pula. Siapa sih yang tidak kesemsem? Tapi kalau memang dia teman baik kan tidak seharusnya ada rasa cemburu atau bagaimana. Ya dukung terus, kasih semangat ini yang ada malah menyalahkan Rita. Siapa yang error coba?" Tanya Sulit yang juga memperhatikan obrolan mereka.


"Kalau itu memang pacarnya kenapa kamu yang heboh? Rita saja cuek," kata Diana. Dia juga sebal pada Ney yang sengaja memposting.


"Ya aku cuma mau beritahu saja kalau Alex itu orangnya tidak baik. Sekarang saja dia punya pacar lalu Rita?" Tanya Ney.


"Rita sudah bilang hanya berteman. Kamu ini kenapa sih senang banget ya buat masalah dengan teman kita. Iri ya kalau Rita punya banyak teman Real?" Tanya Melinda yang ikut nimbrung meski tidak tahu apa masalahnya. Namun dirasa situasinya sudah semakin memanas.


"Tampaknya ini orang tidak dewasa ya, Ri berbeda dengan teman - teman kamu yang lain. Ngapain sih Rita, kamu berteman sama dia? Tidak pantas banget disebut teman sepertinya dia lebih pantas disebut musuh dalam plastik. Delete sajalah," kata Bu Yayah sambil tertawa.


Rita yang membaca komentar salah satu teman kuliah tertawa terbahak - bahak. Bagaimana ya respon Ney membacanya? Mana lebih baik di hapus saja. Tentulaaah Ney membacanya dan dia agak panik apalagi mengingat Rita memang senang Block siapapun yang menurutnya sudah mengganggu. Ney memegang kepalanya tampaknya dia sudah keterlaluan juga. Jadi sekarang dia hanya perlu berhati - hati dan membaca komentar lain saja.


"Aku yakin Alex orangnya setia. Jangan terpengaruh komentar jahat orang yang postinginnya, Ri," kata Icha. Rita tersenyum seperti itulah teman - temannya yang tidak pernah memberikan kalimat menyakitkan tidak seperti Ney. Meski memang mereka berdua sedang dalam masalah tapi mereka mengerti.


"Yang kirimnya ini mah diragukan punya niat baik,"


"Ini kan privasi ya kok bisa dia kirim ke Wall?"


"Lebih baik hapus saja takutnya nanti malah ramai. Biarkan saja yang postingnya malu sendiri,"


Banyak sekali yang setuju untuk dihapus akhirnya Rita pun menghapusnya termasuk dengan semua komentarnya yang ternyata otomatis terhapus kan.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2