ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(166)


__ADS_3

Ney sangat frustasi karena tidak bisa lagi menaklukkan Rita dan Arnila. Kini dia harus lakukan apapun sendiri tanpa bantuan mereka. Tapi bukannya menyesal karena kejadian dahulu, dia terus menerus memikirkan bagaimana caranya bisa bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Tapi kini dia lebih kesal karena baik mereka berdua tidak ada yang mau membantunya mengenai pamannya Alex. Lalu Ney berpikir untuk menanyakannya sendiri.


"Hey, this is me!" Kata dia tidak berbasa basi. Dia menunggu sampai 1 jam lamanya tapi masih bisa yah, cukup sabar ya.


"Who are you?" Tanya pemilik nomor itu. Ney keheranan lalu dia menceritakannya dan akhirnya orang itu sadar. "Oh! Temannya Alex! Ada apa?" Ney kembali menanyakan lagi maksudnya. "Oh, panggil saja aku Syakieb," balasnya.


Ney tersenyum bahagia dan menamai dari Mr. Handsome menjadi Syakieb. Saat Ney hendak membalas chatnya, ponselnya berdering dan nama Dins terlihat. Akhirnya dia pun mengangkatnya dengan gelagat dan nada yang super malas.


"Kenapa sih kamu menelepon terus?" Ney memarahi Dins yang sama sekali tidak tepat waktu menelepon.


"Lho, kok begitu bicaranya? Aku kangen sama kamu tidak boleh? Oh iya minggu ada waktu kan? Aku mau mempertemukan kamu dengan keluargaku," kata Dins dari arah sana dengan gembira. Tetapi Ney menggigiti kuku jarinya dia sama sekali lupa dengan statusnya bersama Dins kini. Kemudian dia jelas memutuskan kalau lebih baik diakhiri hubungan dia dengan Dins.


"Aku mau kita putus!" Kata Ney dengan tiba - tiba. Dia sudah ada harapan dengan Syakieb jadi buat apa dengan Dins?


"HAH!? Kamu kenapa sih? Putus tiba - tiba? Kenapa ayo cerita. Aku punya salah apa?" Tanya Dins yang sama sekali tidak tahu penyebab Ney ingin putus dengannya.


"Pokoknya aku mau kita putus! Sudah ya," Ney lalu memblokir nomor Dins tanpa banyak basa basi lagi.


Setelah keputusan sepihak dari Ney, dia bertanya - tanya ada apa dengan Ney lalu menghubungi Arnila dan menceritakannya.


"Ya Allah, dia mutusin kamu?!" Arnila tidak percaya meskipun sudah beberapa kali juga sih karena sifat plin plannya Ney.


"Iya. Secara sepihak juga! Aku tidak tahu apa alasannya! Ada apa sih Nil?" Tanya Dins yang menurutnya hanya Arnila tahu jawabannya.


Karena Arnila juga sudah lelah dengan kebodohan temannya, dia tidak mau banyak menjelaskan. "Sudahlah. Terima saja! Nanti juga kamu akan tahu alasannya. Kamu sekarang dimana?"


"Aku sudah di Bandung. Aku tanya apa Minggu dia ada waktu, aku mau mengajaknya diperkenalkan dengan keluarga besarku tapi malah seperti ini ujungnya,"


Arnila tertawa karena Ney benar - bego bego banget. Dia lebih menerima orang asing yang kaya daripada yang sudah lama mengenalnya. "Nanti bilang saja kalau sedang ada halangan sama Ney. Tunggu saja beberapa minggu, kalau jodoh kamu sama Ney, dia pasti balik lagi,"


Memang selalu begitu sih dia. Balik lagi dengan Dins pun sudah memasuki 18x. Banyaknya ya Ney yang meminta kembali tapi dia juga yang lagi - lagi buat masalah tapi anehnya Dins mau terus menerima saja. Padahal sudah jadi kebiasaan juga bagi Dins kalau dirinya hanya dibutuhkan untuk materi saja.

__ADS_1


"Sepertinya alasannya tidak terlalu jauh dari masalah lelaki," tebak Dins yang menghela nafas.


"Begitu deh tapi aku malas menjelaskannya jadi nanti juga kamu tahu, tanyakan saja deh. Sekarang, kami fokus kerja saja kalau ada yang suka sama kamu, jalani jangan terlalu dipikirkan deh masalah Ney. Kamu kan sudah tahu seperti apa dia,"


Mungkin memang jodoh Ney adalah Dins ya mau berputar seperti apa juga mereka pasti selalu diketemukan lagi. Memang sih kurangnya hanya Dins kurang dalam ibadahnya sama saja sih dengan Ney. Dan sama - sama sombong juga tapi kalau soal pamer sih lebih bahaya si Ney.


"Dia pikir ada yang mau menerima dia selain aku?!" Dins agak emosi.


"Iya aku tahu kok. Tenang sajalah, kamu terima saja apa yang dia mau. Nanti juga dia akan menerima karma dari hasil perbuatannya sendiri. Selalu begitu kan dia semenjak selingkuh dari kamu. Padahal sudah pacaran sama kamu tapi dia main terima saja dijemput atau diantar orang lain. Kamu kok masih mau terima dia sih?" Tanya Arnila yang merasa aneh.


"Karena aku sadar, aku nakalnya juga sama dengan dia jadi mungkin dia bisa membuat aku tobat. Aku kerja keras juga untuk dia dan keluarga."


Soal Dins, Arnila tidak terlalu tahu juga tindak tanduknya. Tapi Arnila yakin bahwa Dins orangnya sangat setia sampai dia bekerja keras untuk mengumpulkan uang biaya pernikahan masa masih saja disakiti? Hanya posesif saja orangnya.


Selesailah percakapan mereka dengan Dins yang pusing dan Arnila yang kemudian mengusapkan wajahnya. Ney akan mengalami kejadian sangat syok nanti mengenai Syakieb, omnya Alex dan alasan kenapa Alex melarang Rita tidak sering bertemu dengannya. Kembali ke urusan Ney.


"Ada apa ya? Apa ada paket yang tertinggal?" Tanya Syakieb secara langsung.


"Oh..." jawabnya singkat. Ney menunggu lagi tapi tidak ada balasan dan dia bertanya - tanya.


"Kaku sekali sih!" Kemudian dia berinisiatif untuk memulainya duluan, pamannya membalas 5 menit sampai 15 menit beralasan kerja tapi mereka lancar mengobrol. "Syakieb sekarang ada di Malaysia? Kapan ke Indonesia lagi?" Tanya Ney dengan tidak sabar. Dia ingin sekali bertemu lagi dengan pria gagahnya itu.


"Ah ya, ada urusan. Minggu depan aku akan pulang ke Indonesia. Ada sesuatu?" Tanyanya langsung lagi.


Ney berpikir ingin bertanya mengenai Alex dan dia langsung menanyakannya. "Alex itu seperti apa sih orang tuanya? Apa benar mereka itu pengusaha ternama?"


"Kamu tahu dari mana soal itu? Di sini mereka adalah keluarga paling terpandang," jelas pamannya. Ney terkejut membacanya.


"Tahu saja aku bertanya yang kemungkinan besar adalah saudaranya Alex. Juniorku di Unpad," kata Ney dengan bangga.


"Unpad ya. Ya memang ada satu orang yang berkuliah di sana,"

__ADS_1


"Apa soal dia dirahasiakan?" Tanya Ney yang takut salah memberitahu.


"Oh, tidak. Mereka sangat terbuka untuk publik yang ingin mengetahui silsilah mereka. Kamu bisa mendapatkan kabar dari siapapun. Apa Rita yang meminta kamu untuk mencari tahu?" Tanya pamannya yang berbalik mengorek informasi.


"Tidak. Dia sih mana peduli soal begituan. Aku hanya ingin membantunya saja Anda kan pamannya pasti lebih tahu," secara tidak sadar Ney memberitahukan seperti apa Rita orangnya pada pamannya.


"Kamu aneh sekali ya," balas pamannya.


"Aneh bagaimana?" Tanya Ney yang kurang mengerti.


"Tidak apa - apa. Menurut saya kamu bukan teman dekatnya Rita ya sepertinya jauh,"


Ney kaget membacanya dan terdiam sesaat. Dia agak merasa terjebak padahal dia sendiri yang kurang bisa memilih kata maksudnya sih dalam hatinya ingin dianggap sebagai teman dekat Rita tapi malah salah.


"Tidak kok aku dekat sekali sama Rita. Dia selalu cerita apapun kalau ada masalah. Aku ini sahabatnya dia," kata Ney yang berusaha memperbaiki kalimatnya.


Tapi sayangnya pamannya sudah bisa menarik kesimpulan soal Ney yang tidak tulus berteman dengan Rita dan satu orang lagi. Dia tersenyum dengan maksud tertentu, didepannya ada Alex yang melihat gerak gerik pamannya itu. Ada rencana tersembunyi di antara mereka semua dan itu akan terbuka nanti. Alex memerintahkannya sesuatu untuk terus berkomunikasi dengan Ney dan dia juga menggenggam erat paket makanan yang sudah diterimanya.


"Hmmm bisa tidak kita bertemu? Untuk minum teh atau sekedar jalan - jalan?" Tanya Ney yang langsung to the point.


"Tentu! Ada urusan lain?" Tanya Syakieb.


"Aku mau memberikan sesuatu untuk Alex tapi aku tidak tahu apa Alex akan menyukainya atau tidak," alasan Ney. Lama sekali tidak ada balasan dari Syakieb tapi itu bukan masalah buat Ney.


"Ow! Baiklah. Mau bertemu dimana?" Tanyanya.


Ney sangat girang sekali rencananya sepertinya akan sukses kali ini. Dia tidak akan salah target lagi, disamping Syakieb ganteng pasti juga kaya. Kemudian beberapa hari terlewati mereka masih sering berkontak dengan perasaan berbunga - bunga, Ney sudah tidak menghubungi Rita dan Arnila lagi karena mereka juga sedang sibuk dengan urusan mereka masing - masing.


Dan kenakalan Ney pun keluar, tapi tampaknya Syakieb hanya lurus saja dan dia pun mulai membelikan banyak barang untuk Ney. Ney menjadi semakin merasa di awang - awang apapun yang dia inginkan, Syakieb selalu membelikannya. Mulai dari baju, sepatu, ponsel, perhiasan, apapun! Arnila sudah pasti jadi tempat curhatannya Ney yang memamerkan banyak barang.


"Dia membelikan aku banyak barang! Nih, aku fotoin ya super banyak! Sampai kakak dan adik gue nyinyir gue seperti habis menyerahkan diri sendiri," Ney lalu memfoto semua barang . Arnila semakin tidak enak firasatnya Alex bilang pada Rita waktu itu mungkinkah Alex tahu ada sesuatu dengan pamannya?

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2