
Lalu setelah itu Dins berjalan menuju tempat Rita. Linda yang pertama melihatnya lalu menepuk kaki Rita. "Ri, ada lelaki yang menuju ke arah sini tuh. Siapa ya?"
Mereka menghentikan belajarnya dan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Linda. Rita melihat lalu menyadari kalau itu Dins, pacarnya Ney.
"Siapa?" Tanya Diana.
"Calonnya Ney," kata Rita pada mereka.
"Wah!" Kata Linda kira - kira ada apa lagi ya?
Rita lalu membereskan tasnya dan berdiri menghadap Dins. "Lho, jadi juga ke sini?"
"Rita! Iya soalnya ada yang buat masalah kan," kata Dins yang berdiri didepan Rita. Teman - temannya saling berbisik di belakangnya.
"Oh, ini calon suaminya. Yah, tidak ada komentar deh," kata Siti pada mereka.
"Sayang banget ya punya pacar baik tapi pasangannya seperti itu," kata Annisa. Mereka lalu disuruh berhenti dan melanjutkan belajarnya lagi. Tentu saja sambil memasang telinga juga😂.
"Hahaha sepertinya kamu sudah tahu ya masalah yang sedang terjadi," kata Rita menebak. Dengan Dins, Rita juga sedikit tapi banyak tidak menyukainya mungkin karena sama saja dengan Ney apalagi menurut Rita, Dins itu playboy.
"Aku benar - benar minta maaf banget sama semua teman kamu juga kalau dari tadi pacar saya berbuat onar. Aku juga sudah interogasi dia, Arnila banyak cerita soal masalah kamu sama Ney yang ... itu ya. Aku tidak habis pikir dia itu kok bisa setega itu. Sampai maaf ya dia memaksa suruh kamu ke psikiater segala, aku juga memaksa dia ke sana dia malah menolak tegas. Maaf banget!" Kata Dins sambil meminta maaf dengan rasa penyesalan.
"Kok bisa sih milih calon istri yang seperti itu?" Tanya Tamada yang mendengar.
"Yah... aku sendiri juga bingung sih," kata Dins dia menggarukkan kepalanya.
"Tolong ya kamu kan pacarnya diajari dia sopan santun dong. Masa ke orang baru kenal sudah koar - koar kasih tahu keburukan orang? Parah banget pacar kamu!" Kata Komariah yang marah.
"Iya saya minta maaf banget, pasti Rita cerita kalau Ney Anti Sorry jadi biar saya saja yang mewakilkan," kata Dins mencairkan suasana. Dia juga agak sedikit main mata ke arah Linda tapi Linda cuekkan.
__ADS_1
"Suruh dia minta maaf ke kita sendiri kenapa jadi kamu yang bertanggung jawab? Jangan mau kalau kamu sampai disuruh yang wakilkan. Aneh!" Kata Diana yang mengomel. Rita yang mendengarnya hanya bisa tertawa.
"Lebih baik cari yang lain sih orang seperti itu dijadikan calon? Ambyarlah!" Kata Linda.
"Kamu mau sama saya?" Tanya Dins langsung menuju Linda. Tahu sih memang namanya lelaki pasti lebar matanya melihat perempuan secantik Linda. Rita bengong memang Dins juga lelaki gampangan yang bisa menarik perempuan siapa saja tapi tentunya perempuannya yang juga gampang ditarik
"Saya sudah punya calon suami. Maaf ya mungkin yang lain berminat?" Tanya Linda ke arah teman - temannya. Mereka semua melotot lalu tertawa. Rita menahan senyum dan tawa ke arah Linda. Dins tampaknya bukan tipe lelaki yang kuat menahan godaan perempuan, dia tampak selalu mau saja kalau ada perempuan yang menggodanya. 😑😑😑
Tapi pernah juga sih Dins ketahuan selingkuh jadi siapa sebenarnya yang bermasalah? Ya sama saja malah akhirnya Ney membalas perlakuan Dins jadi mereka saling membalas, berantem kebanyakan karena ulah mereka masing - masing. Rita melihatnya kok ribet banget ya sama sekali tidak ada kepercayaan di antara mereka berdua apalagi Ney yang memang kurang bisa diberi amanah.
"Oh iya ini buat Ney dan buat kamu juga, dimakan ya. Ney pasti merasa sudah tertipu tapi apa boleh buat kamu pasti mengerti," kata Rita yang memberikan 2 kotak kecil berisi makaroni panggang buatannya Tamada. Memang Tamada membawa banyak makaroni karena tahu Rita sangat menyukainya. Dan Rita juga berbagi keripik kentangnya bersama semuanya.
"Aduh, kamu yakin? Padahal kamu sudah banyak disakiti tapi masih saja memberikan ini untuk dia. Kamu ikhlas?" Tanya Dins yang menerima makaroni panggang itu.
"Iya tidak apa - apa. Berbuat kebaikan kan tidak harus memandang orang. Yang penting kamu sudah tahu kelakuan eror dia ke aku bagaimana, dia juga sudah buat kesal salah satu sahabat saya. Kalau dia tidak mau minta maaf biarkan saja toh nanti juga dia akan mengalaminya sendiri. Tapi berbeda dengan kesalahan yang dia perbuat ke teman - teman saya. Saya sudah masukkan nomor dia ke grup supaya dia meminta maaf," kata Rita sambil setengah senyum pada Dins.
Yang lain ingin protes tapi Komariah mencegahnya menunggu penjelasan dari Rita. Dia tidak apa - apa bila Ney enggan meminta maaf padanya tapi berbeda dengan teman - temannya. "Dia harus banget minta maaf pada teman - teman karena masalahnya dia baru kenal mereka sekali ini sedangkan dengan aku sudah lama, aku tahu dia sama sekali tidak mau meminta maaf kalau tidak ada untungnya. Biarlah! Tapi mereka.. tolong ya, Dins," kata Rita menekannya.
Dins mengangguk dia menghela nafas, ini adalah terakhir kalinya dia berurusan dengan Ney. Selebihnya dia ingin rehat selama setahun. "Oh iya, aku sama Ney akan putus dulu selama setahun. Aku juga sudah sangat lelah, Ri sama dengan kalian. Dekat dengan dia aku selalu harus mengurus masalahnya mungkin ini yang terakhirnya aku menghadapi dia,"
"Oh, begitu. Ya bagus deh! Hanya jangan bilang sama dia kalau ini grup lama saya ya. Aktif hanya untuk mendengar dia meminta maaf sama mereka. Sukses ya, Dins." Kata Rita memandang pada Dins yang memang sudah tampak kelelahan.
Setelahnya Dins pamit untuk mengantarkan Ney. Berjalan sambil membawa 2 buah kotak makaroni. Tentunya Ney heran apa saja yang mereka bicarakan karena nampaknya sangat serius bahkan Ney melihat kalau Linda membicarakan sesuatu dengan emosi. Setelah Dins pergi ribut lah kelihatannya teman - temannya Rita.
"Rita yang benar saja dong!" Kata Tamada yang keberatan. Maunya apa nih anak?
"Sehari saja deh ini kan grupnya pakai nomor lama kalian kan. Masih ada tidak? Hanya meminta dia minta maaf saja kalau sudah ya tinggal off lagi saja!" Kata Rita menjelaskan.
"Benar ya hanya untuk itu saja?" Tanya Diana yang sudah mual mendengar nama Ney.
__ADS_1
"Iya. Hanya itu. Nomor di grup lama ini kan nomor kalian yang sudah lama tidak aktif kan semalaman ini saja deh aktif ya. Dia ajak cerita apapun soal aku atau siapapun, langsung kalian out saja. Jangan dikasih kendor segala. Aku sih nomornya sama saja tapi aku yakin dia tidak tahu," kata Rita meyakinkan.
"Selama ini berarti kalau dia bermasalah sama kamu, dia jarang minta maaf?" Tanya Linda pada Rita yang sedang makan cemilan.
"Jarang banget makanya aku jadi jarang main sana dia. Bicara seenaknya sampai sakit, lalu kelakuannya seperti yang kalian lihat siapa sih yang mau berlama - lama sama dia? Waktu kalian beri tahu dia soal aku sendiri kasihan sama dia selama ini, bagaimana responnya?" Tanya Rita penasaran.
"Dia kaget. Katanya kok bisa kamu kasihan sama dia. Ya Mbak Diana cerita semuanya, tampak jelas sih dia bengong. Kasihan dia dengan Rita kan berbeda ya. Menurut dia kamu kesepian tidak punya teman tapi menurut kamu juga sama hanya bedanya, Rita kamu punya kita banyak teman yang kamu punya jadi siapa yang sebenarnya kesepian kan," jelas Diana. Mereka semua mengangguk.
"Simpati boleh Rita, tapi kamu harus lihat juga bagaimana cara dia memperlakukan orang lain. Baru kenal dia malah heboh soal kamu, ahhh kita langsung bisa menarik kesimpulan kalau dia sama sekali tidak baik kamu jadikan teman," kata Siti.
Rita mengerti tapi meskipun begitu dia masih belum yakin bila yang dia lakukan benar. Dia masih memerlukan seseorang yang bisa membantunya, memahami semuanya mengenai Alex, Arnila dan juga Ney. Intinya tentang Alex dan Ney, dia berharap ada seseorang yang bisa menjelaskan soal mereka berdua, orang toxic yang bermasalah.
Rasa pertolongan ini kemudian menyalurkan kepada seseorang yang merasakan kalau Rita memerlukan bantuan. Tapi lewat siapa ya? Seorang lelaki dan seorang perempuan yang memiliki penglihatan akan Rita yang memerlukan pertolongan. Mereka melihat Rita berdiri kebingungan dan berdiri di hadapan mereka berdua. Meminta pertolongan sambil menunjukkan jalan mana yang harus dia pilih dan menatap mereka. Nama, mereka berdua tidak tahu namanya siapa. Yang lelaki mulai mencari informasi mengenai itu, dia mencari - cari kemanapun sampai akhirnya... saat dia menerima order untuk menghias rumah salah satu anak tantenya Rita. Rahayu. Disinilah semuanya akan terbentang..
Dalam parkiran mobil lantai bawah, Dins membuka pintu untuk dirinya dan memasuki kursi setirnya. Ney kemudian meminta Dins untuk membukakan pintunya agar bisa keluar.
"Dins buka pintunya dong aku ada perlu sama mereka!" Kata Ney memohon. Tapi Dins menyalakan mesin mobilnya dan melemparkan kotak makaroni pada Ney. Lalu pergi meninggalkan BIP tanpa banyak bicara.
Ney mengambil kotak itu dan membukanya ternyata itu adalah makaroni. Dia sangka Dins membelinya untuk dia, Ney lalu tersenyum manis padanya tapi Dins tidak menoleh. Ney tahu Dins meski agak kasar tapi dia sangat menyayanginya dan memakannya dengan agak rakus.
"Rita yang kasih. Dia masih sebaik itu sama kamu. Memalukan sekali kelakuan kamu sama dia selama ini bahkan bully? Nih, nomor grup Rita, kamu sudah dimasukkan tugas kamu minta maaf sama mereka semua. Mengerti!?" Kata Dins yang mulai agak mengebut.
Ney berhenti makan ternyata itu pemberian dari Rita meskipun sudah dia perlakukan dengan semenanya tapi dia masih saja bisa memberikan makanan. Dia mengambil nomor yang Dins lempar kepadanya lalu memandangi nomor itu dan memasukkan nomornya dan langsung terhubung ke dalam grup Rita. Nama grupnya adalah Study Tour itu mereka pakai sewaktu mereka pergi untuk wisata kelompok.
Dins pun sama sekali tidak tahu kenapa dia sampai mau rela berjuang demi perempuan keparat yang gemar selingkuh dan juga berkata bohong. Apa dia benar - benar terkena santet? Mungkin saja karena selama ini dia selalu terbayang Ney. Tapi jaman sekarang masih ada ilmu seperti itu? Mengingat apa yang dikatakan Arnila padanya pastilah ada. Yang tidak terpikirkan buat apa Ney belajar soal itu? Dins sama sekali tidak mengerti apa yang diinginkan Ney, soal dia yang tidak bisa setia pun apa ada yang salah padanya. Kalau saja Dins rajin sholat, sudah pasti dia akan bisa menyadarkan Ney kalau kebiasaannya yang memakai hal mistis itu tidak dibenarkan.
Mungkin juga bisa membuatnya meninggalkan Ney dan lebih memilih rekan kantornya untuk dinikahi. Santet mungkin terjadi kepadanya, kedua orang tuanya pun tidak menyukai Ney sama sekali tapi Dins seolah terhipnotis terus saja membela Ney sama seperti yang dilakukan oleh Rita. Dins sama dengan Ney yang jarang melakukan sholat lima waktu tapi Dins paling parah karena memang sama sekali tidak pernah sholat. Tapi masa iya ya? Inilah yang akan Rita tanyakan pada Arnila nanti kalau Arnila sudah tenang. Kalau Ney sholat rajinnya di Tahajud saja yang pastinya semua permintaan memang langsung dikabulkan tapi hanya bertahan sampai 3 hari setelahnya luntur.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1