
Kembali ke tempat Rita dimana dia masih chat dengan Arnila perihal kelakuan Ney di akun Pacebuk.
"Hahaha bagus jawabannya. Malas ah! Seperti untuk kali ini aku tidak akan chat di grup kamu dulu. Soal ruqyah, orang tua sudah setuju. Kamu mau datang juga?" Tanya Rita sambil membereskan peralatan mewarnainya. Besok dia akan memberi tugas murid - murid untuk mewarnai secara berkelompok.
"Tidak ah buat apa, itu kan privasi kamu tapi aku mau tahu efeknya bagaimana. Mudah - mudahan cocok ya," kata Arnila.
Mereka mengobrol dengan obrolan soal ruqyah dan sekitar jam 9 malam, Rita mematikan internetnya. Nah kali ini kita off dulu ya dengan Alex sementara waktu, kita biarkan dia mencari jalan keluar untuk menjelaskannya pada Rita ( kerjaan Author juga sih ).
Akhirnya sampailah hari dan waktu dimana Rita akan mengadakan Ruqyah yang dikenalkan oleh Arnila. Rita juga sudah mengirimkan alamat rumahnya dari beberapa hari lalu. Jam 7 malam akhirnya Ustadz kenalan Arnila tiba dan tahunya ... JRENG! Ustadz itu membawa banyak personil yang berjumlah 12 orang. Gila, makk!! Jadi, satu Ustadz adalah kenalannya Arnila karena sering meruqyah rumahnya juga lalu satu lagi adalah guru besarnya dan sisanya adalah murid asuhannya.
Ya Allaaaaah sama sekali tidak menyangka kalau Ustadz itu membawa guru besar beserta anak muridnya karena yang Rita tahu hanya Ustadznya saja. Bagaimana ceritanya sampai rombongan? Ini sih pasti bayarannya akan mahal sekali, haduh apa Arnila tahu ya? Bapak Rita yang menyambut mereka sedangkan ibu berada dikamar, Rita sempat memeriksa dan ibunya sudah tidur.
"Assalamualaikum, kenalkan saya Ustadz Vodiy, saya dikenalkan oleh teman teteh yaitu Arnila katanya teteh ingin diruqyah," kata Ust. Vodiy sambil menundukkan kepalanya. Mereka semua memasuki ruang tamu untungnya muat kapasitasnya karena ruang kerja bersatu dengan ruang tamu, jadi cukup besar. Karena hari ini mau diruqyah, penyekat kayu di pindahkan dahulu ke ruang keluarga.
"Walaikumsalam, oh iya ustadz mohon bantuannya. Anak saya itu memiliki masalah katanya selalu bermimpi buruk dan mengalami banyak kejadian aneh. Kamu sudah berapa kali di ruqyah?" Tanya Bapaknya dengan memandangi Rita yang duduk di sebelahnya.
"Ada sekitar 8 kali," jawab Rita. Jawabannya membuat Ustadz Vodiy dan lainnya berdecak kaget dan yah, tidak ada yang memiliki efek.
"Oh, begitu. Kelihatannya sudah parah ya kalau sampai 8x belum ada yang berhasil. Apa sekarang masih suka dengar yang aneh - aneh?" Tanya Ustadznya dengan rasa ingin tahu.
"Masih. Bahkan lebih parah,"
Mereka kemudian saling berbicara dengan nada yang pelan intinya Sunda tapi lebih lekoh lagi jadi Author juga tidak bisa menuliskannya seperti apa tapi yang jelas mereka seperti menyiapkan mental.
__ADS_1
"Anak saya sampai tidak tidur selama 3 hari katanya kalau tidur suka bertemu sama lelaki hitam yang besar dan beberapa Kunta yang seperti melewati atau menginjak anak saya. Jadi untuk menunggu sampai pagi, anak saya mengerjakan tugas mengajar," Bapak Rita agak sedih saat menjelaskan hal itu kepada mereka. Karena Bapaknya pernah memeriksa kamarnya saat jam 2 malam dan Rita masih mengerjakan tugasnya.
'Kamu belum tidur? Sudah jam segini,'
'Kalau tidur selalu mimpi buruk, pak. Jadi apa boleh buat begadang sajalah. Paling nanti di sekolah kalau istirahat, tidur sebentar di kelas.'
Dan itu bukan sekali saja tapi setiap 2 minggu Rita tidak tidur karena mengingat mimpinya yang menjijikkan, Rita sampai merinding. Sosok hitam besar itu sangat menyukainya tapi Rita tidak suka malah membencinya. Bagaimana cara mengusirnya?
"Ya Allah, baiklah bapak dan teteh saya akan membantu, mudah - mudahan gangguannya menghilang ya. Saya perkenalkan juga ini adalah guru besar saya. Jadi kami itu memiliki yayasan dan guru besar inilah pemiliknya, dan mereka ini adalah sebagian dari murid - murid kami. Teteh bisa sediakan syarat ini? Tenang saja bukan yang aneh - aneh,"
Ustadz itu menyerahkan 1 lembar kertas kecil kepada Bapak Rita dan Bapak membacanya. "Ini buat apa ya?" Tanya Bapak Rita meskipun bukan seorang Ustadzah juga tapi beliau disegani karena ilmu keislamannya. Takutnya Ustadz ini membawa ilmu kesyirikan, Bapak mau mengusirnya.
"Oh, itu buat nanti pak, nanti akan ada kontaknya langsung dengan jin yang menempel di teteh. Saya akan tanyakan apa mau dia, lalu untuk apa selalu mengganggu," jelas Ust. Vodiy padahal menurut Rita kalau memang bisa diusir tidak perlu sampai diajak kontak deh buat apa juga.
"Oh, tidak apa - apa sudah biasa. Saya lihat teteh ini punya aura yang terang sebenarnya hanya tertutup dengan efek jin. Silakan teteh siapkan dulu, santai saja,"
Lalu Rita menyiapkan bahan yang diminta, yaitu : 1 pulpen dan 1 lembar kertas. Lalu baskom diisi setengah air, sajadah dan mukena, serta lilin. Ini seperti untuk permainan Jailangkung ya, yang pernah Rita baca ada permainan pemanggilan arwah yang harus memakai baskom yang diisi air sebagai pelindung. Nah lho! Apalagi buat apa lilin? Ini ruqyah atau pemanggilan setan sih tapi sudahlah, sudah terlanjur semoga secepatnya berakhir.
Setelah semua sudah ada, Rita kembali lagi dan duduk di kursi. Ust Vodiy meminta Rita untuk duduk di bawah saja kemudian ustad Vodiy pindah dan duduk bersama dengan Rita. Kemudian serentak guru besarnya juga memerintahkan semua muridnya duduk dibawah dan membentuk formasi melingkar. Dalam hati Rita, semoga dia tidak merespon berlebihan karena semuanya lelaki. Para muridnya itu pun membawa gendang dan juga buku Al Qur'an. Gendang buat apa coba? Mau Qosidahan? Ruqyah yang aneh!
"Ini pulpen sama kertas buat apa ya, Ust?" Tanya Rita.
"Untuk menulis. Kalau di saya biasanya jin yang mau dikeluarkan bisa langsung bicara melewati tubuh korbannya atau bisa juga dengan menulis. Ini murid - murid saya mereka bertugas untuk menggiring jinnya keluar, mereka juga yang akan membaca surat - surat. Saya jelaskan dulu ya tujuan dari ruqyah ini hanya untuk menyembuhkan dengan melantunkan ayat - ayat Al Qur'an. Sebenarnya ini bisa dilakukan sendiri tapi mungkin teteh tidak begitu bisa, jadi saya akan membantu. Kalau untuk alat sisanya itu ada ember berisi air biasanya yang sudah diruqyah bisa muntah dan mengeluarkan berbagai macam alat atau juga darah. Lilin untuk pelindung dan sajadah dan mukena untuk teteh pakai,"
__ADS_1
"Oh..." jawab Rita singkat. Dalam hatinya dia berbicara apakah ustadz ini bisa membaca pikirannya? Akhirnya dicoba lah oleh Rita, dengan bertanya dalam hati, 'Ustadz bisa dengar saya?' dan menunggu jawaban Ust Vodiy yang ada di depannya.
"Baik, teh silakan dipakai mukenanya dan duduk di atas sajadah saja ya. Saya akan baca Basmallah dulu nanti kita akan mulai membaca ayat - ayat Al Qur'an," Rita kemudian memakai mukena cukup bagian atasnya saja dan Rita masih menguji kemampuan Ustadznya itu dengan bertanya lagi, 'Ustadz, saya bisa melihat hantu apa itu normal?' Namun menurut firasat Rita, Ustadz Vodiy sama sekali tidak bisa mendengar suaranya karena beliau sibuk mengatur murid - muridnya. Kemudian guru besarnya pun ikut duduk di antara Ust. Vodiy beserta muridnya.
Tapi guru besar itu memperhatikan Rita dengan seksama dan tersenyum sambil menganggukkan kepala.
"Kang, si teteh nanya. Teteh bisa melihat hantu normal henteu? Betul teh?" Tanya guru besar itu sambil tersenyum. Nah lho malah guru besarnya yang bisa mendengar.
Ust Vodiy kebingungan karena menurutnya Rita sana sekali tidak bertanya dan dia tidak mendengar suaranya. Guru besarnya hanya tertawa sepertinya dia tahu Rita sedang menguji Ustadz dihadapannya.
"Betul teh? Kenapa bisa tahu kang?" Tanyanya kebingungan. Begitu juga dengan para muridnya, mereka yakin Rita sama sekali tidak bersuara.
"Teteh dari tadi nanya ke kamu tapi kamunya sibuk mengatur barudak. Tidak terdengar?"
Rita kemudian tersenyum ke arah guru besarnya ternyata yang bisa mendengar hanya gurunya saja.
"Hapunten teh, sibuk ngatur. Melihat hantu itu sebenarnya normalnya tidak ya teh, biasanya yang bisa melihat pasti terkena gangguan atau bisa juga memang sudah ada turunannya. Hantu itu sebenarnya jelmaan dari jin teh, biasanya karena jarang sholat, jarang baca Al Qur'an, jarang menyebut Asmaul Husna, dan mengenal nama - nama Allah SWT. Kalau teteh dirasa selalu melihat hantu itu sebenarnya jin. Baca saja ayat Kursi in sha allah minggat," Rita menganggukkan kepala tapi guru besarnya masih terus fokus pada Rita, dia mengerutkan dahinya seakan - akan seperti melihat sesuatu.
Akhirnya tata cara ruqyah dilakukan, "Teteh sudah wudhu?" Tanya Ust. Vodiy sebelum dimulai.
"Sudah. Belum batal juga,"
"Alhamdulillah. Baiklah saya jelaskan ruqyah bisa dilakukan kalau dalam keadaan mendesak seperti yang dialami teteh mendapatkan gangguan berasal dari sihir atau serangan jin, lalu bisa juga menderita sakit yang terus menerus tidak bisa sembuh. Sering sakit?"
__ADS_1
BERSAMBUNG ...