ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(191)


__ADS_3

Nah disitulah awalnya Rita mengenal Dins kalau bisa disandingkan dengan Alex, sama - sama posesif mungkin karena itulah ya Ney sering selingkuh di belakangnya. Tapi tidak baik sih kenapa tidak dia bicarakan saja masalah kekasihnya yang malah memilih lebih baik berbagi hati dengan yang lain. Banyak banget masalahnya hanya bedanya Ney dan Dins adalah makhluk yang sudah saling bertemu, benar - benar sudah saling menyentuh. Maksudnya bersalaman gitu lho.. sedangkan Alex dan Rita? Masih dalam dunia medsos.


Memang benar sih pertemanan dalam media sosial sama sekali tidak bisa dibilang murni asli karena banyak banget kasus kriminal kan. Itulah yang membuat Rita juga agak jaga jarak dan tidak terlalu memberi hatinya kepada Alex. Nah, karena Ney berpacaran dengan Dins, tidak sedikit juga Ney sering dimarahi karena selalu memamerkan apapun yang Dins beri padanya. Bagus sih orangnya dia menasehati Ney jangan suka pamer mengenai apa yang dia punya.


Tentu saja karena takutnya, orang yang dia pamerkan ternyata lebih memiliki sesuatu yang mahal atau lebih dari dia, dan membalas perlakuannya. Well, disitu memang baik juga sih tapi namanya juga Ney, dia sama sekali tidak mempedulikan nasehat Dins. Dan bodohnya lagi, Ney sempat memberikan nomor ponsel Rita kepada Dins. Padahal Rita sama sekali tidak menyukai Dins, 'Napa juga nih anak kasih nomor gue ke Dins sih?' Pikir Rita.


Perilaku Dins sama banget dengan Alex tapi sayangnya Ney kurang bisa menjelaskan pada Dins, mereka sangat sering bertengkar. Rita dan Alex bertengkar dalam media sosial dan belum pernah bertemu. Karang Rita heran dengan Ney, dia lebih enak bisa dekat berkomunikasi dengan Dins soal apapun, bisa melihat wajahnya semuanya! Tapi kenapa ada masalah, malah lebih ribet. Posesif, over protektif sama Ney. Tapi Ney sepertinya tidak mengerti arti perilaku Dins itu sedangkan Rita mengerti. Rita dan Alex yang hanya bisa bertatapan via media sosial, lebih memilih membicarakannya pada Alex.


Yah, solusi yang mereka keluarkan memang jauh berbeda. Putus nyambung sudah menjadi kegiatan rutin mereka berdua juga ( Ney dan Dins ). Sampai malas Rita mendengar kisah yang Ney ceritakan, sampai kadang juga Rita beralasan banyak tugas. Toh ada Arnila, yang ternyata Arnila sama sekali tidak tahu permasalahan Ney. Lah kok dia cuma curhat sama Rita saja ya? Padahal Arnila yang lebih selalu ada buat dia. Nih beginilah situasinya kalau Ney lagi bermasalah, dia akan memaksa Rita untuk mendengarkan dia tapi kalau Rita ada masalah, Ney menghilang.


Seharian tidak akan bisa ditemukan oleh Rita makanya Rita pun akhirnya memilih untuk mencari teman dekat lainnya yang selalu bisa mendengarkannya. Dia sama sekali tidak memprioritaskan Ney lagi kalau Rita ada masalah, dia sudah punya Sahabat yang selalu bisa menaunginya kapan pun. Rita sudah kecewa sebenarnya sejak lulus SMA karena Ney hanya ada untuknya saat dirinya senang saja. Tapi saat Rita memiliki masalah, apapun itu berkaitan dengan keluarganya Ney seakan - akan menghilang dari hadapannya.


Apalagi saat ada seorang lelaki yang menyukai Rita, Rita menanyakan pendapatnya, dia malah membuat Rita Down dengan perkataannya. Dari situ juga sebenarnya Rita sudah tahu kalau Ney bukan tipe teman yang baik. Sampai saat Ney mempertanyakan soal lelaki itu pada Rita. Ini setelah beberapa hari berselang, Ney bertanya soal lelaki teman dekat Rita. Buat apa coba, kepo amat!


"Ri, kamu masih berhubungan tidak dengan lelaki yang suka sama kamu?" Tanya Ney suatu hari. Dengan dia masih dengan Dins statusnya.


"Tidak. Aku putuskan ingin berteman saja," jawab Rita.


"Lho, kenapa? Kok kamu tolak sih? Dia jelek ya orangnya pasti makanya kamu tolak," kata Ney mengingatkan dan mungkin kepo juga. Lelaki seperti apa yang sampai bisa menyukai Rita.


"Ini orangnya," kata Rita mengirimkan foto lelaki itu yang dimana dia adalah temannya teman dekat teman kuliahnya. Bingung kan intinya lelaki itu teman dekat kuliahnya hehehe...


Tampangnya ganteng banget, memang ganteng. Putih dan wajahnya kearab - araban. Dan itu membuat Ney syok sekali, dia tidak menyangka kalau lelaki yang menyukai Rita lebih tampan dari Dins.

__ADS_1


"Wah! Gila ganteng banget! Serius dia suka sama kamu?" Tanya Ney tidak percaya.


Rita lalu mengirimkan isi chat yang tentunya dia potong karena tahu Ney sangat kepo orangnya. Setelah membacanya, Ney tidak membalas. Pastinyaaa dia ngplong isi otaknya.


"Semua lelaki yang suka sama aku sama sekali tidak ada yang jelek selain wajah ganteng, meski ada yang berkulit hitam tapi manis. Jelek hanya di niat hati mereka saja tapi hampir tidak ada sih," kata Rita dengan santai.


"Oh. Terus kenapa kamu tolak padahal ganteng banget. Keluarga tidak ijinkan?" Tanya Ney lagi yang dia kesal juga sih kok bisa banyak lelaki keren yang menyukai Rita cupu alias Nerd.


Nerd adalah Seseorang yang dipandang sangat intelektual, obsesif, atau kurang keterampilan sosial. Orang itu mengisi waktunya untuk kegiatan tidak populer, sedikit diketahui, atau non umum, seperti menyukai fiksi atau fantasi. Tapi Nerd lebih didefinisikan pada sifat orang yang pemalu, pendiam, penyendiri dan kurang atraktif.


Ney menyangka Rita seperti itu ternyata lebih tidak mengira kalau Rita selama ini banyak disukai lelaki yang lebih dari Ney bayangkan.


"Tidak. Keluarga sih sangat suka dia. Tapi aku tidak punya niat untuk pacaran. Buat apa? Menyia - nyiakan waktu yang ada. Lebih baik dipakai untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Aku lagi fokus dengan kuliah S1 nanti lalu kerja juga. Tidak ada waktu untuk hubungan tidak penting," jelas Rita.


"Pacaran bukan kegiatan sia - sia kok, itu kan bisa membuat kita tenang. Bisa bertemu, menghabiskan banyak waktu. Memangnya kamu tidak mau? Daripada jomblo seumur hidup," kata Ney.


"Kalau begitu sih kamu nanti dibilang Nerd lho sama banyak orang terus tidak ada yang mau berteman sama kamu," kata Ney. Dia mencoba untuk menjatuhkan Rita.


"Aku lebih memilih Nerd daripada gampangan. Lagipula temanku banyak kok, jadi aku tidak khawatir kalau dibilang tidak punya," balas Rita lagi. Selalu ada jawaban untuk semua pertanyaan.


"Kamu punya nomor ponsel dia?" Tanyanya.


"Ada. Kenapa?" Tanya Rita heran. Tapi sudah tahu juga maksudnya sih. Kalau Rita tolak cintanya, mungkin cinta dia diterima. 😛😛😛

__ADS_1


"Ya kalau kamu tidak mau dia, buat aku saja. Sayang banget orang setampan itu kamu tolak. Aku mau telepon dia apa dia serius sama kamu atau tidak, gitu. Aku lagi bermasalah dengan Dins, aku sudah jenuh banget sama dia,"


Membaca balasan WA membuat Rita bermuka datar. Alasan klasik! "Tidak usah! Kamu jangan buat masalah lagi deh, sudah punya Dins setia sama dia deh. Kalau ada masalah sama dia, cari solusi bukannya kamu ganti dengan yang lain. Memangnya kamu pikir hidup di dunia semua orang tidak akan punya masalah? Kalau aku curhat sama kamu soal lelaki tolong ya kamu jangan berpikir adanya kesempatan pacaran sama orang lain. Aku tidak akan beri kamu nomor dia karena kamu selalu membuat masalah. Aku sudah capek sama masalah yang kamu buat. Kamu bukannya kasih solusi malah membuat keuntungan untuk diri kamu sendiri. Gue nyesel cerita ke lu, kedepannya, lu sudah bukan prioritas gue. Jadi jangan banyak bertanya soal apapun lagi termasuk soal lelaki," Kata Rita panjang lebar.


"Idih! Kenapa sih?! Ya suka - suka aku dong. Kali aja dia mau sama aku kalau nanti ketemu," kata Ney.


"Hahahaha lebih baik jangan deh kalau kata aku sih nanti kamu malah kecewa," kata Rita yang sudah tahu tipe seperti apa temannya itu.


"Kamu percaya diri banget ya orangnya," kata Ney.


"Bukan percaya diri karena aku sudah tahu tipe perempuan yang dia suka seperti apa. Dan kenapa aku tolak karena dia hanya suka penampakan aku saja bukan hati. Kalau kamu sih, jauh banget deh! Aku niatnya baik tapi aku tahu selalu salah kalau kamu lihatnya," jawab Rita berharap Ney mengerti dan selesai. Tapi...


"Memangnya dia suka tipe seperti apa sih? Aku bisa kok jadi tipe yang dia suka," kata Ney membuat Rita sia - sia saja bilang juga.


"Tipenya lihat aku seperti apa. Mudah kan? Kamu sih bukan tipenya dia banget. Serius aku bilang begini. Apalagi kalau ketemu, sudah pasti dia langsung kabur," kata Rita.


"Maksud kamu apa sih? Kamu membandingkan aku sama diri kamu? Percaya diri banget kamu tuh! Heh, aku itu ya lebih baik dari kamu, tahu!" Ney menggas. Yah begitulah...


"Tanya Arnila deh. Daripada kamu tanya ke aku, aku yakin dia bisa menjelaskan ke kamu! Semoga kamu tidak lemot ya," jawab Rita menyerah.


"Gue tidak lemot! Lu kali!" Teriak Ney mulai memanas.


"Kalau kamu merasa tidak lemot, masa kamu masih bertanya tipe yang disuka temanku itu seperti apa. Aku bilang "Lihat Aku Seperti Apa", itulah tipe yang dia suka."

__ADS_1


Setelah itu Ney sama sekali tidak membalas dan saat itu juga menjadi hari terakhir bagi Rita dan Ney sama sekali tidak ada kontak selama beberapa bulan. Enak banget pikirannya dikiranya meski Rita menolak lelaki ganteng itu, dia mau apa sama Ney? Sepertinya Arnila menjelaskannya dengan sederhana kepada Ney, langsung Ney mengerti maksudnya. Karena Arnila menceritakannya pada Rita saat itu. Arnila mengerti kenapa Rita tidak menjelaskan lebih detil tapi Ney malah menyangka Rita Over Pede padahal maksudnya agar Ney tidak sakit hati membacanya.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2