
Keesokan harinya di tempat Rita, Rita terbangun dengan segar. Dirinya belum ingat akan chat dengan Alex sambil mengucek - ucek kedua matanya dia menguap. Lalu ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan tidak lupa sholat Subuh karena kesiangan. Selesainya, dia mencoba melihat isi ponselnya dan tertawa. Dia baru ingat kalau sudah menjebak Alex ke dalam dunia mesumnya sendiri.
"Assalamualaikuuum... ayo sudah bangun belum Prince Of Pervert. Maaf ya kemarin malam tidur duluan soalnya mengantuk sekali. Jangan lupa ganti celananya ya," kata Rita sambil membereskan mukenanya.
Semenit kemudian Alex membalas dengan emoji manyun. Rita tertawa sampai perutnya kesakitan. Dia sama sekali tidak bisa membayangkan Alex yang pastinya sudah bersiap.
"Kamu meninggalkan aku yang sedang On. Huh!" Kata Alex yang memang sedang marah.
"HAHAHAHA!! Kamu jangan marah.. sudah malam ya waktunya tidur. Mau lanjut sekarang?" Tanya Rita.
Alex mengirimkan foto yang dirinya memang sedang cemberut marah tampaknya dia hanya memakai kaos dalam saat tidur. Wajah tampannya langsung membuat Rita senyum - senyum sendiri. Penasaran ya para pembaca? Hihihihi pokoknya ganteng bangeeeet silakan deh Alex digantikan oleh pemeran para Pembaca suka, pokonya dia ganteng berat.
"Duh, jangan marah dong nanti gantengnya hilang. Bibir kamu sedang manyun, gemes ih!" Rita tahu bagaimana membujuk Alex yang sedang manyun. Rita selalu anggap Alex tampak seperti anak SD yang sering caper.
"Aku lagi On kamu pergi. Nih aku sudah siap - siap," kata Alex yang mengirimkan fotonya membelakangi Rita.
Rita semakin gemas dengan gelagatnya yang kekanakan. "Ih, kamu nih. Kalau aku ada di situ, udah aku peluk deh dari belakang," kata Rita sambil rebahan di kasurnya.
"Kamu peluk aku, aku langsung tarik kamu agar berhadapan denganku. Dadaku dan dadamu, saling merasakan detak jantung. Bagaimana?" Tanya Alex dengan menggigit bibir bawahnya.
Nah, mulai kan. Berhasil tuh caranya Rita membuat Alex berpaling lagi kepadanya tapi tidak mungkin dihentikan kalau tidak, marah lagi dia akhirnya lanjooottt... pasti pada nunggu bagian ini kanπππ..
"Aku akan membiarkan kamu mendekat," kata Rita sambil membayangkan.
"Jangan diteriaki lagi ya ini sudah pagi waktunya sarapan. Kalau kamu disini aku pasti sarapan dengan melahap kamu sepenuhnya," kata Alex dengan menggoda Rita.
"Tidak bisa kabur nih hahaha siapa takut?" Tanya Rita.
"Oh, I like you. I know you want it too. Setelah dada kita berhadapan, aku akan mulai mencium dan menggigit leher kamu," kata Alex yang tidak sabar. Dia pun membayangkan kelembutan Rita pada dirinya.
"Uhhh... sepertinya enak ya, lalu?" Tanya Rita. Yah, tapi dia tentu saja hanya berkata - kata saja untuk memuaskan fantasi alamnya Alex.
"Aku akan menaikkan duduk kamu agar aku bisa menjangkau buah dadamu dan melumatkannya sampai kamu mengejang," kata Alex yang mulai On.
"Aku akan membiarkan aksimu karena aku tidak tahu sih seperti apa," kata Rita yang memang bingung sih harus bilang apa. Parah memang yah maklum belum pernah sih, dia hanya suka membaca novel dewasa saja.
__ADS_1
"I will love it. Aku masukkan tanganku satu kedalam bajumu dan melepaskan sesuatu yang melepas di dadamu. Dan satu tanganku masuk ke dalam celana dalammu," Alex mulai membayangkannya sambil mengigiti bibir bawahnya dan dia menggeliat dalam kasurnya dengan. Lalu membuka kaos dalamnya dan badan dan dadanya naik turun, mulai berkeringat. Tapi dia masih memakai celana pendeknya ya yang buat olahraga itu.
"Wait. Aku memegang tanganmu yang mulai masuk ke dalam celanaku," kata Rita yang menyesuaikan dengan kalimat Alex.
"Why? You will like it. Aku jamin," kata Alex yang berhenti menggeliat. Apalagi nih yang mau Rita perbuat masa sih ditinggalkan lagi? Pikir Alex.
"Kamu nakal banget sih. Sebelum kamu menuju tempat utama, aku melahap leher kamu dan menjilat lalu menggigit sambil melakukan gerakan naik turun," kata Rita.
"Oh! Aku biarkan kamu melakukannya. Kamu pegang tanganku? Oke, sepertinya belum saatnya aku melakukan itu. Aku bisa menunggu. Lalu setelah itu apa?" Tanya Alex dia penasaran kalau Rita memang tipe kreatif sih. Dia penasaran tentang sesuatu dan Alex akan mengikutinya.
"Setelah puas, aku menuju mulutmu melahapmu dengan lahap. Lalu?" Tanya Rita. Ini sih sudah pasti yakin langsung pol si Alex birahinya.
"Menyambut ciumanmu dari lembut, pelan sampai akhirnya melahapmu dengan liar menjadikan kamu hanya untukku. Sepertinya kamu tidak mau sampai berhubungan ke bagian bawah," kata Alex yang langsung menyadarinya.
"Iya. Bagian itu spesial nanti saja kalau kamu memang benar - benar jodohku, aku berikan itu sebagai hadiah terbaik kamu. Kalau kamu bisa bertahan sampai kita nanti bisa bertemu dan terikat ke pernikahan. Lagipula aku kan masih bodoh, tidak tahu bagian bawah harus bagaimana," kata Rita. Tampaknya sekarang Alex mulai turun birahinya secara perlahan.
"Really? I will wait! Takpe aku akan bersabar menunggu saatnya tiba. Aku akan mengajarimu cara melakukannya. Dari cara chat Panas saja kamu memang yang paling Best apalagi kalau sampai melakukannya, kamu akan paling banyak gaya di kasur. Tapi aku akan menjadi penyeimbang kamu jadi aku akan sangat puas. Aaaah jadi ingin cepat," kata Alex yang memang sudah tenang karena 'itu' sudah meledak lagi.
"Jangan terburu - buru. Tidak baik, tunggu saja biar Allah SWT yang memilihkan waktu dan tempatnya. Banyak berdoa ya, kita sama - sama saling mendoakan. Anyway, kamu sudah lepas?" Tanya Rita penasaran.
"Iya pasti. Aku akan banyak berdoa. Ah ya ini... aaah... masih sedikit. Harus keluar semua, lagi yuk. Kamu bisa memuaskan aku lewat chat Panas jadi bisa mengurangi aku 'jajan' di luar hehehe ah tidak, aku sudah tobat karena sudah menemukan yang akan bisa lebih memuaskan aku," kata Alex yang tampak malu - malu tapi masih membutuhkan chat dari Rita.
"HAHAHAHA maaf. Aku lupa kalau kamu masih baru. Wow, aku jadi penasaran sama kamu nih. Masih perawan, tersegel dengan baik. Uh, kalau benar aku jodoh kamu, aku akan menjadi lelaki paling beruntung di dunia!" Kata Alex.
Rita tertawa. "Apa kamu bisa bertahan? Untuk mendapatkan perempuan pure white, you must strong. Kalau lengah atau menyerah, kesempatannya tidak akan ada lagi. Yakin bisa bertahan dari godaan sekitar kamu? Daripada sama aku banyak yang lebih cantik yang sesuai idaman kamu lho," kata Rita.
"Tapi yang hatinya cemerlang itu hampir tidak ada. Kita lanjut ya hehehe aku harus selesaikan ini sama sekali tidak bisa dibatalkan. Kalau tidak, aku akan sangat pemarah minggu ini," kata Alex yang mulai memperingatkan Rita.
"π₯°π₯°. Fine. Setidaknya ini di chat saja ya jangan sampai benar terjadi. Karena aku tidak bisa kalau kamu mau yang aslinya," kata Rita membuat perjanjian dulu.
"HAHAHA Oh my god, yes of course! I'm more happy finding you still retain your valuable assets. Lalu? Seimbangkan saja dengan apa yang aku katakan, ok?" Kata Alex yang masih bisa tertawa sambil menahan erangan.
"Oke! Lalu aku akan membiarkan tangan kamu masuk dan menjelajahi bagian pantatku. Lalu?" Tanya Rita.
Sambil tertawa Alex mulai fokus lagi. "Aku akan memijat pelan bagian bawahmu yaitu pantat sambil melihatmu yang mengerang. Lalu mulai ke bawah lagi dengan tangan satunya dan mulai meremas," kata Alex menahan hasratnya yang mulai keluar.
__ADS_1
"Aku mengerang enak dan menarik badanmu untuk lebih dekat mencoba untuk menciummu. Lalu menjerit sesaat karena tanganmu meremas," Rita tertawa dia memang berusaha membayangkan tapi tidak sampai merasakannya. Kebalikan dengan Alex, dia mulai menggeliat dengan liar sambil menutup kedua matanya.
keringat di badannya mulai keluar dia sampai memegang ujung kasurnya dan mulai bernafas terengah - engah. Sambil menyibakkan rambutnya yang kini basah karena keringat. "Kamu mengerang enak setelahnya aku mulai membuka celanaku dan mendekatkan punyaku ke arahmu dan..."
'Memang gila ini orang tapi sudahlah daripada baca dia menyentak lagi. Baiklah, Rita waktunya keluarkan kemampuan mengarangmu dalam Dunia Dewasa!' Pikir Rita. "Dan aku merasakan sesuatu yang mengganjal. Aku melihat ke bawah dan kamu mulai menggesekkannya tanpa aku mendapatkan kesempatan melihatnya. Lalu aku memegang pinggang kamu yang menahan gerakan liar kamu dan mengerang. Tapi kamu semakin liar karena semangat mendengar eranganku. Posisi kamu pun semakin lebih panas dan keras. Membuatku menutup kedua mataku dan akhirnya mengikuti gerakan kamu. Kamu semakin liar meremasnya dan membuat aku mengejang hebat, "AAAAH.. HAH HAH HAH... AAAAAA!" Kamu tertawa senang dan semakin keras,"
"Yes yes! Oh my god, hmmmm i like it ohhh... more more more pleasee. I know you can do it. I will read it," kata Alex dengan semangat.
Ya sudahlah ayo mengarang bebas entah menyambung apa tidak sampai Alex keluar pol!!
"Aku lalu mengerang keras merasakan sesuatu yang bergerak dari kamu sambil memegang seprai dan berusaha mendorong kamu. Kamu menyadari aku mendorongmu, lalu kamu buka kedua kakiku lebar dan masuk dengan membuat aku lebih merasakan sensasi kepunyaan kamu. Punya kamu memang tidak kamu keluarkan dari dalam celana," kata Rita yang mulai mikir lagi. Terus apa coba? Haduh!
"Lalu? Punyaku sekarang aslinya sedang mulai menonjol, aku membaca ini membuat birahiku naik lagi. Kamu memang luar biasa mengarangnya meski hanya mengarang tapi efeknya huufff buat 'adik'ku puas sampai membesar begini. Apalagi kalau prakteknya," kata Alex yang senang melihat 'adik'nya mulai menyembul dari balik celananya. Dia membuka kedua kakinya lebar dan merasakan sensasi yang dia cari. Beuh cuma mengarang doang langsung bereaksi.
"Yee kamu yang senang aku yang pusing tahu! Mana belum pernah untung aku suka sekali - kali baca novel dewasa. Untuuuung pernah baca eyyy ternyata kamu parah ya.. mudah sekali buat kamu horney HAHAHAHA! Asyik nih bisa dikerjain terus πππππ," kata Rita yang menemukan titik kelemahannya yang utama.
"Ohh aku akan dengan senang hati membacanya. Kalau kamu sedang mode birahi naik, kamu lampiaskan saja padaku hehehe. Belum selesai kan ceritanya?" Tanya Alex. Sedikit lagi mulai.
"Aku mulai merasakan efek yang lebih besar lagi saat kamu melebarkan kakiku, punya kamu yang masih tersembunyi mulai menonjol besar dan kamu menggencetnya dengan parah membuat aku mengerang merasakannya. Kamu menggerakkannya agar aku semakin keras. Aku bertanya itu apa? Kamu menjawab dengan dorongan yang membuat aku semakin merasakan besarnya punya kamu. Lalu kamu buat naik turun dan aku pun mulai menurunkan *******. Lalu kamu bergerak ke atasku," kata Rita.
"Aku memperlihatkan punyaku kepadamu. Kamu melihatnya dan terkejut melihatnya, punyaku yang masih tersembunyi membesar cepat dan kamu mulai siap mengerang, aku lalu menurunkannya lagi dan membuat goyangan dahsyat. Aku senang membuat kamu mengerang lalu melihat badan kamu meliuk dan membukanya. Sambil menahan tangan kamu, aku mulai memelukmu dan menciummu dengan liar," kata Alex.
"Aku balas menciummu sambil memegang kepala kamu. Ciuman kamu sangat liar sampai memasukkan lidah kamu dan meliuk di dalam mulutku. Aku marah dan membuat lidahmu, aku ulum dan menyedotnya," kata Rita dengan mengetik cepat. Dan dia cepat - cepat ke kamar mandi. Tetap saja sih mengarang tidak bisa membuatnya menahan untuk pipis.
"Aku mengerang saat lidahku kamu sedot. Aku menunggu sampai kamu selesai dengan lidahku. Kamu sangat menyukai lidahku dan berulang - ulang menyedotnya. Saat selesai, aku beri kamu istirahat 3 detik lalu aku membalas ciumanmu dengan panas. Kali ini giliranku yang menyedot lidahku. Dan kamu menahanku tapi aku menang, dan aku menguasai lidah dan bibir kamu," kata Alex yang menjilat bibirnya sendiri.
"Uhhhh.... sudah ya.." kata Rita. Hari itu memang hari Minggu makanya Rita bebas chat karena orang tuanya sedang pergi begitu juga adiknya.
"More... I still want more. Aku jilat bibir kamu dan pipi lalu mencium bibirmu lagi. Bibir kamu ranum manis sekali, aku suka sekali. Kamu menikmatinya dan berkali - kali membalas ciumanku dan kita saling berpandangan dan berciuman lagi," kata Alex.
"Saat berciuman kamu membuka bajuku dan menyentuh buah dadaku," kata Rita. Sambil membuka sebuah novel untuk mengetik ulang isinya. Sue ini sih harus sambil cari bahan untuk Alex saja ππnanti lagi dikit saja menggodanya.
"Aku mulai memegangimu dan mulai menjilati, menyedot buahmu dengan nikmat," kata Alex yang mulai memegangi 'adik'nya yang mau berdiri.
"Aku memegangi punggung kamu dan menahan gigitan kamu. Sambil memegangi buah dadaku yang lain, kamu sadari itu lalu menurunkan tanganku dan memegangi buah dadaku itu lalu meremasnya. Aku meringis sambil meremas punggungmu," kata Rita yang sambil mencari bahan lagi dengan cepat.
__ADS_1
"AAAAA!! Itu akan keluar. AH!! OW OW OW..!" Teriak Alex di chat. Rita terhenti tapi untuk pegangan terakhir, dia mulai mengetik lagi tanpa menghiraukan apa yang terjadi pada Alex. Hihihihi
BERSAMBUNG ...