ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(240)


__ADS_3

"Iya, bawel!" Balas Rita yang geli membacanya.


"YES!" Teriak Alex secara refleks lalu ibunya datang tiba - tiba untuk memeriksanya.


"What happen? Kamu sedang apa berisik sekali," kata ibunya curiga dengan siapa dia chat? Senang sekali dia dalam kamarnya, tumben.


"Oh! Pertandingan! Pertandingan golf nanti keluarga kita harus menang!" Katanya yang berusaha menyembunyikan apa yang membuatnya senang.


"Oh... iya kamu harus rajin berlatih ya. Minggu depan keluarga kita melawan Keluar Tarumanagara. Kamu harus lebih ganas!" Kata ibunya dengan semangat juga meski tahu sih dengan siapa dia berbicara. Melihat anak tertampannya tampak sangat gembira sekali, ibunya membiarkannya lagi dan turun ke lantai bawah.


Alex lupa kalau suaranya ternyata terlalu besar membuat ibunya masuk ke kamarnya. Tapi untung dia melihat jadwal kalau pertandingan nanti melawan keluarga lain.


"Senang banget sih kesannya? 🀭🀭🀭Padahal kamu kan sudah banyak kiss bibir perempuan," katabRita merasa aneh.


"Beda dong. Semua mantan aku sebelum sama aku, mereka sudah terpakai oleh orang lain, aku tahu persis dari bentuk badan saja sudah berbeda. Lihat saja Ney, kamu tidak tahu? Kamu terlihat masih kaku, pipi kamu juga merah merona dan bibirnya segar jadi aku yakin kamu belum pernah dipakai siapapun," kata Alex.


"Kesannya bagaimana gitu ya membaca "terpakai" ituπŸ™„πŸ™„πŸ™„. Agak kurang nyaman dibacanya. Memangnya Ney kenapa?" Tanya Rita, dia tahu betul memang Ney bukan tipe perempuan setia karena setiap pacaran kasusnya sama.


"Lah, kamu memang tidak peka ya. Nanti juga kamu tahu," kata Alex menghela nafas. Jadi selama ini Rita berteman dengan Ney nampaknya tidak pernah tahu seperti apa Ney aslinya. Alex juga penasaran, sepertinya Ney jarang sekalu menceritakan soal dirinya sendiri pada Rita. Itulah kenapa Alex memang sengaja memaksa membukakan kedua mata Rita, meskipun sebagai hasilnya memberinya kesakitan dicaci maki oleh Rita.


"Berarti selama ini semua mantan kamu itu kamu pakai seperti barang bekas dong? Hahaha!" Kata Rita yang tidak terlalu memikirkan soal Ney.


".............. ya begitu deh. Pokoknya ciumanku enak lho aku yakin kamu pasti ketagihan. Bibirku tebal jadi saat nanti kita bercumbu, kamu akan menikmati bibirku. Kamu boleh menggigitnya sesuka hati kamu," kata Alex sambil menyeka mulutnya dengan jempol dan menjilatnya dengan nakal.


"Aku suka Toppokki," kata Rita. Karena dia membaca bibir tebal, Toppokki juga tebal ukurannya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


"πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘ apalah urusannya Toppokki dengan bibir tebal ku? Kamu ini isi pikiran makanan semua!" Kata Alex yang kemudian tertawa renyah, dia memancing Rita untuk berpikiran mesum tapi malah membuatnya tertawa. Semua gombalannya memantul ke segala arah sedangkan yang dia baca dalam pikiran Rita sama sekali berbeda. Tapi kalau Rita memancing Alex, Alex langsung sigapπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


"Tekstur Toppokki itu tebal sama seperti bibir kamu, enak juga itu. Aku suka!" Kata Rita menjelaskan.


"πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„," balas Alex.


"Lagian kamu kalau bilang Astagfirullah tidak cocok, soalnya mintanya mesum padahal kita orang lain," kata Rita.


"Kamu juga tidak cocok pakai jilbab suka mancing aku mesum padahal kita orang lain," balas Alex sambil tertawa.


"Suruh siapa kamu sigap? Cuma mancing kalau kamu merasa aku tidak pantas bilang begitu, kenapa tidak bilang 'Jangan begitu tidak pantas' eh malah kamunya semangat meladeni," balas Rita lagi.


"🀣🀣🀣🀣🀣," balas Alex.


"Tapi ya pasti asyik tuh gigit bibir kamu yang tebal sambil di sedot," Rita memancing. Sudah agak error jam setengah 2 mereka masih rajin chat.

__ADS_1


"Aku nikmati gigitan dan sedotan kamu. Aaaah... baru kali ini aku harus menunggu seorang perempuan dalam waktu yang sangat lama. Biasanya justru merekalah yang menunggu untukku. Mungkin ini juga termasuk hukuman untukku dari yang aku lakukan semasa dulu ya," kata Alex yang sangat menyesali perbuatannya dulu pada perempuan.


"Yah, Allah SWT is a mystery bagi umatNya. Entah mungkin memang harus begini, bisa jadi ini adalah jalan menuju kebaikan kan. Kamu merasa rugi? Itu artinya Allah SWT meminta kamu lebih bersabar, up kesabaran kamu pertandanya baik lho itu," kata Rita memberikan semangat hidup pada Alex.


"Yes, Thanks you always beside me. Meskipun sakit aku kambuh, kamu selalu ada tidak pernah pergi," kata Alex yang terus mengingatnya.


"Memangnya aku mau pergi kemana? Rumah juga masih ada di sini," kata Rita aneh.


"Hahahahaha!! Aduh sakit perut semua rayuan gombal aku tidak ada yang kena. Kamu aneh! Aku benar - benar ingin sekali diberi kesempatan untuk bertemu kamu bukan karena aku menginginkan bibir kamu. Karena aku melihat sesosok perempuan dalam penglihatan ku, aku ingin memastikan sesuatu," kata Alex bercerita.


"Woah! Kamu dukun ya," kata Rita.


"Bukan! 😀😀Aku ini disebut sebagai Anak Kristal lho. Aku bisa melihat masa yang akan datang, masa lalu dan apa yang akan terjadi nanti. Dan dalam penglihatan ku ada perempuan yang menyambutku tapi wajahnya tidak bisa kulihat tapi dia selalu ada disana. Seakan - akan menunggu kedatanganku. Jangan sedih ya kalau aku nanti bertemu sama dia," kata Alex dengan senang tapi juga dia merasa tidak ikhlas. Dia takut apakah jalan takdir dengan Rita akan menjadi pendek? Padahal dia sudah nyaman bersamanya.


"Oh.. bagus dong. Anak kristal? Kamu suka mengoleksi kristal kali ya makanya disebut begitu," kata Rita sambil berpikir. Apa itu ya anak kristal? Yang Rita tahu hanya Anak Tarzan.


"πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘cari tahu sana di Gugel! Malas aku menjelaskannya," kata Alex yang sedang membenturkan kepalanya pada bantal karena gemas.


"Nanti saja, aku doakan kamu bertemu dengan perempuan itu. Mungkin itu calon kamu nanti kamu senang kan?" Tanya Rita dengan merasa hatinya seakan teriris membaca itu dari Alex. Apakah jalan takdir dengan Alex akan pendek? Mereka berdua sama - sama sedih akan berita itu. Tapi Rita bisa apa kalau memang benar jodohnya Alex menunggu, dia hanya bisa mendoakannya.


"Ya tapi sepertinya lama ya karena aku masih dalam berproses. Aku tidak tahu kapan akan bertemu dengan wanita itu tapi kalau benar, semoga kamu juga bertemu dengan pasanganmu," kata Alex yang merasa seakan berpisah dengan Rita.


Untuk mencairkan suasana gloomy, Rita mengingatkan Alex. "Tapi sebelum itu terjadi aku selalu berdoa untuk memberikan kamu sesuatu,"


"Revenge Hit ( Pukulan Dendam ). Jangan sedih dulu ey ingat kamu masih punya hutang! Sebelum bertemu si doi masa depan, semoga Allah SWT memberiku kesempatan untuk membalas," kata Rita.


Selintas Alex membeku dan tersadar. "WHAAAAAAT!!!!"


"Setelah itu kamu silakan bersama dia," kata Rita tersenyum kecut.


"Yang benar saja laaa ciuman saja hukumannya," kata Alex keberatan.


"Ciuman berarti tidak usah ya kan kamu nanti akan bertemu yang masa depan jadi buat apa juga kamu minta cium?" Tanya Rita yang kalau dipikir enak di lu, ga enak di gue! Ogah!


"Astaga! Kamu tidak mengerti maksudku?" Tanya Alex yang menepuk dahinya dengan keras lalu tepar di karpet kamarnya.


"Mengerti! Aku kan baca banget! Kamu kenapa sih?" Tanya Rita, ya memang dia membaca chatnya dari Alex terus?


"Oh begitu..... hmmm terus?" Tanya Alex ingin tahu responnya.


"Ya bagus," jawab Rita semakin tidak mengerti. Nih orang maunya apa sih?

__ADS_1


"Ya bagus bagaimana. Aduuuuhh masa kamu tidak mengerti apa maknanya?" Tanya Alex yang kali ini membenturkan kepalanya di tumpukkan kertas.


Tanpa Alex sadari, ibu dan kakaknya sudah menduplikasi isi chat mereka berdua. Dan mereka dengan histeris tertawa keras di kamar anak keduanya. Suami kakaknya keheranan sambil menggendong anak mereka, suami ibunya pun ada dan para lelaki heran melihat kelakuan istri serta anaknya. Kakaknya, Jasmine sampai memegang perutnya karena mereka tertawa dengan puas. Ibunya berderai air mata sambil memegang seprai kasur.


"Ih, kamu tuh aneh! Ya baguslah kamu kan melihat perempuan dalam mimpi kan?" Tanya Rita menjelaskan.


"Iya betul," jawab Alex yang berdiri dengan sabarnya. Dia tahu Rita sedang menjelaskan sesuatu.


"Lalu perempuan itu seperti menyambut dan ada disana setiap waktu seperti sedang menunggu kedatangan kamu kan?" Tanya Rita lagi.


"Betul. Lalu?" Alex sudah agak cemas soal ini.


"Ya kalau sudah datang ya sambutlah. Kamu bloon!" Kata Rita keheranan. Terus maksud dia apa ya?



Kembali lagi di kamar kakaknya, mereka akhirnya tertawa sambil berderai air mata dan ibunya batuk lalu mengambil air minum, kemudian tertawa lagi.


"Aduuuh kasihan si Alex rayuan mautnya mental semua! Hahahaha!!" Kata Jasmine tidak kuat, sampai anaknya menangis melihat ibunya yang tertawa tidak terkendalikan.


"Duh cup cup cup ibu kamu sedang senang, nak melihat kelakuan om kamu," kata ibunya yang menggendong lalu mengusap air mata anak keduanya.


"enan?" Tanya anak lelakinya sambil heran. Lalu Jasmine menghampiri suaminya dan terus tertawa.


"Kita ambil susu yuk. Jasmine, sudah cukup untuk sekarang. Sudah jam 2 besok lagi saja kita lihatnya. Kasihan juga Alex hahahaha sepertinya Rita memang tidak tahu artinya," kata ibunya yang mengambil kan susu untuk cucunya.


"Bodor kan mah hahaha. Sepertinya Rita memang tidak peka dengan rayuan Alex padahal dia dikenal sebagai Raja Gombal tapi kalau sama Rita, gelarnya itu langsung runtuh," kata kakaknya yang masih berusaha menahan tawanya.


"Syakieb pernah mengirimkan foto Rita dengan mahkota," kata ibunya menyerahkan isi foto yang ada dalam ponsel. Jasmine penasaran dan melihatnya, dia termenung melihatnya.


"Ini... tampak jelas auranya. Mom, ijinkan Alex berhubungan saja? Kelihatannya kalau dengan Rita, Alex jadi semakin cepat melupakan kesakitan yang dulu," saran Jasmine memperhatikan ibunya.


"Ibu kurang setuju. Kamu tahu kan media sosial itu seperti apa? Sudah berapa kali juga dia berkenalan sama seperti Rita, sudah nyaman sudah apa banyak. Ujungnya kamu pasti tahu juga, mom tidak mau melihat Alex seperti dulu. Kita sudah setuju menyelesaikannya, mom sudah banyak membuat pengumuman untuk menjodohkannya. Kamu buatlah Alex memutuskan kontak dengan Rita," kata ibunya dengan suara tegas.


"Rita sepertinya berbeda, mom. Lihat auranya meski ada yang menghalangi, dia butuh bantuan seseorang secepatnya. Mom ingin aku bicara dengannya?" Tanya Jasmine yang memang juga penasaran.


"Terserah kamu saja. Tapi Rita memang seru ya orangnya karena dia benar - benar polos. Tapi mom juga sudah tidak mau lagi kejadian terburuk dulu itu terulang, itu membuat mom terpuruk dan media massa juga sangat gencar mencari penyebabnya. Kamu hitung kan berapa bulan kita membuat Akang tenang menjadi dirinya?" Tanya ibunya.


Jasmine terdiam memang waktu itu adalah kejadian menakutkan, Alex hampir melompat dari lantai 40 karena kekecewaannya terhadap seorang perempuan, berjilbab juga, sudah membuatnya nyaman dan ternyata ... dengan segala tipu daya dia, meminjam uang sampai 20 M dengan alasan orang tuanya sakit atau apalah, yang setelah diselidiki perempuan itu beserta orang tuanya berkomplot. Sampai akhirnya memutuskan melamarnya namun yang terjadi, dia dihajar masal oleh 10 saudara perempuan itu lalu mengambil dompet, kotak perhiasan cincin dan meninggalkannya menangis sendirian di pojokan selokan dengan luka lebam.


Untungnya saat itu kedua sahabatnya yang memang penasaran mengikutinya sampai tempat dan menemukan kondisi Alex yang sudah bonyok. Anyway, dia datang ke negara perempuan itu dengan harapan akan bisa bersamanya tapi yah... 😞😞😞. Sontaklah kedua orang tuanya langsung menjemputnya dan merawatnya. Jasmine pun langsung histeris menangis melihat adiknya dan meledak saat itu juga. Dia memanggil semua pengawal pribadi dan memberi perintah untuk mencari sampai ketemu mereka semua yang sudah melukai adiknya.

__ADS_1


Setelah sadar, Alex berpandangan kosong. Dirinya saat itu sudah tidak ada hasrat hidup. Cinta tulusnya terhempas lepas dari dirinya dan jarang berbicara lagi. Dalam pikirannya, kenapa hidup tidak adil untuknya, kenapa harus selalu merasa sakit? Kenapa harus banyak dikhianati tidak ini tidak itu sampai kapan dia harus berakhir menyedihkan. Ibu dan ayahnya melihat anaknya dengan khawatir saat itu masih belum ada berita pelakunya tertangkap.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2