ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(192)


__ADS_3

"Hahaha maklumi saja ya, Rita. Entah siapa yang lemot ini tuh tapi yang aku lihat kamu tidak lemot amat. Memang ada sih kadang kamu lemot tapi sebenarnya kamu tahu. Ya kan?" Tanya Arnila.


"Iya hahahaha biarkanlah aku menyerah. Kamu sudah jelaskan semuanya? Terus dia bagaimana?" Tanya Rita penasaran.


"Ya aku jelaskan maksud kamu itu tidak mau membuat dia merasa tidak enak hati. Ney bilang dia pikir kamu mau menyombongkan diri. Aku bilang juga kamu tuh terlalu berpikiran negatif semua orang bilang apa, kamu menerimanya tidak baik terus. Makanya Rita sudah angkat tangan soal kamu. Maksud Rita kamu lihat bagaimana penampilan Rita, temannya itu suka perempuan tinggi, berkulit putih atau bersih, paras cantik bening, pokoknya yang membuatnya tidak malu deh. Intinya lelaki itu hanya memandang Rita dari fisiknya saja. Makanya memang pantas ditolak sih kalau menurut aku, dan bukannya Rita memang tidak suka pacaran ya. Aku nanya juga ke dia, padahal kamu dekat sama Rita kok bisa sih sampai tidak bisa menangkap maksud omongan Rita," kata Arnila menjelaskan.


"Ya memang aneh sih sudah selama ini, aku saja bisa menangkap dia seperti apa. Tampaklah dia itu memang tidak peduli dengan seperti apa orang yang dekat sama dia. Heran sih tapi itu artinya dia memang tidak peduli. Tidak tahu ah," kata Rita yang memang malas sudah soal Ney.


"Terus dia ada bilang apa lagi?" Tanya Arnila.


"Dia tidak cerita apapun soal yang lain?" Tanya Rita. Masa iya ya Ney memang aneh.


"Tidak ada cuma mengomel soal yang kamu bilang saja. Memangnya masih ada?"


Kemudian Rita ceritakan soal Dins dan dia ingin menciptakan hubungan lain dengan orang yang Rita tolak.


"Ya Allah! Dia sama sekali tidak cerita apapun, dong ke aku. Kenapa ya dia tuh, Ri? Sepertinya dia cerita ke kita berdua tuh belang - belang deh," kata Arnila.

__ADS_1


Ya Arnila saja merasa begitu apalagi Rita. "Tidak tahu. Kalau aku sih ke siapa saja selalu sama ceritanya, dia cerita ke aku tipenya A tapi ke kamu tipenya B. Aku sama sekali tidak mengerti kenapanya." Setelah itu berakhir chatnya.


Kenapa ya Ney selalu menceritakan dengan cerita yang berbeda ke Rita dan Arnila. Kalau ke Rita, dia selalu yang melebih - lebihkan dan sering banget berbohong tapi kalau ke Arnila, dia selalu jujur terbuka. Yah, dari situ sebenarnya ketahuan sih siapa yang paling dipercaya dia. Lalu buat apa dia sampai membohongi Rita? Sampai harus mendengarkan kisah Realnya dari Arnila? Kan aneh banget! Tapi sekarang, semenjak Rita kenal Alex dia malah yang suka mengumbar kalau dia Sahabatnya Rita. Rita saja emoh banget! Rita sangat enek melihat kelakuannya yang merasa orang penting dan mulai membuang Arnila.


Rita menyadari seperti inilah sosok Ney sebenarnya, yang dia lihat ternyata adalah Ney yang penuh kepalsuan. Dan tidak salah bila Rita lebih baik mencari teman yang lain yang benar - benar akan lebih bisa menerimanya dalam kondisi apapun. Untunglah dia sudah menyadari pertandanya lebih awal dan yang sekarang adalah terparahnya. Dia mengklaim tahu banget soal aku apapun itu tapi sayang rasa percaya Rita kepadanya mulai surut.


Okkay! Sekian dulu ya cerita dari masa lalunya dari Rita dan Ney. Intinya Ney itu agak kurang sadar diri dengan kekurangannya, dia terlalu merasa lebih Sempurna dengan menyembunyikan segala sesuatunya. Yang nanti pada waktunya yang tepat akan terbeberkan segalanya.


Kita kembali ke hari Jumat yang dimana saat itu Ney berangkat menggunakan pakaiannya yang biasa menggunakan long dress sampai selutut berwarna kuning krem. Dia ada janji dengan Syakieb untuk bertemu. Kalau kalian lihat, Ney memang selalu tampil berani dan penuh percaya diri memakai baju yang kadang mini setengah atau lengan yang pendek. Soal kenapa setiap orang memandangi bahkan sampai menertawakan karena bukan apapun tetapi itu bersumber dari penampakan tangan sampai ujung kakinya.


Kulitnya dipenuhi dengan bekas luka cacar, tampaknya sewaktu dia pernah cacar dulu dia menggaruk dan membocorkan alias mengelupaskan lukanya sampai benar - benar membekas. Tapi cueknya pantas diacungi jempol sih tapi jeleknya dia terlalu berlebihan. Padahal selama ini sudah banyak sekali obat salep yang mampu menghilangkan flek bekas luka cacar tapi Rita dan Arnila saja bingung karena tidak ada usaha banget dari Neynya sendiri. Kalau saja kulitnya mulus, pasti akan lebih bagus lagi dilihatnya.


"Biarkan sajalah. Nanti juga ada kok orang yang mau menerima aku apa adanya bukan dari masalah kulit," itulah yang dikatakan Ney.


Memang sih pasti ada yang akan menerimanya tanpa melihat tampilan tapi tetap saja jangan terlalu tidak berusaha banget. Namanya perempuan juga tetap butuh perawatan diri menjadi lebih bagus didepan mata banyak orang. Rita juga pernah mengalami cacar tapi dia membiarkan saja cacarnya sampai mengering sendiri, meskipun sangat gatal. Dengan obat cair dari dokter cacarnya itu kemudian mengering dan mengelupas sendiri.


Ney juga orangnya termasuk tidak bisa rapih, tidak bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, lebih mementingkan pandangan orang lain terhadap dirinya, tidak bisa mencintai dirinya sendiri dengan melakukan banyak perawatan. Kalau saja dia bisa lebih menjaga badannya dengan melakukan banyak kegiatan yang lebih bermakna, termasuk perawatan supaya bekas cacarnya hilang tentu pandangan orang akan berbeda. Jangan pernah hanya mengandalkan Orang akan menerima dia apa adanya saja tapi perlu ada usaha lain juga.

__ADS_1


Kulitnya yang berwarna sawo matang sangat menonjol dengan bekas lukanya itu, membuat semua orang memperhatikannya dan ada juga yang jijik melihatnya. Apa yang ada di benaknya Ney saat itu hanyalah mereka menperhatikannya karena penampilannya bagus dan wajahnya yang sempurna dengan dempulan yang kurang sesuai. Kalau Rita lihat pasti ditertawakan sekerasnya. Tentu saja itu bagus ya percaya diri tapi yah jangan sampai juga dong tahi mata yang masih nongkrong di pojok mata lupa tidak dia bersihkan 😑.


Beberapa orang yang jalan melewatinya sangat sangat jelas sekali terlihat. Soal kepedeannya, Rita juga kagum tapi tidak dengan selebihnya, tampak jelas sekali dengan yang terawat dan yang tidak. Selama Ney ikut jalan - jalan dengan Rita, dan melihat Rita membeli segala macam produk perawatan tubuh, Ney sama sekali tidak berminat. Dan katanya dengan kondisi badannya yang seperti itu sudah cukup. Rita hanya bisa bengong mendengarnya beberapa kali pun mengajak Ney membeli lulur mandi juga sia - sia saja.


Malah yang ada dikatain Rita senang produk kimia, padahal lulur mandi yang Rita beli herbal langsung dari bunganya sendiri. Rita memilih untuk tertawa dan melanjutkan berbelanja. Kita lanjut saat Ney berjalan dengan santainya, beberapa orang yang melihatnya mereka menghindari dirinya. Ney menggunakan sandal sepatu berwarna krem. Bekas ilerannya pun masih terlihat jelas meski sudah dia usahakan disamarkan dengan bedak sekalipun.


Syakieb pun tidak luput dari penampakan mengerikannya itu dan membuatnya ingin segera diakhiri namun perintah majikannya adalah yang paling sakral untuknya. Saat Syakieb menceritakan kepada Alex, Alex kemudian langsung tertawa terbahak - bahak mendengarnya sam pai sakit perut.


"Boss, you really lack work if you choose Ney ti be a companion. You really don't know aftar what I saw in that girl! A drool! Also the dung she didn't clean at all! Sir, please end my suffering ( Bos, kamu kurang kerjaan bila memilih Ney sebagai pendamping. Anda benar - benar tidak tahu apa yang aku lihat pada gadis itu! Ileran! Juga kotoran mata yang sama sekali tidak dia bersihkan! Tuan, tolong akhirilah penderitaanku )," kata Syakieb yang ingin sekali meneteskan air matanya. Karena dia mengutamakan kebersihan diri.


Kemudian Alex tertawa tanpa henti, dirinya tahu kalau pengawal tampannya itu memang sangat menyukai kebersihan. Sama dengan Alex hanya membersihkan meja saja bisa sampai 2 jam, kalau Rita sih 5 menit juga selesai. Entah bagaimana itu membersihkannya sampai 2 jam 🙄🙄. Syakieb kesal sebenarnya karena tuannya hanya tertawa, dia juga menahan dirinya sendiri untuk muntah. Tapi akhirnya keluar juga itulah sebabnya dia ijin menuju toilet saat berjanjian dengan Ney di cafe.


Tugasnya yang datang ke Indonesia hanya untuk mengambil paket terpaksa menghadapi situasi yang sangat dia benci seumur hidupnya. Dan tuannya hanya tertawa mendengar ceritanya, dia lebih memilih tugas untuk membersihkan kandang kuda daripada menemui perempuan yang sama sekali tidak bisa merawat dirinya sendiri. Yang kalau makan pun terdengar bunyi 'nyap - nyap'. 🤣🤣🤣


"Oh, I'm so sorry 🤣🤣🤣. HAHAHAHAHA!!!" Alex memegangi perutnya yang sekarang kesakitan tapi masih belum bisa menghentikan tawanya. "Ya lebih baik kita hentikan saja secepatnya sebelum wanita galak itu membuatku koma lagi. Hihihihi,"


Syakieb menghela nafas mendengarkan tuannya yang masih sulit menghentikan tawanya dalam ponselnya. Tapi dia senang bisa membuat tuannya tertawa dan itu sudah sangat jarang sekali tatkala peristiwa lalu yang menewaskan calonnya dalam pesawat. Dunianya menjadi berwarna abu - abu dan selalu termenung tapi kini berbeda dan itu berkat satu orang. Jadi Syakieb harus lebih berhati - hati dengan perempuan yang disenangi oleh tuannya itu.

__ADS_1


Jangan sampai dia ikut mengusili Rita atau tuannya akan berakhir memecat dirinya yang telah 15 tahun bekerja di tempatnya. Meskipun Syakieb kadang harus mengikuti ide gila dan permainannya di luar nalar. Beberapa kali juga Syakieblah yang mengurus para mantan kekasih Alex yang berusaha menyabotasenya dengan meminta pertanggung jawaban atas dirinya hamil. Mengurus disini maksudnya bukan dibunuh atau bagaimana, tapi Syakieblah yang bertugas mencari informasi mengenai sabotase atau hal lainnya. Dia membongkar muslihat para mantan tuannya dan keadaan berbalik, banyak juga yang akhirnya berakhir di balik jeruji karena terbukti Alex tidak pernah menghamilinya.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2