ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(318)


__ADS_3

Post Malone, Swae Lee - SUNFLOWER


...Ayy ayy ayy ayy (ooh)...


...Ooh ooh ooh ooh (ooh)...


...Ayy ayy...


...Ooh ooh ooh ooh ...


...Needless to say, l keep her in check...


...She was a bad - bad , neverthelesss (yeah)...


"Pacarnya galak banget ya. Dia bisa sampai menyembuhkan jantung kamu yang terluka luar dan dalam, berbeda dengan pacar kamu yang tahun lalu," kata dokternya memberikan hasil scan jantung Alex.


"Menurut dokter begitu? Ah ya dia banyak memberikan dukungan dan membuat saya tertawa," kata Alex dengan senang dia lupa kalau ibunya ada disana.


"Tapi keadaan kamu yang lain menurun. Kenapa? Kamu habis bertengkar dengan dia ya? HAHAHA," dokternya tertawa keras mengingat seberapa keras kepalanya Alex.


...Callin' it quits now, baby, l'm a wreck (wreck)...


...Crash at my place, baby, your're a wreck (wreck)...


Alex terdiam, dokternya sangat tahu sekali soal Alex tentu saja mereka semua adalah dokter dan suster yang merawat dan menjaganya semasa dirinya masih bayi. Dengan mereka pula dia bermain dan berteman dengan semua pasien didalam Rumah Sakit ini. Jadi kalau ada apa - apa dengannya, semuanya pasti tahu kadang itulah yang membuat Alex super malu. Semua ruangan baginya adalah tempat bermain, sampai dia beranjak dewasa kabur saat pengobatan baginya hanya tinggal bersembunyi di ruangan tertentu saja.


"Jangan melakukan kesalahan seperti saya, salah paham terus dengan istri saya. Sudah setua ino banyak lupanya, istri saya yang mengingat segala hal yang saya lakukan hanya mengangkutnya lalu dikerjakan. Kalau kamu ada yang tidak mengerti tanyakan kepadanya dengan lembut dan pengertian. Dia akan luluh sama kamu daripada kamu melakukannya dengan keras," kata dokternya lagi tertawa.


...Needless to say, l keep her in check...


...She was a bad - bad , neverthelesss (yeah)...


Alex terdiam lagi dia benar - benar banyak kesalahan pada Rita apalagi sekarang dia harus menghadapi Ameera yang mereka sudah deal akan berpacaran bohongan. Apalagi juga dia sudah lepas kendali berkata menjalin hubungan dengan orang lain saking terlalu emosi dan salah paham. Tapi sekarang.... Alex memandangi kakaknya yang sedari tadi tertawa, ada perasaan sangat menyesal. Dia marah meledak pada Rita saat mendengar dokternya tampaknya dia telah salah lagi.


"Pacarnya Alex bukan yang itu sekarang dia berhubungan dengan anak sahabat saya, dok. Mudah - mudahan sampai menikah ya," kata ibunya menepuk bahu Alex dengan senang.


"Mom, aku tidak cinta dia," kata Alex langsung.


Dokter dan suster terdiam menatap ibu dan anak tersebut. Mereka tidak mau ikut campur tapi memang sudah biasa juga kalau keinginan Alex dan keluarganya berbeda terutama ibunya.


...Callin' it quits now, baby, l'm a wreck (wreck)...


...Crash at my place, baby, your're a wreck (wreck)...


Ibunya menatap tajam pada arah Alex dan menolak untuk dirinya banyak bicara. Lalu Alex menundukkan kepalanya dia masih terus menolak rencana ibunya.


"Hahaha drama keluarga ya seperti biasanya, saya bukan dokter cinta tapi ada baiknya makcik ini mulai mendengarkan apa yang diinginkan oleh Alex. Tenang saja tidak macam - macam lagi, dia nih sudah dewasa." Kata dokternya lalu memberikan resep obat dan vitamin


Ameera mengamanatkan kalau dia akan menjenguknya dan sedang menuju Rumah Sakit. Alex keluar dengan langkah lemas, dirinya lelah terhadap tekanan ibunya dan memandangi kakaknya yamg selesai berbicara dengan Rita.


"Cikpuan sudah banyak bicara dengan Rita. Soal Ameera kamu sudah beritahu dia ya," kata kakaknya menepuk bahu adiknya yang lemas.


"Sudah di luar kendali tadinya aku mau terus rahasiakan hanya agar kabar tentang dia disini tenggelam," kata Alex yang memandangi atap Rumah Sakit.


...Thinkin' in a bad way, losin' your grip...


...Screamin' at my face, baby, don't grip ...

__ADS_1


"Kamu ini bodoh sekali bisa tidak sih emosi kamu ditekan? Sudah berapa kali kamu salah paham dengan maksud Rita? Intinya Rita mempersilakan kamu berhubungan dengan siapapun, kamu mengerti kan kondisi kalian saat ini? Berjauhan. Sekarang, kamu mau bagaimana? Sebelum rencana kamu terangkan kamu malah terpancing mengamuk hancur dong rencana awalnya!" Kata Jasmine kesal adiknya itu memang terlalu terbakar api emosi setelahnya baru menyesal.


"Bagaimana ini, cikpuan? Mom terus dengan keinginannya sedangkan aku ingin pilih Rita tapi masalahnya ada seseorang yang menyebarkan soal Rita," kata Alex yang menangis ke pelukan kakaknya.


"Jangan sampai Rita sama seperti Kayla meskipun Rita akan menghadapinya berbeda sih," gumam kakaknya yang didengar oleh adiknya.


...Someone took a big L, don't know how that felt...


...Lookin' at you sideways, party on tilt...


Alex bangun dari pelukannya. Benar kalau Rita terciduk sama seperti Kayla akan terjadi perang dingin lagi. "Cik, apa aku harus berhenti berharap pada orang lain? Kenapa kita dilahirkan dalam keluarga seperti ini? Kalau saja kita berasal dari keluarga biasa, pasti Rita dan aku sudah..." kata Alex yang murung.


"Hai semua! Maaf aku terlambat datang!" Kata Ameera yang sudah dengan dandanan minimalisnya sangat cantik dengan pipinya yang dia beri blush on pink pudar serta pakaiannya yang selutut. Dan menenteng kue pie susu yang tampak sangat enak untuk keluarga Alex. Dia berikan kepada kakaknya, Jasmine lalu tersenyum manis pada Alex. Kedua matanya lebar mirip kartun Korea.


"Hai Ameera. Kamu mengobrol saja dulu dengan Alex ya saya mau ke mom," kata Jasmine meninggalkan mereka berdua.


...Ooh ooh ooh ...


...Some things you just can't refuse...


...She wanna ride ne like a cruise ...


...And l'm not tryna lose...


Ameera langsung duduk sebelah Alex secepatnya dan menanyakan lagi soal yang awal. Sebenarnya Alex sangat malas sudah tahu tingkahnya seperti apa. "Hei, mulai hari ini kita memulai hubungannya kan?"


"Yang palsu, iya," jawab Alex singkat pada Ameera sambil memandangnya.


Ada degupan kencang dalam hati keduanya tapi hanya Alex yang tidak ingin lebih jauh dia merasa tak layak menyakiti Rita. Meskipun tidak bohong Alex pun terpesona dengan Ameera yang sekarang. Ameera terpesona dengan sinar yang dipancarkan oleh Alex meski itu lebay. "Iya. Palsu,"


"Ameera! Ayo mampir ke rumah dulu ya!" Sambut ibunya dengan hangat, mereka lalu berjalan bersama.


Alex dengan Ameera dan kakaknya bersama ibunya. Alex tidak begitu hangat kepada Ameera, perasaannya saat itu dia tutup dan tidak memandangi Ameera sama sekali. Ameera pun menyadari hal itu.


"Hei, kita kan pura - pura berpacaran kenapa kamu sedingin itu kepadaku?" Bisik Ameera namun Alex masih tidak mengatakan apapun. Tiba menuju pintu keluar, sudah banyak beberapa paparoti yang menyoroti keluarga mereka sontak saja Ameera langsung meraih tangan Alex. Alex bisa saja langsung melepaskannya kembali tapi tidak dihadapan paparoti menyebalkan ini. Kalau Rita pastilah akan lebih berbeda lagi.


...Then you're left in the dust...


...Unless l stuck by ya...


...You're the sunflower...


...l think your love would be too much ...


...Or you'll be left in the dust ...


...Unless l stuck by ya...


...You're the sunflower...


...You're the sunflower...


Ibu dan kakaknya menatap ke arah belakang lalu dia tersenyum senang dan berbisik pada anak tertuanya. "Tampaknya akan ada acara pertunangan nanti."


Kakaknya menatap Alex yang tampak dingin sekali dan melihat Ameera yang kebalikannya. Beberapa wartawan pun mengabadikan wajah dingin Alex dan wajah hangat Ameera tapi tentunya mereka sudah tahu Ameera seperti apa. "Tampaknya masih jauh dari acara itu, mom."


Ibunya kesal mendengarnya dan melihat kelakuan Alex yang memang pasti diluar dugaan. Saat mereka berjalan keluar, beberapa paparoti menghampiri mereka ingin lebih dekat dan mencari tahu lebih lanjutnya. Mereka sudah terbiasa namun berbeda dengan Ameera yang serasa terbang. Memang hanya dengan keluarga mereka saja dia bisa sekalian memampang untungnya Ojon selalu sibuk jadi tidak pernah melihat berita. Apalagi berita Indo dan Malay kan berbeda ya mana ada berita disana sampai ke dirinya.

__ADS_1


"Jadi sosok yang dikabarkan itu Ameera Shariskhi?" Tanya salah satu wartawan pada Alex.


"Ya." Jawab Alex singkat dengan ekspresi datar. Para wartawan kembali memberikan pertanyaan lagi kepadanya.


Kurang puas beberapa paparoti menghampirinya tapi Alex melindungi Ameera toh dilihatnya Ameera tak perlu dilindungi sih. "Tampaknya kabar mengenai orang bernama EXO itu hanya bisa membuat berita isapan jempol. Bagaimana menurut Anda?"


"Kalian lebih percaya dengan ucapan manusia berwajah gepeng daripada dari sumbernya langsung?" Tanya balik Alek kepada mereka.


Beberapa wartawan tertawa saat mereka mendapati julukan EXO sebagai 'Wajah Gepeng.' Tentunya si gepeng itu juga menonton acara itu dan melemparkan botol kaleng ke televisinya. Apa tampaknya Alex tahu siapa sebenarnya EXO? Tampak ada kata candaan yang keluar dari mulutnya.


...Every time l'm leaving on you (ooh)...


...You don't make it easy, no (no, no)...


...Wish l could be there for you...


...Give me a reason, oh (no)...


...Every time l'm walking out...


...l can hear you tellin' me to turn around...


...Fightin' for my trust and you won't back down...


...Even if we gotta risk it all right now, oh (now)...


"Hei, itu bisa saja akal - akalan Alfarizki untuk menutup kedok wanita sebenarnya kan?" Tanya yang lain tapi tidak digubris oleh Alex. Kakak dan ibunya pun hanya terdiam mereka dibimbing masuk oleh pengawalnya.


"Pakcik, dalam perkataan EXO wanita yang paling dekat dengan Anda kabarnya sifatnya terbalik dengan sekarang. Bagaimana itu?" Tanya yang lain. Membuat Alex berhenti bergerak lalu berpaling pada mereka. Ibu dan kakak serta Ameera untungnya sudah masuk duluan.


"Saya minta kalian berhati - hati dalam mengabarkan sesuatu. Bila ingin tahu kebenarannya tunggu saja kabarnya langsung dari saya. Tapi untuk saat ini yang dikatakan oleh Wajah Gepeng itu, semuanya hanya sesat. Inilah yang sebenarnya." Lalu Alex masuk ke dalam mobil dan ditutup oleh supir dari mobil lain dan mereka berjalan pulang beriringan.


...l know you're scared if the unknown...


...You don't wanna be alone...


...l know l always come and go...


...But it's out of my control...


... And you're left in the dust...


...Unless l stuck by ya...


...You're the sunflower...


...l think your love would be too much ...


...Or you'll be left in the dust ...


...Unless l stuck by ya...


...You're the sunflower...


...You're the sunflower...


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2