ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(315)


__ADS_3

"Bukan karena uangnya atau harta keluarganya?" Tanya Jasmine bertanya. Beberapa orang terlihat jelas ada niat apa mereka menyukai adiknya entah fisiknya, uangnya atau harta keluarganya.


"Hmmm saya juga punya uang hasil kerja sendiri, kalau orang tua sih bukannya sudah kewajiban mereka ya kalau masih punya anak yang belum nikah?" Tanya Rita.


Jasmine berpikir apa yang ada didalam pikiran Rita dan dirinya sendiri pun berbeda. Rita memiliki sudut pandang sendiri dan itu masuk ke dalam nalar manusia. Apalagi tidak ada kepura - puraan didalamnya itulah kenapa Jasmine sangat kagum. Baru kali ini bertemu dengan perempuan yang pure polos banget. Berbeda dengan semua perempuan yang Alex temui mungkin ini juga yang membuat Alex tertarik bukan hanya soal kegalakannya.


"Si bodoh itu selalu salah paham bicara sama kamu, dia cerita kalau kamu membebaskan dia untuk berpacaran? Karena keadaan kalian yang berjauhan kan," kata Jasmine yang langsung menangkap.


"Iya maksudnya karena dia bukan tipe pejuang Jomblo Ngenes, beda sama saya teh. Dia kalau jomblo kelamaan pasti mellow terus jadi lebih baik kalau ada yang dia suka, ya silakan saja. Saya membebaskan," kata Rita menjelaskan.


"Kamu sendiri bagaimana? Pacaran juga?" Tanya Jasmine.


"Saya sih tidak ada ketertarikan berpacaran soalnya buang waktu sih. Apalagi sekarang saya juga bekerja," kata Rita meski sekarang dia pengangguran hehehe.


"Oh, begitu. Yakin?" Tanya Jasmine agak sangsi.


"Tidak percaya juga tidak apa - apa," Rita sudah jengah kepada orang - orang yang tidak mempercayainya. Sudah cukup ibu sendiri pun seperti itu kepadanya.


"Saya baca kok chat kalian hahhh dia selaluuu salah paham. Maklumi ya dulu dia pernah ada yang bilang seperti kamu ternyata orang yang dia suka sudah menikah. Karena melihat adik saya yang WAH banget, perempuan itu sampai mengkhianati keluarganya sendiri. Untung saja saat itu saya menyeret dia kembali ke sini kalau tidak habislah dia," jelas Jasmine membuat Rita melongo membacanya. Separah itukah?


"Waduh!" Kata Rita kaget. Dia juga tertawa pada kejadian yang dikatakan kakaknya.


"Dia tidak ada cerita?" Tanya Jasmine sambil melihat keadaan adiknya yang terus memperhatikan kakaknya.


"Tidak ada," jawab Rita.

__ADS_1


"Hmmm malu mungkin ya. Banyaklah pengalaman berpacaran nya jadi maaf ya kalau dia banyak menyangka kamu macam - macam. Lebih banyak pahit daripada manis. Kasihan," kata Jasmine. Ibunya sedang menahan Alex yang ingin bangun mengejar kakaknya.


"Hmmm sekarang ada yang sedang dia dekati tidak, teh?" Tanya Rita ingin tahu. Sepertinya kakaknya lebih jujur daripada Alexnya sendiri.


"Kemarin sih ceritanya dia sudah mau mulai pacaran tapi itu juga dijodohkan. Dipaksa ya. Kamu belum tahu?" Tanya Jasmine.


"Oh, sudah tahu Alex yang bilang sambil marah - marah karena salah mengerti," kata Rita yang mulai sendu. Jadi perasaan dialah yang tidak ada balasan.


"Hmm langsung ya harusnya basa basi dulu. Dia bimbang katanya takut kamu marah. Tidak? Dia mulai pacaran karena ada suatu kasus disini dan dia ingin menghilangkannya jadi dibuatlah siasat pacaran dengan anak sahabat ibuku," kata Jasmine. Awalnya dia benci sekali pada Rita ini karena menurutnya setelah adiknya berkenalan dengan Rita, dia jadi sering drop. Tapi saat berbicara tampaknya dia salah juga.


"Tidak, teh. Silakan saja saya siapa juga yang harus larang sia segala. Hubungan saja tidak jelas sama dia," kata Rita yang sebenarnya sedih saat tahu memang benar Alex sudah punya hubungan lain meskipun terpaksa. Di seka olehnya air mata yang menetes.


"Begitu," kata Jasmine ternyata dia tak masalah semoga nanti tidak ada masalah yang bertambah juga.


"Kebetulan aku diberi kesempatan bisa chat sama teteh," kata Rita senang.


"Aku mau minta maaf soal tahun lalu saat dia masuk ke Rumah Sakit," jelas Rita.


"Oh itu ya. Iya teteh nih sampai kesal sekali hampir saja mau menyeret kamu dibawa ke sini kalau saja Alex tidak menghalangi, dia bilang itu bukan salah kamu. Kenapa kamu yang sangat menyukai adik saya sampai tega membuatnya drop?" Tanyanya dengan santai tapi juga masih keheranan.


"Itu bukan saya," kata Rita.


"Hah? Maksud kamu apa?" Tanya Jasmine pikirnya Rita mau menyalahkan seseorang.


Kemudian Rita menceritakan segalanya pada Jasmine kakaknya Alex. Sebenarnya Jasmine sudah tahu masalah yang ada pada Rita, Rita membutuhkan orang yang bisa mengusir noda dibelakangnya yang selalu menempel. Membuat adiknya tidak bisa mendekati dan malah membuatnya drop karena memaksa. Parah sekali jin yang mengikuti Rita sampai bisa menggulingkan Alex dalam sekali rengkuh. Untungnya khodam milik kakaknya datang membantu adiknya bisa terselamatkan namun Rita tampaknya bukan wanita yang sangat peka.

__ADS_1


"Sekarang nampaknya kamu sudah sedikit tenang. Sudah berhasil di ruqyahkah?" Tanya Jasmine. Jinnya masih ada sih tampaknya Rita menekannya sampai ada yang bisa mengusirnya.


"Belum... karena sekarang aku lebih menyibukkan diri dalam pekerjaan sih jadi tidak terlalu banyak chat dengan Alex. Sampai aku menemukan orang yang benar lebih ahli. Maaf ya teh meskipun aku tidak tahu apa yang aku lakukan waktu itu," kata Rita menyesal dia ternyata sudah jauh tenggelam dan ditempatkan oleh jin kampret itu.


"Kamu benar ya tidak sadar? Isi chat kamu parah total! Sekarang chat sama kamu memang jelas yang kemarin bukan kamu. Jin itu yang mengambil alih kamu lalu menghempaskan segalanya pada adikku. Kurang ajar sekali aku bisa saja melenyapkannya tapi masalahnya dia berpegang erat sama kamu. Lalu teteh juga baca soal kamu yang menendang teman itu. Aduh, sampai kamu berkelakuan seperti itu. Coba jelaskan kamu pasti ada alasannya kan?" Tanya Jasmine yang miris dengan keadaan Rita tapi masih percaya pasti ada alasannya.


Diceritakan lah semua yang dialami oleh Rita dari dirinya yang merasa tidak adil mengenai kedua orang tersebut sampai kakaknya mengerti. "Kalau teteh punya teman yang membuat teteh tampak seperti budaknya, memangnya teteh masih mau jadi teman dia?"


Jasmine terdiam... pengalaman itu pun pernah dia rasakan dan memang sangat sakit. Ternyata Rita juga mengalaminya bahkan mungkin sama buruknya. "Benar juga sih tapi kamu tidak punya solusi lain selain menendang?"


"Teh, asal teteh tahu saja sebelum saya kenal Alex. Sudah beberapa kali saya ditendang dia secara langsung depan muka dan banyak orang. Bahkan sampai di hadapan sahabat - sahabat dan teman dekat saya, dia menjelekkan saya. Saya hanya sekali ini saja tendang dia, udah banyak yang protes. Waktu saya ditendang beberapa kali sama dia tak ada yang protes. Saya baru sadat setelah tahu saya kenal Alex, dia semakin bertingkah apalagi saya bertanya sama dia, apa salah saya sampai tega dia bully? Orang saya sama dia saja tidak dekat," jelas Rita panjang.


"Iya juga ya. Kamu sepertinya menjunjung tinggi pertemanan ya. Dia bilang sahabat kamu ya? Kalau begitu kenapa dia harus membully ya? Tapi dia kan mencari tahu info soal Alex, kenapa kamu tidak berterima kasih? Kamu yang mau juga kan," kata Jasmine.


"Saya dari awal tidak meminta. Ya terima kasih sudah saya ucapkan berulang kali tapi dia tak nampak senang, entahlah. Saya tahu dia punya niat tak baik teteh tahu kenapa dia mencari info lebih dulu?" Tanya Rita.


"Karena dia teman kamu toh," kata Jasmine.


"Bukan teh. Kalau teman tidak akan ada hitungan kan. Yang saya lihat dari dia bermaksud kalau dia ada info lalu memberitahu ke saya, dia mengharapkan pamrih entah apalah itu. Yang saya tangkap dia ingin saya mempercayai dia saja dan menurut pada semua perkataannya. Oh tidak bisaaa... makanya saya menolak. Bukan menendang ya teh, menjauh sejauh nya saya bisa," jelas Rita. Itu pasti dari Alex infonya. Dasar kumpret!


"Dia meminta secara terang - terangan?" Tanya Jasmine yang kaget kalau memang kasusnya begitu ya wajar Rita menjauh.


"Secara halus dari tingkahnya dan itu membuat saya muak. Tidak berminat untung saja Alex duluan yang beritahu tapi kalau tidak salah Alex juga memarahi Ney deh," kata Rita.


"Oh, namanya Ney bukan teman dekat juga ya soalnya yang kamu ceritakan dengan yang saya lihat di semua chat Alex juga dangat berbeda. Orangnya meledak - ledak ya, dari kalimatnya ke Alex sama kami berbeda kenapa ya? Sepertinya dia memang sudah terbiasa. Hati - hati saja," saran kakaknya Alex.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2