ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(326)


__ADS_3

Namanya juga Ney, dia menganggap dirinya tidak salah sepenuhnya dengan pikirannya yang rumit. Padahal dia sudah mengakui kesalahannya kepada Dins tapi dia merasa bermimpi berbicara dengan Dins. Tak mungkin dia ada juga. "It's none of your business! After all, that's what's wrong, you're not me ( Itu bukan urusan kamu deh! Lagipula yang salah itu ya kamu bukan aku! )"


"Okay, I was wrong but after we were bullied, did your behavior get better? Then why are you mocking Rita in front of her friends? ( Oke, memang aku yang salah tapi setelah kita bully, apa kelakuan kamu semakin baik? Lalu buat apa kamu menghina Rita di depan temannya? )" Tanya Alex dengan heran. Buat apa juga dia bertingkah menyebalkan seperti itu?


Kedua mata Ney terbelalak terkejut, bagaimana Alex bisa tahu!? Seingat Ney, Rita sama sekali tidak memegang ponselnya dan terus mengobrol dengan teman - temannya. "HAH!? How do you know!? ( Hah!? Bagaimana kamu tahu!? )" Kemudian... PLAK! Dia lupa soal Alex yang bisa melakukan Astral Projection!!


"If you really want to be friends with them too, then why are you insulting her? Tell the truth, I know you can ( Kalau kamu memang ingin berteman juga dengan mereka, lalu kenapa kamu malah menghinanya? )" Adakah sesuatu juga mungkin sama seperti dirinya yang menguji soal ketulusan mereka bertiga meski caranya salah.


"Yeah, I just wanted to know if I said that would they believe it or... ( Ya, aku hanya ingin tahu saja kalau aku bilang begitu apa mereka akan percaya atau...)" kata Ney berusaha menjelaskan. Dia paham betul Rita itu sangat sensitif tapi dia sama sekali tidak memperhitungkan efeknya nanti. Ney tidak tahu seberapa percayanya Rita kepadanya berharap Ney menolak apa yang ditawarkan oleh Alex kepadanya.


"Then after it turned out that they defended Rita and even cornered you how did it feel? ( Lalu setelah ternyata mereka membela Rita dan malah menyudutkan kamu bagaimana rasanya? )" Tanya Alex karena dia pun ada rasa bersalah tapi sama juga sih menurutnya itulah jalan yang terbaik padahal masih banyak jalan yang lebih baik. Tapi yahh namanya juga lelaki yang tipe Logika ya mungkin memang begitu pemikirannya rudet menyebabkan banyak orang rugi dengan kelakuannya.


"Yes, I'm happy ( Ya, aku senang )," kata Ney yang setengah senang ya. Wajahnya senyum tapi ada senyum keterpaksaan yang tidak tulus.


"Are you sure? Because I don't think so. You seem to be heating things up and I'm not sure what you were thinking at the time, to the point where it feels like challenging everyone. Are you really looking for trouble? ( Apa kamu yakin? Karena yang aku rasa tidak begitu. Kamu seperti semakin memanaskan keadaan dan aku tidak yakin apa yang kamu pikirkan saat itu. Sampai terasa seperti menantang semua orang. Apa kamu ini memang senang mencari masalah? )" Tanya Alex yang setahu dia, Ney memang malah semakin jauh dari misi dia sendiri.


"Don't too know much, yes you! What do you know? Yourself make Rita regret knowing you, right? Then why do you still want to care and know her? Even though you will also be hurt by her ( Jangan sok tahu ya kamu. Kamu ini tahu apa? Kamu sendiri buat Rita menyesal kenal kamu kan? Lalu kenapa kamu masih mau peduli dan kenal dia? Padahal kamu nanti juga akan disakiti oleh dia )," kata Ney yang memang sangat penasaran. Apanya sih yang membuat Alex terus bertahan dengan Rita? Adakah sisi Rita yang dia tidak ketahui?


"Yes I know and I realized that I had to face it even though l would be hurt. But do you realize that your behavior after we bullied her, she felt very dissapointed to you? ( Iya aku tahu dan aku sadar menghadapinya memang harus begitu meski aku akan tersakiti. Tapi apa kamu sadar kalau perilakumu setelah kita rundung dia, dia merasa sangat kecewa sama kamu? )" Tanya Alex, apakah Ney sadar? Mungkin saja dia malah terus keenakan merundung Rita yang meski niatnya baik malah membuatnya dirinya yang jatuh ke lubang.

__ADS_1


Ney terdiam sejenak dia berpikir setelahnya memang Rita semakin aneh apalagi dia terasa Rita benar menjauhinya. Dan... semakin galak kepadanya ternyata... Rita kecewa parah soal dirinya kepada Arnila pun sama.


"Hah? What does that mean? ( Hah? Apa maksudnya? )" Tanya Ney menggigiti kuku jarinya. Di lain pihak Ney senang sekali dia banyak chat dengan Rita dan baru saja terlintas untuk menyombongkan nya membuat Rita semakin cemburu. Alex juga membaca itu dan menggelengkan kepalanya.


"Do you forget? l asked you before we bullied her for her good. 'Are you okay if the effect you will be shunned by her? Won't you regret it?' What di you answer it? ( Apa kamu lupa? Sebelumnya aku pernah bertanya pada kamu sebelum kita merundungnya demi kebaikan dia. 'Apa kamu tidak apa kalau efeknya kamu akan dijauhi olehnya. Apa tidak akan menyesal?' Apa yang kamu jawab? )" Tanya Alex mengingatkan seperti apa perjanjian dia sendiri kepadanya. Menurut Alex sangat penting sekali karena sekarang malah dia lebih menyerang Rita. Kegiatannya kan sudah berakhir juga jadi buat apa?


"........." Ney tidak bisa berkata apapun. Kena deh! Soal itu kan sudah lewat juga sudah berlalu, lalu buat apa dia masih memaksa kehendak? Rita bisa berubah seiring berjalannya waktu. Itulah manusia setiap harinya pasti mendapatkan ilmu entah dari mana, tapi memaksanya berubah dalam kurun waktu sehari bukankah itu sifat manusia yang egois?


"You said, 'Yes, I am sincere for her good.' Then why do you keep bullying her let alone insulting her? If it's sincere, then that's all. You don't need to add a ling list ( Kamu bilang, 'Ya aku ikhlas demi kebaikan dia.' Lalu kenapa kamu terus menerus merundungnya apalagi menghina dia? Kalau memang ikhlas, ya sudahi semuanya. Tidak perlu kamu menambah daftar panjang )," jelas Alex. Sambil sesekali dia mengobrol dengan beberapa Tante dan pamannya.


"Kamu mengobrol dengan siapa sih? Nampak serius," kata Ameera mendekatinya, melihat sekilas apa dengan perempuan Indonesia itu?


"Lho, bukannya bagus? Kamu tahu kan dulu aku sangat menyukai kamu," kata Ameera dengan suara yang manis penuh perhatian.


Alex tahu arti suaranya dan dia tidak bergeming. "Ya? Lalu kamu pergi begitu saja saat tahu aku bertindak sama kan dengan kamu malah semua teman perempuan kamu mau dijadikan pacar hahaha!" Kata Alex meledeknya betapa dulunya dia nampak sekali sangat marah besar. Apalagi keempat sahabatnya pun malah memilih Alex. Sama dengan Rita, akhirnya mereka berempat tidak termaafkan dan dia memutuskan semuanya.


"Yea l meant l want her to get better soon ( Ya maksudnya aku ingin dia secepatnya lebih baik )," kata Ney bukannya Alex juga seperti itu kan. Penuh pemaksaan dan dirinya juga malah mengompori bukannya menghentikan.


Saat Alex tahu Ney membalas, dia pindah duduk karena Ameera selalu mau tahu apa yang dia kirimkan. Dan memang iya hampir saja ponselnya terambil oleh dirinya.

__ADS_1


"Hei!" Teriak Ameera yang ikut berdiri bermaksud mengikutinya tapi Tania menghalanginya.


"Tak baik kamu mencuri baca apa yang Alex lakukan. Ayo kita mengobrol saja," ajak Tania ke arah ruang bar.


"I was the same at first, but it ended up causing her to go further. l thought a lot that what we did was wrong. Rita is just normal she's selfish because... Human. l'm the one who is selfish forcing her to change into what l want. If one day she hurts me, l Will accept it ( Aku juga sama kan awalnya malah akhirnya menyebabkan dirinya lebih jauh. Aku banyak merenung ternyata yang kita lakukan salah. Rita biasa saja dia egois karena.. Manusia. Akulah yang egois memaksanya berubah menjadi yang aku mau. Kalau suatu hari dia menyakitiku, aku akan menerimanya )," kata Alex membalasnya dengan cepat.


Ney diam lagi, kali ini dia termenung sendiri. Alex mengakui dia salah soal tahun lalu soal dia membuat perundungan, namun di sisi lain Ney menganggap itu hal yang wajar tapi sekarang Alex malah merasa itu salah? Lalu... kenapa dulu dia tidak memakai otaknya malah semakin terjerumus. Apalagi sekarang, dia memang sudah bertindak jauh juga.


"What makes you continue to like her? ( Apa sih yang membuat kamu terus menyukainya? )" Tanya Ney penasaran. Ini sama sekali belum tuntas tampaknya Alex merahasiakannya. Padahal Ney ingin lihat jeleknya Rita seperti apa dan kalau bisa Rita jangan dengan Alex karena selain keluarganya mengerikan, Ney tidak yakin Rita bisa bertahan.


"You do not know? Really you don't know? ( Kamu tidak tahu? Sungguh kamu tidak tahu? )" Tanya Alex merasa aneh. Ya benar saja seperti dugaannya karena Ney terlalu banyak iri hati pada Rita, itu membuatnya tidak bisa melihat sisi lain dari Rita. Heran juga mereka berdua bisa bertahan selama itu tapi yah, Rita saja mencari lebih banyak teman dekat dan sahabat sedangkan Ney tidak. Berpikir Rita pasti hanya membutuhkannya saja.


"No ( Tidak )," kata Ney menjawab langsung. Dia tidak suka terlalu berbelit - belit dan jujur memang tidak tahu. Termasuk kenapa semua orang tidak bisa melihat jeleknya Rita dan semakin banyak yang menyukainya.


"You know, you know her for years, don't you know? Ya Allah ( Kamu lho yang kenal dia bertahun - tahun , masa tidak tahu? Ya Allah )," kata Alex tertawa di pilar sendirian. Beberapa orang melihatnya sudah biasa.


"........" Ney membalas. Memikirkan banyak hal tentang Rita tapi apa?


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2