
Mau tidak mau badan Ney yang dipaksa diputar, terpaksa badannya mengikuti arahan tangan Anabel. Karena badan Ney yang kurus sangat mudah bagi Anabel memutarkan nya. Ney melihat sendiri Rita yang bersulang senang dengan adiknya, lalu semua kelompoknya tumbang memegang perut dan kaki mereka.
"Tentunya Rita kurang puas karena kurang 1 orang lagi yang harus dia hajar," kata Anabel berbicara di dekat telinga Ney.
Nada bicara Anabel bukan seperti perempuan manja atau cengeng. Tapi lebih seperti seorang preman, nadanya mencekam membuat Ney merinding.
"Kalau aku bocorkan siapa kamu, Rita juga tidak akan menerima kamu," kata Ney mengancam meski dirinya masih ketakutan.
"Ohhh jadi kamu mau membuat Rita membenci aku ya. Hmmm silakan bocorkan saja aku tidak takut anehnya ya kamu kan sudah kenal sejak lama dengan Rita. Tapi masa sih sampai belum tahu Rita itu bagaimana," kata Anabel merasa heran.
Ney menatap Anabel dengan rasa aneh, meskipun sosok Anabel tidak memiliki ilmu mistis, ataupun khodam tapi Ney merasa sangat ketakutan. Entah karena dia seorang Yakuza atau ada hal lain. Tapi Anabel tidak bisa diremehkan begitu saja.
"Kamu takut ya sama Rita. Sekelebat sebenarnya kamu sangat takut tapi rasa egois dan iri hati membuat itu semua tertutup. Tanpa perencanaan kamu sering serang emosi dia tapi tanpa kamu duga juga, Rita sering skak mat kamu setengah mati. Kalau yang "di belakang"nya hilang, kelar hidup lu!" Kata Anabel tersenyum seram.
Ney kaget bukan main ternyata oh ternyata Anabel memiliki penglihatan khusus. Jantungnya berdegup kencang, ada perasaan yang tidak enak memasuki relung jantungnya. Kemudian beberapa petugas WO mengusir gengnya untuk segera pergi dari tempat itu daripada hanya datang untuk menghancurkan pesta orang.
Mereka berjalan tertatih sambil memandangi Rita dan Rita melambaikan tangan terharu. Prita tertawa keras begitu juga dengan kedua temannya. Yang berserakan hanyalah botol gelas Aqua dan beberapa taplak meja. Lantai masih bersih hanya sedikit cipratan air dan kopi. Alex juga hadir dan ketakutan melihat garangnya Rita yang sudah melebihi limit sabarnya.
Rita dan Prita memunguti taplak yang berjatuhan lalu mereka memperhatikan geng Ney yang dipaksa keluar.
"Gue tidak takut ya sama dia!" Tukas Ney kesal sambil menggenggam tangannya.
Anabel menyengir dan menarik tangannya, Ney memberontak tapi tidak bisa lepas. Anabel berjalan cepat ke arah Rita. Jarak hanya sisa 1 meter, Anabel mendorong keras Ney kearah Rita yang Rita melihatnya dengan penuh kekesalan. Prita juga sama tapi ditarik oleh temannya toh dia tidak akan berani macam-macam kalau sendirian.
"Hadapi dia, aku yakin kamu belum puas kan hajar mereka toh sumber onarnya hampir kabur," kata Anabel memberikan kode.
"Kenapa kamu kabur? Kamu yang membuat ulah, setelah mereka terima balasan. Mana tanggung jawab kamu?" Tanya Rita menyilangkan kedua tangannya.
Ney mengibaskan rambutnya dan menolak menatap Rita. Rita mengepalkan tangannya dan menghantamkannya depan Ney.
"Tidak menyangka sekali ya kalau aku bisa berbuat seperti tadi. Apa kata Anabel itu benar kurang 1 personel lagi yang belum aku tendang. Kamu!" Kata Rita dengan suara galak.
Ney merasa gemetaran lagi kedua tangannya. "Kamu sudah tendang aku dalam media sosial. Kurang?" Tanyanya tidak menatap Rita.
"KURANG! KAMU TUH YA KURANG AJAR HADAPI AKU SENDIRI TIDAK PERLU DENGAN GENG PENGECUT KAMU! Ketua dan Anggota sama-sama pengecut! Kamu juga! Aku memang sudah menendang kamu karena kamu duluan yang menendang aku berkali-kali. Merasa tidak adil? Allah itu adil dan aku diberi kesempatan untuk membalas perbuatan kamu. Apa sih masalah kamu sama aku? Hah! Kurang apa aku di mata kamu, apa aku pernah buat kamu merasa terdzalimi? Seperti ini balasan kamu. Edan," kata Rita dengan kesal segunung-gunung.
Ney diam seribu bahasa dia memejamkan kedua matanya saat Rita membentaknya. Di kejauhan Prita dan Anabel hanya melihat saja. Ney bergeser pelan-pelan lalu secepat mungkin meluncur ke pintu namun Rita masih cepat. Ney kemudian memejamkan kedua matanya sambil memegang erat tas mungilnya.
Rita memperhatikan Ney tampaknya Ney pernah mengalami hal yang sama seperti ini. Tentu Rita masih memiliki rasa kasihan dia memang menghalangi jalan Ney tapi bukan untuk memukulnya hanya memperingatinya untuk yang terakhir.
"Daripada menendang lebih bagus kalau aku bisa menampar wajah kamu seperti yang Diana lakukan. Akan lebih terasa terngiang-ngiang sebagai peringatan keras dari aku. Dengar ya aku tidak tahu apa masalah kamu sama aku tapi selama aku ikhlas ya temanan sama kamu, meski terpaksa. Aku jalaninya dengan biasa, kamu bilang kalau aku senang pamer yang aku lihat, kamulah yang sering melakukan itu. Coba buktikan kapan aku pernah pamer?" Tanya Rita.
Ney kemudian terisak-isak. "Rita, kalau dia menangis jangan percaya. Itu air mata buaya betina, itulah caranya dia agar dapat simpati orang-orang!" Teriak Anabel membuat semua orang menganga.
"Iya aku tahu kok. Taktik begitu mah sudah tidak jaman lagi ada sejak dia SMP. Tenang saja," balas Rita membuat Ney terpaksa menghentikannya. "Ini peringatan dari aku terakhir ya kamu pikir aku orangnya lemah mudah di permainkan sesuka hati kamu? Aku sudah tahu kok belang kamu sejak SMP itulah kenapa aku tidak merasa nyaman berada dekat kamu. Tapi kamu sendiri yang selalu mendatangi dan mengekori aku," kata Rita.
__ADS_1
Wajah Ney kemudian menjadi kesal seingatnya memang dia yang selalu mengekori dan memaksanya untuk selalu ajak dia setiap kali Rita mau pergi. Padahal Rita sering merasa senang kalau jalan-jalan seorang diri karena tidak perlu membuang waktu lebih banyak. Ney juga sadar kalau Rita banyak menolak untuk ditemani olehnya karena dialah yang memerlukan teman.
"Dan sekarang kamu bercerita pada mereka dengan kisah terbalik. Heran aku, otak kamu itu se-error apa sih? Aku tidak habis pikir ya alasan kamu merundung aku tahun lalu karena sahabat sejati yang asli tidak akan pernah terpikirkan hal seperti itu. Yang aku tahu kamu sejak kenal aku memang penuh iri hati sampai sekarang, kamu berusaha menjatuhkan aku di hadapan banyak orang. Ney, kalau kamu takut di pukul jangan pernah berani memukul orang." Kata Rita kemudian berlalu dari hadapannya.
Prita dan Anabel juga berlalu pergi bergabung dengan Rita yang membelai bahunya. Aril dan Sadam juga beberapa temannya hanya menggelengkan kepalanya. Mereka heran dengan perilaku perempuan yang tidak lihat tempat untuk menyudutkan orang.
Ney yang masih berdiri seketika sangat lemas kedua kakinya lalu jatuh di sekitar itu. Beberapa tamu membantunya duduk di kursi.
"Kak, jangan suka membuat masalah karena sebagian orang hanya bisa membuat tanpa bisa menyelesaikan," kata orang itu lalu pergi meninggalkan Ney yang lemah lesu dan tidak bergairah.
"Huu tadi semangat sekali merundung temannya sekarang diancam sedikit keok. Makanya lebih baik jadi orang yang sadar diri bukan kurang ajar," kata yang lain.
"Sssst sudah," kata A.
"Iya kan aneh tuh yang tadi salah apa sih sampai di kerubungin begitu. Mana sengaja di guyur air, memangnya sinetron apa. Hidup dalam dunia Drama. Kamu jangan seperti dia ya kelihatannya sering berkhayal jadi aktris tuh," kata C sambil tertawa.
Di luar gedung, teman gengnya jalan terseok-seok mereka mengelus perut mereka yang ditendang oleh Rita. Mereka juga jadi memiliki tanda jasa di baju sekitar perut bekas jejak sepatu sport yang dipakai oleh Rita. Petugas WO yang mengantar mereka keluar hanya mendengus kesal karena pernah kejadian yang seperti itu juga dan sebagian mengenal Sarah, yang pernah mereka tangkap karena merusak dekorasi. Untungnya yang sekarang masih sempat mereka tangani.
Kemudian mereka melihat Ney yang berjalan keluar dengan tertunduk dan lesu. Mereka berenam kesal bukan main saat tahu Ney ternyata berusaha kabur. Sarah mencegal dan menarik Ney dengan paksa. Ney pun tidak bisa menolak dan mengikutinya.
"Gila ya itu teman kamu! Bisa seperti itu kelakuannya!? Lihat nih kondisi gaun aku yang baru kubeli langsung ada tanda tangan dari dia," keluh Ria sambil menunjukkan tato itu.
Ney menatap bajunya yang dengan jelas jejak sepatu sport milik Rita tertempel disana. Ney malah tertawa melihatnya, Sarah merasa heran. "Kamu tahu ya kalau dia memakai sepatu sport? Ngaku lo!" Kata Sarah dengan geram.
"Sumpah, aku sama sekali tidak tahu. Baju gamis dia kan panjang jadi sama sekali tidak terlihat," kata Ney meyakinkan.
Ney kemudian diam tidak tertawa lagi karena mereka semua memandanginya. Dia menunduk dan menutupi bagian perutnya tapi Feb kemudian memandang sinis kepadanya.
"Dia membela aku makanya aku tidak kena tendangan hehehe," kata Ney tertawa.
Mereka semua saling berpandangan dengan aneh. "Kamu itu aneh Ney, serius. Kamu cerita perlakuan dia ke kamu yang merundung parah sekarang kamu bilang dia membela kamu? Tidak mungkin," kata anggota lain tidak percaya.
"Yaaa aku memang tidak tahu," kata Ney melihat semuanya mulai meragukan kejelasannya.
"Tidak tahu soal apa?" Tanya Sarah mulai curiga.
"Aku tidak tahu apa-apa soal dia ( Rita )," kata Ney.
"MEMANG KAMU TIDAK TAHU APA-APA PADA KENYATAANNYA!!" Teriak mereka semua pada Ney. Ney memejamkan kedua matanya lagi-lagi dia dapat bentakan dari semua orang.
Akhirnya Ney mengakui kalau dia memang tidak tahu apa-apa soal Rita sendiri, bahkan Rita yang bisa ilmu bela diri pun sama sekali tidak menyangka. Dia hanya tahu kalau Rita orangnya pendiam dan penurut ternyata itu hanyalah kulitnya. Ney sama sekali tidak tahu Rita yang sebenarnya dan dia tidak bisa berpikir kenapa Rita bisa menipunya selama ini.
"Tadinya aku kira seperti apa kata kamu kalau dia itu lemah yang merundung kamu dengan memanggil teman-temannya. Tapi apa kenyataannya?!" Kata A yang kesal.
"Lebih parah tidak sesuai apa yang kamu bilang. Mana adiknya juga garangnya sama. Kamu ini memang tidak kenal dia ya aslinya? Bukannya kamu bilang sudah berteman sama dia selama 14 tahun? Kok aneh sampai kebiasaan dia kalau pergi ke pesta pakai sepatu sport, kamu tidak tahu?" Tanya Sarah menohok target.
__ADS_1
Ney terdiam mendengarnya, bukan tidak tahu karena selama Rita menceritakan soal dirinya yang sebenarnya Ney sama sekali tidak pernah peduli. Makanya sekarang dia menyesal tidak kenal Rita sejak dahulu masih dekat. Sarah menjadi sangat geram dengan penjelasan Ney yang sekarang mulai terkuak kebenarannya.
"Tunggu tunggu aku mulai bingung nih. Karena kamu pernah cerita ke aku, kamu merundung Rita ini sampai menangis," kata B membuat Sarah dan yang lain menganga.
"Hah!? Ini yang benar itu bagaimana sih?" Tanya Sarah bete.
"Iya aku pernah merundung dia terus dia balas begitu ke aku," kata Ney yang dia sendiri juga bingung dengan versi ceritanya yang berbeda.
Feb dan Ria mendengarkan wajah mereka yang, "Ya salah lu awalnya" pada Ney. Ney tidak memperhatikan itu keduanya fix menganggap Ney bercerita hanya untuk menarik perhatian mereka saja. Mereka berdua sekarang sudah malas intinya mereka dikacangi semua oleh Ney.
"Jadi kamu yang merundung dia berhasil sampai menangis?" Tanya Sarah lagi.
"Iya lalu..." kata Ney yang langsung dipotong.
"Itu pasti ada orang lain juga kan yang Rita ini sukai. Karena kalau hanya kamu saja tidak mungkin dia sampai menangis. Bagaimana kalau kita gunakan orang ketiga itu? Aku yakin bukan Arnila," kata Yumi.
"JANGAN!" Kata Ney langsung menolak. Gawat sekali kalau Alex sampai mereka ketahui karena Alex juga bukan lelaki yang bisa dipercaya oleh mereka. Kalau sampai masuk, entah apa yang akan Alex lakukan pada mereka.
"Loh kenapa? Jadi rundungan dia ke kamu, akan mudah dibalaskan," saran Feb menantang.
"Jangan-jangan... sebenarnya lelaki itu sudah menolak kamu ya hahaha atau..." kata Sarah menebak.
"Kamu menyembunyikan Alex takut kita rebut ya," tebak Ria.
"Iya aku pernah suka sama dia tapi aslinya dia itu brengsek sekali! Kalian pasti tidak tahan deh, mana super galak edan," kata Ney menjelaskan.
"Oh wajar deh kalau teman kamu sampai menangis karena lelaki yang dia sukai ternyata bergabung merundung dia. Kasihan sih sebenarnya," kata Sarah agak iba.
"Hah? Kenapa?" Tanya Ney yang tidak paham, bukannya bagus?
"Misalkan ya kamu punya kekasih tapi dia ikut dengan temannya untuk merundung kamu. Bagaimana rasanya? Itu terjadi juga pada teman kamu, kenapa aku pikir tidak baik? Karena dia lebih memilih ikut merundung bersama kamu daripada menangkis serangan orang, artinya dia mempermainkan teman kamu. Dan seharusnya sih kamu membela Rita dari lelaki itu bukan sebaliknya," kata Sarah memandangi Ney.
"Lelaki itu kok yang menyarankan supaya merundung Rita," kata Ney.
Mereka kaget. "Alasannya?" Tanya Sarah.
"Yaa kan lelaki itu berasal dari keluarga terpandang, kelakuan Rita itu tidak bagus aku setuju karena kalau jadi sama lelaki itu kan kelakuannya bisa memalukan keluarganya," jelas Ney dengan bangga.
"Terus peran kamu apa?" Tanya Sarah yang mulai menyadari sesuatu.
"Ya aku setuju membantu lelaki itu untuk memperbaikinya tapi bukannya aku terima rasa penghargaan malah dia sendiri balik merundung," kata Ney cemberut.
"Terus apa itu perlakuan teman yang baik menurut kamu?" Tanya Sarah menyilangkan tangannya di dada.
"Ya baik kan," kata Ney keheranan.
__ADS_1
"Sekarang pikir ya pakai otak. Lu sendiri yang tidak punya tato di baju lu sedangkan kita semuanya punya. Kalau memang benar dia merundung lu, kita serang dia pasti panggil temannya. Tapi mana? Dia menghadapi kita semua sendiri dan lu yang hanya bisa kabur tanpa membela kita semua, apa artinya?" Tanya Sarah sambil menunjuk-nunjuk ke bahunya dan mendorongnya.
Bersambung ...