ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(43)


__ADS_3

"It can't. All be scattered and soon it will probably enter you. And I can't get them back, just accept it. I will be very happy if you want me to be your guide ( Tidak bisa. Semuanya sudah bertebaran dan sebentar lagi mungkin akan masuk dalam diri kamu. Dan aku tidak bisa membuat mereka kembali. Terima saja, aku akan sangat senang kalau kamu mau aku menjadi pembimbingmu )," kata Alex dengan menyertakan emoji senang.


'Dasar lelaki brengsek!!' Pikir Rita sambil teriak. Alex lalu tidak membalas lagi dan Rita sudah sangat kecewa dengan lelaki ini. Sekarang semuanya sudah terlambat, sedikitnya Rita mulai bisa mendengar sesuatu benda yang bergeser.


Selama seminggu Rita enggan memegang handphonenya, dia tidak mau berbicara dengan Alex. Hpnya terus berdering tapi Rita mengacuhkannya, berkat kelakuannya kemarin malam, Rita mulai mendengarkan suara garukkan dan gebrakan lemari pakaiannya. Dalam grup WA, Arnila dan Ney menanyakan bagaimana kabarnya karena Alex terus menanyai mereka. Tapi Rita juga tidak membalas chat mereka dan membiarkannya saja sampai seminggu habis. Tapi Rita hanya membaca apa yang Arnila dan Ney katakan.


"Alex memberitahu kita kalau dia sudah keterlaluan membuka - buka kotak segel yang kamu buat. Wah! Jadi kamu memang punya kemampuan juga ya," kata Arnila yang tampaknya senang.


"Kalau punya selama ini kenapa tidak bilang? Kenapa harus disembunyikan?" Tanya Ney. Rita berpikir akan membalasnya.


"Karena aku tidak berminat sama yang begitu makanya buat apa aku bercerita. Berbeda dengan seseorang yang tampak bangga," kata Rita.


"Kamu masih marah sama Alex?" Tanya Arnila.


"Tapi dia memang keterlaluan sih harusnya tahu ya kalau Rita sampai menyegel," kata Ney.


"Sudah susah payah aku jauh dari kemampuan seperti itu eh dia malah buka seenaknya mana sekarang sudah mulai ada yang aneh - aneh," kata Rita yang masih waspada.


"Kamu mau aku kenalkan tidak sama yang suka meruqyah aku? Kalau mau nanti aku hubungi orangnya," kata Arnila menawarkan.


"Apa bisa berhasil ya? Karena sudah ada 7 orang yang tidak berhasil. Kalau sama saja lebih baik tidak usah,"


"Hah!? 7 orang!? Semuanya tidak ada yang berhasil?" Tanya Ney terkejut. Sebanyak itu berarti jin yang ada dalam Rita hebat banget ya. "Soal kemampuan kamu itu dapatnya dari kakek yang aku lihat,"

__ADS_1


"Masa sih?" Tanya Rita tidak percaya.


"Ney juga punya kemampuan Sixth Sense, iya kan?" Tanya Arnila.


"Iya. Dan memang kamu punya, Rita itu dapatnya dari kakek kamu. Kakek kamu berguru sama orang yang punya ilmu terus meditasi di gunung gitu. Coba deh kamu tanyakan," kata Ney. Entah ya..


"Kakekku tidak pernah berguru atau meditasi di gunung semasa jaman dulu kakekku kan sibuk cari uang untuk 8 orang anaknya. Jadi tidak mungkin banget kalau sampai meditasi di gunung,"


"Tapi yang aku lihat begitu kok," Ney tidak mau kalah. Ya terserah deh.


"Soal peruqyah itu aku coba tanyakan keluargaku dulu ya boleh apa tidak,"


"Oke. Soal Alex dimaafkan saja. Dia sedih karena kamu tidak mau chat sama dia. Dia benar - benar menyesal banget dan terus menunggu chat balasan dari kamu," kata Arnila.


Rita memikirkan apa kata Arnila dan juga Ney yang terus menyangka kalau kemampuanku itu bukanlah dari alam melainkan dari bergurunya kakekku. Rita lupa kalau Ney memang tidak pernah mau kalah jadi Rita akan mencoba menanyakannya pada saudaranya Tyas. Karena keluarganya lebih dekat dengan kakek Rita. Kemudian Rita membuka inbox Paceboknya dan ada banyak chat dari Alex yang benar sangat menyesal dia sudah membuka sesuatu yang bukan miliknya.


"Maaf sungguh, aku banyak berpikir kalau sudah membuat kamu sedih. Aku sadar sudah berbuat hal yang kelewatan! Mau kan kamu memaafkan aku?"


Rita berpikir haruskah memaafkannya? "Gara - gara kamu, aku mulai mendengar sesuatu yang sudah lama tidak aku dengar. Kalau terjadi sesuatu, itu salah kamu! Sisa kotaknya kembalikan ke tempat semula!" Kata Rita yang yakin Alex masih memegangnya. Karena Rita bisa merasakannya kalau Alex masih memiliki kotak - kotak Rita.


"Aku akan menyimpannya. Jangan cemas aku akan menjaganya dengan baik, ya. Buat aku saja," Rita kembali marah dengan kelakuannya.


"Pertama kamu buka seenaknya barang orang. Kedua kamu juga seenaknya menebarkan hal yang belum tentu orang itu senang. Ketiga, kamu seenaknya mau mengambil semua kotak yang aku punya. MAU KAMU APA!?!?" Ketik Rita dalam inboxnya dan sontak Alex terkejut.

__ADS_1


"Aku mau bertanggung jawab," katanya.


"Tidak perlu! Kembalikan saja! Kamu bukan siapa - siapa aku jangan bertindak seakan - akan kamu orang penting bagi aku. Lagipula sudah seenaknya mengeluarkan tapi tidak bisa bertanggung jawab mengembalikan!" ketik Rita dan membuat Alex mengirimkan emoji sedih.


"Aku tahu dan mengerti kamu sedih kecewa juga dengan apa yang aku lakukan. Tapi aku benar - benar ingin memiliki "kotak" yang kamu buat. Aku akan jaga sungguh. Aku juga menemukan hal yang membuat kamu sedih dan biarkan aku yang membawanya. Jadi kamu bisa hidup tenang dan melupakannya. Aku akan bertanggung jawab pada semua kotak yang kamu punya. Please, I need all your boxes. For you this box is not valuable but for me it is very valuable. I need it. This box is really amazing because you can make it easily ( Kumohon, aku memerlukan semua kotak - kotak kamu. Bagimu kotak ini tidak berharga tapi bagiku sangat berharga. Aku memerlukannya. Kotak ibi sangat menakjubkan karena kau membuatnya dengan mudah ),"


"Aku menyerah tapi kamu benar - benar akan menjaganya kan karena separuhnya adalah diri aku sebagian ada disitu. Kalau kamu membuatnya hilang dari dunia, entah apa yang akan terjadi pada aku," kata Rita yang menyerah pada kenekatan orang gila ini.


"Yes! I promise to take care of this boxes. I will take care, I won' t let you down. I promise ( Ya! Aku berjanji untuk menjaga kotak - kotak ini. Aku akan merawatnya, aku tidak akan membuatmu kecewa. Aku berjanji )."


Sudahlah, lagipula aku bisa mempercayakan semuanya sama orang asing ini dan semoga dia benar - benar memegang janjinya. Rita membayangkan Alex yang seperti anak SD yang menolak berbagi permen dengannya, dan itu membuat Rita tertawa. Kemudian Rita merasakan sesuatu seperti ada hawa yang lain dari biasanya, tapi 'sesuatu' itu seperti sedang berdiri disampingnya dari kiri lalu ke kanan dan akhirnya berdiam diri.


"Khodam kamu berdiri di sebelah kanan aku ya?" Tanya Rita dengan heran. Mau apa penjaganya datang ke kamarnya dan berdiri saja?


"You feel him!? What he doing? ( Kamu merasakannya!? Apa yang dia lakukan?) Lagi - lagi dia memaksa keluar pantas aku agak pegal,"


"Aku tidak tahu. Aku kan hanya bisa merasakannya dan dia hanya sedang berdiri saja. Kenapa?" Tanya Rita yang memang merasakan ada hawa yang berbeda dan itu dekat.


"Hmm dia sedang membuka - buka sesuatu katanya masih banyak kotak - kotak yang ada didalam kamu, lalu katanya ada sesuatu yang kamu kubur ya? Whats that ( Apa itu? )" Tanya Alex.


"Tidak Majikannya, penjaganya juga sama saja tidak punya tata krama. Sesuatu yang paling tidak mau aku miliki itu yang aku kubur. Kenapa!? Kamu mau ambil juga?!" Kata Rita histeris.


"Tidaaaak... hmmm.. kata dia ada banyak dan... dia membuka.... semua... " lalu Alex menyematkan emoji kelinci yang sedang kabur. Sontak Rita sangat marah dan kebetulan dalam kamar terdapat bantal kecil, lalu dengan cepat setelah Rita tahu dimana posisi penjaga kampretnya itu berada, dilemparkannya dengan mantap dan meneriakinya untuk keluar dari kamarnya. Untungnya saat itu, ibunya sedang berada di luar jadi tidak akan bisa mendengar teriakan kemarahan Rita. Setelah itu, sosok hawanya tidak ada.

__ADS_1


"Makhluk kurang ajar!" Kata Rita yang sangat marah.


BERSAMBUNG ....


__ADS_2