
Pagi menjelang untungnya pertarungan Gorila melawan manusia telah berakhir, saat Alex sadar kalau waktu di Indonesia berbeda dengan di negaranya. Pada akhirnya Syakieb sengaja memancing kemarahan Alex supaya tidak berlaku liar lagi.
"SIAL! DIA SUDAH TIDUR!" Teriak Alex yang rebahan di karpet disusul Syakieb yang terduduk.
"Ini sudah pukul 3 pagi, Tuan tampak stres sekali makanya saya sengaja memancing Tuan marah. Besok pagi lagi saja mengobrolnya. Pekerjaan Anda banyak tertunda," kata Syakieb menunjuk lembaran data yang sudah tersusun rapi.
"Hahaha baru kali ini aku bisa bebas mengekspresikan keadaanku," kata Alex yang kemudian duduk. Kemeja hitamnya terlempar entah kemana saat sibuk berembuk dengan pengawalnya itu.
"Anda tidak cerita keadaan yang sebenarnya? Siapa Anda misalkan, kalau dia tahu nanti..." kata Syakieb berpikir.
"Nah kamu mengungkitnya saya jadi teringat sesuatu. Dia mendapatkan info dari temannya yang bernama Ney Grizelle, cari tahu soal dia. Kalau kamu mendapatinya dia berusaha mencari soal saya, kamu tahu apa yang harus dilakukan," kata Alex. Dia geram sekali pada Ney yang berusaha membuka tabir mengenai dirinya.
"Baik, Tuan," kata Syakieb membungkuk lalu pergi ke suatu tempat.
Alex mendengus lalu bangkit dan menatapi foto Rita yang tersenyum. Alex menjadi semangat, senyumannya Rita menjadi boosting tersendiri untuknya. Alex juga memang sedang dalam masa 'bahaya', membuatnya memikirkan menggigit Rita lalu membenturkan kepalanya ke meja kerjanya.
"FOCUS!" Teriaknya pada dirinya sendiri dan mematikan ponselnya. Gawat sekali melihat wajah Rita membuatnya tidak tenang dan pekerjaannya terhambat banyak.
Alex menginap di kantornya karena pekerjaannya yang tidak habis-habis. Rekan kerja yang setia sudah menaruh baju ganti yang diantarkan oleh ibunya Alex lalu juga banyak makanan. Kantornya sangat ekslusif sekali, ada kamar mandi, dapur sudah seperti rumah kedua baginya.
"Pak, sudah pagi pukul 7," kata rekannya berhati-hati membangunkan Alex.
"Hmmmm mau lagiiiii," ucapnya membuat rekannya tertawa.
"Pasti dia mimpi mesum ini. PAK, SUDAH PUKUL 7!!!" Teriak rekannya yang membisikkannya di telinga kirinya dan langsung kabur keluar kantor.
Alex bangun dengan kaget. "ASTAGFIRULLAH SHOLAT SHUBUH KELEWAAAAT!!" Dengan panik dia menuju kamar mandi dan terbentur sedikit. Meski kesakitan, tetap dia wudhu dan sholat.
Pagi itu Rita belum bangun, dia sedang mimpi indah namun aneh. Dalam mimpinya dia dihampiri lelaki ganteng yang tersenyum nakal padanya, dan memperlihatkan dadanya yang tanpa busana. Masih untung ya dia memakai celana olahraga berwarna putih dan duduk di sofa dengan tangan yang terbuka.
Alex memang masuk ke dalam mimpi Rita dia kesal karena Rita meninggalkannya tidur ðŸ¤ðŸ¤. Kemudian menjahilinya tapi juga kepo dengan reaksi Rita.
"Bangun atau aku gigit kamu," katanya mendekatkan bibirnya ke arah Rita.
"ASTAGFIRULLAH!" Seru Rita yang terbangun kaget. Dia memegang dadanya fiuh! Masih selamat dari terkaman hewan buas. "BODOH! KAMU MAU GIGIT SAYA?" Tanya Rita langsung. Dia melihat jam sudah pukul 9 pagi, dengan rambut yang sudah berbeda gaya.
"BAHAHAHAHA kamu susah bangun pagi ya. Itu hukuman," kata Alex tertawa keras.
Intinya mereka terhubung. Kekuatan yang Rita miliki nyatanya bisa mengontak satu aliran dengan Alex. Awalnya Alex mencoba karena tidak ada satupun yang berhasil tapi dengan Rita, dia juga kaget. Mimpi kedatangannya benar-benar menyambung dan Rita juga kaget.
"Sebeeeel ngapain coba sampai kamu telanjang segala? Pakai baju kek!" Kata Rita marah.
Alex tertawa keras, tahu sekali kalau Rita memang bukan perempuan mesum. Dia memegang kelemahan Rita yang tidak senang melihat badan lelaki sejelas itu.
"Sayang sekali kamu bangun ya padahal aku bermaksud mau memberikan hadiah pagi 😘," kata Alex menyengir.
"OGAAAAAH!!" Jawab Rita bersyukur dirinya langsung bangun. Kemudian mencuci wajahnya dan sekalian mandi, mimpi buruk!
__ADS_1
Alex tampak menikmatinya dan memang menyayangkan Rita cepat bangun. Dia hanya lakukan itu kalau Rita sulit bangun, toh memasuki mimpi orang memerlukan energi besar tidak cukup bila Alex mengambil energi Rita. Tapi dia kagum dengan Rita yang tidak merasakan efeknya dan terus berjalan.
Pekerjaan Alex sudah selesai jadi sekarang dia bisa santai mengobrol dengan siapapun. "Sudah selesai?" Tanyanya.
Saat itu Rita sedang menikmati pancuran air hangat untungnya kasus yang dialaminya berbeda dengan yang dulu. Selesai, dia teringat dengan misi utamanya yaitu mencari peruqyah yang bisa mengusir jin di sampingnya.
"Sudah. Kamu lihat ya?" Tanya Rita curiga.
"Tidak laaa aku tidak mau melanggar lagi, nanti harus off chat setahun, aku merana," kata Alex. "Sedang apa?" Tanya Alex penasaran.
"Keringkan rambut, habis keramas," jawab Rita.
"You know, perempuan kalau keramas habis..." kata Alex.
"Kamu homo ya?" Tanya Rita cepat.
"ENAK SAJAAAAAAAA sembarangan! Astagfirullah," kata Alex menjawab cepat. Pancingannya ternyata berbalik arah ke dirinya dan dia terkekeh sendirian.
"Kan aku nanya," kata Rita cekikikan.
"Tidak ada tanda tanyanya laa. Aku ini normal kalau tidak mana mungkin mantanku sampai ada 9. OPS!" Kata Alex keceplosan lalu mencaci maki dirinya.
"Oh iya ya banyak juga ya. Bukan aku lho yang mancing," kata Rita tertawa. 9? Banyak juga dasar playboy!
"Ya begitulah aku kan ganteng lalu banyak..." kata Alex bangga.
"Zina bangga sekali," kata Rita.
"Yakin sudah tobat? Sudah ucapkan doanya? Kalau begitu kenapa kamu buat janji mau cium kalau nanti ketemu?" Tanya Rita.
"Hahahahaha tak apalaaa aku kepo sih," kata Alex.
"Kamu percaya dengan foto yang aku kirim?" Tanya Rita ingin memastikan.
"Lho? Memangnya bukan?" Tanya Alex melongo. "Aku selama ini jujur sama kamu, masa kamu bohong?" Tanya Alex memegang kepalanya. Dia menghentakkan meja kantornya dengan kesal. Lapur lapuuur pikiran mesumnya hahahaha!
"Memang itu aku sih," kata Rita tertawa keras.
Alex membaca dan membeku sesaat, baru sadar kalau dia kena dikerjai oleh Rita. "Hukuman: ketemu aku langsung dapat cium. Titik!" Kata Alex kesal.
Rita tertawa keras membacanya, Alex mudah sekali dia kerjai membuat Rita sangat senang. "Terserah kamu deh, kalau nanti ketemu jangan menyesal. Aku ini jelek aslinya, yang kamu lihat dalam foto kan bisa pakai filter," kata Rita yang masih menertawai Alex.
"Aku tak lihat kamu dari wajah atau apapun. Aku suka kamu karena innermu cemerlang," kata Alex mengakui. Dia melihat isi Rita yang membuatnya sangat kagum meski pasti ada sisi gelapnya.
"Cieee mengaku," kata Rita.
"Sial! ( wajahnya memerah ) aku tahu kamu seksi. Jeleknya ke arah mana?" Tanya Alex bingung. Dia melihat Rita yang memang cantik apalagi berkerudung asli bukan buka tutup.
__ADS_1
Alex juga terpesona melihat bibir Rita yang terjaga dari sentuhan lelaki manapun, wajah Rita yang bersih dan tubuhnya langsing meski kurus. Membuat Alex agak posesif ke arahnya tapi tahu kalau Rita tidak suka terlalu dikekang. Itulah yang menjadikannya terjaga.
"Kamu yakin lihat inner atau body sebenarnya?" Tanya Rita.
"Dua-duanya sih hahahaha. Jangan insecure ya karena aku menerima apapun bentuk wanita dari kurus kering sampai gemuk sekali pun. Kamu mau sama aku walaupun masa lalu aku buruk? Aku akan banyak merepotkan kamu," kata Alex.
"Sekarang juga repot kan kalau kamu sudah tahu akan banyak merepotkan aku, kenapa masih mau mendekati? Ya pergi saja cari yang lain kamu tidak ada juga, aku baik-baik saja," kata Rita dengan ringan.
"Ya kamu baik-baik saja, tapi akunya yang down," kata Alex jujur.
"Cieeeee uhuyyy ada hati nih kelihatannya," kata Rita.
Wajah Alex memerah dia memang entah kenapa bisa menyukai Rita padahal belum pernah bertemu. Setelah melihat fotonya, ada perasaan yang berbeda bahkan dengan perasaannya bersama sang mantan yang telah pergi. Seperti ada manis-manisnyaðŸ¤ðŸ¤.
"Kamu ini ya aku kan memang sudah ada hati sama kamu dari tahun lalu hanya kamunya saja sulit sadar. Sampai Ney pingsan," kata Alex.
"Ney? Ney tahu kamu ada hati sama aku?" Tanya Rita terdiam.
"Iya. Aku menolak dia kan jelas sekali itu sekalian saja aku perjelas lagi kalau tidak ada hati untuk dia. Aku dulu menerima hanya ingin tahu saja orang yang jadi teman kamu seperti apa dan cukup heran, macam Ney kamu anggap teman. Ney tidak memberitahumu?" Tanya Alex mulai kebingungan.
"Hah? Mana aku tahu, kalau tahu pasti berbeda kan kelakuan aku. Ney tidak ada bilang apapun, nih ya aku beri buktinya kita mengobrol dalam grup tidak ada soal kamu ada hati," kata Rita memperlihatkan isi chatnya.
Alex kaget dan membaca semuanya. Alex kesal sejadinya, Ney ternyata tidak jujur tepat seperti sangkaannya. "Ya sudah biarkan saja jadi ya aku memang suka sama kamu, saat kamu utarakan duluan itu kesal sekali seharusnya kan aku dulu," jelas Alex.
"Habis kamu kelamaan sih jadi ya aku duluan deh. Kalau ditolak juga ya wajar yang penting aku sudah utarakan perasaanku juga begitu," kata Rita malu.
"😑😑Aku senang perasaan kita sama. Kita tunggu saja ya seperti apa kedepannya, aku juga tidak mau banyak menggombal. Aku mengerti apa yang kamu inginkan. Mau nanti seperti apapun perasaan aku masih sama," jelas Alex yang berbatuk, wajahnya memerah.
Jelas-jelas dia mantan playboy tapi dengan Rita entah kenapa seperti kembali ke masa remajanya. Rita juga heran aneh sekali Alex ini, seperti dugaan mantan playboy sepertinya salah.
"Kamu lagi dimana?" Tanya Rita.
"Ini sudah di kamar. Pekerjaan sudah selesai aku rehat 3 hari jadi kita bisa bebas mengobrol," kata Alex yang sudah berganti baju dengan kaos santai.
"Kamu sedang apa?" Tanya Alex malu-malu.
"Lagi beres kamar. Kuliah sudah lulus! Lanjut bekerja tapi aku mau rehat dulu setahun," kata Rita dengan semangat.
"Congratulation! Oh iya Syakieb akan datang ke Bandung nanti," kata Alex sambil membukakan sebuah toko.
"Oh ya? Untuk? Ada kerjaan disini?" Tanya Rita.
"Merindukan istrinya. Aku juga kangen kamu," kata Alex senyum sendirian.
"Sekalian saja kamu datang dengan Syakieb," kata Rita yang keheranan.
"Tidak bisaaaa tenang saja nanti akan ada waktunya. Saya disini bekerja dan menyiapkan banyak hal, nanti kalau sudah selesai saya akan jemput kamu," kata Alex langsung menutup wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa jemput saya? Kamu supir?" Tanya Rita membuat Alex kembali membuat ekspresi datarnya.
Bersambung...