
Saat itu kebetulan Arnila dengan sengaja mengajak Ney masuk ke sebuah toko agar menjauh sejenak dari Rita. Arnila tahu kalau Ney tidak akan berhenti mengemis untuk diberi lebih cokelat yang Rita miliki. Dan dia juga tahu Rita sudah mulai meledak. Akhirnya beberapa menit kemudian Prita datang bersama kedua sahabatnya tanpa babibu, Rita menyerahkan 3 kotak cokelat itu pada Prita.
Mereka terkesan dengan ukuran dan jumlah cokelat yang ada di dalamnya dengan mulut cengengesan, Rita tahu maksud mereka bertiga. Mereka histeris termasuk Prita tapi tidak bertanya karena tampang kakaknya seperti sangat kesal saat itu. Rita hanya memberi syarat dengan tangannya jangan banyak bertanya, mereka bertiga mengangguk mengerti.
"Wow! Banyak banget! Ini mahal lho salah satunya!" Kata Prita histeris melihatnya.
"Hadiah dari orang buat masakan buatanku itu lho hehehe," jawab Rita dengan bangga.
Adiknya mengangguk memang enak banget sih. "Minta ya sekarang. Satu keping per kotak bertiga sama mereka hehehe,"
"Minta ya teh cobain gitu cokelat mahal hehehe," kata Karla dan Anne bersamaan.
"Iya iya ambil 3 keping aja tiap kotak, sisanya nanti kalau aku pulang ya," kata Rita. Mereka mengangguk dan Prita mengkoordinir membagi cokelatnya.
"Jalan - jalan sama siapa sih? Tampang bete gitu!" Kata Prita.
Rita hanya memberikan ekspresi datar pada adiknya. Prita lalu mengerti dengan siapa kakaknya keluar. Sedangkan kedua sahabatnya tidak mengerti. "Udah ya. Pulang sana!"
"Oke." Jawab Prita lalu menarik kedua sahabatnya keluar dari BIP. Sebelum pergi kedua sahabatnya mengucapkan terima kasih karena cokelat. Ney kemudian melihatnya dan menyusul ke tempat Rita dengan tergesa - gesa. Ingin tahu apa yang adiknya Rita lakukan.
"Buat apa adik kamu kesini? Rame banget mereka kelihatannya," kata Ney dengan nada gitulah! Susah mengungkapkannya.
"Oh, aku menitipkan cokelat padanya supaya tidak ada lagi orang yang selalu banyak alasan untuk terus meminta cokelat. Padahal sudah dikasih tapi tanpa ada rasa malunya, merongrong," kata Rita yang lalu menyusul Arnila.
Ney mendengus kesal hilang sudah kesempatannya meminta cokelatnya lagi. Ney bete juga karena Rita tidak mau membagikan cokelatnya.
"Sudah ini mau ke mana?" Tanya Rita pada Arnila.
"Mau makan? Sudah lama tidak ke restoran Korea. Bagaimana?" Tanya Arnila menggoda.
"Yuk yuk yuk!" Jawab Rita semangat. Ney menyusul mereka dengan langkah gontai tapi mereka sama sekali tidak mempedulikannya.
Setelah jauh, Anne melihat kebelakang Rita dan temannya memasuki restoran Korea. Anne tahu betul kalau Prita juga senang masakan Asia. "Pri, kakak kamu masuk restoran Korea tuh,"
"APHAH!?" Teriaknya lalu melihat ke belakang. "Oh, itu tidak bisa dibiarkan!" Katanya yang kemudian menchat kakaknya.
"Kita harus bergerak cepat!" Sambut Anne dengan antusias.
"Kosongkan sebagian perut Anda! Kita akan serang!" Kata Karla juga dengan tidak kalah antusias.
"ngke heula. Boga duit teu? Aya sabaraha?" Tanya Prita dengan logat Sundanis nyah.
"Oh heu euh nya. Sakeudap di cek heula, duitna," jawab Anne begitu juga dengan Karla.
"Urang mah aya 30rebu sih," kata Prita memperlihatkan uangnya.
"Sarua ey.." tunjuk Anne.
"Urang aya 70rebu," Karla mengeluarkannya.
"Woh! Kaya ey.. nya geus kita cari nu murah weh. Biasana teteh urang sok nraktiran," kata Prita senang.
"Eh, tong kitu, Pri. Karunya tetehmu. Bisi geus pas - pasan oge duitna," kata Anne.
__ADS_1
"Jadi bagaimana?? Sudah deh pokoke kita tetap maju! Eta nu eusi menuna ngeunah!" Kata Prita dengan mata yang berapi - api.
"Euh maneh... tapi kalau bisa mah jangan merepotkan Teh Ritalah. Meski kakak kamu juga," kata Karla mengingatkan Prita.
"Rek makan Korea tapi miskin kieu," kata Anne sambil menepuk dahinya.
"Hayulah terobos! Kalem weh cari nu murah," kata Prita menunggu balasan Rita.
Ke tempat Rita lalu mereka bertiga masuk ke kedai Korea bernama Mujigae. Rita senang banget karena dari adiknyalah dia menjadi suka masakan Asia juga luar negeri. Rita memesan porsi besar Topokki Cheese Beef, Oden dan Ice Sweet Jasmine Green Tea. Tidak perlu diberi gambarnya ya nanti ngiler sewaktu baca episode iniðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤.
Arnila memesan Dosirak 4 dan Classic Bingsoo. Sedangkan Ney memesan Korean Fried Chicken. Ney tahu banget kalau Rita akan memesan lebih banyak makanan jadi itu menjadi sumber panen besar untuknya dan dia bersiap untuk itu. Pesanan yang tiba ternyata punya Ney sendiri tapi dia tidak mau memakannya duluan. Lalu Classic Bingsoo kepunyaan Arnila, kemudian Green Tea milik Rita. Ney masih belum mau mencicipi makanannya. Sedangkan Rita dan Arnila meminumnya sekilas untuk mencicipi.
"Enak banget!" Kata Rita sambil mengaduk minumannya.
"Segar ya!" Kata Arnila menimpali.
"Aku minta dong!" Kata Ney lalu mencicipi kepunyaan mereka berdua tapi saat dia mencicipi punya Rita, dia habiskan hampir setengah.
"Hei! Pesan dong! Masa punya Rita kamu habiskan?" Tanya Arnila memarahinya.
"Biarin! Lebih enak punya Rita daripada punya kamu!" Kata Ney yang lanjut mau meminum lagi, tapi Rita ambil karena hampir habis setengah.
"Tidak apa - apa, Nila. Kasihan uangnya dia pasti bawa sedikit. Aku bisa beli lagi yang lain kok," kata Rita sambil mendelik kesal!
"Tapi kan Ri..." kata Arnila sebal juga.
"Tuh kan, kata gue juga apa. Rita tuh baik ya minumannya saja buat gue. Tidak seperti lu, pelit. Ya sudah kamu kan tidak mau ya ini buat aku saja," kata Ney yang kemudian mengambil minumannya Rita.
'Sabar Rita. Setelah ini kamu bisa beli minuman lain yang lebih enak!' Pikirannya menenangkan Rita. Pegawai yang ada di dalam restoran, membicarakan perilaku Ney yang jelek. Karena mereka mendengar sendiri apa katanya.
"Tidak perlu, Nil. Nanti aku beli lagi. Biarkan si Ney mah kan kamu juga sudah tahu kali kalau dia selalu begitu tanpa punya rasa malu," kata Rita menjawabnya dengan santai.
Ney sama sekali tidak peduli dengan omongan mereka berdua. Tampak Arnila kesal setengah mati kenapa Rita masih selalu baik kepadanya. Dan Ney menyisakan banyak Green Tea PUNYA dia setengah. Memang sebenarnya sengaja sih Rita memesan minuman itu karena sudah tahu taktik Ney seperti apa. Ternyata tepat seperti dugaannya, Ney langsung mengambil. Yah lagipula murah sekali harga minumannya HOHOHO.
Kemudian Rita mendengar bunyi notif dan dilihat ada pesan chat dari Prita. "Pasti saja!" Kata Rita menghela nafas.
"Kenapa?" Tanya Arnila yang memakan sedikit pesanannya.
"Adikku tahu aku makan disini, dia mau ikut makan juga. Tidak apa - apa ya?" Tanya Rita menghela nafas. 'Pasti dia mau ditraktir nih.'
Mendengar itu Ney berpikir soal cokelat dan dia menjadi antusias. "Suruh saja ke sini, Rita ya makan ramai kan lebih seru daripada bertiga,"
Rita mendelik pada Ney tahu muslihatnya apa. "Sudah aku suruh ke sini saja mereka,"
Kemudian datanglah mereka bertiga, Ney menawari Prita duduk dekat sebelahnya tapi dia lebih memilih duduk dekat kakaknyalaaah... Situ siapa? Yang duduk sebelahnya adalah Karla dan Anne di tengah mereka. Ney mendengus bete melihatnya.
"Pesan apa, Rita?" Tanya Prita penasaran. Tahulah selera kakaknya seperti apa, anti daging.
Rita memperhatikan adiknya yang cengengesan. Dan menunjukkan makanan apa saja. Mereka bertiga melihat dengan terkejut.
"Waduh! Teh, apa tidak kebanyakan? Disini satu porsi topokki itu besar lho!" Kata Anne bengong.
"Hahaha tidak aneh kalau kakak aku mah. Tidak takut gemuk soalnya," kata Prita ketawa.
__ADS_1
"Asiknya!" Kata mereka berdua.
"Iri gue sama badan kamu, Ri," kata Arnila bertopang dagu.
"Hahahaha aku tidak takut makan banyak asalkan enak," kata Rita senang.
"Tapi sering dimarahin orang tua sih katanya seperti tidak makan sebulan," kata Prita.
"Kalian pesan apa?" Tanya Arnila kepada mereka bertiga.
"Kita pesan Dosirak yu! Tapi beda - beda sama minuman," kata Anne mengidekan harga.
Mereka semua setuju lalu memesannya. 10 menit kemudian semua pesanan sudah sampai. Mereka bertiga memesan men Dosirak 3, 4 dan 5 beserta es teh yang berbeda. Kemudian pesanan Rita pun tiba dan benar saja porsi topokki nya super besar.
"Toppokinya kalau mau dibawa pulang bisa takutnya tidak habis, kak," saran penyajinya.
"Oh iya terima kasih tapi pasti habis kok!" Jawab Rita sambil membungkukkan badannya.
"Serius!?" Tanya mereka semua.
"Seriuslah. Kalian bertiga makan juga maksudnya kan hanya memesan dosirak nah ini jadi makanan sampingan gitu loh. Arnila kalau mau boleh, Ney mau sok," kata Rita sambil menaruh itu semua ke jangkauan yang mudah. Tapi ternyata Ney sama sekali tidak suka topokki dan oden. Alhamdulillaaaah hahahaha!
"Ih, aku sih tidak suka topokki sama oden, aneh banget bentuknya. Aku sih lebih suka masakan original dari Indonesia asli," kata Ney dengan nada bangga dan belagu tuh.
Kedua sahabat Prita langsung enek mendengarnya oh ternyata kenapa cokelatnya dititip ke Prita tuuh mungkin yaaa... mereka sudah mengerti.
"Yah syukur alhamdulillah deh kalau kata aku mah," kata Rita senang sekali.
"Tapi Ney, cokelat yang Rita kasih itu kan bukan buatan Indonesia. Tapi kenapa kamu keterusan minta mulu ke Rita?" Tanya Arnila dengan sengaja.
Ney mendengarnya kehilangan kata - kata. Prita cs menahan tawa mendengarnya. "Karena mahal, Nila masa sih ada orang yang bisa nolak? Yang penting harga bukan kualitas dia mah," dijawab oleh Rita.
Setelah itu Ney diam sambil makan. Arnila juga menahan tawa. "Rita, aku mau ya,"
"Sok ambil saja. Kalian juga kalau mau ambil sajalah. Odennya juga banyak tadinya kalau kalian tidak kesini, mau aku bawa pulang," kata Rita yang maka lahap topokkinya.
"Hayuuu!" Jawab Prita senang. Dia menyendok banyak topokki untuk dia teman - temannya dalam wadah yang tadinya ada gorengan.
"Terima kasih ya teh cokelatnya sama makanan ini hehehe," kata Karla dan Anne bersamaan.
"Ho oh sama - sama. Pri, jangan kasih tahu ibu ya kalau aku jajan di restoran hehehe," bisik Rita ke adiknya.
"Siap!" Prita mengancungi jempolnya. Mereka makan dengan lahap sambil diselingi pertanyaan kabar kuliah mereka. Ney juga bertanya soal bagaimana kabar kuliahnya pada Prita, yang dijawab singkat tanpa bertanya balik.
Karla manyun yang duduk dekat Ney, dia merasa ada bau sesuatu yang tidak dia mengerti dan dia katakan di chat pada Anne. Lalu dengan alasan ada yang mau dibicarakan dengan Prita, Karla menggeser posisi duduknya dekat Prita. Yah, agak jauh dari Ney sih. Dan pura - pura bertanya tentang sesuatu.
"Teteh yang sebelah Ney, temanan juga? Satu kampus? Sepertinya beda kampus sama Teh Rita ya?" Tanya Anne penasaran.
"Iya ini namanya Arnila," kata Rita sambil sibuk mengunyah.
"Oh iya dia teman tapi tidak terlalu dekat sih. Aku lamanya sama Rita daripada dengan Arnila tapi kita memang satu kampus," kata Ney yang membuat Arnila bengong begitu juga Rita. Sambil merapihkan rambutnya yang kusut.
Mereka bertiga juga bengong karena beda dengan yang diceritakan Prita. Kebingungan, Rita juga sama. Tapi Ney nampak cuek sambil memakan ayamnya dengan nyap nyap.
__ADS_1
Rita melihat Arnila yang agak kecewa, lalu Rita kebingungan. Arnila membuat ekspresi datar dan menggelengkan kepalanya. Sepertinya sudah sering Arnila dibuat seperti itu. Aneh banget!
BERSAMBUNG ...