ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(258)


__ADS_3

"Meski akhirnya aku kehilangan dia?" Tanya Ney. Wajahnya agak menyesal dan sedih tapi di sisi lain dia tampak senang karena berpikir sudah akan mendapatkan orang yang lebih berharga dari Rita. Dia kan mencari teman yang kaya karena menganggap dirinya juga kaya, jadi yang tidak selevel sama satu frekuensi sama dia, ya goodbye!


"Kenapa kamu takut kehilangan Rita?" Tanya Arnila sambil menyengir.


"Ya nanti aku tidak bisa menemani dia lagi dong. Ya alu sih senang saja karena aku sekarang punya sahabat sendiri gitu, dia pasti sedih kan kalau aku tidak ada lagi nanti," kata Ney dengan penuh percaya diri.


"Tidak apa - apa Rita tidak akan sedih dia akan lebih senang, bisa jauh - jauh dari pembuat masalah. Silakan saja sih hanya kamu jangan menyesal nantinya kalau ternyata temannya dia itu tidak menganggap kamu siapa - siapa. Karena aku yakin banget kamu pasti menghina Rita depan mukanya. Kamu sama sekali tidak pernah belajar ya dari kejadian itu sedari dulu?" Tanya Arnila. Dia juga keheranan ada ya itu orang yang sama sekali tidak kapok!


"Ah, masa sih dia akan senang kalau aku tidak ada disampingnya? Yakin? Dia akan mencari - cari aku, aku jamin!" Kata Ney. Heran juga dia ingin menjauh dari Rita tapi ingin Rita mencari dia? Sebenarnya dia maunya apa lagi sih?


"Ya selama ini dia terganggu kali sama kehadiran kamu. Selalu cari informasi soal Alex dari cerita Rita, mau kamu buat apa sih? Aku jadi curiga sama kamu selama ini. Kamu jauh ya dari sikap seorang teman dekat atau Sahabat. Kamu punya rencana jelek ya? Awas ya aku bisa tahu juga lho kalau kamu sedang merencanakan sesuatu. Mau itu menjadi bumerang?" Tanya Arnila yang menakutkan - nakuti.


"Tidak kok. Ya syukur deh kalau... kalau Rita memang bisa melepaskan aku toh, aku bukan sahabatnya dia kan. Aku juga jadi lega selama ini aku kan terpaksa ngikutin dia karena dia tidak punya teman sama sekali seperti kamu," kata Ney dengan puas. Senyumannya tampak aneh, entah bangga sudah membuat orang lain tersakiti atau memang dia tidak butuh teman.


Arnila sudah semakin terbiasa dengan perkataan Ney, dia juga sudah tidak kesepian lagi karena Imron selalu ada untuknya. Dia tidak perduli kalau Ney juga ingin membuangnya toh, dari awal kenal dia juga Ney memang selalu begitu.

__ADS_1


"Iya aku memang tidak punya teman. Tapi sekarang ada Imron jadi aku tidak akan merasa kesepian lagi. Oh iya aku nanti kirim undangannya ya ke rumah," kata Arnila yang dia gemas sekali mengetik balasannya. 'Lihat saja kamu akan merasakan apa yang kamu lakukan pada aku dan Rita. Karma itu ada, Ney!' Pikir Arnila.


"Oh... ya bagus deh! Imron lebih kamu hargai kehadirannya daripada aku yang sudah lama menemani kamu. Bagus," Balas Ney yang dia kesal ternyata Arnila juga mulai melawan Ney.


"Hahahaha lho kamu kan yang pertama mengusir aku kok sekarang merasa sedih? Siapa ya yang lebih menyia - nyiakan seseorang, aku atau kamu? Berhentilah Playing Victim ya Ney, pantas saja Rita sudah lelah menghadapi kamu. Kamulah yang sebenarnya selalu Playing Victim bukan Rita bukan juga aku. Serius Ney kamu harus diruqyah secepatnya kalau bisa seminggu 4x karena kamu sudah lebih parah, otak kamu sudah terpolusi dengan omongan setan. Dan soal kamu punya Gift dari Allah SWT itu, kamu tidak punya sama sekali karena kamu sombong orangnya suka pamer juga. Orang yang diberi Gift sifatnya jauh dari itu," kata Arnila.


Gift disini bisa disebut sebagai Karomah yaitu anugerah dari Allah SWT, yang secara bahasa berarti kehormatan atau kemuliaan. Bisa dikatakan juga sebagai kejadian luar biasa di luar logika dan kemampuan manusia biasa, tapi ini biasa terjadi pada diri seseorang yang berpangkat Wali. Lah Rita? Wali apaan dia? Wali Sangu ( Nasi ) paling karena senang makan 😝😝😝. Karomah juga bisa menjadi sebuah ujian. Saat hamba yang bersangkutan berubah menjadi sombong, maka karomah yang diterimanya itu menjadi Istidraj. Serem banget! Kekuatan apapun memang sih kalau dipakainya tidak sesuai aturan malah ke kitanya jadi lebih tinggi, pasti sih jadi bencana.


Tapi bila karomah malah menebalkan iman dan melahirkan kerendahan hati, maka Allah angkat derajatnya. Nah kalau Rita justru dia sangat tidak suka soal anugerah itu karena dia merasa sudah punya banyak dosa ditambah dapat Karomah. Plislah, apa tidak salah? Itu pantasnya orang yang rajin beribadah dan rajin melakukan hal - hal yang lebih agamis kan. Jadi kenapa dia diberi? Apakah ada istimewa dalam dirinya? Itulah yang membuat Ney semakin memanas apalagi berpikir Rita sangat sombong setelah tahu kemampuannya lebih besar dari mereka bertiga.


Wali berbeda dengan Nabi pastinya, mereka akan lebih diuji dalam keimanannya, menjadi sombong atau semakin beriman berkat anugerah tersebut. Pastinya Karomah atau Gift berbeda dengan kekuatan Anak Indigo. Gift itu ada dan memang dari Allah SWT sumbernya, dalam Al Qur'an pun ada penjelasannya dan riwayat yang dikisahkan para wali Allah yang lainnya sedangkan sebutan Anak Indigo itu hanyalah bersumber dari setan atau jin yang menempel pada seseorang. Dan anak indigo sama sekali tidak tertera dalam Al Qur'an jadi itu tidak dianggap sebagai hal yang istimewa. Aneh banget kalau ada yang bangga memiliki kemampuan tersebut, contohnya Ney.


"Jaga ya omongan kamu! Dasar sok tahu! Aku ini kemampuannya Gift tahu dari Allah SWT langsung. Tahu apa kamu soal aku? Sahabat saja bukan! Aku juga sama ya dengan Rita terpaksa tahu jadi teman kamu, dari awal kamu yang mengikuti aku! Mana mau aku punya teman macam kamu yang kerjaannya hanya mengekori aku terus!" Kata Ney dengan marahnya. Dia tidak menerima kalau dirinya ternyata memang tidak memiliki kemampuan khusus itu. Dia sadar kalau kemampuannya hanyalah bisa melihat makhluk halus saja tapi terlalu gengsi mengakui semuanya.


"Kok marah? Kalau memang kamu ada Gift harusnya kamu lebih bersikap lembut, seperti Rita. Kalau marah - marah responnya ya memang artinya benar kamu hanya bersikap seolah punya karena tidak mau kalah. Kamu menyangka Rita akan pamer kan sama kita, tapi tidak. Karena dia lebih senang tidak punya," Arnila tertawa membacanya. Saat itu Imron pergi keluar untuk membeli minuman untuk para pekerja.

__ADS_1


"Habis kamu buat aku kesal sih. Kamu tidak percaya aku punya itu? Aku nih ya bisa tahu masa yang akan datang, aku juga tahu masa lalu Alex itu sumbernya dari kemampuan aku!" Kata Ney dengan gamblang. Masih dengan kepercayaan dirinya yang tinggi.


"Kalau soal Alex, aku tahu kok kamu pasti bertanya kan ke teman kamu yang lagi ada di Malaysia. Info yang kamu dapatkan dari orang lain kamu bilang pada Rita itu hasil dari kemampuan kamu. Kenapa aku bisa tahu? Karena aku baca isi hati kamu seperti apa, ya aku memang tidak percaya sama kamu. Sekarang teknologi semakin canggih, Ney kamu cari dari media internet juga pasti langsung nemu. Yang kamu punya hanya bisa melihat makhluk halus saja tidak lebih," kata Arnila yang tidak bosan lagi memberitahu Ney kebenarannya.


"HEH! GUE TAHU YA SI RITA KENAPA - KENAPA ITU JUGA DARI KEMAMPUAN GUE!!" Ney meledak marah tapi dia tidak mengungkapkannya secara nyata karena saat itu banyak orang berlalu lalang.


"Itu bukan dari kemampuan kamu, tapi doa kamu. Gift itu bukan pemberian main - main, Ney sekarang saja perilaku kamu seperti ini, bagaimana kalau benar diberi? Ingat ya jangan berlebihan berbicara, Rita saja tahu kamu tidak punya kemampuan apa - apa. Soal kecelakaan itu pada Rita apa kejadian? Jawab! Mana ada orang yang diberi Gift, isinya hal jelek? Pikir!" Arnila juga ikut kesal. Dilemparnya ponsel dia lalu mengomel sendirian. Capek berat kalau sudah mengobrol sama Ney karena dia tidak mau mendengar nasehat dari Arnila apalagi, dia secara langsung didepak!


Setelah itu Ney tampak sesak nafas dia mencari ruang yang lebih sepi dan luas. Dia pindah lebih ke dalam taman yang penuh pepohonan rindang lalu dia meluapkan kemarahannya. Memaki - maki di kedalaman pepohonan lalu menendang batang pohon. Sumpah serapah keluar dari mulutnya yang komat kamit tidak menentu. Memang jauh dari kehadiran orang jadi dia bisa sebebas mungkin mengeluarkan amarahnya. Kalimatnya tidak diberitahu ya karena sangat kasar, berdasarkan pengalaman Author kalimatnya penuh bahasa kotor dan mengerikan.


...Jadi daripada nanti bab ini kena hukuman dari Editor, Author akan menceritakan saja tindak tanduknya ya. ...


Setelah dirasanya sudah cukup mengering emosinya, dia kembali ke tempatnya semula dengan ngos - ngosan. Untungnya Teh Mawar yang dia terima masih ada setengah. Katanya tidak suka tapi dihabiskan juga. Dia habiskan sampai es batunya juga dia kunyah serasa makan kacang. Dia kembali tenang bajunya sedikit berantakan dan tangannya agak lecet. Dia lalu mengeluarkan tisu basah dan menyeka lengannya, sedikit goresan halus menampak karena saat itu dia juga memukulkan lengannya ke batang pohon. Dia menenangkan dirinya sendiri dan melanjutkan obrolan dengan Arnila yang ternyata sudah ada balasan lain.


"Pertama kali aku kenal kamu, aku pikir kamu anaknya manis lalu aku heran kenapa semua orang seperti menghindari kamu. Aku juga banyak diperingatkan oleh teman yang lain, teman yang berbeda jurusan plus teman yang satu jurusan dengan kita. Berkali - kali aku juga diperingatkan oleh orang tuaku agar tidak terlalu dekat dengan kamu. Waktu itu aku sama dengan yang dialami Rita, aku terus membela kehadiran kamu yang ditolak banyak orang. Berpikir sama dengan Rita yang MUNGKIN saja kamu berubah kalau melihat ada yang tahan dengan kamu. Tapi sekarang aku bisa MELIHAT dengan jelas kamu itu sebenarnya bagaimana. Kecewa, sedih, menyesal semua itu tercampur hebat dan menghasilkan Kehampaan. Masuknya kamu dalam daftar pertemanan aku, membuat aku kehilangan banyak orang baik dalam hidupku dan bodohnya aku, malah lebih memilih kamu. Sekarang kamu mendepak aku lagi, tidak apa sudah biasa dan aku senang bisa lepas dari kamu. Semoga ada kejadian baik yang terjadi sama kamu nanti saat aku dan Rita tidak ada di sisi kamu, karena kamu sudah menyiakan orang baik yang dengan tulus mau dekat kamu," Itulah yang ditulis oleh Arnila.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2