ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(140)


__ADS_3

"Kita ulang lagi saja ya buatnya," kata ibunya yang mulai melihat Ney menangis karena masakannya gagal total semua.


Sambil menangis, Ney terus saja memindahkan hasil masakannya. "Tidak usah mereka pasti akan maklum, ini kan hasil karya aku," tapi kemudian ibunya mengeluarkan semuanya karena beliau tidak mau mereka berdua malah keracunan garam.


Ney tidak menolak lagi dia membiarkan ibunya mengambil alih dan ibunya membetulkan semua rasa dari masakan anaknya. "Kata mama sih lebih baik kamu buat yang lain. Jangan yang sama, nanti kami diketawain mereka karena menjiplak hasil karya orang lain,"


Ney tidak bergeming dan masih tersedu - sedu mengingat adik lelakinya berkata begitu. Diakui ibunya Ney memang kurang memiliki tangan seorang pemasak yang bagus. Entah mengapa apapun yang diolah Ney selain masakan memang sangat bagus tapi kalau sudah menyangkut makanan, semuanya gagal total. Soal rasa dan takaran bumbu pun meski sudah sama dengan resepnya, tapi selalu berakhir tidak enak. Mungkinkah karena tangannya yang tidak lembut meski entah ada hubungannya atau tidak.


Akhirnya mau tidak mau, ibunya hanya membetulkan sedikit karena sudah kepalang tanggung lagi. Kentang goreng pun sudah tidak bisa diubah selain ada beberapa yang bisa dibuat lagi. Sebagian garamnya sudah lumer dengan kentang lain tapi ibunya tidak menyerah, dibuang lah sebagian garam berharap semoga kentang yang lain tidak terlalu asin.


"Mereka akan memakannya!" Teriak Ney yang keberatan melihat ibunya menyingkirkan sebagian besar kentang buatannya.


"Mama tidak setuju kalau kamu tetap memaksa memberikan ini untuk mereka. Kamu tidak merasa bersalah? Melihat teman kamu setelah memakan semua ini, mereka sakit? Mereka saja pasti berusaha membuat makanan yang enak di lidah bukan penampilannya harus bagus. Coba kamu belajar menggunakan hati kamu tidak hanya saat kamu suka lelaki tapi ke dalam makanan juga,"


Ney kesal mendengar omelan ibunya tapi mungkin ada benarnya karena selama ini setiap dia masak entah bumbunya kebanyakan atau potongannya yang kurang bagus. Semuanya serba salah! Dan Ney tidak pernah sekalipun belajar dari kesalahannya.


"Aku tidak pernah menggunakan hati kalau suka sama lelaki jadi mana kutahu kalau makanan juga harus pakai hati," kata Ney yang setengah berbisik.


"Apa kata kamu? Kamu pacaran sama siapa pun tidak pernah pakai hati? Pantas kalau begitu, apapun yang kamu masak tidak akan pernah menjadi enak," kata ibunya sambil memasak.


Ney terkejut kalau bisikannya ternyata terdengar oleh ibunya. Ney kembali terdiam kali ini dia lebih baik berbicara dalam hati saja. Sambil menunggu ibunya selesai, Ney memasukkan bombay gorengnya dan sandwich gehunya ke dalam bekal. Ney mengatur semua dan menunggu untuk kentang goreng buatan ibunya.


"Kamu mau tetap membawa itu? Tidak akan diperbaiki dulu? Supaya lebih pas rasanya," ibunya berbalik melihat Ney yang sibuk memasukkan semuanya tentunya tidak rapih.


"Iyalah," Ibunya menggelengkan kepala dan menggeser anaknya lalu merapihkan makanan yang dia masukkan.

__ADS_1


"Kamu harus mulai belajar untuk merapihkan segala hal kamu sebentar lagi akan menikah dengan Dins. Kalau hal semudah ini saja kamu masih tidak bisa, mama tidak mau berpikir negatif akibatnya nanti buat kamu. Mama harap kamu terus belajar banyak hal bahkan setelah kamu nanti sudah menikah. Saat menikah dunia kamu akan berbeda dengan saat belum menikah, mama mungkin tidak akan bisa banyak mengomeli kamu. Saat menikah, itulah tanda kamu harus mulai memutuskan hal yang baik bukan untuk kamu lagi tapi keluarga. Kamu paham?" Tanya ibunya yang kembali melihat kentang gorengnya.


Ney terdiam, dia berpikir pasti kehidupan setelah menikah akan sangat bahagia daripada dia yang sekarang. Menikah ya menikah saja kan memangnya akan ada banyak hal sulit yang terjadi? Kenapa banyak orang yang membatalkan pernikahan? Aku pasti akan baik - baik saja tidak semua orang, aku pasti akan menjadi orang yang sangat bahagia. Padahal dunia pernikahan adalah awal gerbang permasalahan yang lebih besar bagi Ney untuk dimasuki. Kalau tidak kuat mental dan hati, rumah tangga yang baru seumur jagung pun pasti ambruk.


Akhirnya selesai dan Ney melihat hasil masakan ibunya yang lebih menggugah selera daripada buatannya. Ney berpikir kenapa masakan ibunya sama dengan Rita atau Arnila yang sangat terlihat lebih bagus dan terasa lapar? Ibunya hanya menggelengkan kepalanya, anaknya masih belum mengerti padahal beliau yakin lalau dua temannya selalu memberikan nasehat terbaik mereka. Tapi tetap saja Ney membandel menurutnya hidupnya tidak perlu mendengarkan nasehat banyak orang. Dengarkan tapi tak perlu dilakukan.


"Kenapa setiap mama masak selalu terlihat bagus dan membuat semua orang tergiur ingin memakannya?" Tanya Ney sambil mencicipi kentang gorengnya dan sangat enak.


"Kan..." omongan ibunya terpotong saat tiba - tiba anak pertamanya datang dan masuk ke dapur dengan heboh.


"Kentang goreng ya? Mau!!"


"Cyphrin!! Datang - datang ucap salam dong!" Kata ibunya ngomel.


Cyphrin langsung cemberut dan memgucapkan salam dengan ogah - ogahan. Dan langsung kabur setelah mengambil semangkok penuh kentang gorengnya.


"Sudah sudah. Mama buatnya banyak Ney, tadi nenek datang memberi sisa kentang buat masakan ternyata sisanya banyak. Nih bawa ke ruang tengah sambil nonton kita makannya. Kamu masukkan dulu ke tupperware untuk besok," ibunya kemudian memisahkan keduanya. Kalau Zayn sih masih terbilang ringan tapi kalau kakak perempuannya sangat brutal kalau marah. Dia bisa melemparkan banyak barang sewaktu kecil Ney pernah terluka di kepalanya karena kakaknya melemparinya dengan batu besar.


"Huh! Rese lu jadi orang!" Tandas Cyphrin yang hampir mau memukul adiknya itu.


"Stres lu!" Lawan Ney. Yang kemudian mereka saling melemparkan kata - kata kasar.


"STOP!!! KALIAN MAU BERANTEM, DILUAR RUMAH SANA!" Teriak ibu mereka sambil menggebrak meja makan. Mereka berdua langsung berhenti Ney kemudian memasukkan kentang gorengnya sedangkan kakaknya keluar sambil mengepalkan tangannya.


"CYPHRIN!! Kamu begitu lagi, mama akan masukkan kamu ke Rumah Sakit Jiwa lagi. Kamu mau!!!" Cyphrin kaget mendengarnya dia teringat bagaimana orang - orang sana memperlakukannya seperti dirinya sudah tidak normal lagi. Cyphrin lalu berjalan menunduk, dirinya sadar kalau perbuatan terhadap adiknya dulu benar - benar membahayakan. Kepala Ney sampai bocor parah karena dirinya terlalu parah memukul kepala adiknya 2x menggunakan batu besar. Saat itu mereka berkelahi karena dirinya mengambil cokelat dari keler yang Ney melihatnya dan mengancam akan melaporkan pada ibunya. Tapi berakhir tidak terduga karena Ney sulit untuk disuap atau diancam.

__ADS_1


Sejak hari itu, hidupnya berubah menjadi Monster dan kedua orang tuanya menyerah dan memasukkan dirinya ke dalam RSJ di saat usianya 12 tahun. Dan itu bukan pengalaman yang menyenangkan, dia hanya tidak bisa mengendalikan emosionalnya yang terlalu berlebihan. Seseorang yang mengalami ketidakmampuan atau sulitnya mengendalikan emosi atau rasa amarah disebutnya sebagai Bipolar.


Dengan kata lain, gangguan bipolar dalam satu keluarga ini entah dari keturunan siapa, menurun kepada semua anaknya. Total parah banget! Bipolar kakaknya, Cyphrin lebih totalitas patah dari Ney dan Zayn. Untungnya Zayn bisa mengendalikan amarahnya berkat teman - temannya yang selalu siap mendukung dia meski lelaki, tapi Zayn sadar kalau perilakunya sangat berbahaya. Berbeda dengan kedua kakaknya, Zayn tidak dekat siapapun. Dia hanya bergantung pada teman dan pengetahuannya sendiri, mereka semua dianugerahi otak yang cemerlang namun nahas tidak dengan perilakunya.


Cyphrin bisa dikatakan memang sudah gila, pada siapapun dia tidak takut menyerang sama dengan Ney adiknya, di kampus atau dimanapun dia ditakuti karena sifat moodnya yang bisa kambuh kapan saja tanpa ada peringatan apapun. Mereka berdua sama - sama kurang punya hati atau rasa empati mungkin nol. Setidaknya adiknya masih banyak untungnya, dia melatih dirinya sendiri sampai mampu mengendalikan emosi. Nanti kita akan bahas sedikit soal Bipolar ya, kita kembali ke Novel.


Kemudian datangnya Zayn yang habis pulang dari rumah temannya, menghampiri dapur. "Wah! Mama masak? Ini baru enak! Mama pandai masak masa kamu tidak tertarik minta diajarkan? Bisa juga untuk kompetisi dengan Rita. Aku penasaran sih dengan masakannya. Bagi ya!" Katanya yang langsung memakan kentangnya.


"Tidak nenek lampir, lu Pinokio juga sama saja ambil kentang jangan kebanyakan!" Seru Ney yang emosi.


"Hah, ada nenek lampir? Wah gawat! Rumah akan jadi arena perang dong," Zayn tertawa yang langsung digetok sama ibunya dengan panci.


"Sembarangan! Jangan sampai mereka disatukan, kamu mau pegang Cyphrin atau Ney?" Tanya ibunya.


"Aku megang kentangnya sajam Sini!" Tawar Zayn yang langsung kabur ke ruang tengah.


"Sudah, Ney jangan begitu. Ini kentang masih banyak kamunya saja yang lebay. Mama sengaja buat banyak kok. Sudah? Yuk kita nonton," ajal ibunya.


Ney melihat buatan ibunya tinggal separuh kemudian dia campurkan dengan buatannya. Ibunya enggan mengomentari lagi yang penting semuanya dia.. Ney tidak mau tahu pokoknya kentang buatannya harus tetap bisa dimakan. Dia bawa ke ruang tengah juga dan mencampurkannya dengan punya ibunya. Tentu saja tanpa sepengetahuan kakak dan adiknya, mereka berempat lalu duduk di ruang keluarga.


"Kamu malu ya mengakui kalau makanan buatan Rita memang sangat enak makanya kamu mau membuatnya juga tapi jadinya malah berbeda. Coba kamu jujur bilang yang sebenarnya sama Rita, dia anaknya baik kok. Kalau kamu bilang, dia pasti mengerti," kata ibunya yang duduk sebelah Ney.


"Iyalah kenapa sih kakak tidak jujur saja? Kenapa harus sampai plagiat? Itu kalau ketahuan bukannya memaklumi, rasa hormat ke kakak juga berkurang apalagi kalau diklaim sebagai karya kakak sendiri," kata Zayn yang memakan kentang.


"Hahaha mana ada lu bisa ciptain makanan sendiri? Hobi plagiat!" Sambung kakak perempuannya. Untungnya dia duduk di sebelah adiknya jadi sulit saling menjangkau.

__ADS_1


Ney pura - pura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh mereka bertiga tapi pasti begitu menurut ibunya. Padahal Rita sangat terbuka, mau iri, cemburu, atau apapun kalau jujur Rita pasti mengerti.


BERSAMBUNG...


__ADS_2